pekerjaan anda
KEMANDIRIAN UKM KRIPIK TEMPE SANAN DI KOTA MALANG Dwi Anggarani – Yatimah El Isma
2. Uji Signifikasi Parameter Individula (Uji Statistik t)
Uji parsial (uji-t) dilakukan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel-variabel bebas (pengalaman, kemampuan bersaing, bahan baku dan modal ) secara individual terhadap variabel terikat (kemandirian UKM kripik tempe Sanan ) pada tahun 2015. Uji-t dalam
penelitian ini digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis dengan tingkat signifikansi (α=0,05). Uji-t telah ditunjukkan pada Tabel 6 di atas.
Pengujian hipotesis menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Pengujian hipotesis tentang pengaruh pengalaman, kemampuan bersaing, bahan baku dan modal dilakukan dengan uji-t dan untuk menunjukkan pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat melalui uji F dengan taraf signifikansi 0,05. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil uji F, dapat diketahui bahwa sig 0,01 (< 0,05) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengalaman, kemampuan bersaing, bahan baku dan modal secara signifikan dan simultan berpengaruh terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan. Nilai R Square yang diperoleh sebesar 0,754 menunjukkan bahwa sebesar 75,40 % variabel pengalaman, kemampuan bersaing, bahan baku dan modal yang mempengaruhi variasi kemandirian UKM kripik tempe Sanan
2. Pengaruh pengalaman terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan . Hasil uji t tabel menyatakan sig nilai t adalah 0,832 (> 0,05) yang berarti Ho pengalaman diterima dan Ha pengalaman ditolak. Kesimpulannya adalah, pengalaman tidak berpengaruh secara signifikan dan parsial terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan . Pengaruh kemampuan bersaing terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan hasil ujinya menyatakan sig nilai t adalah 0,120 (> 0,05) yang berarti Ho kemampuan bersaing diterima dan Ha kemampuan bersaing ditolak. Kesimpulannya adalah, kemampuan bersaing tidak berpengaruh secara signifikan dan parsial terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan. Pengaruh bahan baku terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan hasil ujinya menyatakan sig nilai t adalah 0,698 (> 0,05) yang berarti Ho bahan baku diterima dan Ha bahan baku ditolak. Kesimpulannya adalah, bahan baku tidak berpengaruh secara signifikan dan parsial terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan. Dan pengaruh modal terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan hasil ujinya menyatakan sig nilai t adalah 0,013 (< 0,05) yang berarti Ho modal ditolak dan Ha modal diterima. Kesimpulannya adalah, modal berpengaruh secara signifikan dan parsial terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan.
3. Perhitungan analisis standardized coefficients beta absolute diketahui bahwa variabel modal (X4) memiliki nilai koefisien beta absolut paling besar yaitu sebesar 0,530 yang berarti Ho modal ditolak dan Ha modal diterima. Jadi dalam penelitian ini modal berpengaruh dominan terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan Pembahasan Hasil Penelitian
Pengaruh Pengalaman, Kemampuan Bersaing, Bahan Baku dan Modal Terhadap Kemandirian UKM Kripik Tempe Sanan
Dari hasil analisis regresi linier berganda, tampak bahwa nilai koefisien variable pengalaman (X1) sebesar 0.033, variabel kemampuan bersaing (X2) sebesar 0.395, variable modal (X4) sebesar 0,516. Nilai-nilai tersebut menunjukkan pengaruh positif, yang memiliki arti bahwa jika pengalaman, kemampuan bersaing, dan modal meningkat maka kemandirian UKM kripik tempe Sanan juga akan meningkat, demikian pula sebaliknya.
Peningkatan pengalaman bisa dilakukan dengan peningkatan pengetahuan usaha dan fleksibelitas dalam pengambilan keputusan. Seseorang mendapatkan pengetahuan usaha karena jangka waktu (lama usaha) yang ditekuninya dan berbagaimacam pelatihan yang diikutinya. Selain itu kemantapan dalam pengambilan keputusan (contohnya tetap berproduksi meskipun harga bahan baku naik) dan motivasi pengembangan usaha akan dapat meningkatkan kemandirian UKM kripik tempe Sanan.
Di sisi lain, peningkatan kemandirian UKM kripik tempe Sanan bisa ditinjau dari variabel kemampuan bersaing dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT. Pada umumnya produk UKM memiliki kekuatan yaitu merupakan produk khas daerah dan juga memiliki segmen pasar yang besar karena segmen pasarnya adalah kelas menengah ke bawah. Lokasi usaha yang strategis dan perluasan segmen pasarpun merupakan
peluang-peluang bisnis yang menguntungkan. Selain itu, dengan memahami berbagai kelemahan dan ancaman yang dihadapinya, UKM kripik tempe Sanan dapat merancang strategi perencanaan bisnis lebih terarah. Semua hal tersebut mendukung terciptanya kemandirian UKM kripik tempe Sanan.
Sumber modal dan jumlah modal dimiliki oleh para pelaku UKM kripik tempe Sanan berpengaruh positif terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan. Sumber modal yang sebagian besar berasal dari pemilik tentunya memiliki resiko yang lebih kecil, selain itu peningkatan modal yang diperoleh dari pihak luar selama ini sulit dilakukan karena adanya berbagai persyaratan yang memberatkan (jaminan).
Nilai koefisien variabel bahan baku (X3) sebesar -0,087 nilai tersebut berpengaruh negatif dan menyatakan setiap kenaikan variabel bahan baku (X3) akan mengurangi besarnya nilai kemandirian UKM kripik tempe Sanan dan setiap penurunan variable bahan baku (X3) akan menaikkan kemandirian UKM kripik tempe Sanan. Kenaikan variabel bahan baku dapat ditinjau dari ketersediaan bahan baku dan harga bahan baku. Apabila harga bahan baku naik maka kemampuan finansial UKM kripik tempe akan menurun, karena hanya mampu membeli bahan baku dalam jumlah yang lebih sedikit. Selain itu, peningkatan harga bahan baku menyebabkan sumbangan harga jual terhadap laba menjadi lebih kecil.
Pada penelitian dengan menggunakan uji pengaruh parsial variabel bebas terhadap variabel terrikat (uji t) dapat diketahui bahwa sig nilai t pengalaman adalah 0,832 (> 0,05) yang berarti Ho pengalaman diterima dan Ha pengalaman ditolak. Pengaruh kemampuan bersaing terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan hasil ujinya menyatakan sig nilai t adalah 0,120 (> 0,05) yang berarti Ho kemampuan bersaing diterima dan Ha kemampuan bersaing ditolak. Dan pengaruh bahan baku terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan hasil ujinya menyatakan sig nilai t adalah 0,698 (> 0,05) yang berarti Ho bahan baku diterima dan Ha bahan baku juga ditolak. Kesimpulannya adalah, pengalaman, kemampuan bersaing, dan bahan baku tidak berpengaruh secara signifikan dan parsial terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman saja tanpa diimbangi dengan kemampuan bersaing baik, stabilitas harga bahan baku dan ketersediaan bahan baku dengan kualitas yang baik dan kemampuan modal yang tinggi tidak dapat menunjang kemandirian UKM kripik tempe Sanan, demikian pula apablila UKM hanya memiliki kemampuan bersaing saja atau bahan baku saja maka kemaandirian UKM kripik tempe Sanan tidak dapat tercipta.
Pengaruh modal terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan hasil ujinya menyatakan sig nilai t adalah 0,013 (< 0,05) yang berarti Ho modal ditolak dan Ha modal diterima. Kesimpulannya adalah, modal berpengaruh secara signifikan dan parsial terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan karena dengan kepemilikan modal yang besar UKM dapat lebih mudah menambah pengetahuan usaha, membeli bahan baku, dan meningkatkan perluasan pasar, sehingga dengan modal yang lebih besar UKM kripik tempe Sanan akan lebih mandiri.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan mengenai pengaruh pengalaman. Kemampuan bersaing, bahan baku dan modal terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan , dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengalaman, kemampuan bersaing dan modal memiliki pengaruh signifikasi positif terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan, yaitu apabila nilai pengalaman atau kemampuan bersaing atau modal yang meningkat maka nilaandirian UKM kripik tempe Sanan akan meningkat dan sebaliknya jika nilai pengalaman, kemampuan bersaing dan modal menurun maka kemandirian UKM kripik tempe Sanan juga akan menurun. 2. Bahan baku memiliki pengaruh signifikasi negatif atau adanya pengaruh yang
berlawanan terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan. Yaitu apabila bahan baku meningkat maka kemandirian UKM kripik tempe Sanan akan menurun dan sebaliknya 3. Pengalaman, kemampuan bersaing, bahan baku dan modal berpengaruh secara
signifikan dan simultan terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan.
sebesar 75,40 % Sedangkan sisanya 24,60 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model regresi dalam penelitian ini.
5. Pengalaman, kemampuan bersaing, dan bahan baku tidak berpengaruh secara signifikan dan parsial terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan. Modal berpengaruh secara signifikan dan parsial terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan.
6. Modal berpengaruh lebih dominan terhadap kemandirian UKM kripik tempe Sanan dari pada ketiga variabel yang lain. .
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsini, 2008 , Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta
Azwar S, 2008, Reabilitas dan Validitas, Seri Pengukuran Psikologi, Liberty. Jogyakarta Danang Sunyoto, 2011, Riset Bisnis dengan Analisis Jalur SPSS, Gava Media, Yogyakarta Gunawan Sudarmanto, Analisis Regresi, 2006, Graha Ilmu, Jakarta
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS19. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, D. 2012. Ekonometrika Dasar, alih bahasa : Sumarno Zain. Jakarta:Erlangga Hiras Aldi, 2010, Wordpress.com
Horne, Van & Wachowicz, Jr. 2012. Financial Management, TerjemahanQuratul’ain Mubarakah, Edisi Ketigabelas. Salemba Empat : Jakarta.
Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi
dan Manajemen, Edisi I. Yogyakarta: BPFE
Ingram, Robert W, Thomas L. Albright, Bruce A. Bald, John W. Will, 2005. Accounting Information for Decision, 3rd edition, Thomson, South Western.
Imam Santoso, 2014, Ketahanan Kripik Tempe Sanan Kota Malang Dalam Menghadapi Melemahnya Kurs Rupiah
Kavling 10, Maret 2012, Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa U B, Reportase Tentang Usaha Kecil Menengah, Malang
Mohammad, J.F, 2004, Upaya Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah, Infokop No. 25 Tahun XX
Qudratullah, M Farhan. 2013. Analisis Regresi Terapan: Contoh Kasus, dan Aplikasi dengan SPSS. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Rahma, Aulia. 2011. Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan
PMA dan PMDN. Tesis Program Pascasarjana. Semarang. Universitas Diponegoro.
Sawir, A. 2008. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan KeuanganPerusahaan. Cetakan ketiga. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum.
Syamsuddin, L. 2007. Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam:
Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan. EdisiBaru, cetakkan
kesembilan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Saiman, Leonardus, 2011, Kewirausahaan - Teori Praktek dan Kasus, Salemba Empat, Jakarta
Tim Redaksi Malang Post dengan PT. HM Sampoerna, 2010, UKM Si Kecil Menggeliat di Tengah Badai, UMM Press, Malang
Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Kecil Mikro dan Menengah
Yuliati, Ni Wayan. 2013. Pengaruh Kebijakan Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada
MOTIVASI PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMUTUSKAN BERBELANJA