• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PEMASARAN PRODUK BAGI USAHA KECIL DAN MENENGAH

Dalam dokumen Proseeding Seminar Nasional Akuntansi 1 (Halaman 89-92)

pekerjaan anda

STRATEGI PEMASARAN PRODUK BAGI USAHA KECIL DAN MENENGAH

Bambang Budiantono

Pendahuluan.

Masalah marketing senantiasa merupakan masalah yang sangat menarik, tidak saja bagi yang berkecimpung di dalam dunia usaha, tetapi bagi siapapun dari mulai masyarakat kelas sosial terbawah sampai masyarakat kelas sosial tertinggi.

Pengusaha mencoba bersaing di dalam meningkatkan mutu produknya dengan harapan produknya nanti akan lebih mudah dipasarkan. Demikian pula dengan perusahaan-perusahaan besar, mencoba memasarkan hasil produksinya dengan menggunakan cara-cara promosi secara-cara gencar.

Era marketing telah memasuki dunia bisnis Indonesia. Dalam sistem pasar terbuka, segala bentuk produk dan jasa yang dibutuhkan konsumen tidak ditentukan lagi oleh kehendak produsen, namun pasarlah yang menentukan. Pasar dalam hal ini meliputi konsumen serta sistem yang melingkupinya. Struktur pasar yang tadinya merupakan "pasar penjual (seller's market)" telah berubah menjadi "pasar pembeli (buyer's market)". Hal ini berarti bahwa persaingan antar perusahaan semakin bertambah tajam, ditambah lagi adanya perubahan lingkungan yang terus menerus secara dinamis.

Seperti diketahui, perusahaan berdiri dan melakukan kegiatan untuk memenuhi

kebutuhan masyarakat. Perusahaan menghasilkan barang dan jasa yang akan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat. Proses menikmati apa yang dihasilkan perusahaan tidak mungkin akan berjalan bila tidak terjadi jual-beli antara perusahaan dengan masyarakat yang membutuhkan barang atau jasa yang dihasilkannnya. Agar perusahaan dapat mencapai tujuan secara penuh, yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat, harus terjadi proses jual-beli.

Kalau proses jual-beli itu tidak berlangsung, barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak akan sampai ke tangan masyarakat yang memerlukannnya, atau masyarakat dari hasil produksi perusahaan. Dengan demikian kebutuhan masyarakat tidak akan terpenuhi. Sebaliknya perusahaan juga tidak berhasil menjual produksinya kepada masyarakat, sehingga tidak mencapai tujuannya untuk mendapat keuntungan. Dengan demikian proses jual-beli antara perusahaan dengan masyarakat konsumen perlu ada guna menjamin tercapainya tujuan pemasaran.

Untuk mendorong proses jual-beli itu berlangsung diperlukan kegiatan "Pemasaran". Pada hakekatnya Pemasaran meliputi berbagai upaya untuk menumbuhkan permintaan efektif terhadap apa yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan demikian kegiatan Pemasaran berusaha merubah kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat terhadap hasil produksi perusahaan menjadi kecenderungan atau keinginan untuk membeli (permintaan efektif). Keberhasilan upaya Pemasaran itulah yang memungkinkan terjadinya proses jual-beli.

Kegiatan pemasaran pada hakekatnya meliputi berbagai macam upaya, dengan satu tujuan yaitu agar tumbuh permintaan efektif dari para konsumen terhadap hasil produksi perusahaan, sehingga terjadi proses jual-beli sehingga kebutuhan konsumen dapat terpuaskan dan tujuan perusahaan untuk mendapat keuntungan juga akan tercapai. Berbagai upaya yang dilakukan dalam rangka kegiatan Pemasaran itu meliputi :

a. Perencanaan dan keputusan menganai jenis barang yang diproduksi dan akan ditawarkan kepada masyarakat konsumen.

Dalam perencanaan dan keputusan itu juga tercakup mutu dari barang atau jasa yang akan digasilkan, ditujukan untuk masyarakat komsumen yang mana atau lapisan masyarakat konsumen yang mana, pemberian tanda-tanda sehingga barang itu dapat mudah dikenali masyarakat, dan kalau produksi perusahaan lebih dari satu

b. Perencanaan dan penentuan harga penjualan dari barang atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat konsumen. Turut diperhitungkan dalam penentuan harga ini faktor-faktor seperti harga yang dipasang oleh perusahaan lain dengan hasil produksi yang serupa, kecenderungan membeli barang semacam itu dengan harga murah atau malahan bangga terbeli dengan harga mahal (selera masyarakat mengenai harga), dan apakah perlu diberikan potongan kalau ada yang membeli dalam jumlah besar atau memakai jasa berulang kali (atau misalnya potongan harga karcis umtuk pemakai alat transport dalam rombongan).

c. Perencanaan dan penentuan kebijaksaan mengenai kelompok masyarakat yang akan didorong untuk membeli hasil produksi kita, baik ditinjau dari segi daerah tempat tinggalnya, dari segi hidupnya, dari segi usianya, dan sebagainya.

d. Perencanaan dan penetuan bagaimana hasil produksi akan disampaikan kepada pembeli terakhir, yaitu konsumen. Misalnya perusahaan langsung menjual secara eceran, atau melalui serangkaian toko yang diusahakan oleh perusahaan sendiri, atau melalui distributor yang mengadakan hubungan dagang tetap dengan perusahaan.

e. Mempengaruhi masyarakat konsumen agar untuk membeli hasil produksi perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan upaya untuk memperkenalkan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan , dan mengingatkan pada konsumen bahwa pada hakekatnya mereka yang memerlukan barang atau jasa tersebut sehingga merasa perlu untuk membelinya.

Segala upaya dalam kegiatan Pemasaran itu perlu dilandasi dengan pengetahuan mengenai :

a. Perangai dan kesukaan masyarakat konsumen, selera pilihan mereka, sesuai dengan pengelompokan berdasarkan tempat tinggalnya, tingkat kehidupannya, jenis kelaminnya, usianya dsb.

b. Berapa besarnya kebutuhan yang ada di kalangan masyarakat, dan apakah besarnya kebutuhan itu senantiasa tetap atau berubah-ubah. Kalau kebutuhan itu sifatnya berubah-ubah maka bagaimana gambaran pola perubahannya, apakah menurut musim atau menurut tanggal (misalnya pada hari-hari sesudah gajian). Disamping itu kalau kebutuhan terhadap sesuatu barang belum terasa, apakah kiranya dapat dibangkitkan memperkenalkan barang baru kepada masyarakat. c. Saingan-saingan yang menghasilkan jenis barang atau jasa yang sama, yang juga

menjualnya kepada kalangan masyarakat konsumen yang sama. Perlu juga diperhitungkan berupa besar kemampuan saingan-saingan itu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Peranan dan Tujuan Marketing

Peranan marketing terhadap perusahaan-perusahaan maupun masyarakat dicerminkan pada Fungsi-fungsi yang ditampilkan oleh marketing. Fungsi-fungsi marketing yang lazim dikenal terdiri dari pembelian, penjualan, pengangkutan, penyimpanan, standardisasi, dan penggolongan mutu, pembelanjaan, pengambilan resiko, dan informasi pasar.

Sedangkan tujuan marketing antara lain:

1. Untuk membantu agar perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan dan bagian 2. marketing menjadi alat dari para penjual.

3. Marketing menyediakan mekanisme penyusaian sehingga perusahaan tersebut dapat terjamin kelangsungan hidupnya. Melalui penyesuaian pada marketing mix, maka dapat dimanfaatkan kesempatan-kesempatan yang memasuki bisnis baru dan meninggalkan yang lama yang tidak lagi menguntungkan.

4. Untuk menunjukkan bagaimana pelanggan-pelanggan dapat dilayani secara paling efisien.

5. Untuk membimbing perusahaan-perusahaan sehingga dapat meningkatkan kualitas dari kehidupan konsumen. Tujuan ini tidak hanya mencari dan memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga secara terus menerus berusaha untuk memajukan kehidupan konsumen.

Dengan melihat hal tersebut di atas, maka dapatlah dikatakan bahwa sebenarnya ada tugas-tugas mulia dari marketing, selain untuk melayani kelangsungan hidup perusahaan juga untuk kepentingan umum, di mana marketing mempunyai tujuan untuk menunjukkan bagaimana pelanggan-pelanggan dapat dilayani secara efisien, serta bagaimana tingkat kualitas kehidupan masyarakat dapat dinaikkan. Hal ini juga menunjukkan, bahwa hidup marketing tidak hanya terbatas pada organisasi yang bersifat "profit oriented", namun juga meliputi organisasi "non profit oriented".

Inti pemasaran strategi modern terdiri atas tiga langkah pokok

1. Segmentasi pasar (segmenting) yaitu mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang mungkin membutuhkan produk dan/atau bauran pemasaran tersendiri

2. Penentuan pasar sasaran (targeting) yaitu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki/dilayani

3. Positioning yaitu tindakan membangun dan mengkonsumsikan manfaat pokok yang istimewa dari produk di dalam pasar

Produk

Pada dasarnya seseorang membeli sesuatu barang atau jasa, tidaklah semata-mata didasarkan atas pertimbangan bentuk atau wujud pisiknya saja, melainkan masih banyak atribut lain yang dilihat.

Dengan demikian, produk tidak diartikan secara tersendiri atas bentuk pisiknya saja, melainkan merupakan kombinasi antara produk secara pisik serta atribut yang dimilikinya, seperti bentuk kemasan, nama produk, servis purna jual, dan lain-lain.

Secara kongkritnya dari sudut pandang marketing, produk diartikan sebagai rangkaian atribut yang dapat diraba dan tidak dapat diraba, mencakup pengepakannya, warna, serta pelayanan produsen terhadap konsumen agar semua upaya ini dapat memuaskan kebutuhan konsumen.

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.

Secara konseptual, produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas 'sesuatu' yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar

Produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya

Dalam dokumen Proseeding Seminar Nasional Akuntansi 1 (Halaman 89-92)