BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapaat digunakan periset untuk mengumpulkan data (Kriyantono, 2010: 95). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian lapangan merupakan penelitian menggunakan penyebaran angket kepada responden. Angket yang disebarkan berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai penelitian yang akan dijawab oleh responden.
2.Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan ini merupakan suatu cara pengambilan data yang dilakukan melalui keputusan dengan membaca buku-buku literatur serta tulisan yang berkaitan dengan masalah skripsi peneliti.
3.5 Teknik Analisis Data 1. Analisis Tabel Tunggal
Analisis tabel tunggal merupakan suatu analisis yang dilakukan dengan membagi-bagikan variablepenelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi.
Tabel tunggal merupakan langkah awal dalam menganalisa data yang terdiri dari dua kolom, yaitu sejumlah frekuensi dan kolom presentase untuk setiap kategori (Singarimbun,2008 : 273).
2. Analisis Tabel Silang
Analisis tabel silang merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel yang lainnya, sehingga dapat diketahui variabel tersebut positif atau negatif. (Singarimbun, 2008: 273)
3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis yaitu pengujian data dan statistik untuk mengetahui data hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan, maka digunakan rumus Rank-Order (Spearman’s Rank-Order Correlations), yaitu sebagai berikut :
𝜌𝜌 = 1 −
𝑛𝑛(𝑛𝑛6Σd2−1)Keterangan :
𝜌𝜌 : koefisien korelasi
1 : angka satu, bilangan konstan 6 : angka enam, bilangan konstan Σd : jumlah kuadrat selisih kedua ranking n : jumlah sampel
Untuk menentukan kekuatan hubungan dari hasil perhitungan di atas maka digunakan nilai koefisien korelasi sebagai berikut:
0 : tidak ada korelasi
<0,20 : korelasi rendah sekali 0,20 - 0,40 : korelasi rendah tapi pasti
0,41 - 0,70 : korelasi yang cukup berarti 0,71 - 0,90 : korelasi yang tinggi
0,91 - 1,00 : korelasi sangat tingi 1 : korelasi sempurna
Berdasarkan nilai rho (rs), untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y maka dilakukan uji determinasi (Kriyantono, 2006:169). Pada penelitian ini, uji determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh logo “Sir Salon” cabang Setiabudi Medan terhadap citra perusahaan di mata pelanggan
D = rs2
. 100%
Keterangan:
D : kekuatan determinan (kekuatan prediksi) rs : korelasi Spearman
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti melakukan beberapa tahapan mulai dari proses pengumpulan data hingga menganalisis data. Tahap-tahap yang dilakukan antara lain:
4.1.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data
1. Pertama-tama yang dilakukan oleh peneliti ialah meminta izin kepada bagian pendidikan FISIP USU untuk memberikan surat izin penelitian yang nantinya akan berguna untuk membantu kelancaran penelitian. Surat izin tersebut ditujukan kepada OfficeSir SalonMedan. Surat izin ini bertujuan untuk mempermudah memperoleh data yang akan dicari , dan juga menerangkan bahwa peneliti resmi melakukan penelitian yang sudah disetujui dari FISIP USU.
2. Sebelum melakukan penelitian dan juga untuk menghemat waktu saat surat izin belum diberikan, peneliti membuat konsep pertanyaan-pertanyaan kuesioner yang nantinya akan disebarkan kepada setiap pelanggan Sir Salon Setiabudi Medan.
3. Setelah mendapat surat izin dan mendapat persetujuan untuk melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner oleh dosen pembimbing. Peneliti langsung memberikan surat izin tersebut kepada Office Sir Salon Medan untuk melanjutkan penelitian.
4. Sebelumnya peneliti sudah terlebih dahulu mengumpulkan data untuk memperoleh populasi dan sampel. Setelah mendapatkan sampelnya, peneliti langsung melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner kepada setiap pelanggan yang sedang berada di Sir Salon, lebih tepatnya pelanggan yang sedang mengantri atau pada saat sudah selesai mencukur rambut. Dalam membagikan kuesioner, peneliti tidak perlu melakukan secara acak kepada pelanggan, dikarenakan peneliti melakukan Accidental Sampling, dimana
setiap pelanggan yang berada di Sir Salon secara kebetulan adalah sampelnya.
Kurang lebih peneliti melakukan penelitian ± 1 minggu pada bulan Februari 2017.
5. Dalam proses penelitian, peneliti tidak terlalu banyak mendapat kendala dalam melakukannya. Setelah data-data mencukupi kebutuhan, peneliti mengolah data tersebut untuk menjadi acuan dalam penelitian ini. Pengolahan data terdiri dari beberapa proses, antara lain penomoran kuesioner, editing, pengkodean, inventarisasi tabel, tabulasi data, dan pengujian hipotesis.
4.1.2 Teknik Pengelolahan Data
Setelah memperoleh data, peneliti melakukan pengolahan data lewa beberapa tahapan.
Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penomoran kuesioner
Penomoran kuesioner yaitu mengumpulkan kuesioner dan nomor urut pada setiap kuesioner yang telah diisi oleh responden sebagai tanda pengenal (01-89).
2. Editing
Editing yaitu proses pengeditan jawaban responden untuk memperjelas jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesalahan pengisian kotak kode yang telah disediakan.
3. Pengkodean
Pengkodean yaitu proses pemindahan jawaban-jawaban responden ke dalam kotak kode yang telah disediakan pada lembar kuesioner dalam bentuk angka (skor).
4. Inventarisasi tabel
Inventarisasi Variabel adalah data mentah yang diperoleh dimasukkan ke dalam lembar FC (Foltran Cobol) sehingga membuat seluruh data dalam satu kesatuan.
5. Tabulasi data
Tabulasi data yaitu memindahkan variabel responden yang sudah melalui pengkodean dan inventarisasi variabel kedalam kerangka tabel. Adapun kerangka tabel yang digunakan oleh peneliti terdiri atas tabel tunggal dan tabel silang.
Selain disajikan dalam bentuk tabel, data juga dijelaskan dalam bentuk deskripsi teks untuk mempermudah pemahaman para pembaca.
6. Uji hipotesis
Pengujian hipotesis untuk mengetahui data manayang dapat diterima atau ditolak.
Untuk mengukur tinggi rendahnya hubungan antar variabel digunakan rumus Spearmank Rank. Peneliti menggunakan perangkat lunakStatistical Package for the Social Science (SPSS) dalam melakukan uji hipotesis ini.
4.2 Analisis Tabel Tunggal
Analisis tabel tunggal adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Tabel tunggal dalam pembahasan ini berjumlah sama dengan jumlah pertanyaan yang terdapat pada kuesioner, yaitu 28 pertanyaan. Data dalam tabel tunggal diperoleh dari jawaban responden yang berjumlah 89 orang.
4.2.1 Karakteristik Responden
Karakteristik responden perlu disajikan untuk mengetahui latar belakang responden.
Adapaun karakteristik yang dipakai adalah usia, pekerjaan responden, frekuesni mengunjungi Sir Salon Setiabudi Medan dalam waktu 6 bulan terakhir, pernah atau tidaknya responden melihat logo sir salon.
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 16-18 tahun 13 14,6%
2 19-21 tahun 29 32,6%
3 21-25 tahun 40 44,9%
4 > 25 tahun 7 7,9%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.1/FC.03
Berdasarkan data yang diperoleh dari tabel diatas, 40 dari 89 orang (44,9%) berada pada rentang usia 21 hingga 25 tahun. Kemudian, 29 dari 89 orang (32,6%) memiliki usia pada rentang 19 hingga 21 tahun. Selanjutnya terdapat 13 dari 89 orang (14,6%) berada pada
rentang usia 16 hingga 18 tahun, dan 7 dari 89 orang (7,9%) memiliki rentang usia diatas 25
Tabel diatas memuat karakteristik responden berdasarkan pekerjaan. Berdasarkan data yang diperoleh, pelajar/mahasiswa mendominasi pekerjaan responden yaitu 73 dari 89 orang (82,0%). Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi pekerjaan 7 dari 89 orang responden yang memiliki presentase 7,9%. Dan selanjutnya responden dengan pekerjaan sebagai wiraswasta berjumlah 6 dari 89 orang dengan tingkat presentase 6,7% . Responden dengan presentase terkecil (3,4%) memiliki pekerjaan diluar opsi yang telah dibuat oleh peneliti, contohnya seperti freelance, job seeker , dan juga Pegawai BUMN berjumlah 3 dari 89 orang.
Tabel 4.3
Frekuensi Mengunjungi dalam 6 Bulan Terakhir
No. Uraian Frekuensi
Dari tabel ini menunjukkan jumlah kunjungan responden di Sir Salon Setiabudi Medan dalam waktu 6 bulan terakhir. Berdasarkan tabel diatas sebanyak 44 dari 89 orang datang ke Sir Salon Setiabudi Medan untuk melakukan perawatan/mencukur rambut sebanyak 2 kali dalam waktu 6 bulan terakhir dengan Persentasetase 49,4%. Selanjutnya, 31 dari 89 orang yang datang ke Sir Salon Setiabudi Medan dengan frekuensi 3 kali dan dengan presentase 34,8%. Dan untuk frekuensi terakhir ada 7orang dari 89 yang datang ke Sir Salon Setiabudi Medan sebanyak 5 kali, dan untuk diatas 5 kali terdapat juga 7 orang dari 89 orang yang datang ke Sir Salon Setiabudi Medan. Jadi untuk kedua frekuesni terakhir ini memiliki presentasi 7,9% masing-masingnya.
Tabel 4.4
Frekuensi Responden dalam Melihat Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak pernah 2 2,2%
2 Jarang 28 31,5%
3 Sering 48 53,9%
4 Sangat sering 11 12,4%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.4/FC.06
Tabel diatas berisi karakteristik responden berdasarkan frekuensi dalam melihat logo Sir Salon. Berdasarkan data yang diperoleh dari tabel diatas terdapat empat opsi yang peneliti uraikan, sebanyak 48 dari 89 orang responden yang sering melihat logo Sir Salon dengan Persentasetase 53,9%. Selanjutnya dengan frekuensi 28 dari 89 orang responden yang jarang melihat logo Sir Salon dengan Persentasetase sebesar 31,5%. Responden dengan
Persentasetase 12,4% dengan frekuensi sebanyak 11 dari 89 orang responden sangat sering melihat logo Sir Salon tersebut. Dan yang terakhir terdapat 2 dari 89 orang yang tidak pernah melihat logo Sir Salon dengan tingkat Persentasetase 2,2%.
4.3.2 Logo Sir Salon Sebagai Identitas Perusahaan
Tabel 4.5
Intensitas Responden dalam Memerhatikan logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak pernah 6 6,7%
2 Jarang 40 44,9%
3 Sering 37 41,6%
4 Sangat sering 6 6,7%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.5/FC.07
Berdasarkan tabel yang dimuat diatas tentang intensitas setiap responden dalam memerhatikan logo Sir Salon. Dari tabel yang tertera diatas diperoleh 44,9% Persentasetase dari 89 responden dengan jumlah 40 orang yang jarang memerhatikan logo Sir Salon. Tidak berbeda jauh dengan Persentasetase dan frekuensi sebelumnya, terdapat 37 orang responden dengan tingkat Persentasetasenya 41,6 dari 89 responden yang ada. 37 responden tersebut memberikan jawaban bahwa mereka sering memerhatikan logo Sir Salon, baik saat hendak mencukur rambut ataupun ditempat lain. Data yang diperoleh selanjutnya menunjukkan bahwa dua frekuensi terakhir memiliki jumlah yang sama. Sama-sama memiliki frekuensi 6 dari 89 orang responden yang memberikan jawaban, bahwa mereka ada yang tidak pernah dan juga sering memerhatikan logo Sir Salon tersebut, dengan tingkat Persentasetase yang sama juga yaitu 6,7%.
Tabel 4.6
Informasi Tentang Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
Berdasarkan data yang diatas bisa dilihat informasi atau pengetahuan setiap responden tetang logo Sir Salon,lebih tepatnya lagi darimana responden atau pelanggan tersebut mengetahui logo Sir Salon. Sebanyak 43 dari 89 orang pelanggan menjawab mereka mengetahui logo Sir Salon dari Sosial media, dengan tingkat Persentasetase 48,3%. Sosial media menjadi tempat paling banyak digunakan responden untuk mengetahui dan melihat logo Sir Salondan didukung dengan semakin berkembangnya zaman dimana setiap orang menggunakan gadgetmemudah responden untuk mengetahuinya melalui smartphone masing-masing. Di urutan kedua dengan Persentasetase 25,8% responden yang mengetahui logo Sir Salon menjawab diluar pilihan yang sudah disediakan oleh peneliti, beragam jawaban yang diberikan. Dari respon yang mereka berikan paling banyak menjawab mengetahuinya dari baliho yang berada di gerai Sir Salon itu sendiri, bahkan ada di tempat-tempat lainnya, dan juga banyak yang menjawab mereka mengetahuinya saat sedang melewati Sir Salon, bahkan ada yang mengetahuinya pada saat mereka sedang melakukan perawatan di Sir Salon dan melihatnya pada baju atau seragam yang digunakan oleh setiap stylish, dengan total responden tersebut berjumlah 23 dari 89 orang. Selanjutnya sebanyak 21 dari 89 responden menjawab bahwa mereka mengetahui logo Sir Salon melalui refrensi teman atau keluarga mereka masing-masing dengan tingkat Persentasetasenya 23,6%. Dan untuk yang terakhir dengan berjumlah hanya 2 dari 89 responden menjawab mereka mengetahui mengenai logo Sir Salonmelalui sebuah majalah yang mereka baca dan Persentasetase nya berjumlah 2,2%.
Tabel 4.7
Ketertarikan Pelanggan terhadap Bentuk Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak menarik 1 1.1%
2 Biasa saja 35 39,3%
3 Menarik 49 55,1%
4 Sangat menarik 4 4,5%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.7/FC.09
Tabel diatas merupakan tingkat ketertarikan setiap repsonden terhadap bentuk logo Sir Salon. 55,1% dari 89 orang atau responden yang menjawab bahwa logo Sir Salon yang dilihat dan diperhatikan tersebut menarik perhatian setiap responden tersebut, dengan jumlah respondennya adalah 49 orang. Dandibeberapa respon pelanggan yang lain mereka menjawab bahwa bentuk dari logo Sir Salon memiliki daya tarik yang biasa saja, sebanyak 35 pelanggan menjawab respon tersebut dengan tingkat Persentasetase 39,3% dari jumalah 89 total responden yang ada. Selain merasa menarik dan biasa saja, ada pelanggan yang menjawab bahwa bentuk logo Sir Salon sangat menarik perhatian oleh 4 responden dari 89 repsonden yang ada (4,5%). Bentuk dari logo Sir Salon dinilai sifatnya tidak menarik oleh 1 responden yang merasakannya dengan tingkat Persentasetase 1,1% dari total 89 jumlah repsonden.
Tabel 4.8
Ketepatan Pemilihan Gambar pada Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak tepat 1 1.1%
2 Kurang tepat 7 7,9%
3 Tepat 69 77,5%
4 Sangat tepat 12 13,5%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.8/FC.10
Data yang tampilkan diatas pada tabel tersebut menunjukkan tingkat ketepatan pemilihan gambar pada logo Sir Salon menurut pelanggan atau responden yang ada. Dimulai dari Persentasetase pertama sebesar 77,5% yang menunjukkan bahwa 69 dari 89 responden yang ada memberikan jawaban bahwa pemilihan gambar yang ada pada logo Sir Salon tersebut tepat. Dengan jumlah responden 12 orang dari 89, responden memiliha jawaban bahwa sangat tepat pemilihan gambar yang ada pada logo Sir Salon dari frekuensi itu dihasilkan Persentasetase sebesar 13,5% dalam pilihan ini. Dan dipilihan kedua terakhir ada beberapa responden yang menjawab bahwa mereka merasa pemilihan gambar kurang tepat, dengan jumlah pelanggan yang menjawab 7 dari 89 repsonden (7,9%) selanjutnya 1 responden yang menyatakan bahwa tidak tepat sama sekali pemilihan gambar pada logo Sir Salon 1,1% dari 89 responden.
Tabel 4.9
Ketertarikan Pemilihan Gambar pada Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak tertarik 5 5,6%
2 Kurang tertarik 13 14,6%
3 Tertarik 61 68,5%
4 Sangat tertarik 10 11,2%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.9/FC.11
Data yang sudah diperoleh pada tabel diatas menerangkan tingkat ketertarikan pelanggan padapemilihan gambar di logo Sir Salon. Dari total 89 responden yang ada, diantaranya ada beberapa responden yang memberi jawaban mereka dengan memilih bahwa mereka tertarik dengan pemilihan gambar ada logo Sir Salon, responden yang memilih jawaban tersebut berjumlah 61 dari 89 responden (68,5%). Kemudian dengan persentase sebanyak 14,6% dari 89 responden dengan jumlah 13 pelanggan menyatakan bahwa adanya rasa kurang tertarik terhadap pemilihan gambar yang ada di logo Sir Salon. Dan untuk selanjutnya terdapat total 10 dari 89 reponden dengan tingkat presentase 11,2% yang menyatakan bahwa mereka sangat tertarik dengan pilihan gambar yang ada pada logo Sir Salon. Dengan jumlah pelanggan 5 dari 89 responden dengan persedentase terkecil, mereka memberikan jawaban bahwa pelanggan tersebut merasa tidak adak ketertarikan sedikit pun terhadap pilihan gambar yang terdapat dalam logo Sir Salon.
Tabel 4.10
Ketertarikan pada Pemilihan Warna dalam Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak menarik 4 4,5%
2 Kurang menarik 21 23,6%
3 Menarik 53 59,6%
4 Sangat menarik 11 12,4%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.10/FC.12
Data pada tabel diatas menunjukkan frekuensi pelanggan yang tertarik pada pilihan warna-warna dalam logo Sir Salon. Sebanyak 59,6% persentase dari 89 repsonden yang dengan jumlah 53 responden yang memilih atau menyatakan mereka tertarik dengan pilihan warna dalam logo Sir Salon.Pilihan warna dalam logo Sir Salon juga dianggap kurang menarik oleh beberapa pelanggan terbukti 23,6% dari 89 responden yang ada memilih menjawab kurang tertarik terhadap warna-warna yang ada pada logo, jumlah responden tersebut sebanyak 21 orang. Kemudian, 12,4% dari 89 responden (11 orang) dan 4,5% dari 89 responden (4 orang) menganggap bahwa mereka merasa pilihan warna yang ada pada logo Sir Salon sangatlah menarik dan juga ada yang menganggap bahwa tidak menarik sama sekali pilihan warna yang terdapat pada logo Sir Salon tersebut.
Tabel 4.11
Pengetahuan Pelanggan Mengenai Warna dalam Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak mengetahui 5 5,6%
2 Kurang mengetahui 25 28,1%
3 Mengetahui 55 61,8%
4 Sangat mengetahui 4 4,5%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.11/FC.13
Tabel diatas memuat frekuensi responden yang mengetahui warna-warna apa saja yang terdapat pada logo Sir Salon. Setiap reponden sudah memilih jawabannya masing-masing, ternyata mereka tidak hanya datang untuk melakukan perawatan pada rambut, terbukti dari frekuensi diatas lebih dari setengah jumlah total 89 responden mengetahui warna apa saja yang ada di logo Sir Salon. Dari tabel diatas bisa diketahui sebanyak 61,8% (55 orang) merasa mereka mengetahui warna apa saja yang ada pada logo Sir Salon dari total semua 89 responden.Dengan persentase yang sedikit turun jauh kebawah sebesar 28,1% dari 89 responden dengan jumlah 25 responden yang telah memilih jawaban mereka, bahwa responden tersebut kurang mengetahui warna-warna apa saja yang ada pada logo Sir Salon, dengan jumlah persentsae 5,6% dan 4,5% dengan masing –masing jumlah responden 5 dan 4 orang tidak berbeda jauh diantar keduanya, namun pilihan jawaban yang mereka piliha berbeda-beda, dengan jumlah 5 responden mereka menjawab, responden tersebut sama sekali tidak mengetahui warna apa saja yang ada di logo Sir Salon, berbanding terbalik dengan 4 responden lagi yang menjawa bahwa mereka sangat menngetahui warna-warna apa saja yang terdapat pada logo Sir Salon tersebut.
Tabel 4.12
Ketepatan Penggunaan Jenis Huruf pada Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak tepat 2 2,2%
2 Kurang tepat 12 13,5%
3 Tepat 70 78,7%
4 Sangat Tepat 5 5,6%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.12/FC.14
Dalam sebuah logo yang menarik, terdapat bagian-bagian yang mendukung tampilan dari logo tersebut, selain gambar, bentuk dan warna, tidak lengkap tanpa jenis huruf dalam sebuah logo. Dan dalam penempatan sebuah jenis huruf belum tentu selalu tepat dimata setiap orang, terutama setiap pelanggan, seperti logo Sir Salon yang diamati oleh setiap responden yang sudah ada. Dari tabel diatas memuat tingkat frekuensi yang sudah peneliti kumpulkan dari 89 responden yang ada.
Sebanyak 70 orang responden sudah memberikan responnya terhadap pertanyaan yang sudah peneliti berika mengenai ketepatan penempatan jenis huruf dalam logo Sir Salon, dengan tingkat persentase sebesar 78,7%, lebih dari setengah jumlah total 89 responden menjawab jenis huruf yang digunakan dalam logo Sir Salon sudah tepat. Dari total 89 responden juga terdapat 12 responden yang menjawab bahwa penggunaan jenis huruf dalam logo Sir Salon kurang tepat, dengan jumlah persentase sebesar 13,5%. Penggunaan jenis huruf yang ada dalam logo Sir Salon, dianggap sangat tepat oleh 5 responden lainnya dengan persentase 5,6% dari 89 responden yang ada, dan untuk jawaban atau respon paling sedikit, dijawab oleh 2 responden yang menganggap bahwa jenis huruf yang digunakan dalam logo Sir Salon tidak tepat dengan dimensi-dimensi lainnya seperti gambar, bentuk, dan warna dengan jumlah persentase 2,2% dari 89 responden.
Tabel 4.13
Kejelasan Penggunaan Huruf pada Logo Sir Salon
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak jelas 0 0%
2 Kurang jelas 10 11,2%
3 Jelas 73 82,0%
4 Sangat jelas 6 6,7%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.13/FC.15
Pada tabel diatas semua respon dari setiap pelanggan tentang kejelasan dari penggunaan huruf yang ada pada logo Sir Salon. dari hasil tabel diatas bisa dilihat respon pelanggan sangat bermacam-macam, sebesar 82,0% persentase responden menjawab bahwa huruf yang digunakan pada logo Sir Salon jelas untuk dibaca dan dimengerti oleh responden tersebut, dengan jumlah 73 dari 89 orang mendominasi dengan menjawab tepat. Dari tabel diatas bisa juga disimpulkan 10 orang mengatakan atau menganggap penggunaan huruf-huruf yang ada pada logo kurang jelas, dengan tingkat persentase 11,2% dari total jumlah 89 responden. Dan yang terakhir 6 dari 89 responden dengan persentase 6,7%, pelanggan memberikan tanggapan atau jawaban bahwa responden tersebut menganggap sangat jelas dengan penggunaan jenis huruf pada logo Sir Salon.
Tabel 4.14
Kombinasi antara Bentuk, Warna, dan Jenis Huruf
No. Uraian Frekuensi
(f)
Persentase (%)
1 Tidak tepat 1 1,1%
2 Kurang tepat 11 12,4%
3 Tepat 67 75,3%
4 Sangat tepat 10 11,2%
Jumlah 89 100%
Sumber: P.14/FC.16
Berdasarkan data yang diperoleh, sebagian responden yang mendominasi (75,3%) menilai adanya ketepatan antara kombinasi Bentuk, Warna, dan Jenis Huruf yang terdapat pada logo Sir Salon, kombinasi yang mampu menarik perhatian pelanggan atau responden sehingga mereka merasa tepat antara 3 elemen dari logo tersebut, responden yang memilih jawaban tersebut berjumlah 67 dari 89 responden. Responden selanjutnya menilai kombinasi bentuk, warna dan jenis huruf yang ada pada logo Sir Salon kurang tepat antara ketiganya, dengan jumlah responden yang menjawab 11 dari 89 responden dan jumlah persentase nya sebesar 12,4%. Dalam kombinasi ketiga elemen tersebut ada juga responden yang menjawab dan memberikan tanggapan bahwa sangat tepat kombinasi ketiganya sehingga mampu menarik perhatian setiap respondennya, adapun jumlah responden yang memberika tanggapan tersebut 10 orang dari total 89 responden yang ada, dengan jumlah persentase sebesar 11,2%. Dengan persentase terendah 1 orang responden dari 89 responden memilih jawaban tidak tepat kombinasi antara ketiganya dalam logo Sir Salon dengan total persentase 1,1%.
Tabel 4.15
Salon Eksklusif Berdasarkan Logo
No. Uraian Frekuensi
Dalam tabel diatas bisa disimpulkan dan terlihat jelah bahwa lebih dari setengah jumlah total responden 89 orang, mendukung atau mengatakan bahwa penampilan atau designlogo Sir Salon sesuai atau bisa digambarkan sebagai sebuah salon yang eksklusif, dengan total 58 responden (65,2%) yang menjawab bahwa logo Sir Salon menentukan identitas perusahaannya di mata pelanggan yang sekaligus sudah menjadi responden.
Jawaban responden lainya juga mendukung pilihan jawaban responden sebelumnya, sebanyak 21 responden dari 89 total responden yang ada (23,6%) yang memberikan jawabannya justru menjawab bahwa logo yang ada pada Sir Salon dikatakan sangat sesuai dan dapat dikatakan sebagai salon ekskulsif. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa logo mempengaruhi identitas perusahaan tersebut, logo mempunyai arti dan dasar dalam membentuk sebuah identitas, dan itu sudah dibuktikan oleh Sir Salon dengan mayoritas responden menjawab bahwa mereka setuju dan menganggap salon eksklusif juga ditentukan oleh logo.
Dibalik jawaban responden yang merasa sesuai dan sangat sesuai diatas, berbanding terbalik jawaban responden yang lainnya, ada juga yang menjawab kurang sesuai dan tidak sesuai sama sekali logo Sir Salon jika dikatakan sebagai salon yang eksklusif. Sebanyak 9 orang (10,1%) dan 1 orang (1,1%) merasa kurang sesuai dan tidak sesuai akan hal yang bersangkutan antara sesbuah logo dengan gambaran sebagai salon yang eksklusif. Dari hasil
Dibalik jawaban responden yang merasa sesuai dan sangat sesuai diatas, berbanding terbalik jawaban responden yang lainnya, ada juga yang menjawab kurang sesuai dan tidak sesuai sama sekali logo Sir Salon jika dikatakan sebagai salon yang eksklusif. Sebanyak 9 orang (10,1%) dan 1 orang (1,1%) merasa kurang sesuai dan tidak sesuai akan hal yang bersangkutan antara sesbuah logo dengan gambaran sebagai salon yang eksklusif. Dari hasil