BAB II URAIAN TEORITIS
2.1.5 Logo
Logo merupakan sebuah simbol yang dirancang untuk mewakili karakter dan menjadi identitas perusahaan dari sebuah perusahm aan dan logo juga merupakan bagian dari identitas .Logo merupakan bentuk ekspresi dan bentuk visual dari konsepsi perusahaan, produk, organisasi, maupun institusi serta merupakan simbol visual yang memiliki bentuk yang berasal dari nilai strategis perusahaan yang bersangkutan.
Pengertian logo menurut Jefkins, (1995:367) logo ialah : “Logo adalah presentasi, sosok atau penampilan visual yang senantiasa dikaitkan dengan organisasi tertentu sebagai bentuk citra perusahaandan bagian identitas perusahaan perusahaan”. Sebagai bagian identitas perusahaan, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan. Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi pembeda produk dengan produk lainnya.
Menurut pakar corporate identity David E. Carter dalam buku ”Pengantar Desain Komunikasi Visual” (Kusrianto, 2007) setidaknya logo perusahaan harus memiliki karakter tertentu, menyangkut ; Original dan Destinctive, Legible, Simple, Memorable, Easly associated with the company, dan Easly adaptable for all grhapic media yang mudah di aplikasikan ke berbagai media, untuk menghindari kesulitan dalam penerapan.
Pada dasarnya logo, jika dikategorikan berdasarkan unsur pembentuknya terdiri dari:
1. Logotype
Yaitu logo yang dibentuk hanya oleh huruf dan variasinya, sedangkan gambar hanya digunakan sebagai pelengkap saja.
2. Logogram
Tipe logo Logogram sering juga diklasifikasikan iconic logo dan illustratif logo.
Tipe logo seperti ini menjadikan sebuah gambar bentuk/desain utama dari logo tersebut.
3. Gabungan antara Logotype&Logogram
Yaitu sebuah logo yang dibentuk dengan penggabungan antara jenis Logotype&Logogram.
Sebagus apapun logo itu, jika logo tidak dapat menunjukkan lembaga yang diwakilinya, maka ia tidak lebih dari simbol -simbol tanpaarti. Jika sebuah logo mewajibkan semua khalayak untuk menduga-duga maknanya, maka logo itu gagal menjadi instrumen komunikasi. Karenaitulah, banyak perusahaan, khususnya yang berukuran besar, tidak hanyamencantumkan nama, namun juga sebaris slogan yang mengisyaratkanjenis bisnisnya, falsafah operasinya, atau reputasi yang ingin diraihnya.Identitas perusahaan itu, merupakan salah satu bentuk komunikasi yangpaling tua. (Anggoro,2000:283).
Jika bicara soal keindahaan/estetika dalam sebuah logo, mungkinkita akan terbentur tanpa adanya akhir karena sifatnya yang sangat relatif.Namun ketika berbicara masalah baik atau tidak, kita akan mengacukepada fungsionalitas, Dimana sebuah logo dinilai dari fungsi dantujuannya.
Ciri-ciri dari logo yang baik adalah (www.desainstudio.com) : 1. Sederhana
Logo yang baik adalah logo yang sederhana (simple). Kesederhanaanmembuat logo mudah diingat dan fleksibel ketika diterapkan kedalamberbagai media.
2. Unik
Namun sederhana saja ternyata tidak cukup. Logo yang baik juga harusunik dan mudah dibedakan dengan logo lain (khususnya logo daripesaing).
3. Mudah Diingat
Ciri selanjutnya dari sebuah logo yang baik adalah mudah untuk diingat.Logo yang mudah diingat akan mendukung perusahaan tetap dalam posisiteratas dalam ingatan
konsumen. Secara tidak langsung ini akanmeningkatkan penjualan dan omset dari perusahaan.
4. Tahan Lama
Logo yang bertahan lama tentu akan sangat menguntungkan perusahaan.Redesign sebuah logo akan memakan banyak biaya dan waktu. Selain itu,perubahan logo juga dapat membingungkan konsumen dan bahkan bukantidak mungkin akan kehilangan banyak pelanggan.
5. Fleksibel
Logo akan digunakan kedalam berbagai media visual seperti stempel,akrilik, faktur dll. Oleh karena itu, sebuah logo yang baik harus bisaditempatkan kepada berbagai kondisi dan tetap tidak kehilangan bentuksebenarnya.
6. Sesuai
Ciri lain dari logo yang baik adalah kesesuaian. Logo harus bisamenggambarkan apa yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam hal ini,tagline mungkin bisa menutupi. Namun kembali lagi kepada kondisidimana sebuah logo harus ditempatkan kedalam berbagai media visual danharus berdiri sendiri tanpa adanya tagline.
Sedangkan elemen-elemen pembentuk logo antara lain adalah : 2.1.5.1. Bentuk
Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah pentingdibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasamerupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu.
Hal tersebut biasadipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasatmata.
Menurut Kusmiati, R. Artini Pudjiastuti Sri, Supandar Pamudi, berdasarkan jenisnya bentuk dasar dapat dibagi tiga yaitu:
a. Segitiga. Bentuk ini merupakan lambang dari konsep trinitas, sebuah konsepreligius yang berdasarkan pada tiga unsur alam semesta yaitu Tuhan,
manusiadan alam. Secara umum bentuk dari segitiga mencerminkan asosiasi kekuatan,agresi, pergerakan, dinamis dan perasaan maskulin. Selain itu segitiga juga bisamelambangkan unsur api, agung, bijaksana, agama, energi dan kekuatan.
b. Segi empat. Secara umum bentuk segi empat memiliki asosiasi keteraturan dankeamanan, selain itu bentuk segi empat bisa juga melambangkan tanah danperasaan maskulin.
c. Lingkaran. Bentuk lingkaran memiliki asosiasi me- nyeluruh atau keseluruhan,keamanan, kesatuan dan ketahanan. Selain itu lingkaran juga bisamelambangkan kehangatan, kenyamanan.
2.1.5.2. Jenis Huruf
Manusia cenderung untuk memperhatikan aspek visual dari kata-katayang mereka baca, dengan demikian akan mudah diingat dan familiar.Oleh karena itu beberapa jenis huruf menjadi begitu familiar sehinggamerupakan penunjang kenyamanan dalam membaca. Sedangkan jenishuruf yang tidak umum akan menjadi penarik perhatian bagipembacanya. Penggunaan jenis huruf yang sesuai sangat penting dalamdesain logo. Karena jenis huruf yang dipilih akan memberikan kualitaspada representasi bentuk-bentuk abstrak yang membentuk huruf dankata-kata.
Jenis-jenis huruf dapat diklasifikasikan atau dikategorikan . Pengklasifikasian ini pernah diutarakan oleh James Craig, satu diantara tiga penulis buku designing with type : the essential guide to typography. Beberapa jenis huruf yang diklasifikasikan oleh James Craig, antaralain adalah:
a. Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip atau serif yang berbentuklancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan danketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yangditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminim.
b. Egiptyan
Adalah jenis huruf yang memiliki cirri kaki atau serif yangberbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atauhampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekardan stabil.
c. Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip atau serif, jadi jenis hurufini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memilikiketebalan huruf yang hampir sama. Kesan yang ditimbulkan olehjenis huruf ini adalah modern, kontemporer, dan efisien.
d. Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan denganpena, kuas atau pensil tajam yang biasanya mereng ke kanan.Kesan yang ditimbulkannya adalah sifat pribadi dan akrab.
e. Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yangsudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garisdekoratif.
Kesan yang dimiliki adalah ornamental dan dekoratif 2.1.5.3. Warna
Mata manusia melihat warna sebelum otak mengenali citra bentuk,simbol, kata-kata, atau elemen-elemenn visual lainnya.
Mengamatiwarna adalah proses yang rumit. Objek, bentuk, dan citra direkamdidalam otak melalui cahaya. Terserap kedalam retina mata, cahayamengirim sinyal ke otak. Biro Standar Nasional (The National Bureau Standards) memperkirakan bahwa mata manusia dapat membedakanlebih dari sepuluh juta warna yang berbeda-beda. Visi warna danpersepsi jutaan warna tergantung pada pencampuran sejumlah panjanggelombang cahaya yang berbeda-beda.(Klimchuk, 2007)