• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Undang-undang Pertambangan Baru dan Perubahan Peraturan Pemerintah

Operasi tambang batubara diatur oleh pemerintah Republik Indonesia, terutama melalui Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral serta Departemen Kehutanan, Kementerian Negara Urusan Lingkungan Hidup dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Penerbitan setiap undang-undang atau peraturan baru atau perubahan terhadap setiap undang- undang atau peraturan yang ada dapat berdampak pada kinerja Perseroan.

Bayan menanggulangi risiko ini dengan mengkaji dampak dan tetap mengikuti perkembangan urusan dan kegiatan terakhir badan-badan pemerintahan dan kementerian. Bayan juga memantau secara ketat kepatuhan Perseroan pada peraturan perundang-undangan.

Inlasi Biaya

Biaya operasi terus meningkat karena tingginya harga minyak mentah dan inlasi upah. Bayan telah berupaya menghambat penyusutan marjin laba dengan mengelola biaya. Inisiatif pengurangan biaya dilakukan terus-menerus untuk mempertahankan eisiensi operasi selama siklus harga komoditas.

Biaya bahan bakar solar merupakan bagian signiikan dari biaya produksi Perseroan, transportasi batubara, dan operasi terminal pelabuhan. Berdasarkan syarat-syarat kontrak kami dengan para kontraktor tambang dan tongkang, setiap perubahan harga bahan bakar batubara yang tercantum dalam kontrak ditanggung oleh Bayan.

Terdapat korelasi yang tinggi antara harga batubara dan minyak, yang secara alamiah menimbulkan lindung nilai antara pendapatan dan beban Bayan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, harga minyak dunia telah mengalami gejolak signiikan sehingga kecenderungan tren harga menjadi sulit diperkirakan. Saat Perseroan mengadakan kontrak harga tetap atau lindung nilai harga batubara, marjin tergantung pada pergerakan harga bahan bakar. Kenaikan mendadak harga bahan bakar dapat mengakibatkan kontraksi marjin yang tajam.

Bayan menanggulangi risiko ini dengan menerapkan instrumen lindung nilai harga bahan bakar untuk membendung dampak kenaikan harga bahan bakar pada marjin laba. Perseroan juga melaksanakan rencana penghematan energi dan mengembangkan teknologi hemat energi.

Tahun 2012, Bayan melakukan berbagai kegiatan penghematan biaya sebagai respon terhadap penurunan harga batubara. Bayan mengkaji ulang rancangan pertambangan dan menyesuaikan rasio pengupasan tanah untuk mengurangi biaya pengangkatan overburden. Bayan juga mengkaji efektivitas operasi pekerja lapangan.

Implementation of New Mining Law and Changes in Government Regulations

Coal mining operations are regulated by the government of the Republic of Indonesia primarily through the Ministry of Energy and Mineral Resources, as well as the Ministry of Forestry, the State Ministry for Environmental Afairs and the Investment Coordinating Board. The issuance of any new laws or regulations or the change to any existing law or regulation could have an efect on the performance of the Company.

Bayan mitigates these risks by reviewing the impact and keeping abreast with the current afairs and activities of the government and ministerial bodies. Also we closely monitor the Company's compliance with legistlation and regulations.

Cost Inlation

Operating costs continued to increase on the back of high crude oil price and wage inlation. Bayan has attempted to contain erosion of proit margins by managing costs. Cost reduction initiatives are ongoing to maintain eiciencies in the operations throughout the commodity price cycle.

Diesel fuel costs comprise a signiicant portion of the Company’s production costs, coal transportation, and port terminal operations. Under the terms of our contracts with mining and barging contractors, any variation in the diesel fuel price from that included within the contract is borne by Bayan.

There is a high correlation between coal and oil prices which would result in a natural hedge between Bayan’s revenue and expenses. However, in the last few years, global oil prices have experienced signiicant volatility that price trend visibility has become unpredictable. When the Company enters into ixed price contracts or coal price hedges, the margin is subject to fuel price movements. An abrupt increase in fuel prices can result in a sharp margin contraction.

Bayan mitigates these risks by applying fuel price hedging instruments to curb the impact of increasing fuel prices to proit margins. The Company is also implementing energy eiciency plans and developing energy eicient technologies.

In 2012, Bayan conducted various cost saving activities in response to the decline in coal prices. Bayan reviewed the mine designs and adjusted stripping ratio to reduce the overburden removal cost. It also reviewed the efectiveness of the operation for labor workers.

Ketergantungan pada Kontraktor Pihak Ketiga

Sebagian besar kegiatan pertambangan, termasuk pengangkatan overburden, pengangkutan dan tongkang dilakukan oleh kontraktor pertambangan. Perseroan mengadakan perjanjian operasional dengan kontraktor pertambangan yang mencakup hak dan kewajiban mereka untuk melakukan operasi pertambangan di wilayah-wilayah yang ditentukan. Berdasarkan perjanjian ini, kontraktor bertanggung jawab atas penyediaan semua peralatan, perlengkapan, fasilitas, jasa, bahan baku, pasokan dan tenaga kerja, dan manajemen yang diperlukan untuk operasi dan pemeliharaan lubang tambang yang ditentukan.

Setiap kelalaian signiikan oleh kontraktor untuk melaksanakan kewajiban mereka berdasarkan perjanjian operasi dapat merugikan usaha, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek Bayan.

Bayan mengelola risiko ini melalui proses pemilihan tender yang ketat serta penunjukan berbagai kontraktor. Keahlian, pengalaman dan kompetensi kontraktor yang berbeda-beda dievaluasi untuk menentukan kesesuaian mereka dengan lokasi tambang yang ditentukan dan memastikan Perseroan tidak terlalu tergantung pada satu subkontraktor. Jumlah kontraktor yang ditugaskan berbeda-beda tergantung ukuran proyek.

Apabila kontraktor tidak mampu melakukan tugasnya, sanksi keuangan akan dikenakan atas kekurangan produksi atau batubara yang hilang/tercemar seperti dicantumkan dalam kontrak, dengan demikian membatasi dampak di satu lokasi saja agar tidak mempengaruhi kinerja Perseroan secara keseluruhan.

Hubungan dengan Masyarakat Setempat

Kegiatan Bayan berdampak besar pada masyarakat di sekitar lokasi tambang. Tanpa dukungan luas masyarakat setempat, operasi dapat terganggu unjuk rasa, keluhan atau bahkan pemblokiran jalan dari penduduk desa. Syarat- syarat terkait peraturan, lingkungan dan persetujuan sosial dapat menghambat operasi tambang secara signiikan. Kepemilikan properti, kompensasi lahan dan sengketa hak milik adalah beberapa rintangan yang dapat menghalangi operasi.

Bayan menanggulangi risiko ini melalui dialog berkesinambungan dengan masyarakat sekitar dan pengembangan program sumber daya manusia di tengah masyarakat di sekitar operasi pertambangan. Melalui program CSR yang menyeluruh yang terdiri dari program pendidikan, fasilitas kesehatan, pengembangan infrastruktur, subsidi usaha kecil dan kegiatan sosial, Perseroan dapat mempertahankan izin sosial untuk beroperasi dan memperoleh rasa hormat timbal-balik dari penduduk setempat.

Dependence on Third Party Contractors

A signiicant portion of mining activities, including overburden removal, hauling and barging, are performed by mining contractors. The company entered into operating agreements with mining contractors that contain their rights and obligations for undertaking mining operations in designated areas. Based on these agreements, the contractor is responsible for providing substantially all plant, equipment, facilities, services, materials, supplies and labor, and management required for the operation and maintenance of the designated mining pits.

Any signiicant failure by the contractors to comply with their obligations under the operating agreements could adversely afect Bayan’s business, inancial condition, results of operations and prospects.

Bayan mitigates these risks through a rigorous tender selection process as well as the appointment of a broad range of contractors. Skill, experience, and competence of diferent contractors are evaluated to determine their suitability to the designated mine site and ensure that the Company does not become overly reliant on one subcontractor. The number of contractors assigned varies depending on the size of the project.

In the event a contractor fails to deliver, there is usually a inancial penalty for production shortfall or lost/contaminate coal included in the contract and the impact would be limited to a particular site as opposed to the performance of the Company as a whole.

Relationship with Local Communities

Bayan’s activites have a considerable impact to the local communities surrounding the mine sites. Without gaining broad support from the local communities, operations may be disrupted by protests, complaints, or even road blocks from villagers. Increasing requirements associated with regulatory, environmental, and social approvals can result in signiicant delays in mining operations. Property ownership, land compensation, title disputes are obstacles that can block operations altogether.

Bayan mitigates this risk through constant dialogue with surrounding communities as well as the development of human resources programs in the communities surrounding the mining operations. Through a comprehensive CSR program, which is comprised of education programs, medical facilities, infrastructure development, small enterprise subsidies and social activities, the Company is able to maintain the social license to operate and gain mutual respect with the local citizen.

Dampak Lingkungan

Perseroan mengelola dampak lingkungan dengan memberikan manfaat positif, berguna dan berkesinambungan pada ekosistem melalui (i) kepatuhan pada peraturan perundang-undangan pemerintah serta pedoman/arahan (ii) pelaksanaan praktik pertambangan yang baik (iii) persiapan prosedur dan perencanaan manajemen risiko dampak lingkungan (iv) reklamasi dan penanaman kembali setelah penutupan tambang (v) pengurangan erosi dan sedimentasi tanah (vi) konversi beberapa lahan dan bekas tambang menjadi tempat penampungan air untuk dimanfaatkan sebagai kolam ikan demi meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Environmental Impact

The Company manages the environmental impact by bringing positive, useful and sustainable beneits to the natural ecosystem through (i) compliance with government laws and regulations as well as guidance/direction (ii) implementation of good mining practices (iii) preparation of environmental impact risk management procedures and planning (iv) reclamation and revegetation of (post)- mines (v) reduction of land erosion and sedimentation (vi) conversion of some land and (post)-mines into raw water reservoir to be utilized as ishponds to augment the income of local communities.

Dokumen terkait