• Tidak ada hasil yang ditemukan

pekerjaan anda

LOYAL PELAYANAN

KEMASAN + MEREK

PRODUK = + = KEPUASAN PELANGGAN

LABEL + LOYAL PELAYANAN + JAMINAN

Proses perencanaan produk meliputi : 1. Analisis situasi :

a. analisis ini dilakukan baik terhadap ;ingkungan internal maupun eksternal.

b. hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki, seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan yang memenuhi permintaan tersebut. 2. Penentuan tujuan produk :

 selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang dihasilkan perusahaan dimaksudkan atau mencapai tujuan perusahaan.

 dengan dimaksudkan perlu dipertimbangkanapakah produk yang dihasilkan dapat memberikan konstribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.

Penentuan sasaran pasar/produk :

a. perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan segmentasi.

b. dengan dimaksudkan alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar dengan modifikasi.

3. Penentuan anggaran :

 langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah penyusunan anggaran.

 anggaran ini bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi, sekaligus pengendalian.

4. Penetapan strategi produk. 5. Evaluasi pelaksanaan strategi :

aktivitas yang terakhir adalah evalusi atau penilaian terhadap pelaksanaan yang telah disusun.

Pembahasan Berikutnya Akan Lebih Ditekankan Bagaimana Kita Bisa Menjual Suatu Produk

Siapakah Calon Pembeli/Pasar ? ? Calon pembeli atau pasar dapat diartikan sebagai seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai potensi untuk melakukan pembelian. Potensi yang dimiliki terutama berupa:

1. Adanya kebutuhan dan keinginan yang perlu dipenuhi 2. Adanya daya beli atau sejumlah uamh untuk membeli 3. Kemampuan untuk membeli.

Untuk potensi yang ketiga, kemauan untuk membeli, mungkin belum mereka miliki sehingga penjual harus dapat menciptakan kemauan tersebut; atau dapat pula dikatakan bahwa mereka sudah memiliki kemauan untuk membeli, hanya belum melaksanakan pembelian.

Tahap-Tahap Penjualan

Tahap-tahap yang perlu ditempuh oleh pihak penjual meliputi:

1. Persiapan sebelum penjualan; tahap pertama sebelum penjualan adalah mempersiapkan tenaga penjualan dengan memberikan pengertian tentang barang yang dijualnya, pasar yang dituju dan teknik-teknik penjualan yang harus dilakukan. Selain itu, mereka juga lebih dulu harus mengetahui kemungkinan tentang motivasi dan perilaku dalam segmen pasar yang dituju.

2. Penemuan lokasi pembeli potensial; dengan data pembeli yang lalu maupun sekarang, penjual dapat menentukan karakteristik calon pembeli atau pembeli potensialnya. Penentuan calon pembeli beserta karakteristiknya dapat dilakukan dengan segmentasi pasar. Termasuk dalam karakteristik calon pembeli adalah faktor lokasi yang menjadi sasaran kunjungan bagi penjual. Oleh karena itu, pada tahap ini ditentukan lokasi dari segmen pasar yang menjadi sasarannya. Dari lokasi ini dapatlah dibuat sebuah daftar tentang orang-orang atau perusahaan yang secara logis merupakan pembeli potensial dari produk yang ditawarkan. Dari konsumen yang ada dapat pula ditentukan konsumen manakah yang sudah menggunakan produk-produk saingan.

3. Pendekatan pendahuluan; sebelum melakukan penjualan, penjual harus mempelajari semua masalah tentang individu atau perusahaan yang dapat diharapkan sebagai pembelinya. Selain itu, perlu juga mengetahui tentang produk atau merk apa yang sedang mereka gunakan dan bagaimana reaksinya. Berbagai macam informasi perlu dikumpulkan untuk mendukung penawaran produknya kepada pembeli, misalnya tentang kebiasaan membeli, kesukaan dan sebagainya. Semua ini dilakukan sebagai pendekatan pendahuluan terhadap pasarnya.

4. Pelaksanaan penjualan; penjualan yang dilakukan bermula dari suatu usaha untuk memikat perhatian calon konsumen, kemudian diusahakan untuk mengetahui daya tarik atau minat mereka. Jika minat mereka dapat diikuti dengan munculnya keinginan untuk membeli, maka penjual tinggal merealisir penjual produknya. Pada saat ini penjualan dilakukan.

5. Pelayanan purna jual; sebenarnya kegiatan penjualan tidak berakhir pada saat pesanan dari pembeli telah terpenuhi, tetapi masih pelu dilanjutkan dengan memberikan pelayanan atau servis kepada mereka.

Biasanya kegiatan ini dilakukan untuk penjualan barang-barang industri atau barang konsumsi yang tahan lama seperti lemari es, televisi dan lain-lain.

Dalam tahap terakhir ini penjual harus berusaha mengatasi berbagai macam keluhan atau tanggapan yang kurang baik dari pembeli. Pelayanan lain yang juga perlu diberikan sesudah penjualan dalam memberikan jaminan kepada pembeli bahwa keputusan yang diambilnya tepat, barang yang dibelinya betul-betul bermanfaat dan hasil kerja produk tersebut memuaskan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan

Dalam praktek, kegiatan penjualan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

5. Kondisi dan Kemampuan Penjual; penjual harus dapat meyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. Untuk itu penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yaitu:: a. Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan

b. Harga pokok

c. Syarat penjualan, misalnya: pembayaran, pengiriman, pelayanan purna jual, dan sebagainya.

Masalah-masalah tersebut biasanya menjadi pusat perhatian pembeli sebelum melakukan pembelian. Sedangkan sifat-sifat yang perlu dimiliki oleh seorang penjual yang baik antara lain:

a. sopan

b. pandai bergaul c. pandai berbicara

d. mempunyai kepribadian yang menarik e. sehat jasmani

f. jujur

g. mengetahui cara-cara penjualan.

6. Kondisi Pasar; pasar sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjulannya. Kondisi-kondisi pasar yang perlu diperhatikan, antara lain:

3. Jenis pasarnya, apakah pasar konsumen, pasar industri, pasar penjual, pasar pemerintah ataukah pasar internasional.

4. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya. 5. Daya belinya.

6. Frekuensi pembeliannya. 7. Keinginan dan kebutuhannya.

7. Modal; penjual akan merasa sulit menjual barangnya apabila barang tersebut belum dikenal oleh calon pembeli atau lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan terlebih dahulu atau membawa barang ke tempat pembeli. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan sarana serta usaha, misalnya alat transportasi, tempat peragaan, usaha promosi dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjual memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk kegiatan tersebut.

8. Kondisi Organisasi Perusahaan perusahaan besar dan perusahaan kecil.

Penutup

Dengan mengetahui dan memahami sistem pemasaran tersebut di atas, maka diharapkan siapa saja yang akan terjun di dalam dunia usaha akan lebih bergairah dan semoga apa yang diharapkan yaitu "KESUKSESAN DALAM BERWIRAUSAHA" dapat terlaksana. Amien

Dalam dokumen Proseeding Seminar Nasional Akuntansi 1 (Halaman 92-95)