• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makna leksikal harf jar ٌ /lam/

Dalam dokumen TESIS. Oleh CANDRA GUNAWAN /LNG (Halaman 74-83)

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Makna Leksikal Harf Jar dalam Surah Al-Furqān

4.1.7 Makna leksikal harf jar ٌ /lam/

Munawwir (1996) menyebutkan, arti harf jar

ٌ

/lam/ adalah milik, kepunyaan, bagi. Ghulyayani (1994) menyebutkan makna harf jar ‘lam’

ًللْا

/milk/ artinya kempemilikan. Syarif (1996) juga menyebutkan bahwa asal lam al-jar (harf al-jar lam) adalah menisbatkan sesuatu kepada sesuatu yang lain, dan ringkasnya adalah menisbatkan sesuatu yang dimiliki kepada pemiliknya. Makna

ًللْا

/al-milk/ adalah makna asli harf jar lam, karena kata yang dimasuki harf jar

lam merupakan pemilik bagi sesuatu yang direfensikan pada kalimat. Makna al-milk adalah makna asli harf jar ‘lam’ menurut Syarif (1996), demikian juga makna syibhu al-milk atau ikhtisās „kepemilikan non hakiki atau kepemilikan khusus‟ dan al-istihqāq „hak‟ merupakan bagian dari makna al-milk „kepemilikan‟

(Syarif, 1996). Berikut harf jar ‘lam’ yang bermakna

ًللْا

/al-milk/ dalam Al-Qur‟an surah Al-Furqan.

QS. Al-Furqān ayat 1

َنى ُىَُِل

...

َُنحِ َ لْاَعْلِل اًسً ِر َه

/...liyakūna lil ‘ālamīna nażīra/ „...agar dia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam (jin dan manusia)‟. (QS. Al-Furqān: 1)

Makna harf jar „lam‟ pada ayat di atas adalah

ًللْا هبػ

/syibhu al-milk/

artinya adalah kepemilikan non hakiki (Syarif, 1996). Pada ayat diatas Allāh Subhānahu Wata‟ālā menerangkan tentang hamba-Nya Muhammad yang bertugas

menunjukkan bahwa Nabi Muhammad memiliki wewenang untuk mengatur jin dan manusia, namun hanya sebatas menjalankan tugas dan perintah dari Allāh Subhānahu Wata‟ālā. Karena pemilik sesungguhnya alam ini (Jin dan manusia) adalah Allāh Subhānahu Wata‟ālā. Dalam bahasa Indonesia harf jar „lam‟

diartikan dengan „milik, kepunyaan, bagi‟ (Munawwir, 1997).

QS. Al-Furqān ayat 2

bermakna al-milk yaitu menunjukkan arti kepemilikan (Syarif, 1996). Pada ayat di atas harf jar „lam‟ berkaitan dengan kata

ًلم

/mulku/ yang artinya adalah kerajaan

dan dhamir (pronominal)

ـَ

/ha/ yang merujuk kepada Allāh Subhānahu Wata‟ālā,

sehingga arti darinya adalah kerajaan tersebut milik Allāh Subhānahu Wata‟ālā . Makna harf jar „lam‟ pada kata

هل

/lahu/ yang kedua pada ayat di atas

źālimūna in tattabi’ūna illā rajulan masḥūra/ „Atau mengapa tidak diturunkan kepadanya harta kekayaan atau mengapa tidak ada kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil) nya? Dan orang-orang zalim itu berkata, kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir‟. (QS. Al-Furqān: 8)

Makna harf jar „lam‟ pada kata

تىج هل

/lahu jannatun/ pada ayat di atas adalah

ًللْا هبػ

/syibhu al-milk/ artinya adalah kepemilikan non hakiki (Syarif,

1996). Makna syibhul al-milk dari harf jar „lam‟ adalah makna dasar dari harf jar tersebut, karena makna tersebut merupakan jenis dari makna

ًللْا

/almilk/ yang merupakan makna dasar dari harf jar „lam‟ (Syarif, 1996). Dalam bahasa Indonesia harf jar „lam‟ diartikan dengan „milik, kepunyaan, bagi‟ (Munawwir, 1997).

QS. Al-Furqān ayat 10

لَع ْجٍَ َو

...

ًََُّل ا ًزى ُصُك

/wa yaj’al laka quşūra.../ „...dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu‟.

(QS. Al-Furqān: 10)

Makna harf jar „lam‟ pada ayat di atas yang bersambung dengan kata ganti orang kedua (dhamir mukhātab) yaitu

ن

/kaf/ merujuk kepada nabi Muhammad

Shallallāhu Alaihi Wasallam, adalah

ًللْا هبػ

/syibhu al-milk/ artinya adalah kepemilikan non hakiki (Syarif, 1996). Makna syibhul al-milk dari harf jar „lam‟

adalah makna dasar harf jar tersebut, karena makna tersebut merupakan jenis makna

ًللْا

/almilk/ yang merupakan makna dasar harf jar „lam‟ (Syarif, 1996).

اىُب َّر َه ْلَب

/bal każżabū bissā’ati wa a’tadnā liman każżaba biss’āti sā’īra/ „Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat‟. (QS. Al-Furqān: 11)

Makna harf jar „lam‟ pada ayat diatas adalah

قالحخطا

/istiḥqāq/, makna istiḥqāq adalah menerangkan milik atau hak (Syarif, 1996). Ibn Hisyam (2010), membatasi bahwa harf jar „lam‟ bermakna istiḥqāq terletak pada makna dan dzat dari sebuah kalimat, dan juga terletak pada ayat yang berkaitan dengan balasan terhadap orang-orang yang kafir. Makna istiḥqāq adalah makna dasar dari harf jar tersebut, karena makna tersebut merupakan jenis dari makna syibhu al-milk yang merupakan makna dasar dari harf jar „lam‟ (Syarif, 1996). Dalam bahasa Indonesia harf jar „lam‟ diartikan dengan „milik, kepunyaan, bagi‟ (Munawwir, 1997).

/iżā raaitahum min makānin ba’īdin Sami’ū lahā tagayyuźan wazafīra/

„Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya‟. (QS. Al-Furqān:

12)

Makna harf jar „lam‟ pada ayat di atas adalah

صاصخخالإ

/al-ikhtişāş/ yaitu menunjukkan arti kepemilikan yang lebih khusus (Syarif, 1996). Makna ikhtişāş bagi harf jar „lam‟ adalah makna dasar harf jar tersebut, karena al-ikhtişāş merupakan bentuk lain dari makna al-milk (Al-Gulāyaini, 1994). Dalam

(Munawwir, 1997). (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali mereka?‟. (QS. Al-Furqān: 15)

Makna harf jar „lam‟ pada ayat diatas adalah istiḥqāq. Maksudnya menerangkan milik atau hak, dan makna ini merupakan bentuk lain dari makna syibhu al-milk (Syarif, 1996). Ibn Hisyam (2010), membatasi bahwa harf jar

„lam‟ bermakna istiḥqāq terletak pada makna dan dzat dari sebuah kalimat, dan juga terletak pada ayat yang berkaitan dengan balasan terhadap orang-orang yang kafir. (Syarif, 1996). Dalam bahasa Indonesia harf jar „lam‟ diartikan dengan

1997). auliyā.../ „Mereka yang disembah itu menjawab, “Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau...‟. (QS.

Al-Furqān: 18)

Makna harf jar „lam‟ pada kata

اىل

/lanā/ adalah

صاصخخب

/ikhtişāş/ yaitu menunjukkan arti kepemilikan yang lebih khusus (Syarif, 1996). Dalam bahasa Indonesia harf jar „lam‟ diartikan dengan „milik, kepunyaan, bagi‟ (Munawwir, 1997). wayaqūlūna ḥijran maḥjūra/ „Ingatlah pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata Hijran Mahjūrā‟. (QS. Al-Furqān: 22)

Pada ayat di atas terdapat satu harf jar yaitu harf „lam‟ pada kata

نحمسجملل

/lilmujrimīn/. Makna harf jar „lam‟ pada kata

نحمسجملل

/lilmujrimīn/ di atas adalah

قالحخطا

/istiḥqāq/, makna istiḥqāq menerangkan milik atau hak, dan makna ini

merupakan bentuk lain dari makna syibhu al-milk (Syarif, 1996). Ibn Hisyam (2010), membatasi bahwa harf jar lam bermakna istiḥqāq terletak pada makna dan dzat dari sebuah kalimat, dan juga terletak pada ayat yang berkaitan dengan balasan terhadap orang-orang yang kafir.

ًُُْلُ لْا ْ ُّم َح ْلا ٍرِئ َمْىًَ

ُ ًِ َم ْحَّسلِل اًرح ِظَع ًٍَِسِفا َيْلا ىَلَع اًمْىًَ َناَوَو

/almulku yaumaiżin alḥaqqu lirraḥmāni wakāna yauman ‘ala al-kāfirīna

‘asīra/ „Kerajaan yang hak pada hari itu milik Tuhan yang Maha Pengasih.

Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir‟. (QS. Al-Furqān: 26) Makna harf jar „lam‟ pada kata

ًمحسلل

/li ar-raḥmāni/ di atas adalah

ًللْا

/al-milk/ yang artinya kepemilikian (Syarif, 1996). Syarif (1996) menyebutkan bahwa makna

ًللْا

/al-milki/ dari harf jar „lam‟ adalah makna asli dari harf jar

/...wa kāna assyaiţānu lilinsāni khażūla/ ...Dan setan memang pengkhianat manusia‟. (QS. Al-Furqān: 29)

Makna harf jar „lam‟ pada kata

ناظولإل

/li-alinsāni/ adalah

صاصخخب

/ikhtişāş/ maksudnya adalah kepemilikan yang lebih khusus (Syarif, 1996).

Makna al-ikhtişāş bagi harf jar „lam‟ adalah makna dasar dari harf jar tersebut, karena al-ikhtişāş merupakan bentuk lain dari makna al-milk (Syarif, 1996).

QS. Al-Furqān ayat 31

اَىْلَع َج ًَِل َرَهَو

ٍُّي ِب َه ِّلُيِل

َُنح ِمِس ْج ُ ْلْا ًَِّم اًّوُدَع

...

/wakażālika ja’alnā likulli nabiyyin ‘aduwwan mina al-mujrimīna.../

„Begitulah, bagi setiap nabi, telah kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa...‟. (QS. Al-Furqān: 31)

/ikhtişāş/ maksudnya adalah kepemilikan yang lebih khusus (Syarif, 1996).

Makna al-ikhtişāş bagi harf jar „lam‟ adalah makna dasar dari harf jar tersebut, karena al-ikhtişaş merupakan bentuk lain dari makna al-milk (Syarif, 1996).

QS. Al-Furqān ayat 37

/waqauma nūḥin lammā każżabū ar-rusula agraqnāhum waja’alnāhum linnāsi āyatan waa’tadnā liźźālimīna ‘ażāban alīma/ „Dan telah Kami binasakan kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih‟. (QS. Al-Furqān: 37)

Pada ayat di atas terdapat dua harf jar „lam‟ yaitu pada kata

ضاىلل

/linnāsi/

dan kata

نحلْاظلل

/liźźālimīna/. Makna harf jar „lam‟ pada kata

ضاىلل

/linnāsi/ di

atas adalah

صاصخخب

/ikhtişāş/ yaitu menunjukkan arti kepemilikan yang lebih khusus (Syarif, 1996). Makna harf jar „lam‟ pada kata

نحلْاظلل

/liźźālimīna/ di atas

adalah

قالحخطا

/istiḥqāq/, maksudnya adalah kepemilikan dan hak dan makna ini merupakan bentuk lain dari makna syibhu al-milk (Syarif, 1996). Ibn Hisyam (2010), membatasi bahwa harf jar „lam‟ bermakna istiḥqāq terletak pada makna dan dzat dari sebuah kalimat, dan juga terletak pada ayat yang berkaitan dengan

mereka, sujudlah kepada yang Maha Pengasih...‟. (QS. Al-Furqān: 60) Makna harf jar „lam‟ pada kata

ًمحسلل

/li ar-raḥmāni/ adalah

قالحخطا

/istiḥqāq/ maksudnya adalah kepemilikan dan hak, makna ini merupakan bentuk lain dari makna syibhu al-milk (Syarif, 1996). Ibn Hisyam (2010), membatasi bahwa harf jar lam bermakna istiḥqāq terletak pada makna dan dzat dari sebuah kalimat, dan juga terletak pada ayat yang berkaitan dengan balasan terhadap orang-orang yang kafir.

QS. Al-Furqān ayat 64

َنىُخِِبًَ ًًَ ِر َّلاَو

ُْم ِهِّبَسِل ا ًماَُِك َو ا ًد َّج ُس

ُ

/wallażīna yabītūna lirabbihim sujjadan wa qiyāman/ „Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri‟. (QS. Al-Furqān: 64)

Pada ayat di atas terdapat satu harf jar „lam‟ pada kata

مهبسل

/lirabbihim/.

Maknanya adalah

صاصخخب

/ikhtişāş/ yaitu menunjukkan arti kepemilikan yang lebih khusus (Syarif, 1996).

QS. Al-Furqān ayat 69

ْفَعا َضًُ

ُُه ل َ اًهاَه ُم ِهُِف ْد ُلْخٍََو ِتَماَُِلْلا َمْىًَ ُباَرَعْلا

ُ

/yuāaf lahu al-‘ażābu yauma al-qiyāmati waykhlud fīhi muhāna/ „Akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina‟. (QS. Al-Furqān: 69)

Makna harf jar „lam‟ pada kata ُل /lahu/ di atas adalah

قالحخطا

/istiḥqāq/, maksudnya adalah kepemilikan dan hak, makna ini merupakan bentuk lain dari makna syibhu al-milk (Syarif, 1996). Ibn Hisyam (2010), membatasi bahwa harf

dan juga terletak pada ayat yang berkaitan dengan balasan terhadap orang-orang qurrata a’yunin waj’alnā li al-muttaqīna imāma/ „Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah untuk kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa‟. (QS. Al-Furqān: 74)

Makna harf jar „lam‟ pada kata

اىل

/lanā/ dan kata

نحلخملل

/lilmuttaqīna/ di atas adalah

صاصخخب

/ikhtişāş/ yaitu menunjukkan arti kepemilikan yang lebih khusus (Syarif, 1996). Makna al-ikhtişāş bagi harf jar „lam‟ adalah makna dasar dari harf jar tersebut, karena ikhtişāş merupakan bentuk lain dari makna al-milk (Syarif, 1996).

Dalam dokumen TESIS. Oleh CANDRA GUNAWAN /LNG (Halaman 74-83)

Dokumen terkait