• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lomba estafet menggambar perempuan dan lelaki – 15 menit

¾ Sampaikan kepada peserta bahwa mereka akan mengikuti lomba menggambar. Bagi mereka kedalam dua kelompok yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan jumlah yang sama di setiap kelompoknya.

¾ Masing-masing menyiapkan satu orang yang berdiri di belakang garis batas. Jangan berikan spidol terlebih dahulu sebelum aturan main ini dijelaskan dan dipahami. Jelaskan aturan lomba sebagai berikut:

• Kelompok pertama akan menggambar seorang perempuan dan kelompok kedua akan menggambar seorang laki-laki secepat mungkin. Gambar mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.

• Di garis batas, satu orang dari tiap-tiap kelompok mulai menggambar satu garis dan kembali lagi ke kelompoknya dan menyerahkan spidol kepada orang kedua yang akan menambahkan satu garis lainnya, dan seterusnya.

• Semua anggota kelompok harus mendapatkan kesempatan menggambar minimal sekali dan kemudian berikan spidol kepada yang lainnya. Lakukanlah secepat anda bisa!

2Diambil dari R. Terhorst et al.: WWRGE manual – Cambodia. Module 3.2 Values and attitudes – Sexy relay race (ILO, Bangkok, 2004).

23 • Kelompok yang berhasil membuat gambar lebih jelas dan paling cepat adalah

pemenangnya.

¾ Berikan spidol ke orang pertama di tiap kelompok dan berikan tanda mulai. Setelah gambar mulai berbentuk dan setiap kelompok mulai menambahkan detail, umumkan bahwa waktu hampir habis, untuk menjaga semangat dan kecepatan mereka.

¾ Hentikan kompetisi menggambar ketika gambar menunjukkan karakter fisik dan sosial yang mulai jelas untuk laki-laki dan perempuan: payudara pada gambar perempuan, jenggot dan jakun lelaki; organi-organ seks; perempuan hamil atau gendong bayi; otot kekar pada lengan lelaki; perbedaan model pakaian dan gaya rambut.

Catatan untuk pelatih: Pekalah terhadap budaya peserta. Ada di antaranya yang mungkin malu menggambarkan alat kelamin, tetapi ini bukan masalah, apabila perbedaan-perbedaan biologis lainnya tergambar dengan jelas. Jangan paksa peserta menggambar alat kelamin, bila mereka tidak menggambarnya secara spontan.

Langkah 2– Diskusi – 15 menit

¾ Mintalah semuanya duduk kembali dan mendiskusikan kedua gambar. Tanyakanlah: • Apa gambarnya jelas? Apa yang sama, apa yang beda?

• Apa ciri-ciri gambar perempuan? • Apa ciri-ciri gambar laki-laki?

Tuliskan karakteristik di sisi masing-masing gambar, atau di flipchart terpisah yang diletakkan di tengah.

¾ Bahaslah masing-masing ciri yang telah dituliskan dan tanyakan bilakah lawan jenis dapat saja memiliki karakteristik fisik dan sosial yang sama. Tandailah karakteristik yang menurut peserta dapat diubah. Lalu diskusikanlah apabila lawan jenis juga bisa memiliki karakteristik tersebut, misalnya lelaki pakai rok dan berambut panjang, dapatkan perempuan main sepak bola dan perempuan jadi polisi dan seterusnya? Lalu tanyakan: • Karakteristik mana saja yang hanya milik salah satu jenis kelamin? (Hal-hal biologis

seperti alat vital dan organ seksual, kehamilan, kumis, jenggot, dan jakun)

• Karakteristik mana saja yang tidak dapat diubah? (karakteristik biologis seksual yang dipengaruhi hormon dan yang ada sejak manusia lahir)

• Karakteristik mana saja yang dapat dimiliki lelaki dan perempuan? (karakteristik sosial yang tidak dimiliki sejak lahir tetapi berkembang dalam kehidupannya kemudian seperti penampakan lahiriyah dan kepribadian; keluarga, profesi dan peran sosial) • Apakah pelabelan karakteristik dan peran sosial kepada lelaki dan perempuan adil dan

pantas?

• Apakah lelaki dan perempuan memiliki peluang yang sama mengembangkan potensi dirinya secara penuh?

Langkah 3 – Penyimpulan

¾ Simpulkan dengan butir-butir pembelajaran kunci:

• Perempuan dan laki-laki lahir dengan perbedaan-perbedaan biologis, seperti alat kelamin dan hormon yang mempengaruhi fungsi reproduktif, misalnya, kaum lelaki memproduksi sperma, dan perempuan hamil dan melahirkan.

• Selain fungsi reproduksi, perbedaan di antara lelaki dan perempuan di hampir semua aspek (misalnya perilaku, sikap, peran sosial dan keluarga) sebagian besar dipengaruhi oleh keluarga.

• Istilah gender mengacu pada perbedaan-perbedaan sosial dan relasi antara lelaki dan perempuan. Anak laki-laki dan anak perempuan belajar peran gender tatkala mereka tumbuh kembang. Ini sangat beragam antara masyarakat (dan dari generasi) satu dengan lainnya.

• Ide dan harapan terkait karakteristik gender, kemampuan dan peran lelaki dan perempuan –femininitas dan maskulinitas – bisa fleksible ataupun kaku, setara atau tidak setara. Bisa saja kesempatan dan potensi salah satu atau keduanya mengalami keterbatasan, tetapi yang paling sering mengalaminya adalah perempuan (misalnya, karena mereka memiliki beban kerja lebih dan kurang memiliki peran dalam pengambilan keputusan).

• Apabila perempuan dan lelaki ingin mempromosikan keadilan dan kelayakan, mereka dapat mengubah pikiran mereka, apabuila menginginkannya.

Catatan untuk pelatih: Beberapa peserta terdidik yang berasal dari perkotaan diperkenankan untuk mendiskusikan identitas gender dan orientasi seksual dengan melalui bedah plastik dan operasi ganti kelamin. Pelatih sebaiknya mendiskusikan hal ini dan menyampaikan pentingnya kebebasan bagi manusia untuk mengubah identitas gendernya. Tetapi, jangan mengambil banyak waktu atau mengasingkan peserta lainnya. Apabila hal ini diangkat, berikan tanggapan berikut: Teknologi dapat meminimalisir perbedaan antara kedua jenis kelamin. Akan tetapi, kemampuan biologis reporduktif yang telah ada semenjak manusia lahir tidaklah dapat diubah. Ahli bedah dapat mengubah bentuk mata, bibir, hidung, payudara, dan organ seksual. Seorang lelaki bisa mendapatkan hormon-hormon perempuan untuk menyerupai perempuan, dan seorang perempuan bisa mendapatkan hormon-hormon lelaki untuk menyerupainya. Sekalipun demikian, seorang lelaki yang menjadi perempuan tidak dapat memiliki ovarium, hamil atau memproduksi air susu, dan seorang perempuan yang menjadi lelaki tidak dapat memproduksi sperma.

25 Latihan 4. Apa itu perempuan? Apa itu laki-laki?

Handout

Konsep dan definisi kesetaraan gender3

Dasar-dasar kesetaraan gender

Jenis kelamin anak-anak terlahir dengan pengaruh-pengaruh dalam kehidupan mereka, bersama variable lain seperti kelas atau kasta sosial-eokonomi, ras atau etnis. Perbedaan biologis antara anak perempuan dan anak laki-laki hanya menjadi penting ketika dikemudian hari mereka menginjak putertas. Akan tetapi, ketika anak-anak lahir, semua masyarakat menetapkan peran-peran, sifat dan kesempatan yang berbeda antara lelaki dan perempuan. Mereka secara sosial dituntut memenuhi peran lelaki dan perempuan berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat. Nilai-bilai sosial yang diberikan kepada perbedaan biologis seks ini dinamakan gender.

Apa itu seks dan apa itu gender?

• Sex mengacu pada perbedaan biologis antara lelaki dan perempuan, anak laki-laki dan anak perempuan, yang universal dan tidak dapat diubah. Misalnya, hanya perempuan yang dapat melahirkan dan hanya lelaki yang dapat menghasilkan sperma.

• Gender mengacu pada perbedaan dan relasi sosial antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan ini dipelajari, sangat beragam di dalam dan di antara budaya-budaya yang ada, dan berubah setiap waktu. Misalnya, di banyak negara perempuan mengasuh anak, tetapi saat ini banyak laki-laki yang mengasuh anak juga. • Orang biasanya tidak mengubah seks mereka tetapi mereka dapat mengubah

perbedaan-perbedaan dan relasi gender di keluarga dan masyarakat apabila mereka menganggap hal ini adil dan pantas.

Penting sekali memahami perbedaan antara fakta dan opini, dengan kata lain, peran gender dan ide yang ada di kepala orang tentang apa yang bisa dilakukan anak laki-laki dan anak perempuan, apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh kaum laki-laki dan perempuan:

• Peran gender mengacu pada kegiatan-kegiatan yang sebenarnya dilakukan oleh kedua jenis kelamin. Misalnya, anak laki-laki membantu ayahnya di luar rumah dan anak perempuan membantu ibunya dengan kerjaan rumah. Peran gender, sekalipun seringkali ditekankan dengan nilai, norma dan stereotip gender yang ada di masyarakat, dapat dan memang benar-benar berubah dari waktu ke waktu dan di semua budaya.

• Nilai, sikap dan norma gender mengacu pada ide-ide bahwa manusia harus mengikuti lelaki dan perempuan sepenjang generasi dan sejarah. Misalnya, di banyak masyarakat anak perempuan haruslah patuh dan manis dan dibolehkan menangis, dan anak laki-laki diharapkan gagah berani dan tidak menangis.

• Stereotip gender adalah ide dan opini yang dimiliki orang mengenai perempuan dan laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki dapat melakukan apa. Misalnya, seringkali perempuan dianggap baik dalam urus kerjaan rumah dan laki-laki cocok memperbaiki mesin, atau anak laki-laki lebih cocok untuk matematika, sementara anak perempuan tepat sebagai perawat.

Di sebagian besar masyarakat ada perbedaan di antara jenis kelamin terkait hak yang diberikan kepada mereka dan kesempatan yang mereka peroleh. Muncul kesenjangan yang lazim, misalnya, akses anak perempuan dan laki-laki terhadap pendidikan dan pelatihan, antara beban kerja laki-laki dan perempuan, akses dan kendali mereka terhadap sumber daya dan manfaat, dan dalam membuat keputusan. Atas dasar ini masyarakat dunia dan mayoritas pemerintah dan masyarakat madani berkomitmen dalam mempromosikan kesetaraan gender.

• Kesetaraan gender, atau kesetaraan antara dua jenis kelamin, mengacu pada kesetaraan hak, kewajiban, kesempatan, perlakuan dan penilaian antara laki-laki dan perempuan, anak laki-laki dan anak perempuan di kehidupan dan tempat kerja. Kesetaraan gender berarti manusia segela umur dan jenis kelamin memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Artinya, umat manusia itu setara, atau dalam kata lain, adil dan setara dalam akses dan kendali terhadap sumber daya dan manfaat, memutuskan dan mendapatkan keuntungan dari pembangunan.

• Promosi kesetaraaan gender adalah memastikan hasil dan bagian yang setara antara laki-laki dan perempuan, anak laki-laki-laki-laki dan anak perempuan, sehingga semua manusia diperlakukan dengan martabat dan diperbolehkan mengembangkan potensi sepenuhnya, yang mengantarkan pada meningkatnya kualitas hidup untuk semua. Tidak berarti perempuan dan laki-laki harus menjadi sama persis. Perempuan dan laki-laki dapat berbeda, tetapi hak, kewajiban dan kesempatan dalam hidupnya haruslah sama. Penilaian terhadap anak laki-laki dan anak perempuan, perlakuan di tempat kerja laki-laki dan perempuan tidaklah ditentukan apakah mereka lahir sebagai laki-laki atau perempuan. Kesetaraan gender akan dicapai ketika perempuan dan laki-laki mendapatkan hak-hak yang sama sebagai pekerja dan manusia, dan diperlakukan dan dinilai setara dan ketika terdapat pembagian yang adil di antara mereka dalam hal:

• Kewajiban dan kesempatan

27 Latihan 5. Pendekatan yang berbeda untuk multi-kulturalisme

Instruksi untuk pelatih

Tujuan – Mengakui pentingnya menghormati perbedaan budaya dan membahas beberapa pendekatan multikulturalisme.

Waktu – 15 menit

Pengaturan ruangan – Berikan ruang yang cukup di dalam ruangan agar peserta dapat berdiri dalam satu lingkaran besar dan bergerak di sekelilingnya.

Materi dan persiapan pelatihan – Tulislah nama bahan rujak/salad buah di negara Anda pada beberapa kartu warna: satu bahan untuk satu kartu dan 3 sampai 4 kartu dengan warna yang sama untuk bahan yang sama, misalnya, mangga, pepaya, timun, nanas, tauge, garam dan merica untuk satu kelompok yang beranggotakan 21 sampai 28 orang. Pastikan Anda punya cukup kartu karena ada beberapa peserta dalam permainan ini. Slide yang diberikan untuk latihan ini termasuk foto dan gambar kartun yang dapat digunakan untuk menggambarkan diskusi dan presentasi tentang butir-butir kesimpulan dalam Langkah 2 latihan ini.