¾ Berikan masing-masing peserta satu kartu lengkap dengan keterangan identitas baru. Mintalah peserta membaca kartu tersebut secara seksama karena mereka harus berperilaku seolah-olah sebagai orang yang dijelaskan dalam kartu tersebut. Tanyalah beberapa orang peserta tentang siapa mereka dan pastikan semua peserta memahami skenario ini.
¾ Mintalah peserta mengambil kartu dan berdiri sambil membentuk satu lingkaran besar di dalam ruangan. Fasilitator harus berdiri di tengah lingkaran.
¾ Jelaskan aturan permainan:
• Anda akan mendengarkan beberapa persyaratan kerja yang berlaku terhadap para pelamar, persyaratan ini akan dibacakan satu per satu.
• Berdasarkan karakteristik identitas baru Anda, berikan jawaban YA atau TIDAK untuk setiap persyaratan setelah dibacakan. Jika jawaban Anda YA, majulah satu langkah. Namun jika jawaban Anda TIDAK, maka mundurlah satu langkah.
• Mereka yang sudah mundur satu langkah tidak boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan berikutnya (mereka harus tetap berdiri di belakang).
4 Dikutip dari ILO: “Module 4. Promoting equality and diversity in workplace”, dalam The labour dimension of corporate
¾ Mulailah permainan peran ini:
• Mulailah proses rekrutmen dengan menyatakan: “Terima kasih atas partisipasi Anda dalam pemilihan staf ‘Business Associate’, kantor cabang XX, Grup XX, berbasis di kota XX (biasanya lokasi pelatihan). Kriteria rekrutmen yang tepat sudah ditetapkan untuk posisi ini, dan saya akan membacakannya dengan suara keras.”
• Bacalah kriteria berikut ini satu per satu. Setelah setiap pernyataan, berikan waktu untuk peserta bergerak sesuai aturan:
Kriteria rekrutmen:
(a) S1 atau lebih di bidang ekonomi, bisnis internasional, manajemen atau bidang terkait lainnya, MBA lebih disukai
(b) Usia 25-30 tahun, sehat dan berpenampilan menarik (c) Minimal tiga tahun pengalaman kerja di bidang terkait (d) Harus memiliki izin tinggal dan izin kerja yang sah (e) Harus fasih berbicara bahasa setempat
(f) Mau bekerja dengan jam kerja yang tidak teratur dan lembur (setelah jam 7 malam) (g) Bersedia bepergian secara teratur
(h) Lebih disukai memiliki SIM
• Sampaikan terima kasih kepada peserta yang telah mundur, atas partisipasi mereka dan menolak mereka karena tidak memenuhi kriteria – mereka dapat kembali duduk dan mengamati permainan ini.
• Ucapkan selamat kepada peserta yang memenuhi syarat. Kami umumkan bahwa wawancara akan diadakan di ruang rapat perusahaan hari ini jam 19.30. Mintalah peserta yang memenuhi syarat tersebut untuk mengkonfirmasikan partisipasi mereka dalam wawancara tersebut, dan mintalah mereka yang tidak dapat menghadiri wawancara jam 19.30 untuk mengundurkan diri. Apabila instruksi ini diinterpretasikan dengan benar, maka peserta yang punya kewajiban keluarga (anak kecil, saudara yang cacat) tidak akan mampu menghadiri wawancara ini. Mintalah mereka yang menyerah untuk memberitahukan alasan mengapa mereka menyerah dan biarkan mereka menyampaikan alasan, justifikasi mereka dan lain-lain.
• Catatan untuk fasilitator: Apabila instruksi ini diikuti dengan benar, maka tidak lebih dari lima orang (nomor 8, 11, 13, 14 dan 25) yang dapat terus berpartisipasi dalam wawancara akhir. Jika ada lebih banyak peserta yang memilih untuk tetap bertahan, maka sebagian dari mereka mungkin tidak memberikan respons sesuai karakteristik identitas mereka yang baru.
¾ Mintalah mereka yang dapat menghadiri wawancara kerja ini untuk memberitahukan identitas mereka dan simpulkan: Mereka muda, laki-laki, punya KTP atau ijin kerja lokal, tidak punya kewajiban keluarga, dan tidak memiliki disabilitas. Tiga laki-laki dan hanya satu perempuan.
¾ Mintalah sebagian peserta yang mundur ke belakang untuk membaca kartu identitas mereka dengan suara keras, dan jelaskan mengapa mereka ditolak (pendidikan, baru lulus, cacat, jenis kelamin, kewajiban keluarga, dan lain-lain.), dan cobalah menganalisa apakah mereka mengalami diskriminasi dalam proses rekrutmen ini. Setelah mengumpulkan beberapa respons dari peserta, tunjukkan bahwa sebagian persyaratan sifatnya diskriminatif sementara sebagian persyaratan lain memang murni persyaratan pekerjaan.
33 Langkah 2 – Akhir (5 menit)
¾ Berkumpullah kembali dalam pleno dan buatlah kesimpulan dengan bertanya: apa yang sebenarnya merupakan kepentingan pengusaha sehingga menolak pelamar ini. Tekankan pada kelayakan dan kemampuan calon yang ditolak dan tekankan bahwa diskriminasi dapat menyebabkan disia-siakannya sumber daya manusia yang berbakat mungkin tidak memperoleh kesempatan kerja hanya karena faktor-faktor yang sebenarnya bukan menjadi sifat dan persyaratan kerja.
Latihan 7.
Permainan peran “Apakah saya punya peluang untuk mendapatkan pekerjaan itu?” Selebaran
Kartu identitas
Bapak ___________, laki-laki, 28, belum nikah, datang ke negeri ini tahun 2007, tidak punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, diploma perguruan tinggi di bidang terkait, pernah bekerja di perusahaan perdagangan di kota ini selama tiga tahun terakhir, tidak punya SIM. (1)
Bapak ___________, laki-laki, 34, datang ke negeri ini tahun 2007, memiliki pengetahuan tentang bahasa setempat yang terbatas, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, pendidikan SMA, pernah bekerja di perusahaan lokal yang bergerak di bidang pengembangan usaha selama tiga tahun terakhir, punya jaringan pelanggan yang baik
Nona ___________, perempuan, 23, belum nikah, transmigrasi ke provinsi ini tahun 2008, memiliki pengetahuan tentang bahasa setempat yang terbatas, tidak punya izin tinggal atau ijin kerja yang sah, tidak punya SIM. (3)
.Ibu ___________, perempuan, 28, warga setempat, BA di bidang terkait, lima tahun pengalaman di bidang terkait; sudah menikah, punya 1 anak usia tiga tahun yang perlu dijemput dari TK pada hari kerja sebelum jam 19:00; suaminya sering kerja lembur. (4)
Ibu ___________, perempuan, 30, warga lokal, MBA, punya pengalaman terkait selama bertahun-tahun, cerai, punya satu anak yang harus dijemput dari SD sebelum jam 19.00 setiap hari, punya SIM. (5)
Ibu ___________, perempuan, 29, warga lokal, sudah menikah, tidak punya anak, S1 dan pengalaman lima tahun, suami bekerja di luar kota, punya ibu mertua yang lumpuh dan harus dirawat, pembantu pulang jam 19:00. (6)
Bapak ___________, laki-laki, 29, belum nikah, warga lokal, S1 di bidang pemasaran, fasih berbahasa lokal, tinggal bersama ibu yang menyandang disabilitas dan diasuh pembantu sampai jam 18:00 setiap hari, punya SIM. (7)
Nona ___________, perempuan, 26, warga lokal, belum nikah, S1 di bidang terkait, pernah bekerja tiga tahun di bagian penjualan untuk sebuah perusahaan, mampu berbicara bahasa lokal, tinggal bersama orang tua, punya SIM. (8)
Nona ___________, perempuan, 25, belum nikah, warga lokal, S1 perdagangan, sedikit cacat pada kaki kiri. (9)
Bapak ___________, laki-laki, 30, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, S1 bidang terkait, tiga tahun pengalaman kerja, cerai, tinggal bersama anak perempuannya yang masih duduk di bangku SD dan diasuh pembantu sampai jam 19:00, tidak punya SIM. (10) Bapak ___________, laki-laki, 30, punya izin
tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, berpengalaman di bidang terkait selama lima tahun, punya SIM. (11)
Ibu ___________, perempuan, 28, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, S1 bidang bisnis, berpengalaman di bidang terkait selama tiga tahun, sudah menikah, suami sangat sibuk, dan tidak mau ia sering bepergian. (12)
35
Bapak ___________, laki-laki, 30, bujangan, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, S1 di bidang manajemen bisnis, berpengalaman di bidang bisnis selama lima tahun, tidak punya tanggung jawab keluarga dan bersedia bepergian secara teratur, tidak punya SIM. (13)
Ibu ___________, perempuan, 28, belum nikah, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, MBA, tiga tahun pengalaman sebagai asisten bisnis di perusahaan asing, punya SIM. (14)
Bapak ___________, laki-laki, 28, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, MBA, lima tahun pengalaman di bidang terkait, cerai, punya 1 anak yang perlu dijemput sebelum jam 19:00 setiap hari, punya SIM. (15)
Bapak ___________, laki-laki, 33, S1, datang ke negeri ini tahun 2007, tidak punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, lima tahun pengalaman di bidang terkait, punya SIM. (16)
Bapak ___________, laki-laki, 28, mampu berbicara bahasa lokal, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, gelar, empat tahun pengalaman di bidang terkait, sudah menikah, punya bayi 6 bulan, tinggal bersama orangtua, istri baru kembali kerja setelah cuti melahirkan, tidak punya SIM. (17)
Ibu ___________, perempuan, 30, mampu berbicara bahasa lokal, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, S2, empat tahun pengalaman di bidang terkait, sudah menikah, punya bayi 5 bulan, tidak punya SIM. (18)
Ibu ___________, perempuan, 29, mampu berbicara bahasa lokal, sudah menikah, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, tidak punya anak, S1 di bidang terkait, 6 tahun pengalaman di bidang terkait, suami bekerja di luar negeri, tidak punya SIM. (19)
Bapak ___________, laki-laki, 27, datang ke negeri ini tahun 2006, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah,, memiliki pengetahuan tentang bahasa setempat yang terbatas, belum nikah, baru memperoleh gelar MBA, S1 di bidang kebersihan makanan, bekerja di bagian teknis untuk perusahaan pangan sejak lulus MBA, punya SIM. (20)
Bapak ___________, laki-laki, 28, warga lokal, 6 tahun pengalaman di bidang terkait, bukan S1, sudah menikah, punya anak 5 tahun yang perlu dijemput dari TK setiap hari, istri sibuk dan tidak mau bila ia bekerja lembur atau sering pergi ke luar kota, punya SIM. (21)
Bapak ___________, laki-laki, 27, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, S1 di bidang terkait, 5 tahun pengalaman di bidang terkait, 156 cm, tidak punya SIM. (22)
Ibu ___________, perempuan, 33, mampu berbicara bahasa lokal, tidak punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, S1 di bidang terkait, 5 tahun pengalaman di bidang terkait, sudah menikah, tidak punya anak, tidak punya SIM. (23)
Bapak ___________, laki-laki, 34, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, S1 di bidang terkait, 5 tahun pengalaman dalam bisnis, sudah menikah, tidak punya anak, tidak punya SIM. (24)
Bapak ___________, laki-laki, 27, punya kartu penduduk dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, sudah menikah tidak punya anak, S1 di bidang terkait, 5 tahun pengalaman di bidang terkait, punya SIM. (25)
Nona ___________, perempuan, 28, belum menikah, mampu berbicara bahasa lokal, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, MBA, 3 tahun pengalaman di bidang terkait, tinggal bersama kakak cacat yang butuh perawatan, pembantu bekerja dari jam 8 pagi sampai 7 malam. (26)
Bapak ___________, laki-laki, 40, mampu berbicara bahasa lokal, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, sudah menikah, S1, punya pengalaman terkait, punya SIM. (27).
Bapak ___________, laki-laki, 26, belum nikah, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, datang ke negeri ini tahun 2009, memiliki pengetahuan tentang bahasa setempat yang terbatas, S1 di bidang terkait, 5 tahun pengalaman di bidang terkait, tidak punya SIM. (28)
Nona ___________, perempuan, 38, warga lokal, belum nikah, S1 di bidang terkait, memiliki pengalaman di bidang terkait selama bertahun-tahun, punya SIM. (29)
Bapak ___________, laki-laki, 29, warga lokal, S2 di bidang terkait, belum nikah, 4 tahun pengalaman di bidang terkait, anak satu-satunya dalam keluarga, ayahnya lumpuh dan butuh perawatan sehari-hari, pembantu pulang jam 19:00, tidak punya SIM. (30)
Bapak ___________, laki-laki, 26, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, mampu berbicara bahasa lokal, belum nikah, S1 di bidang terkait, 5 tahun pengalaman di bidang terkait, bibir sumbing, punya SIM. (31)
Bapak ___________, laki-laki, 29, warga lokal, sudah menikah, S1 di bidang terkait, 5 tahun pengalaman di bidang terkait, anak perlu dijemput dari TK sebelum 19:00, istri selesai bekerja jam 20:00. (32)
Nona ___________, perempuan, 28, warga lokal, sudah menikah, S2 di bidang terkait, 4 tahun pengalaman di bidang terkait, punya bayi 6 bulan, tidak tinggal bersama orangtua, pembantu pulang jam 18:00, tidak punya SIM. (33)
Nona ___________, perempuan, 26, MBA, mampu berbicara bahasa lokal, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, belum nikah, S1 di bidang terkait, 5 tahun pengalaman di bidang terkait, bibir sumbing, punya SIM. (34)
Ibu ___________, perempuan, 28, warga lokal, MBA, 4 tahun pengalaman di bidang terkait, cerai, punya seorang anak yang perlu dijemput dari TK sebelum 19:00 setiap hari kerja, punya SIM. (35)
Nona ___________, perempuan, 30, belum nikah, datang ke negeri ini tahun 2008, memiliki pengetahuan bahasa lokal secara terbatas, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, diploma perguruan tinggi di bidang terkait, pernah bekerja di perusahaan perdagangan selama 3 tahun terakhir, tidak punya SIM. (36)
Bapak ___________, laki-laki, 38, mampu berbicara bahasa lokal, punya izin tinggal dan ijin kerja yang sah, belum nikah, diploma dari perguruan tinggi, punya pengalaman terkait selama beberapa tahun, punya SIM. (37)
Bapak ___________, laki-laki, 30, warga lokal, S1 di bidang terkait, 2 tahun pengalaman di bidang terkait, cerai, tinggal bersama seorang anak laki-laki yang masih SD, pembantu pulang jam 19:00, tidak punya SIM. (38)
37
Latihan 8. Aturan permainan: permainan peran5
Instruksi untuk pelatih
Tujuan – Untuk merasakan kekuasaan dan keadaan tanpa daya, dan membahas diskriminasi atas dasar asal muasal.
Waktu – 30 menit
Pengaturan kursi – Berikan ruang di dalam kelas di mana peserta dapat bergerak bebas di dalam kelas selama langkah 1 dan duduk dalam pleno selama langkah 2.
Materi dan persiapan pelatihan – Persiapkan beberapa label atau lencana dalam dua warna yang berbeda (yaitu hijau dan kuning) untuk semua peserta. Tulis aturan permainan untuk masing-masing kelompok warna pada kertas flipchart.