BAB I PENDAHULUAN
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
1. Secara Akademis, penelitian ini dapat menambah wawasan dan memperkaya bahan penelitian, refrensi dan sumber bacaan di lingkungan FISIP USU, khususnya Departemen Ilmu Komunikasi
2. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman yang berkaitan dengan kajian ilmu komunikasi, khususnya pemahaman mengenai pengaruh logo terhadap citra perusahaan perusahaan
3. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan refrensi dan menambah sumbangan pikiran kepada pembaca atau pihak-pihak tertentu yang ingin membuat penelitia serupa
BAB II
URAIAN TEORITIS 2.1. Kerangka Teori
Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus menyusun suatukerangka teori.
Kerangka teori merupakan landasan berfikir untuk mengetahui darisudut mana peneliti menyorot masalah yang akan diteliti. Kerlinger menyebutkanteori merupakan himpunan konstruk (konsep), defenisi dan preposisi yangmengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan menjabarkan relasidiantara variabel untuk menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut (Rakhmat,2004: 6). Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 2.1.1. Komunikasi
Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latincommunis dan bersumber dari kata kommunis yang berarti “sama”, yakni“sama makna” (lambang). Menurut Onong U Effendy (1992: 5), komunikasiadalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain, untukmemberitahukan atau mengubah sikap, pendapat dan perilaku baik langsungmaupun tidak langsung melalui media. Sementara itu Hovland mendefenisikanproses komunikasi sebagai suatu proses mengubah perilaku orang lain yangdisampaikan melalui perangsang-perangsang (lambang-lambang dalam kata-kata).
Komunikasi adalah sarana interaksi manusia. Di dalam komunikasi termuat ide, perasaan dan pesan-pesan tertentu. Supaya muatan komunikasi dapat dimengerti, manusia menggunakan bahasa. Dimengerti bukan hanya terkait memahami bahasa yang digunakan.
Namun, mengerti artinya memahami makna yang terkadang didalam komunikasi tersebut.
Pandangan komunikasi sebagai interaksi menyetarakan komunikasi dengan proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian. Seseorang menyampaikan pesan, baik verbal ataupun nonverbal, seorang penerima beraksi dengan memberi jawaban verbal atau menganggukan kepala, kemudian orang pertama bereaksi lagi setelah menerima umpan balik dari orang kedua, dan begitu seterusnya. Salah satu usur yang dapat ditambahkan dalam konseptualisasi komunikasi sebagai interaksi adalah umpan balik (feed back), yakni apa yang disampaikan penerima pesan kepada sumber pesan yang sekaligus diggunakan sumber pesan sebagai petunjuk mengenai efektivitas pesan yang ia sampaikan sebelumnya: apakah dapat dimengerti, dapat diterima, menghalami kendala dan sebagainya, sehingga berdasarkan
umpan balik itu, sumber dapat mengubah pesan selanjutnya agar sesuai dengan tujuannya (Mulyana, 2008: 73)
Menurut Frank Dance (2008), terdapat tiga dimensi perbedaan konspetual kritis yang membentuk dimensi dasar komunikasi. Dimensi pertama, tingkat observasi atau tingkat keabstrakan. Di dalam dimensi ini, komunikasi merupakan proses yang menghubungkan makhluk hidup dan siftanya umum. Dimensi kedua, area maksud. Komunikasi merupakan media mengirim dan menerima pesan dengan maksud yang jelas. Dimensi ketiga penilaian normatif. Di dalam komunikasi terkandung pernyataan keadaan seperti kesuksesan, keefektifan dan keakuratan (Gassing & Suryanto, 2016: 118)
Wilbur Schramm menyebutkan bahwa komunikasi dan msyarakat adalah dua kata kembar. Tanpa komunikasi, masyarakat tidak akan terbentuk. Sebaliknya, tanpa masyarakat, manusia tidak dapat mengembangkan komunikasi. Di dalam proses komunikasi terdapat unsur komunikan sebagai pengirim pesan, media untuk menyampaikan pesan, komunikan sebagai penerima pesan dan efek yang ditumbulkan. Efek yang muncul dipengaruhi banyak hal, mulai dari identitas sosial komunikan, perbedaan pandangan, prasangka hingga berbagai hambatan (Gassing & Suryanto, 2016: 128)
Menurut Bernard Berelson dan Gary A. Steiner (Mulyana, 2008: 68), Komunikasi : transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur atau grafik dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi.
2.1.2. Komunikasi Visual
Menurut Schiffman dan Kanuk, komunikasi adalah transmisi pesan dari pengirim kepenerima dengan menggunakan suatu bentuk signal yang dikirim melalui suatu media tertentu(Prasetijo & Ihalauw, 2005: 126). Oleh karena itu, komunikasi visual adalah komunikasi yangmenggunakan bahasa visual, di mana bahasa visual merupakan kekuatan paling utama yangdapat dilihat dan dapat digunakan untuk menyampaikan suatu pesan yang memiliki arti, maknadan maksud tertentu (Kusrianto, 2007: 10).
Beberapa kajian komunikasi visual adalah:
a.Visual Intelligence/Cognition/Perception
b.Visual Literation
c.Graphic Design/Aesthetics d.Visualization/Creativity
e.Visual Culture/Visual Rhetoric/Visual Semiotics
Penyampaian pesan secara visual berarti menggunakan elemen-elemen visual. Elemen - elemendari komunikasi visual adalah sebagai berikut:
a. Bentuk
Bentuk berasal dari penggabungan garis - garis. Contohnya segitiga, kotak, lingkaran danlain-lain.
b. Warna
Warna memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan banyak hal kepada konsumen.Warna juga seringkali diasosiasikan dengan kejadian-kejadian tertentu.
Asosiasi iniberhubungan dengan sesuatu yang dipelajari, seperti budaya, tradisi dan kebiasaan.
c. Ilustrasi/Gambar
Ilustrasi, secara harfiah berarti gambar yang dipergunakan untuk menerangkan atau mengisisesuatu. Sedangkan menurut definisinya, ilustrasi adalah seni gambar yang dimanfaatkanuntuk memberi penjelasan atas suatu maksud atau tujuan secara visual (Kusrianto, 2007: 140).
d.Tata Letak
Tata letak atau layout berkaitan dengan pengaturan huruf dan visual pada permukaan duadimensi agar seluruh informasi dapat dibaca, jelas dan menarik. (Suyanto, 2004:
95) Layoutyang berbeda dapat menyampaikan kesan yang berbeda tentang suatu produk (Moriarty,2011: 519).
e.Tipografi
Tipografi adalah seni memilih jenis huruf dari ratusan jenis huruf yang tersedia.
Tipografiyang baik mengarah pada keterbacaan, kemenarikan. Hal itu karena desain huruf tertentudapat menciptakan gaya (style) dan karakter atau menjadi karakteristik pesan yang ingindisampaikan. (Jefkins, 1997: 248)
Dalam banyak kasus, typesetting tidak terlalu ditekankan karena peran utamanya yangbersifat fungsional yaitu menyampaikan kata pesan, tetapi huruf juga mempunyai peranestetika dan pemilihan huruf memberi kontribusi pada dampak dan mood pesan.
(Moriarty,2011: 516)
2.1.3. Komunikasi Pemasaran
2.1.3.1. Pengertian Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk di pasar.
Komunikasi pemasaran memegang peranan yang sangat penting bagi pemasar. Tanpa komunikasi, konsumen maupun masyarakat secara keseluruhan tidak akan mengetahui keberadaan produk di pasar.
Secara garis besar komunikasi pemasaran terdiri dua bidang keilmuan komunikasidan pemasaran. Hovland dalam (Effendy, 2006:10), mengatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain, (communication is the process to modify the bahavior of other individuals). Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong (1997:23), pemasaran adalah kegiatanmanusia yang di arahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melaluiproses pertukaran.
Komunikasi pemasaran menurut Kasali (1992: 14) adalah fungsi dalammanajemen yang memusatkan perhatian pada produk atau jasa untuk memenuhikeinginan dan kebutuhan konsumen. Ketika perusahaan mengkomunikasikanpesan yang unik dan positif melalui iklan, penjualan perorangan, promosipenjualan, dan cara cara lain, mereka dapat membedakan merek mereka secaraefektif melalui penawaran yang kompetitif dan melindungi diri dari kompetisiharga. Koordinasi dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan efisiensi
danefektivitas suatu organisasi yang dikenal sebagai integrated marketing communication (IMC).
Hubungan antara pemasaran dengan komunikasi merupakan hubunganyang erat. Komunikasi merupakan proses pengoperan lambang-lambang yangdiartikan sama antara individu kepada individu, individu kepada kelompok,kelompok kepada kelompok, dan kelompok kepada massa. Komunikasi dalamkegiatan pemasaran bersifat kompleks, artinya tidak sesederhana seperti ketikaberbincang-bincang dengan rekan sekantor, atau dengan keluarga dirumah.Bentuk komunikasi yang lebih rumit mendorong penyampaian pesan olehkomunikator kepada komunikan dilakukan melalui sejumlah strategikomunikasi yang canggih, setelah melewati proses perencanaan yang matang.
Penggabungan dari pemasaran dan komunikasi menghasilkanpengertian yang baru yaitu komunikasi pemasaran, yang merupakan kegiatankomunikasi yang dilakukan oleh penjual dengan pembelinya dan merupakankegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan dibidang pemasaranserta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan caramenyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik.
Berdasarkan pengertiandiatas berarti semakin baik komunikasi pemasaran yang tercipta, maka akanmendatangkan kepuasan yang semakin tinggi bagi semua pihak yang terlibatdidalamnya. Oleh karena itu suatu perusahaan harus selalu berkomunikasidengan perantara, pembeli, pelanggan dan masyarakat pada umumnya secara baik.
2.1.3.2. Unsur-unsur Komunikasi Pemasaran
Menurut Shimp (2003: 2), komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur pokoknya, yaitu komunikasi dan pemasaran.
1. Komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antara organisasi dengan individu.
2. Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentransfer nilai nilai (pertukaran) antara mereka dengan pelanggannya.
Komunikasi pemasaran merepresentatifkan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek, yang memfasilitasi terjadinnya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya.
2.1.3.3. Bauran Komunikasi Pemasaran
Bauran komunikasi pemasaran (bauran promosi) merupakan perpaduan khusus antara iklan, penjualan personal, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang digunakan perusahaan untuk meraih tujuan iklan dan pemasarannya. Defenisi dari keempat alat promosi utama ini adalah sebagai berikut :
1.Periklanan (advertising): Segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi nonpribadi dalam bentuk gagasan, barang, atau jasa.
2. Penjualan personal (personal selling): presentasi pribadi oleh para waraniaga perusahaan dalam rangka mensukseskan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan.
3.Promosi Penjualan (sales promotion): Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk atau jasa.
4. Hubungan Masyarakat (public realtion): Membangun hubungan baik dengan publik terkait untuk memperoleh dukungan, membangun “citra perusahaan” yang baik dan menangani atau menyingkirkan gosip, cerita dan peristiwa yang merugikan.
5.Pemasaran Langsung (direct marketing): Komunikasi langsung dengan sejumlah konsumen sasaran untuk memperoleh tanggapan langsung penggunaan surat, telepon, faks, e-mail, dan lain-lain untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen tertentu atau usaha untuk mendapat tanggapan langsung.
Setiap kategori memiliki alat-alatnya sendiri, sebagai contoh periklanan bisa berbentuk tulisan, siaran di jalan, dan berbagai bentuk lainnya. Penjualan pribadi mencakup presentasi penjualan, pameran dagang dan program insentif. Promosi penjualan bisa berupa pameran di tempat pembelian, hadiah, diskon, kupon dan iklan yang unik. Pemasaran langsung meliputi katalog, telemarketing, faks, internet, dan
sebagainya. Berkat kemajuan teknologi orang sekarang bisa berkomunikasi lewat media tradisional (koran, radio, telepon, dan televisi), demikian pun melalui media yang lebih baru. Tekonologi-teknologi baru ini telah mendorong lebih banyak perusahaan untuk beralih dari komunikasi massa ke komunikasi yang lebih terarahdan dialog satu-satu (Kotler dan Armstrong 2001: 111-112)
Komunikasi pemasaran hanya berfokus pada usaha untuk mengatasi masalah kekhawatiran sesaat, citra atau prefensi di dalam pasar target. Pendekatan komunikasi seperti ini memiliki keterbatasan: terlalu bersfiat jangka pendek dan terlalu mahal, dan sebagian pesan yang disampaikan dengan cara seperti ini tidak akan didengar. Saat ini pemasar mulai memandang komunikasi sebagai manajemen proses pembelian pelanggan sepanjang waktu (managemtn of the costumerbuying process over time), selama tahap prapenjualan, penjualan, pemakaian, dan sesudah pemakaian.
Untuk berkomunikasi secara efektif, pemasar harus memahami bagaimana komunikasi berjalan. Komunikasi melibatkan sembilan elemen yang diperhatikan pada peraga 14-1. Dua dari elemen ini adalah pemain utama dalam komunikasi-pengirim dan penerima. Dua lainnya merupakan alat komunikasi utama-pesan dan media. Empat elemen yang lain adalah fungsi utama komunikasi-penyandaian, pengartian, respon, dan umpan balik.
2.1.4. Identitas Perusahaan
Identitas perusahaanmerupakan “persona” dari suatu korporasi yang disesuaikandengan pencapaian terhadap sasaran bisnis secara objektif, pada umumnya seringkalidimanifestasikan melalui branding atau digunakan sebagai merek dagang. Identitas perusahaandihadirkan ketika suatu perusahaan/organisasi atau kelompok kepemilikan suatuperusahaan berusaha secara bersama membangun filosofi perusahaannya. Secara nyataidentitasperusahaan dapat diwujudkan berupa kultur organisasi/perusahaan tersebut, pada intinya,bertujuan agar masyarakat mengetahui, mengenal, merasakan, dan memahami filosofifilosofiperusahaan tersebut.(Brannan, 1998:76).
Identitas perusahaan dapat menyeragamkan penampilan fisik tertentu dari salah satu atau beberapa aspek perusahaan, dapat memperkuat usaha periklanan dan juga berfungsi memberikan efek repetisi (pengulangan) sehingga akan membuat usaha-usaha periklanan lebih efektif. Kegunaan rancangan warna yang sama, logo yang sama dan
tipografi (bentuk-bentuk huruf) yang sama, ditambah dengan repetisi dalam suatu paket iklan (Anggoro, 2000 : 280)
Identitasperusahaan dapat dilihat dari kombinasi logo, komposisi warna, tipografi ataubentuk huruf, bentuk seragam pegawai, bentuk khas peralatan, kendaraan dinas, fasilitasataupun pelayanan yang diberikan dari suatu perusahaan dan sebagainya, yang semuanyamengidentifikasikan keunikan dan keberadaan suatu perusahaan (Kotler:2001:882).
Logoadalah huruf atau lambang yang mengandung suatu makna yang terdiri atas satu kata ataulebih sebagai lambing atau nama perusahaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Kusrianto(2007:232) mengatakan bahwa logo atau tanda gambar merupakan identitas perusahaan yangdipergunakan untuk menggambarkan citra dan karakter suatu lembaga atau perusahaanmaupun organisasi, logotype atau tanda kata merupakan nama lembaga, perusahaan, atauproduk yang tampil dalam bentuk tulisan yang khusus untuk menggambarkan cirri khassecara komersial.
Elemen identitas perusahaan, Penulis buku Marketing Corporate Image, James R.Gregory menyatakan identitasperusahaan terdiri dari dua elemen pokok, yaitu (Sutojo, 2004: 14-15) :
• Nama (name atau mark)
• Logo (logos)
Gabungan nama dan logo seringkali terdiri dari dua elemen, ada kalanya identitas perusahaan hanya ditampilkan dalam bentuk logo saja.
Selain membangun identitas perusahaan logo juga sering kali digunakan untukmembangun spirit secara internal diantara komponen yang ada dalam perusahaan tersebut.Sebuah logo yang baik dan berhasil akan dapat menimbulkan sugesti yang kuat, membangunkepercayaan, rasa memiliki, dan menjaga image perusahaan pemilik logo tersebut.
Identitas perusahaan merupakan pernyataan singkat perusahaan kepada masyarakat tentang apa dan siapa mereka itu. Identitas perusahaan perusahaan dapat membedakan perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Identitas perusahaan bukan citra tetapi ia dapat membantu
perusahaan mengingatkan masyrakat tentang citra mereka. Identitas perusahaan perusahaan dipergunakan banyak konsumen sebagai jaminan mutu barang atau jasa yang mereka beli dan mereka gunakan (Sutojo, 2004: 14)
Identitas perusahaan memuat makna tertentu yang diinginkan sampaikan perusahaan kepada masyarakat. Oleh karena itu pembuatan desain dan pilihan penampilannya ke masyarakat tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan. Ada tiga pilihan teknik bagaimana menampilkan Identitasperusahaan. Teknik mana akan dipilih tergantung dari kondisi dan tujuan bisnis masing-masing perusahaan (Sutojo, 2004: 19)
• Monolitik
• Penampilan ganda
• Penampilan korporasi
Identitasperusahaan diciptakan untuk mencapai tiga macam tujuan, yaitu (a) Menjadi jaminan mutu produk (b) Membedakan perusahaan dengan perusahaan lain, dan (c) Sebagai sarana promosi, dan agar identitas perusahaan dapat efektif dan design consultantyang menyiapkan identitas perusahaan wajib memperhatikan empat macam hal (a) Menyusun identitas perusahaan singkat tapi jelas, tidak membingungkan, tidak asal-asalan, orisinil dan tidak mudah dilupakan, (b) Membawa arti tertentu, (c) Logo dapat dipergunakan secara fleksibel, dan (d) Tidak cepat membosankan (Sutojo, 2004: 31)
Tujuan utama dari identitas perusahaan perusahaan yaitu untuk memberi kesan pertama dan kesan-kesan selanjutnya sebagai hal yang positif, abik dan professional, karena identitasperusahaan dirancang untuk memiliki daya tarik yang dapat memberikan respon positif masyarakat pada corporate image. Sehingga tidak dapat dibedakan antara identitasperusahaan dengan corporate image, karena corporate image merupakan pandangan atau penilaian masyarakat pada umumnya terhadap perusahaan tertentu yang mereka simpulkan dari apa yang mereka dengar dan yang mereka lihat. Penilaian masyarakat pada suatu perusahaan ataupun produk dapat ditingkatkan melalui pembuatan identitas perusahaan perusahaan yang baik dan terprogram.
Identitas perusahaan mempunyai peranan yang penting bagi perusahaan karena kebanyakan masyarakat mengenal suatu perusahaan maupun produk untuk pertama kalinya melalui cara non-personal (periklanan, surat,kendaraan, kemasan, dan gedung). Dengan melihat semua itu maka akan terjalin sebuah kerjasama antara perusahaan dengan publiknya.
Sebuah perusahaan dan organisasi sengaja menciptakan identitasnya agar dapat dibedakan dari organisasi atau perusahaan yanglain serta menetapkan pengakuan visual melalui suatu proses yang cukuppanjang, yakni mulai dari seleksi jenis logo, tipografi atau jenis huruf,komposisi warna, lambang-lambang, penampilan dan sebagainya sesuaidengan karakteristik sosok tertentu yang hendak ditonjolkan.
2.1.5. Logo
Logo merupakan sebuah simbol yang dirancang untuk mewakili karakter dan menjadi identitas perusahaan dari sebuah perusahm aan dan logo juga merupakan bagian dari identitas .Logo merupakan bentuk ekspresi dan bentuk visual dari konsepsi perusahaan, produk, organisasi, maupun institusi serta merupakan simbol visual yang memiliki bentuk yang berasal dari nilai strategis perusahaan yang bersangkutan.
Pengertian logo menurut Jefkins, (1995:367) logo ialah : “Logo adalah presentasi, sosok atau penampilan visual yang senantiasa dikaitkan dengan organisasi tertentu sebagai bentuk citra perusahaandan bagian identitas perusahaan perusahaan”. Sebagai bagian identitas perusahaan, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan. Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi pembeda produk dengan produk lainnya.
Menurut pakar corporate identity David E. Carter dalam buku ”Pengantar Desain Komunikasi Visual” (Kusrianto, 2007) setidaknya logo perusahaan harus memiliki karakter tertentu, menyangkut ; Original dan Destinctive, Legible, Simple, Memorable, Easly associated with the company, dan Easly adaptable for all grhapic media yang mudah di aplikasikan ke berbagai media, untuk menghindari kesulitan dalam penerapan.
Pada dasarnya logo, jika dikategorikan berdasarkan unsur pembentuknya terdiri dari:
1. Logotype
Yaitu logo yang dibentuk hanya oleh huruf dan variasinya, sedangkan gambar hanya digunakan sebagai pelengkap saja.
2. Logogram
Tipe logo Logogram sering juga diklasifikasikan iconic logo dan illustratif logo.
Tipe logo seperti ini menjadikan sebuah gambar bentuk/desain utama dari logo tersebut.
3. Gabungan antara Logotype&Logogram
Yaitu sebuah logo yang dibentuk dengan penggabungan antara jenis Logotype&Logogram.
Sebagus apapun logo itu, jika logo tidak dapat menunjukkan lembaga yang diwakilinya, maka ia tidak lebih dari simbol -simbol tanpaarti. Jika sebuah logo mewajibkan semua khalayak untuk menduga-duga maknanya, maka logo itu gagal menjadi instrumen komunikasi. Karenaitulah, banyak perusahaan, khususnya yang berukuran besar, tidak hanyamencantumkan nama, namun juga sebaris slogan yang mengisyaratkanjenis bisnisnya, falsafah operasinya, atau reputasi yang ingin diraihnya.Identitas perusahaan itu, merupakan salah satu bentuk komunikasi yangpaling tua. (Anggoro,2000:283).
Jika bicara soal keindahaan/estetika dalam sebuah logo, mungkinkita akan terbentur tanpa adanya akhir karena sifatnya yang sangat relatif.Namun ketika berbicara masalah baik atau tidak, kita akan mengacukepada fungsionalitas, Dimana sebuah logo dinilai dari fungsi dantujuannya.
Ciri-ciri dari logo yang baik adalah (www.desainstudio.com) : 1. Sederhana
Logo yang baik adalah logo yang sederhana (simple). Kesederhanaanmembuat logo mudah diingat dan fleksibel ketika diterapkan kedalamberbagai media.
2. Unik
Namun sederhana saja ternyata tidak cukup. Logo yang baik juga harusunik dan mudah dibedakan dengan logo lain (khususnya logo daripesaing).
3. Mudah Diingat
Ciri selanjutnya dari sebuah logo yang baik adalah mudah untuk diingat.Logo yang mudah diingat akan mendukung perusahaan tetap dalam posisiteratas dalam ingatan
konsumen. Secara tidak langsung ini akanmeningkatkan penjualan dan omset dari perusahaan.
4. Tahan Lama
Logo yang bertahan lama tentu akan sangat menguntungkan perusahaan.Redesign sebuah logo akan memakan banyak biaya dan waktu. Selain itu,perubahan logo juga dapat membingungkan konsumen dan bahkan bukantidak mungkin akan kehilangan banyak pelanggan.
5. Fleksibel
Logo akan digunakan kedalam berbagai media visual seperti stempel,akrilik, faktur dll. Oleh karena itu, sebuah logo yang baik harus bisaditempatkan kepada berbagai kondisi dan tetap tidak kehilangan bentuksebenarnya.
6. Sesuai
Ciri lain dari logo yang baik adalah kesesuaian. Logo harus bisamenggambarkan apa yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam hal ini,tagline mungkin bisa menutupi. Namun kembali lagi kepada kondisidimana sebuah logo harus ditempatkan kedalam berbagai media visual danharus berdiri sendiri tanpa adanya tagline.
Sedangkan elemen-elemen pembentuk logo antara lain adalah : 2.1.5.1. Bentuk
Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah pentingdibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasamerupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu.
Hal tersebut biasadipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasatmata.
Menurut Kusmiati, R. Artini Pudjiastuti Sri, Supandar Pamudi, berdasarkan jenisnya bentuk dasar dapat dibagi tiga yaitu:
a. Segitiga. Bentuk ini merupakan lambang dari konsep trinitas, sebuah konsepreligius yang berdasarkan pada tiga unsur alam semesta yaitu Tuhan,
manusiadan alam. Secara umum bentuk dari segitiga mencerminkan asosiasi kekuatan,agresi, pergerakan, dinamis dan perasaan maskulin. Selain itu segitiga juga bisamelambangkan unsur api, agung, bijaksana, agama, energi dan kekuatan.
b. Segi empat. Secara umum bentuk segi empat memiliki asosiasi keteraturan dankeamanan, selain itu bentuk segi empat bisa juga melambangkan tanah danperasaan maskulin.
c. Lingkaran. Bentuk lingkaran memiliki asosiasi me- nyeluruh atau keseluruhan,keamanan, kesatuan dan ketahanan. Selain itu lingkaran juga bisamelambangkan kehangatan, kenyamanan.
2.1.5.2. Jenis Huruf
Manusia cenderung untuk memperhatikan aspek visual dari kata-katayang mereka baca, dengan demikian akan mudah diingat dan familiar.Oleh karena itu beberapa jenis huruf menjadi begitu familiar sehinggamerupakan penunjang kenyamanan dalam membaca. Sedangkan jenishuruf yang tidak umum akan menjadi penarik perhatian bagipembacanya. Penggunaan jenis huruf yang sesuai sangat penting dalamdesain logo. Karena jenis huruf yang dipilih akan memberikan kualitaspada representasi bentuk-bentuk abstrak yang membentuk huruf dankata-kata.
Jenis-jenis huruf dapat diklasifikasikan atau dikategorikan . Pengklasifikasian ini pernah diutarakan oleh James Craig, satu diantara tiga penulis buku designing with type : the essential guide to typography. Beberapa jenis huruf yang diklasifikasikan oleh James Craig, antaralain adalah:
a. Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip atau serif yang berbentuklancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan danketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yangditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminim.
b. Egiptyan
Adalah jenis huruf yang memiliki cirri kaki atau serif yangberbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atauhampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekardan stabil.
c. Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip atau serif, jadi jenis hurufini
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip atau serif, jadi jenis hurufini