premium name with sustainable growth
Laporan Tahunan
Annual Report
Ikhtisar
Highlights
Visi, Misi dan Strategi Korporasi
.02
Vision, Mission and Corporate Strategies
Ikhtisar Keuangan
.04
Financial Highlights
Informasi Saham Perseroan
.06
Share Information
Peristiwa Penting
.08
Signiicant Events
Laporan Dewan Komisaris
.10
Report from the Board of Commissioners
Laporan Direksi
.14
Report from the Board of Directors
Proil Perusahaan
Company Proile
Riwayat Singkat Perseroan
.18
Brief History of the Company
Kegiatan Usaha Bayan Group
.18
Bayan Group Business Activities
Area Konsesi
.19
Concession Areas
Struktur Korporasi
.22
Corporate Structure
Struktur Organisasi
.24
Organization Structure
Proil Dewan Komisaris
.26
Proiles of the Board of Commissioners
Proil Direksi
.29
Proiles of the Board of Directors
Proil Komite Audit
.34
Proiles of the Audit Committee
Sumber Daya Manusia
.36
Human Resources
Profesi Penunjang Pasar Modal
.38
Capital Market Supporting Professionals
Sertiikasi dan Penghargaan
.39
Awards and Certiications
Analisis Manajemen
Management Analysis
Kegiatan Pertambangan
.41
Mining Operations
Operasi Non-Tambang
.44
Non-Mining Operations
Tinjauan Pemasaran dan Penjualan
.45
Marketing and Sales Review
Tinjauan Keuangan
.47
Financial Review
Prospek Usaha
.50
Business Prospects
Strategi
.52
Strategies
Komitmen Material
.54
Material Commitments
Dividen
.55
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility
Pengembangan Masyarakat
.56
Community Development
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
.58
Occupational Health and Safety
Pengelolaan Lingkungan
.59
Environmental Management
Sistem Manajemen Terintegrasi
.60
Integrated Management System
Tata Kelola Perusahaan
Good Corporate Governance
Pedoman Tata Kelola Perusahaan Indonesia
.61
Indonesian Code of Good Corporate Governance
Dewan Komisaris
.61
Board of Commissioners
Komite Remunerasi & Nominasi
.62
Remuneration & Nomination Committee
Komite Manajemen Risiko
.63
Risk Management Committee
Komite Tata Kelola Perusahaan
.64
Corporate Governance Committee
Komite Audit
.65
Audit Committee
Direksi
.67
Board of Directors
Sekretaris Perusahaan
.68
Corporate Secretary
Hubungan Investor
.68
Investor Relations
Satuan Pengawas Internal
.68
Internal Audit Department
Sistim Pengendalian Internal
.69
Internal Control System
Kasus Hukum
.71
Legal Cases
Sistem Pelaporan Pelanggaran
.72
Whistle Blower System
Sanksi Administratif
.72
Administrative Sanctions
Manajemen Risiko
.73
Risk Management
Surat Pernyataan Tentang Kebenaran
.77
Isi Laporan Tahunan
Statement on the Accuracy of the Annual Report
Laporan Keuangan Konsolidasian
2012 dan 2011
.79
Consolidated Financial Statements
2012 and 2011
Menjadi perusahaan pertambangan batubara
terkemuka yang berkomitmen untuk
menghasilkan produk bermutu, jasa berkualitas
tinggi dan pertumbuhan berkesinambungan
dalam jangka panjang dengan tetap
meminimalkan dampak lingkungan
Mengoptimalkan nilai pemegang saham
melalui pencapaian kinerja terbaik di semua
operasi kami
Memaksimalkan kompetensi inti melalui
pelaksanaan praktik bisnis terbaik
Menjunjung Tanggung Jawab Sosial
Perseroan dengan fokus pada peningkatan
kesejahteraan karyawan, standar kesehatan
dan keselamatan yang tinggi, kebijakan
lingkungan yang berkesinambungan
dan pengembangan masyarakat yang
bertanggung jawab
To be a highly respected coal mining company
committed to delivering premium products,
high quality service and sustainable growth in
the long term whilst minimizing environmental
impact
To optimize shareholders value by achieving
best performance through all our operations
To maximize core competencies by exercising
best business practices
To promote Corporate Social Responsibility
with an emphasis on employee welfare, a high
standard of health and safety, sustainable
environmental policies, and responsible
community development
Membangun aliansi strategis bersama
pelanggan dengan mempertahankan
produk dan jasa berkualitas tinggi
Menerapkan pola pembiayaan yang
efektif dan menghasilkan produk yang
bernilai tambah
Melaksanakan tata kelola perusahaan
yang baik
Establish strategic alliances with
customers by maintaining high quality
product and services
Exercise cost effective measures and
implement value added deliverables
Practice good corporate governance
Visi
Vision
Bisnis yang Efektif
/
Efective Business Actions
Misi
Mission
Strategi Korporasi
VISI, MISI DAN STRATeGI KoRpoRASI
Vision, Mission and Corporate Strategies
Komitmen yang jelas untuk berinvestasi
pada pengembangan sumber daya
manusia untuk meningkatkan kondisi
ketenagakerjaan melalui program
pelatihan, skema insentif dan tunjangan
untuk mewujudkan tingkat produktivitas
yang lebih tinggi
Menegakkan kepatuhan yang ketat
terhadap praktik kesehatan dan
keselamatan
Menerapkan standar praktik terbaik untuk
mencapai kebijakan lingkungan yang
berkesinambungan; dan
Mendukung pengembangan masyarakat
melalui berbagai program sosial yang akan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Mendayagunakan cadangan batubara
dan infrastruktur yang tersedia untuk
mencapai pertumbuhan tingkat produksi
yang berkesinambungan
Menyempurnakan portofolio aset
berkualitas tinggi yang tersedia melalui
akuisisi strategis cadangan batubara
Clear commitment to invest in human
resources development to improve the
condition of the workforce through
training programs, incentive schemes and
benefits in order to realise a higher level
of productivity
Enforce strict adherence to health and
safety practices
Adopt best practice standards to achieve
sustainable environmental policies, and
Foster community development through
various social programs which will
augment the economic prosperity of the
community
Capitalize on existing coal reserves and
infrastructure to deliver sustainable
growth in production levels
Improve current portfolio of high quality
assets through strategic acquisitions of
coal reserves
Etika Tanggung Jawab Sosial
/
Responsible Social Conduct
2012 2011 2010 *)
Laporan Laba Rugi Komprehensif /Statement of Comprehensive Income
Pendapatan / Revenue 1,422,880,281 1,509,261,938 962,386,640
Laba Bruto /Gross Profit 258,732,961 439,845,969 229,048,774
Laba Usaha /Operating Profit 110,705,511 295,071,987 146,179,963
Laba Bersih / Net Income 54,946,917 213,263,465 83,500,289
Laba yang dapat diatribusikan kepada / Proit attributable to:
Pemilik Entitas Induk / Owners of the Parent Entity 56,605,734 208,470,008 79,050,518
Kepentingan Non-Pengendali / Non-Controlling Interests (1,658,817) 4,793,457 4,449,771
Laba komprehensif / Comprehensive income 62,449,087 237,742,065 54,377,942
Laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada /
Comprehensive income attributable to:
Pemilik Entitas Induk / Owners of the Parent Entity 63,778,564 233,277,948 50,063,998
Kepentingan Non-Pengendali / Non-Controlling Interests (1,329,477) 4,464,117 4,313,944
Laba Bersih per Saham Dasar / Basic Earnings per share 0.02 0.06 0.02
Laporan Posisi Keuangan / Statement of Financial Position
Aset Lancar / Current Assets 459,919,524 408,250,639 334,302,546
Aset Tetap / Fixed Assets 327,339,668 221,443,685 211,230,663
Aset Tidak Lancar / Non-Current Assets 1,449,185,464 1,187,996,923 599,056,863
Total Aset / Total Assets 1,909,104,988 1,596,247,562 933,359,409
Liabilitas Jangka Pendek / Current Liabilities 397,472,851 618,637,802 327,559,012
Liabilitas Jangka Panjang / Non-Current Liabilities 803,941,027 257,829,875 265,182,651
Total Liabilitas / Total Liabilities 1,201,413,878 876,467,677 592,741,663
Modal Kerja Bersih / Net Working Capital 62,446,673 (210,387,163) 6,743,534
Ekuitas / Equity 707,691,110 719,779,885 340,617,746
Rasio Keuangan Penting / Main Financial Ratios
Laba Bersih terhadap Aset / Net Income to Assets 2.9% 13.4% 8.9%
Laba Bersih terhadap Ekuitas / Net Income to Equity 7.8% 29.6% 24.5%
Rasio Proitabilitas / Proitability Ratios
Margin Laba Kotor / Gross Profit Margin 18.2% 29.1% 23.8%
Margin Laba Usaha / Operating Profit Margin 7.8% 19.6% 15.2%
Margin Laba Bersih / Net Profit Margin 3.9% 14.1% 8.7%
Likuiditas, Solvabilitas dan Rasio Hutang / Liquidity, Solvency, and Debt Ratios
Aset Lancar terhadap Liabilitas Jangka Pendek /
Current Assets to Current Liabilities 115.7% 66.0% 102.1%
Total Aset terhadap Total Liabilitas /
Total Assets to Total Liabilities 158.9% 182.1% 157.5%
Total Liabilitas terhadap Total Aset /
Total Liabilities to Total Assets 62.9% 54.9% 63.5%
Total Liabilitas terhadap Ekuitas / Total Liabilities to Equity 169.8% 121.8% 174.0%
Hutang Bersih terhadap Ekuitas / Net Debt to Equity 70.0% 32.3% 30.6%
Rasio Eisiensi / Eiciency Ratios
Periode Penagihan Rata-rata / Average Collection Period 22.7 days 18.1 days 27.4 days
Pendapatan terhadap Piutang Usaha / Revenue to Trade Receivables
(Receivable Turnover) 16.1 times 20.2 times 13.3 times
(*) Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 sebelumnya disajikan dalam Rupiah dan telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan. Nilai tersebut telah disajikan kembali oleh manajemen dalam mata uang Dollar AS.
Consolidated statement of comprehensive income, for the year ended 31 December 2010 had been previously presented in Indonesian Rupiah and audited by KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan. The igures have been represented by management to US Dollar.
IKHTISAR KeUANGAN
Financial Highlights
Pendapatan dalam AS$
Laba Usaha dalam AS$
Laba Bersih dalam AS$
Total Aset dalam AS$
Total Liabilitas
dalam AS$
Ekuitas dalam AS$
Operating Proit
in US$
Net Income
in US$
Total Assets
in US$
Revenue
in US$
Total Liabilities
in US$
Equity
in US$
146,179,963
83,500,289
933,359,409
592,741,663
340,617,746
54,946,917
1,909,104,988
1,201,413,878
707,691,110
295,071,987
213,263,465
1,596,247,562
876,467,677
719,779,885
‘10
*)‘10
*)‘10
*)‘10
‘10
‘10
‘11
‘11
‘11
‘11
‘11
‘11
‘12
‘12
‘12
‘12
‘12
‘12
110,705,511
962,386,640
1,422,880,281
INFoRMASI SAHAM peRSeRoAN
Share Information
No Nama Pemegang Saham /
Shareholder Name
Jumlah Saham /
Number of Shares
Persentase /
Percentage (%)
1 Dato’ Dr. Low Tuck Kwong 1,719,695,500 51.59
2 Korea Electric Power Corporation 666,667,000 20.00
3 Enel Investment Holding B.V. 333,333,500 10.00
4 Engki Wibowo 198,695,000 5.96
5 Jenny Quantero 99,497,500 2.98
6 Masyarakat, Manajemen dan Karyawan / Public, Management and Employees 315,445,000 9.47
TOTAL 3,333,333,500 100.00
No Nama Pemegang Saham /
Shareholder Name
Jabatan /
Position
Jumlah Saham /
Number of Shares
Persentase /
Percentage (%)
DEWAN KOMISARIS / BOARD OF COMMISSIONERS
1 Dato’ Dr. Low Tuck Kwong Komisaris Utama / President
Commissioner 1,719,695,500 51.59
2 Ir. Michael Sumarijanto Komisaris /
Commissioner 300,000 0.01
3 Carlos Eizaguirre Komisaris /
Commissioner -
-4 Dr. Ir. Rozik B. Soetjipto Komisaris Independen /
Independent Commissioner -
-5 Djanadi Bimo Prakoso Komisaris Independen /
Independent Commissioner -
-TOTAL SAHAM YANG DIMILIKI OLEH KOMISARIS /
TOTAL SHARES HELD BY COMMISSIONERS 1,719,995,500 51.60
No. Nama Pemegang Saham /
Shareholder Name
Jabatan /
Position
Jumlah Saham /
Number of Shares
Persentase /
Percentage (%)
DIREKSI/BOARD OF DIRECTORS
1 Chin Wai Fong dan / and
Empire Management Corporation
Direktur Utama /
President Director 53,427,000 1.60
2 Lim Chai Hock dan / and
Dynamic Resources Corporation Direktur / Director 88,868,000 2.67
3 Engki Wibowo Direktur / Director 198,695,000 5.96
4 Jenny Quantero Direktur / Director 99,497,500 2.98
5 Russell John Neil Direktur / Director 300,000 0.01
6 Alastair McLeod Direktur / Director 300,000 0.01
7 Low Yi Ngo Direktur / Director 5,694,500 0.17
8 Seungbum Kim Direktur / Director -
-9 Hermanto Suparman Direktur / Director -
-10 R. Soedjoko Tirtosoekotjo Direktur Tidak Terailiasi / Non
Ailiated Director -
-TOTAL SAHAM YANG DIMILIKI OLEH DIREKSI /
Pergerakan Harga dan Volume Perdagangan Saham BAYAN per Kuartal sepanjang 2011-2012 (Rp)
Quarterly Price Movement and Trading Volume of BAYAN during 2011-2012 (IDR)
Harga /
Price
Periode /Period
2011 2012
Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4
Terendah / Lowest 16,750 16,700 20,950 16,900 17,350 11,000 10,700 7,700 Tertinggi / Highest 18,700 23,500 24,100 21,100 18,200 17,950 13,200 12,250 Penutupan / Closing 17,500 23,500 21,150 18,000 17,900 11,700 13,200 8,450 Volume Perdagangan /
Trading Volume 7,449,500 7,962,528 12,989,000 8,553,000 5,260,224 2,427,320 765,597 1,072,189
Jumlah Saham Beredar / Number of Shares Outstanding
3,333,333,500 3,333,333,500 3,333,333,500 3,333,333,500 3,333,333,500 3,333,333,500 3,333,333,500 3,333,333,500
Kapitalisasi Pasar /
Market Capitalization
(*T = Triliun / Trillion)
58.3 T 78.3 T 70.5 T 60.0 T 50.6 T 39.0 T 40.0 T 28.1 T
Pergerakan Harga dan Volume Perdagangan Saham BAYAN /
Price Movement and Trading Volume of BAYAN
Harga Penutupan / Closing Price Rp per Saham / IDR per Share
Volume Perdagangan / Trading Volume Lembar Saham / Shares
5,000
0,000 10,000 15,000 20,000 8,000
9,000 10,000 11,000 12,000 13,000
7,000
6,000
5,000
4,000
3,000
2,000
1,000
0,000
1Q 2Q 4Q
2011
2012
3Q 4Q 1Q 2Q 3Q
7,449,500 7,962,528
12,989,000
8,553,000
2,427,320
765,597 1,072,189 5,260,224
17,500
23,500 21,150
18,000 17,900
11,700
13,200
8,450
(L
emba
r S
aha
m /
Sha
res
)
(D
ala
m R
upiah /
In IDR
28 Mei/May 2012
Bayan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang salah satu keputusan pentingnya adalah menyetujui pembagian Dividen sebesar Rp. 200 per saham.
Bayan held its Annual General Meeting of Shareholders; one of the major resolutions was to approve the dividend declaration of IDR 200 per share.
23 Februari/February 2012
Bayan menandatangani perjanjian jual-beli dengan Thermal Powertech Corporation India (TPCIL), sebuah perusahaan patungan antara Sembcorp Utilities dan Gayatri Energy Ventures (GEVL). Perjanjian tersebut adalah perjanjian untuk pasokan 10 juta MT batubara sub-bituminus ramah lingkungan selama 10 tahun ke depan, yang dimulai pada tahun 2014.
Bayan signed a sales and purchase agreement with Thermal Powertech Corporation India (TPCIL), a joint venture between Sembcorp Utilities and Gayatri Energy Ventures (GEVL). The agreement is for the supply of 10 million MT of sub-bituminous environmentally-friendly clean coal over 10 years commencing in 2014.
10 April 2012
Bayan memperoleh fasilitas pinjaman baru sebesar AS$750 juta dari ANZ, Bank Mandiri, HSBC, SCB, SMBC, JP Morgan Chase Bank dan Natixis untuk membiayai kembali semua utang yang ada, fasilitas talangan, penambahan dana investasi infrastruktur dan pemenuhan modal kerja.
Bayan secured a new debt deal for US$750 million from ANZ, Bank Mandiri, HSBC, SCB, SMBC, JP Morgan Chase Bank and Natixis to reinance all its existing debt, to provide additional debt to partially fund infrastructure investment and working capital requirements.
peRISTIWA peNTING
Significant Events
26 Maret/March 2012
Bayan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan keputusan penting untuk menyetujui tindakan Perseroan menjaminkan atau membebani dengan hak jaminan kebendaan sebagian atau seluruh aset/harta kekayaan Perseroan kepada para kreditur Perseroan.
28 November 2012
Bayan menerima penghargaan dari Warta Ekonomi sebagai Perusahaan Terbaik Indonesia tahun 2012 untuk kategori “The Biggest Growing Equity Mining Company”.
Bayan received an award from Warta Ekonomi as Indonesia’s Best Company 2012 in the category of “The Biggest Growing Equity Mining Company”.
28 November 2012
Bayan mensponsori Program Satu Miliar Pohon Indonesia pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan.
Bayan sponsored the One Billion Indonesian Trees (OBIT) program during Indonesian Tree Planting Day organized by the Ministry of Forestry.
27 November 2012
Bayan menerima pengiriman KFT-2 yang berkapasitas setengah lebih besar dari KFT-1 dan ditujukan untuk melayani pengembangan awal dari proyek Tabang/Pakar.
Bayan took delivery of the KFT-2 which is 50% larger than the KFT-1 and is destined to cater to the initial expansion of the Tabang/Pakar project.
16 Juni/June 2012
Bayan merayakan pengapalan pertama dari dermaga dan pemuat kapal PIK yang baru saja diperbaharui.
LApoRAN DeWAN KoMISARIS
Report From The Board Of Commissioners
Dato’ Dr. Low Tuck Kwong
Komisaris Utama
Para Pemegang Saham yang Terhormat,
Sejak menjadi perusahaan terbuka tahun 2008, Bayan telah memperluas skala dan lingkup operasinya dari memproduksi batubara berkualitas tinggi hingga meningkatkan produksi batubara berkalori rendah dengan biaya produksi lebih murah untuk dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari negara-negara berkembang. Akuisisi Kangaroo Resources Limited (KRL) dan aset-asetnya di Tabang telah memungkinkan Bayan menjual sejumlah besar volume batubara dalam kontrak jangka panjang, terutama kepada para produsen pengguna bahan bakar batubara di pasar Asia. Perseroan juga meningkatkan kapasitas infrastrukturnya dengan membeli loating transfer barge (KFT-2) tambahan untuk mendukung target pertumbuhan produksi proyek Tabang dan Pakar dalam beberapa tahun mendatang serta dengan memperluas dermaga PIK untuk mengubahnya dari fasilitas pemuat tongkang menjadi pemuatan kapal, sehingga membantu mengurangi biaya logistik dan transportasi.
Dengan skala, lingkup dan keragaman operasi tersebut, kami memiliki portofolio yang mampu menjawab tantangan dari kelesuan pasar dan akan menghasilkan performa yang baik selama pemulihan pasar.
Pada tahun 2012, kami memperoleh pinjaman terbesar sejauh ini, yaitu fasilitas pinjaman sebesar AS$750 juta untuk membiayai kembali fasilitas Club Deal dan Bridging Bayan sebelumnya. Transaksi ini memperpanjang tanggal jatuh tempo kewajiban keuangan kami sehingga lebih sesuai dengan pertumbuhan produksi Perseroan. Selain itu, transaksi ini juga memungkinkan kami berinvestasi dan mengembangkan infrastruktur di lokasi tambang, baik yang baru maupun lama, sejalan dengan bertumbuhnya Perseroan.
Suatu kebanggaan bagi kami dapat menerima penghargaan dari Warta Ekonomi sebagai Perusahaan Terbaik Indonesia tahun 2012 dalam kategori The Biggest Growing Equity Mining Company. Pengakuan ini memotivasi kami untuk terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan transparansi. Selain itu, Perseroan juga bangga dapat berpartisipasi dalam Program Satu Miliar Pohon Indonesia yang diselenggarakan pemerintah sebagai sponsor utama dalam kegiatan penanaman pohon nasional.
Kami tetap berkomitmen untuk mengintegrasikan pembangunan berkesinambungan ke dalam proses bisnis kami dan menerapkan praktik terbaik serta standar tata kelola perusahaan yang tinggi dalam kegiatan pertambangan kami.
Dear Shareholders,
Since its public listing in 2008, Bayan has expanded its scale and scope of operations from producing high quality coal to amassing low CV coal that comes with low production costs with the anticipation of supplying the growing demand of emerging countries. The acquisition of Kangaroo Resources Limited (KRL) combined with its existing Tabang assets have allowed Bayan to commit substantial volumes of long term of-take agreements, principally with coal ired power producers in the Asian markets. The Company also increased its infrastructure capacity by purchasing an additional loating transfer barge (KFT-2) to support the rapid growth targets of the Tabang and Pakar projects in the next few years as well as extending the PIK jetty to convert it into a ship loading facility from a barge loader which provides cost reductions in logistics and transportation.
Given the scale, scope, and diversity of our operations, we have a portfolio that is able to meet the challenges of market downturns and will perform well in the course of market upswings.
In 2012, we secured our largest debt deal to date; a debt facility of US$750 million which reinanced Bayan’s previous Club Deal and Bridging facility. This extended the maturity of our inancial obligation to be more aligned with the production growth of the Company. In addition, it further enabled us to invest in and develop the infrastructure of the mine sites, both current and new ones, as we continue to grow.
Bayan is pleased to receive an award from Warta Ekonomi as Indonesia’s Best Company in 2012 in the category of “The Biggest Growing Equity Mining Company”. This recognition motivates us to continue to improve performance and enhance transparency. Together with this, the Company is proud to have participated in the “One Billion Indonesian Trees Program” organized by the government as the main sponsor in the national tree-planting event.
Pada tahun berjalan, kami juga menyambut Bapak Seungbum Kim yang menggantikan Bapak Kim Young Seng sebagai wakil KEPCO dalam Direksi. Kehadiran Bapak Kim telah memperkuat dan memperluas kemitraan Bayan dan KEPCO. Kami juga menyambut Bapak Hermanto Suparman yang memiliki pengalaman luas di bidang keuangan dan perpajakan, yang merupakan kontribusi bernilai bagi Direksi.
Menjelang semester kedua tahun 2012, perkembangan harga batubara menyiratkan bahwa masa-masa kenaikan harga batubara, permintaan tinggi dan pasokan tidak stabil tengah menurun. Ketidakpastian ekonomi di Eropa dan AS tidak saja mempengaruhi permintaan batubara, tetapi juga berpengaruh buruk pada pasar-pasar lainnya. Selain itu, kebijakan pemerintah untuk menghambat tekanan inlasi, khususnya di China dan India, memicu penurunan tingkat pertumbuhan. Pasar-pasar yang baru tetap bermunculan, meskipun tidak dengan laju yang tinggi seperti di tahun-tahun terakhir.
Meskipun demikian, kami yakin ini hanyalah penurunan sementara dalam kecenderungan jangka menengah hingga panjang, sehingga kami tetap optimis. Prospek batubara tetap cerah dan akan terus menjadi sumber energi utama dunia. Dengan berlanjutnya urbanisasi dan industrialisasi ekonomi Asia, energi akan menjadi semakin penting. Sebagian besar populasi yang semakin bertambah tinggal di kota-kota tempat pembangkit listrik berperan penting dalam kesejahteraan ekonomi.
Batubara memiliki skala dan kesinambungan untuk memenuhi permintaan energi yang besar tersebut karena tersedia luas, mudah diangkut dan hemat biaya. Produksi listrik bertenaga batubara diperkirakan akan tumbuh sangat pesat untuk memenuhi kebutuhan miliaran penduduk yang tidak memiliki akses listrik memadai.
Berdasarkan keadaan inilah kami tetap berfokus pada pemanfaatan infrastruktur dan aset yang ada untuk semakin memperkuat daya saing kami. Kami termotivasi untuk terus memperluas produksi ke proyek-proyek yang menghasilkan laba tertinggi.
Kesuksesan Bayan didukung oleh praktik-praktik terbaik yang dipatuhi dan diterapkan Direksi. Kami yakin Perseroan di bawah arahan Direksi berpeluang baik mengelola dinamika masa depan.
Dewan Komisaris puas dengan langkah-langkah yang diambil Direksi demi kepentingan terbaik Perseroan dan para pemegang saham serta keberhasilan mereka dalam memenuhi harapan, menangani berbagai tantangan secara efektif, dan terus membangun landasan yang kokoh untuk pertumbuhan berkesinambungan.
During the course of the year, we welcomed Mr. Seungbum Kim who succeeded Mr. Kim Young Seng as KEPCO’s representative on the Board of Directors. Mr Kim’s presence has reinforced and further enhanced the partnership between Bayan and KEPCO. We also welcomed Mr Hermanto Suparman who has extensive experience in inance and tax-related issues making him a valuable addition to the Board of Directors.
Towards the second half of 2012, developments in coal prices suggest that the period of escalating coal prices, robust demand, and intermittent supply is going through a downturn. The economic uncertainty in Europe and the US has not only impacted coal demand, but it created contagion to other markets. Combined with this, government policies to curb inlationary pressure, principally in China and India, triggered the rate of growth to decelerate. Emerging markets continue to grow albeit not at the same pace as we have seen in recent years.
However, we believe this is only a short term dip within the medium to longer term trend which remains encouraging. Coal prospects are robust and will continue to be a key global energy source. As the urbanization and industrialization of Asian economies continue to scale unprecedented heights, energy will be even more vital. The vast majority of an ever increasing population lives in cities where electricity generation is essential to economic prosperity.
Coal has the scale and sustainability to meet the enormous demand for energy. It is widely available, easy to transport, and cost efective. Coal power generation is forecast to grow exponentially to accommodate billions of people who have insuicient access to electricity.
It is against this backdrop that we remain focused in utilizing existing infrastructure and assets to further strengthen our competitive advantage. We are driven to continue expanding our production to projects with the highest returns.
The success of Bayan is underpinned by best practices adhered to and implemented by the Board of Directors. We believe the Company is well positioned under the direction of the Board of Directors to manage the dynamics of the future.
Atas nama Dewan Komisaris / On behalf of the Board Of Commissioners
Dato’ Dr. Low Tuck Kwong Komisaris Utama / President Commissioner Atas nama Dewan Komisaris, saya ingin mengucapkan
terima kasih kepada Direksi dan semua manajemen dan staf atas upaya dan dedikasi mereka kepada Perseroan.
Terima kasih atas minat dan dukungan Anda yang terus-menerus kepada Bayan.
On behalf of the Board of Commissioners, I would like to express our appreciation to the Board of Directors and all the management and staf for their eforts and dedication to the Company.
Report From The Board Of Directors
LApoRAN DIReKSI
Eddie Chin Wai Fong
Direktur Utama
Para Pemegang Saham yang Terhormat,
Bayan mengawali semester pertama tahun 2012 dengan baik. Harga jual rata-rata adalah AS$96,08/MT, yang di antaranya terdiri dari sejumlah kontrak yang diadakan menjelang akhir tahun 2011. Perseroan berhasil menjual sejumlah besar produksinya dalam kontrak jangka panjang dengan volume signiikan.
Bayan juga menandatangani perjanjian pinjaman sebesar AS$750 juta pada bulan April 2012. Proyek-proyek penting pada tahun tersebut meliputi penyelesaian perluasan dermaga PIK, penyerahan KFT-2, dan dimulainya tahap pertama pembangunan infrastruktur proyek Tabang dan Mamahak.
Pada semester kedua tahun 2012, langkah-langkah untuk memperketat kebijakan keuangan dan menghambat tekanan inlasi dijalankan secara penuh, sehingga efektif mengurangi laju pertumbuhan khususnya di China dan India. Selain itu, krisis ekonomi berkepanjangan di Eropa dan AS yang tidak kunjung terselesaikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global dan pasar-pasar penting.
Namun pasokan batubara yang pulih dari berbagai gangguan lebih cepat daripada perkiraan melampaui antisipasi pertumbuhan permintaan. Akibatnya, terjadi kelebihan pasokan dan tingkat persediaan tinggi yang menyebabkan penurunan tajam harga batubara.
Bayan mengambil langkah-langkah untuk memastikan marjin dipertahankan sedapat mungkin dengan mengurangi biaya dan menurunkan jumlah pasokan. Menjelang semester kedua tahun 2012, Perseroan merevisi perencanaan tambang di semua lokasi untuk mencapai rasio pengupasan tanah yang lebih rendah. Armada peralatan didemobilisasikan atau dinonaktifkan sementara jam kerja dikurangi untuk merampingkan operasi tambang. Kami bernegosiasi ulang dan bekerja sama dengan para subkontraktor kami untuk mengurangi jumlah produksi agar sesuai dengan revisi rencana tambang. Semua upaya gabungan dan koordinasi yang baik antara Grup dan para subkontraktornya selama jangka waktu ini telah semakin memperkuat kemitraan jangka panjang kami.
Proitabilitas Bayan sangat terpengaruh dengan peristiwa-peristiwa eksternal ini. Total pendapatan berjumlah AS$ 1.422,9 juta atau 5,7% lebih rendah dibandingkan tahun lalu karena harga jual rata-rata yang lebih rendah, yaitu AS$ 88,60 / MT dibandingkan harga jual rata-rata tahun 2011 senilai AS$ 98,5 / MT, meskipun penurunan ini terimbangi dengan volume penjualan yang sedikit lebih tinggi. Laba bersih berjumlah AS$ 54,9 juta atau lebih rendah 74,2% daripada tahun 2011.
Meskipun dengan latar belakang ketidakpastian pasar tersebut, Perseroan mampu memproduksi 16.3 juta MT pada tahun 2012 atau masih lebih tinggi 4,5% daripada produksi batubara tahun 2011 yaitu 15,6 juta MT. Namun angka ini masih lebih rendah daripada target.
Dear Shareholders,
Bayan started strong in the irst half of 2012. The average selling price was US$ 96.08 / MT which was supported by committed contracts entered into in the latter part of 2011. The Company had signiicant long term volume commitments locked in for a large portion of its production.
In addition, Bayan signed a loan agreement for US$750 million in April 2012. Major projects for the year included the completion of the PIK Jetty Extension; delivery of the KFT-2; and commencement of the infrastructure developments in the Tabang and Mamahak projects.
During the second half of 2012, measures to tighten monetary policies and restrain inlationary pressures were in full swing which efectively decelerated the rate of growth especially in China and India. Alongside this, the prolonged economic crisis in Europe and the US remained unresolved which, in turn, continued to afect global economic growth and key markets.
Coal supply, however, having recovered from various disruptions sooner than expected exceeded the anticipated growth in demand. Consequently, an oversupply situation arose and high inventory resulted which led to a signiicant drop in coal prices.
Bayan is undertaking actions to ensure margins are preserved, to the extent possible, by cutting cost and scaling back supply. During the second half of 2012, the Company revised the mine plan of all the sites to achieve a lower stripping ratios. Fleets of equipment were demobilized or made idled as work schedules were reduced to streamline mining operations. We renegotiated and worked with our sub contractors to decrease production volumes on overburden to be in line with the revised mine plan. We are pleased to say that the combined eforts and close coordination of the Group with the sub contractors during this period has further strengthened the long term partnerships we have.
Bayan’s proitability was impacted to a large extent by these external events. Total revenues were US$ 1,422.9 million which was 5.7% lower compared to the previous year as a result of lower average selling price at US$ 88.60 / MT compared to the 2011 average selling price at US$ 98,5 / MT albeit partially ofset by slightly higher sales volume. Net income was US$ 54.9 million which was lower by 74.2% compared 2011.
Bayan berkomitmen untuk menerapkan praktik terbaik dalam setiap aspek bisnis Perseroan. Pendekatan kami pada kelestarian lingkungan tetap menjadi landasan penting dalam menjalankan usaha. Pengelolaan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan dari operasi dan kegiatan tambang tetap menjadi prioritas Perseroan.
Bayan mendapatkan kehormatan menjadi sponsor utama program Penanaman Satu Miliar Pohon Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan, yang mendemonstrasikan komitmen kami pada pelestarian lingkungan.
Selama tahun 2012, Bayan menerima berbagai penghargaan di bidang lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah. Saya terutama ingin menyoroti prestasi PT Wahana Baratama Mining (WBM), yang menerima penghargaan ADITAMA (Emas), dan PT Firman Ketaun Perkasa (FKP) serta PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP), yang menerima penghargaan PRATAMA (Perunggu) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam.
Selain itu, PT Dermaga Perkasapratama (DPP) dan PIK juga telah menerima sertiikasi ulang ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001 untuk periode 2013-2015.
Bayan Group terus mengkaji dan melaksanakan praktik-praktik tata kelola perusahaan yang baik di semua bidang usahanya. Upaya-upaya ini telah diakui industri pertambangan melalui berbagai penghargaan yang telah kami terima sebagai perusahaan terbuka. Kami mendapat kehormatan menerima penghargaan dari majalah Warta Ekonomi sebagai Perusahaan Terbaik Indonesia tahun 2012 untuk kategori “The Biggest Growing Equity Mining Company”.
Saya juga hendak memanfaatkan kesempatan ini untuk menyambut hangat di jajaran Direksi kehadiran Bapak Seungbum Kim, yang menggantikan Bapak Kim Young Saeng sebagai wakil KEPCO, dan Bapak Hermanto Suparman yang memiliki pengetahuan luas di bidang keuangan dan perpajakan. Saya yakin para anggota baru Direksi ini akan lebih mendorong kami untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang baik.
Tinjauan dan Prospek
Untuk tahun 2013, kami yakin kelebihan pasokan akan berlanjut selama semester pertama. Kami juga mengantisipasi peningkatan produksi yang tidak terlalu tinggi. Dengan pemulihan yang diharapkan terjadi pada tahun 2013, kami memperkirakan semester kedua tahun 2012 sebagai titik terendah pasar dan bahwa harga pasar akan menunjukkan tanda-tanda peningkatan pada semester kedua tahun 2013.
Bayan has a commitment to implement best practices in all aspects of its business. Our approach to sustainability continues to be fundamental to the way we conduct business. Managing the social, economic, and environmental impacts of the mining operations and activities remain the Company’s priority.
Bayan was privileged to be the main sponsor of the One Billion Indonesian Trees event organized by the Ministry of Forestry which demonstrates our commitment to the environment.
In the course of the year, Bayan received various environmental awards from the Ministry of Environment and local government. I would like to highlight in particular that PT Wahana Baratama Mining (WBM) received the ADITAMA (Gold) award and both PT Firman Ketaun Perkasa (FKP) and PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP) received the PRATAMA (Bronze) award from the Ministry of Energy and Natural Resources.
Further, PT Dermaga Perkasapratama (DPP) and PIK received recertiication for ISO 9001, ISO 14001, and OHSAS 18001 for the period of 2013-2015.
The Group continues to review and implement good corporate governance practices in all our businesses. These eforts have been given recognition by the industry through the awards that we have received as a listed company. We were pleased to receive an award from Warta Ekonomi as Indonesia’s Best Company in 2012 in the category of “The Biggest Growing Equity Mining Company”.
I would also like to take this opportunity to warmly welcome to our Board of Directors, Mr. Seungbum Kim who succeeded Mr. Kim Young Seng as KEPCO’s representative and Mr Hermanto Suparman who has an in depth knowledge in inance and tax. I am conident that the new members in our Board will further enhance our drive to implement good business practices.
Outlook and Prospects
Atas nama Direksi / On behalf of the Board Of Directors
Eddie Chin Wai Fong
Direktur Utama / President Director
Bayan continues to be optimistic that in the medium to long term coal prospects will remain robust. The fundamentals underpinning the urbanization and industrialization of China, India and other emerging countries will continue to represent the major share of the demand growth of coal. We believe that market corrections will lead to longer and healthier rebound in coal prices in the medium term.
In the interim, prudent measures are implemented to reduce capital spending to essential expenditure. However, expansionary capex at the Tabang site will continue to be implemented in three phases over 2013 to 2015 in order to expand capacity suicient to meet the increasing demand for coal. Hence, the main project for 2013 is the infrastructure development of the Tabang project which includes haul road, stockpiles and barge loader.
We have experienced tremendous volatility in the coal market in the last few years. With each peak and trough, I feel more conident that the management team and staf have the skills and determination to face the challenges and seize any opportunities created by the current economic conditions.
Together with the Board of Directors, I wish to express our appreciation to the Board of Commissioners, stakeholders, shareholders, the public and government at all levels for their contribution and continued support.
More importantly, I would like to thank the management and employees of Bayan for their dedication and hard work in 2012.
Bayan tetap optimis bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, prospek batubara akan tetap cerah. Berbagai hal fundamental yang mendukung urbanisasi dan industrialisasi China, India dan negara-negara berkembang lainnya akan tetap merepresentasikan sebagian besar pertumbuhan permintaan batubara. Kami yakin koreksi pasar akan menyebabkan pemulihan harga batubara yang lebih lama dan sehat dalam jangka menengah.
Sementara itu, berbagai langkah bijaksana dilakukan untuk membatasi belanja modal pada pengeluaran penting. Namun, belanja modal untuk ekspansi lokasi Tabang akan tetap dilakukan dalam tiga tahap dari tahun 2013 hingga 2015 untuk memperluas kapasitas agar memadai untuk memenuhi permintaan batubara yang semakin bertambah. Karena itu, proyek utama tahun 2013 adalah pembangunan infrastruktur proyek Tabang yang mencakup jalan pengangkutan, tempat penimbunan dan pemuat tongkang.
Kami telah mengalami gejolak luar biasa dalam pasar batubara selama beberapa tahun terakhir. Dengan setiap pasang dan surutnya, saya semakin yakin tim manajemen dan staf memiliki keahlian dan tekad untuk menghadapi berbagai tantangan dan meraih setiap kesempatan yang diciptakan kondisi ekonomi saat ini.
Bersama Direksi, saya hendak mengucapkan terima kasih kepada Dewan Komisaris, para pemangku kepentingan, para pemegang saham, publik dan pemerintah di semua tingkatan atas kontribusi dan dukungan mereka yang berkelanjutan.
Company Profile
pRoFIL peRUSAHAAN
Riwayat Singkat Perseroan
Sejarah Bayan dimulai pada bulan November 1997 saat memperoleh konsesi tambang batubara pertamanya untuk cadangan Muara Tae di Kalimantan Timur melalui akuisisi GBP oleh para pemegang saham pendiri.
Sejak itu, sejumlah konsesi baru telah diakuisisi melalui serangkaian transaksi yang sebagian besar telah diselesaikan pada tanggal 31 Maret 2008. Konsesi-konsesi ini dikonsolidasikan untuk mendirikan Bayan Group.
Perseroan didirikan pada tanggal 7 Oktober 2004 dan pada bulan Agustus 2006 diubah dari perusahaan non-investasi menjadi perusahaan terbatas di bidang investasi dalam negeri berdasarkan undang-undang Republik Indonesia. Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada bulan Agustus 2008.
Sejak tahun 2008, Perseroan terus melakukan ekspansi. Ekspansi terpenting terjadi tahun 2011 dengan akuisisi mayoritas saham di KRL dan 14 konsesi pertambangannya.
Kegiatan Usaha Bayan Group
Bayan merupakan produsen batubara dengan operasi pertambangan, pengolahan dan logistik batubara terpadu. Perseroan bergerak dalam usaha pertambangan terbuka/ surface open cut untuk batubara thermal. Produksi batubaranya meliputi berbagai jenis batubara, di antaranya batubara ramah
Brief History of the Company
Bayan’s history dates back to November 1997, when its irst coal mining concession was obtained for the Muara Tae reserve in East Kalimantan with the acquisition of GBP by the founding shareholders.
Since then, a number of new concessions were acquired and through a series of transactions, they were substantially completed by 31 March 2008. The concessions were consolidated and the Bayan Group was established.
The Company was established on 7 October 2004 and in August 2006, was converted from a non-investment company into a domestic investment limited liability company under the laws of Indonesia Republic. Thereafter, the Company was listed on the Indonesia Stock Exchange in August 2008.
Since 2008, the Company has continued to expand, most notably in 2011 with the acquisition of a majority shareholding in KRL and its 14 mining concessions.
Bayan Group Business Activities
Bayan juga memiliki dan mengoperasikan infrastruktur pemuatan batubara. Pada tahun 1998, Perseroan mengambil alih saham mayoritas atas BCT, yang saat itu memiliki kapasitas 2,5 juta MT per tahun. Pada tahun 2007, tahap ketiga ekspansi BCT diselesaikan sehingga meningkatkan kapasitas dari 9,0 juta MT hingga 15,0 juta MT per tahun.
Pada bulan September 2008, Bayan membeli KFT-1, yang diperuntukkan bagi Proyek WBM dan memungkinkan Perseroan melayani kapal hingga ukuran Capesize di wilayah Kalimantan Timur dan Selatan. Bayan juga membeli KFT-2 pada kuartal keempat tahun 2012, yang akan digunakan untuk proyek Tabang/Pakar.
Area Konsesi
Melalui berbagai perusahaan, Bayan memegang hak eksklusif untuk menambang batubara berdasarkan lima (5) PKP2B, tiga belas (13) IUP dan empat (4) IUP tambahan setelah penyelesaian transaksi IBU/KRL. Total area konsesi setelah penyelesaian transaksi tersebut akan menjadi seluas 143.584 hektar, yang berlokasi di Kalimantan Timur dan Selatan. Peta dan tabel berikut ini menggambarkan lokasi, luas dan tahapan area konsesi serta lokasi Balikpapan Coal Terminal per tanggal 31 Desember 2012.
Bayan also owns and operates coal loading infrastructure. In 1998, the company acquired a controlling interest in the BCT, at which time the BCT had a throughput capacity of 2.5 million MT per annum. In 2007, the third phase of expansion of the BCT was completed, increasing throughout capacity from 9.0 million MT per annum to 15.0 million MT per annum.
In September 2008, Bayan purchased the KFT-1, which was dedicated to the WBM Project and can service up to Capesize vessels in East and South Kalimantan regions. Bayan also purchased in the last quarter of 2012 KFT-2 which will be dedicated to the Tabang/Pakar project.
Concession Areas
Tabel Ringkasan Informasi Konsesi Bayan Group /
Summary of Bayan Group Concessions
Proyek / Project
Perusahaan
GBP PKP2B Generasi
ke 2 /
2nd Generation CCOW
Eksploitasi / Exploitation
24.055 Kalimantan Timur / East Kalimantan
Wahana WBM PKP2B Generasi
ke 3 /
3rd Generation CCOW
Eksploitasi / Exploitation
7.811 Kalimantan Selatan / South Kalimantan
Perkasa PIK PKP2B Generasi
ke 3 /
3rd Generation CCOW
Eksploitasi / Exploitation
20.037 Kalimantan Timur / East Kalimantan
Teguh TSA PKP2B Generasi
ke 3 /
3rd Generation CCOW
Eksploitasi / Exploitation
5.838 Kalimantan Timur / East Kalimantan
Firman FKP PKP2B Generasi
ke 3 /
3rd Generation CCOW
Eksploitasi / Exploitation
12.710 Kalimantan Timur / East Kalimantan
Tabang FSP IUP Eksploitasi /
Exploitation
3.774 Kalimantan Timur / East Kalimantan
BT IUP Eksploitasi /
Exploitation
3.015 Kalimantan Timur / East Kalimantan
BAS IUP Eksplorasi /
Exploration
4.025 Kalimantan Timur / East Kalimantan
Pakar TJ IUP Eksplorasi
/ Exploration
5.000 Kalimantan Timur / East Kalimantan
SK IUP Eksplorasi
/ Exploration
4.996 Kalimantan Timur / East Kalimantan
OM IUP Eksplorasi
/ Exploration
1.061 Kalimantan Timur / East Kalimantan
TA *** IUP Eksplorasi
/ Exploration
5.000 Kalimantan Timur / East Kalimantan
SA IUP Eksplorasi
/ Exploration
2.364 Kalimantan Timur / East Kalimantan
DE IUP Eksplorasi
/ Exploration
3.784 Kalimantan Timur / East Kalimantan
BS ** IUP* Eksplorasi
/ Exploration
4.595 Kalimantan Timur / East Kalimantan
AU ** IUP* Eksplorasi
/ Exploration
4.996 Kalimantan Timur / East Kalimantan
CA ** IUP* Eksplorasi
/ Exploration
Proyek / Project
Perusahaan Pemilik Konsesi/
Concession Holder Company
Tipe Konsesi /
Type of Concession
Fase / Phase
Area Konsesi /
Concession Area (Ha.)
Lokasi /Location
Mamahak MCM IUP Eksploitasi
/ Exploitation
4.996 Kalimantan Timur / East Kalimantan
BKL IUP Eksplorasi
/ Exploration
7.000 Kalimantan Timur / East Kalimantan
MEL IUP Eksplorasi
/ Exploration
5.000 Kalimantan Timur / East Kalimantan
MBE IUP Eksplorasi
/ Exploration
5.000 Kalimantan Timur / East Kalimantan
GPK IUP Eksplorasi
/ Exploration
5.060 Kalimantan Timur / East Kalimantan
143.584
1. *** Konsesi dalam proses pengalihan ke KRL / Concessions in progress to be transferred to KRL. 2. ** Konsesi dalam proses pengalihan ke Bayan / Concessions in progress to be transferred to Bayan. 3. * Konsesi dalam proses konversi ke IUP / Concessions in progress to be converted to IUP.
Catatan
PKP2B : Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Penambangan Batubara atau sebelumnya dikenal sebagai Kontrak Kerjasama Batubara (KKSB) adalah Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kontraktor pengusahaan dan pertambangan batubara.
Izin Usaha Pertambangan (IUP): Izin yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat atau Daerah) untuk kegiatan penambangan kepada perusahaan yang memenuhi persyaratan yang ditentukan berdasarkan UU no.4 Tahun 2009. Tahap-tahap IUP adalah IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi.
Note:
CCOW : Work Agreement on Coal Mining Enterprises or previously known as Coal Contract of Work or Cooperation Agreement is a Contract between the Government of Republic of Indonesia and the Contractor for exploitation and mining.
Corporate Structure
STRUKTUR KoRpoRASI
Nama, Jenis Usaha dan Persentase Kepemilikan Langsung dan Tidak Langsung Perseroan pada Entitas Anak /
Name, Business Activities and Company’s Direct and Indirect Ownership in Subsidiaries
No. Nama Perusahaan /
Company’s Name
Jenis Usaha/ Business Activities
Persentase Kepemilikan / Ownership (%)
Status
1 PT Dermaga Perkasapratama (DPP) Jasa Bongkar Muat Batubara / Coal Handling Services 87.40 Aktif / Active
2 PT Indonesia Pratama (IP) Perdagangan, Jasa Kontraktor Pertambangan /
Trading, Mining Contractor 100.00 Aktif / Active
3 PT Perkasa Inakakerta (PIK) Pertambangan Batubara/ Coal Mining 100.00 Eksploitasi / Exploitation
4 PT Wahana Baratama Mining (WBM) Pertambangan Batubara/ Coal Mining 100.00 Eksploitasi / Exploitation
5 PT Bayan Energy (BE) Pertambangan, Pengangkutan Dan Konstruksi /
Mining, Transportation And Construction 99.99 Aktif / Active
6 PT Firman Ketaun Perkasa (FKP) Pertambangan Batubara / Coal Mining 100.00 Eksploitasi / Exploitation
7 PT Teguh Sinarabadi (TSA) Pertambangan Batubara / Coal Mining 100.00 Eksploitasi / Exploitation
8 PT Metalindo Prosestama (MP) Investasi Pada Entitas Anak / Investment In Subsidiary 95.20 Aktif / Active
9 PT Fajar Sakti Prima (FSP) Pertambangan Batubara / Coal Mining 90.00 Eksploitasi / Exploitation
10 PT Bara Tabang (BT) Pertambangan Batubara / Coal Mining 90.00 Eksploitasi / Exploitation
11 PT Brian Anjat Sentosa (BAS) Pertambangan Batubara / Coal Mining 100.00 Eksplorasi / Exploration
12 PT Muji Lines (Muji) Pelayaran / Shipping 100.00 Aktif / Active
13 PT Gunungbayan Pratamacoal (GBP) Pertambangan Batubara / Coal Mining 92.70 Eksplorasi / Exploitation
14 Kangaroo Resources Limited (KRL) Investasi Pada Entitas Anak / Investment In Subsidiary 56.05 Aktif / Active PT Bayan Resources Tbk
99.90%
99.90% 56.05%
100%
100% 100% 99% 99% 99% 99%
99% 99% 99% 99%
90% 90% 75% 75%
25 % 25 % 0,10 %
PT Bayan Energy
PT Tiwa Abadi PT Bara Tabang
Kangaroo Minerals
Pty Ltd
Kangaroo Resources (Singapore Pte
Ltd)
PT Tanur Jaya PT Karsa
Optima Jaya
PT Mamahak Coal Mining
PT Mahakam Energi Lestari PT Bara
Karsa Lestari
PT Mahakam Bara Energi PT Silau Kencana PT Orkida
Makmur PT Fajar
Sakti Prima
PT Perkasa Inakakerta
PT Teguh Sinarabadi
PT Brian Anjat Sentosa
Kangaroo Resources
Coal Mining Company
Invesment in Subsidiary Shipping Company
Coal Handling Services
Investment Holding Trade and Service 25%
75%
25% 75%
99%
25% 75%
99% 99.99% 97.39%
25%
75% 62.42% 95.24%
25%
PT Sumber Api PT Dermaga Energi
PT Sumber Aset Utama PT Firman
Ketaun Perkasa PT Muji Lines
PT Indonesia Pratama
PT Metalindo Prosestama
PT Gunungbayan Pratamacoal PT Wahana
Baratama Mining
PT Dermaga Perkasapratama
No. Nama Perusahaan /
Company’s Name
Jenis Usaha/ Business Activities
Persentase Kepemilikan / Ownership (%)
Status
15 Kangaroo Minerals Pty Ltd (KM AUS) Investasi Pada Entitas Anak / Investment In Subsidiary 56.05 Aktif / Active
16 Kangaroo Resources Singapore Pte Ltd Investasi Pada Entitas Anak / Investment In Subsidiary 56.05 Aktif / Active
17 PT Tanur Jaya (TJ) Pertambangan Batubara / Coal Mining 55.49 Eksplorasi / Exploration
18 PT Silau Kencana (SK) Pertambangan Batubara / Coal Mining 55.49 Eksplorasi / Exploration
19 PT Orkida Makmur (OM Pertambangan Batubara / Coal Mining 55.49 Eksplorasi / Exploration
20 PT Tiwa Abadi (TA) Pertambangan Batubara / Coal Mining 100 Eksplorasi / Exploration
21 PT Sumber Api (SA) Pertambangan Batubara / Coal Mining 55.49 Eksplorasi / Exploration
22 PT Dermaga Energi (DE) Pertambangan Batubara / Coal Mining 55.49 Eksplorasi / Exploration
23 PT Sumber Aset Utama (SAU) Perdagangan , Jasa Kontraktor Pertambangan / Trading,
Mining Contractor 56.05 Aktif / Active
24 PT Karsa Optima Jaya (KOJ) Investasi Pada Entitas Anak / Investment in Subsidiary 56.05 Aktif / Active
25 PT Mamahak Coal Mining (MCM) Pertambangan Batubara / Coal Mining 55.49 Eksploitasi / Exploitation
26 PT Bara Karsa Lestari (BKL) Pertambangan Batubara / Coal Mining 55.49 Eksplorasi / Exploration
27 PT Mahakam Energi Lestari (MEL) Pertambangan Batubara / Coal Mining 55.49 Eksplorasi / Exploration
Balikpapan
Pembiayaan Korporasi / Corporate Finance Manusia / Human
Resources Akunting / Accounting
Pengembangan Usaha / Business Development Eksternal / External Financial Reporting
Analisa Manajemen / Mangement Analysis Administrasi / General Afairs
Direktur Utama /
President Director Director of Corporate
Afairs
Direktur Pengembangan Bisnis
/ Director of Business Development Direktur Penjualan &
Pemasaran / Director of Sales &
Marketing
Internal Audit / Internal Audit
HSE / HSE Perencanaan
Tambang / Mine Planning
Manajemen Risiko /
Risk Management Tata Kelola Perusahaan / Corporate
Governance
Hukum / Legal CSR / CSR Perizian & Pelaporan
Tambang / Licence &
Mine Reporting Perpajakan /
Taxation
Engineering / Engineering
Pembelian / Purchasing Direktur Kesehatan,
Keselamatan & Lingkungan / Director of Health, Safety &
Environment
Direktur Manajemen Risiko
/ Director of Risk Management Direktur
Perencanaan / Director of Planning
Direktur Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan / Director
Tax and Corporate Governance Komite Audit /
Audit Committee Komite
Manajemen Risiko / Risk Management
Committee
Profile Of The Board Of Commissioners
Dato' Dr. Low Tuck Kwong
Komisaris Utama / President Commissioner 64 tahun, Warga Negara Indonesia / 64 years of age, Indonesian Citizen
Dato’ Dr. Low Tuck Kwong merupakan pendiri Bayan Group dan pemegang saham pengendali Perseroan. Beliau baru-baru ini ditunjuk kembali sebagai Komisaris Utama pada bulan Mei 2012 setelah sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama sejak bulan Maret 2008. Dato' Low adalah Direktur Utama sebagian besar anak perusahaan dalam Bayan Group. Pendidikan terakhirnya adalah Diploma di bidang Teknik Sipil dari Japan Institute. Beliau dianugerahi gelar Doktor HC dari Universitas Notre Dame of Dadiangas di Filipina pada tanggal 17 Maret 2012.
Dato’ Dr. Low Tuck Kwong is the principal founder of the Bayan Group and the controlling shareholder of the Company. He was recently re-appointed as the President Commissioner of the Company in May 2012 after previously occupying the same position since March 2008. Dato' Low is the President Director of the majority of the subsidiary companies in the Group. He has a Diploma in Civil Engineering from the Japan Institute and was awarded a Doctoral Honorary degree from the University of Notre Dame of Dadiangas, Phillippines, on 17 March 2012.
pRoFIL DeWAN KoMISARIS
1
5
4
1
2
3
Ir. Michael Sumarijanto
Komisaris / Commissioner
69 tahun, Warga Negara Indonesia / 69 years of age, Indonesian Citizen
Bapak Ir. Michael Sumarijanto ditunjuk kembali sebagai Komisaris Perseroan pada bulan Mei 2012 setelah sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan dari bulan Februari 2007 hingga Maret 2008 dan sebagai Komisaris Perseroan dari Maret 2008 hingga Mei 2012. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama di PIK dan GBP serta Komisaris di FKP dan TSA sejak bulan September 2010. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua dan Direktur
Non-2
Carlos Eizaguirre
Komisaris / Commissioner 51 tahun, Warga Negara Spanyol / 51 years of age, Spanish Citizen
Bapak Carlos Eizaguirre diangkat sebagai Komisaris Perseroan untuk kedua kalinya pada bulan Mei 2012. Beliau pernah menjabat sebagai Head of Fuels untuk Unit Energy Management Enel SPA sejak bulan Oktober 2010. Sebelum ini, beliau bekerja di Endessa Shell Energy Europe dan Gamesa Energia. Bapak Eizaguirre meraih gelar Masters of Chemical Engineering, Reining Process dan Petroleum Studies dari Algeciras Reinery (CEPSA) pada tahun 1988 serta Master in Energy Technology dari E.T.S.I. Madrid pada tahun 1991.
Mr Carlos Eizaguirre was re-appointed as the Commisioner of the Company in May 2012. He has acted as the Head of Fuels for the Energy Management Unit of Enel SPA since October 2010. Prior to this, he worked at Endessa Shell Energy Europe and Gamesa Energia. Mr. Eizaguirre has a Masters of Chemical Engineering, Reining Process and Petroleum Studies from the Algeciras Reinery (CEPSA) in 1988 and Master in Energy Technology, E.T.S.I. Madrid in 1991.
3
Bapak Dr. Ir. Rozik B. Soetjipto ditunjuk sebagai Komisaris Independen untuk kedua kalinya pada bulan Mei 2012 dan merangkap sebagai Ketua Komite Audit Perseroan sejak 2008. Beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT Freeport Indonesia dan Komisaris Independen serta Ketua Komite Audit di PT Inco. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral dari tahun 1997 hingga 1998, Direktur Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi Republik Indonesia dari tahun 1998 hingga 1999, Komisaris Utama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dari tahun 1997 hingga 2001 dan Menteri Negara Pekerjaan Umum dari tahun 1999 hingga 2000. Beliau mendapat penghargaan Satyalancana Karya 30 Tahun pada 17 Agustus 2000, Bintang Jasa Utama Departemen Pertambangan dan Energi pada tanggal 13 Agustus 1999, dan Satyalancana Pembangunan, Koperasi dan UKM tahun 1999 atas kontribusinya kepada Indonesia.
Dr. Ir. Rozik B. Soetjipto was re-appointed as an Independent Commissioner in May 2012 and concurrently served as the Head of the Audit Committee since 2008. He is also the President Director of PT Freeport Indonesia and an independent commissioner and Chairman of the Audit Committee for PT Inco. He was the Director General of Geology and Mineral Resources from 1997 to 1998, Director General of Mines, Ministry of Energy and Mineral Resources of the Republic of Indonesia from 1998 to 1999, the President Commissioner of PT. Aneka Tambang Tbk from 1997 to 2001 and the State Minister of Public Works, Republic of Indonesia from 1999 to 2000. He was awarded Satyalancana Karya 30 Tahun Medal of Honor on 17th August 2000, Bintang Jasa Utama Departemen Pertambangan dan Energi on 13th August 1999, and Satyalancana Pembangunan, Koperasi dan UKM in 1999 for his contribution to Indonesia.
4
Dr. Ir. Rozik B. Soetjipto
Komisaris Independen / Independent Commissioner 69 tahun, Warga Negara Indonesia /
69 years of age, Indonesian Citizen
Kehormatan Arsitek di Ikatan Arsitek Indonesia, Ketua Dewan Pembina di Institut Ekonomi Energi Indonesia, Wakil Ketua Masyarakat Pembaharuan Energi Indonesia, anggota Dewan Penasehat Masyarakat Listrik Indonesia, anggota Dewan Penasehat Asosiasi Geothermal Indonesia, dan Wakil Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia. Pada tahun 1997, Bapak Ir. Sumarijanto ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Masyarakat Pertambangan dan Energi Indonesia (Bimasena) untuk mempromosikan peluang investasi di sektor pertambangan dan energi di Indonesia. Sebagai Direktur Pelaksana Bimasena, beliau juga secara aktif menyelenggarakan berbagai forum dan konferensi investasi internasional secara rutin di bidang pertambangan dan energi.
Pendidikan terakhir Bapak Ir. Sumarijanto adalah Sarjana Arsitektur dari University of New South Wales, Australia dan Pasca Sarjana di bidang Building Science dari University of Sydney, Australia. Selama menjadi konsultan arsitektur, beliau juga mengambil program pasca sarjana di bidang manajemen dari Sekolah Tinggi Bisnis dan Manajemen Indonesia dan Studi Perkotaan Program Eksekutif di Graduate School of Design, Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.
Institute of Architects, the Chairman of the Advisory Board of the Institute of Indonesian Energy Economics, Vice Chairman of the Indonesian Renewable Energy Society, Advisory Board Member of the Indonesia Electricity Society, Advisory Board Member of the Indonesian Geothermal Association, and Vice Chairman of the Indonesian Botanical Gardens Foundation. In 1997, Ir. Sumarijanto was appointed as the Executive Director of the Indonesian Mining and Energy Society (Bimasena) to promote investment opportunities in the mining and energy sector in Indonesia. As the Executive Director of the Society, he had actively organized regular international investment forums and conferences in the mining and energy sectors.
Bapak Bimo Prakoso menjabat sebagai komisaris independen untuk periode kedua pada bulan Mei 2012. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Anugerah Energitama, Ketua Yayasan Trisakti, Dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia Kajian Strategic Intelligence dan Tenaga Profesional Gubernur Lemhannas. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Deputi Pengkajian Lembaga Ketahanan Nasional dan pernah menjadi anggota direksi dan dewan komisaris PT SMART.
Berbagai pendidikan di bidang militer telah diikuti beliau, antara lain Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang pada tahun 1965, yang ditamatkan pada tahun 1968, pendidikan kejuruan/profesi kecabangan militer di Indonesia, Australia (JTC Canungra,Brisbane 1973) dan Amerika Serikat (Fort Huachucha, 1977 & Fort Benning,1980), hingga pendidikan lanjutan pada tingkat Sekolah Staf dan Komando, baik dalam negeri di Seskoad Bandung (1981-1982) maupun luar negeri di CSC Australia (1985) dan US Army War College (1991-1992), serta mengikuti Kursus Lemhannas (1995). Beliau juga pernah memegang berbagai posisi di jajaran TNI-AD di bidang Komando, Operasi, Intelijen dan Territorial dan telah dianugerahi beberapa Medali Kehormatan serta Bintang kehormatan tertinggi di TNI-AD dan TNI dari Pemerintah Republik Indonesia. Pangkat terakhir beliau adalah Mayor Jenderal TNI.
Selain pendidikan di bidang militer, beliau juga pernah mengikuti kuliah di ABA Deparri Jabar pada tahun 1970 dan AAN Bandung pada tahun 1973. Beliau mengambil gelar S2/Master of Public Administration (MPA) di Shippensburg University, Pennsylvania, USA pada tahun 1992 dan Master of Science dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 2010.
Mr Bimo Prakoso was re-appointed as Independent Commissioner in May 2012. Currently he also serves as the President Director of PT Anugerah Energitama, Chairman of Trisakti University Foundation, lecturer of postgraduate Study in Strategic Intelligence in the University of Indonesia, and a Professional member at the Governor of Lemhanas. He was also previously Deputy Research at the Lemhanas and was a member of BOD and BOC of PT. SMART.
He has attended various military studies including National Military Academy in Magelang from 1965 to 1968, followed by professional military trainings in Indonesia, Australia (JTC Canungra, Brisbane 1973) and USA (Fort Huachucha, 1977 & Fort Benning,1980). He has also taken advanced courses from Command and Staf College Course Seskoad, Bandung (1981-1982), CSC Australia (1985) and US Army War College, Pennsylvania, USA (1991-1992) as well as Lemhannas Course (1995). He has held various positions in the Indonesian Military in the ield of Command-Control-Communication-Computer and Inteligence/C4I,Operations and Territorial. He has been awarded several Medals and the highest medal of Honor of the Indonesian Army and Armed Forces from the Government of the Republic of Indonesia. His last rank in the Indonesian military was Major General TNI.
In addition to military education and training, he also attended the Foreign Language Academy/ ABA Deparri Jabar,West Java, Bandung in 1970 and the Accounting and Public Administration Academy/AAN Bandung in 1973. He obtained his Master of Public Administration (MPA) degree from Shippensburg University, Pennsylvania, USA in 1992 and his Master of Science degree from Gajah Mada University, Yogyakarta in 2010.
5
Djanadi Bimo Prakoso,MPA,MSc
Komisaris Independen / Independent Commissioner 66 tahun, Warga Negara Indonesia /
66 years of age, Indonesian citizen
Pendidikan Bapak Soetjipto antara lain adalah Doktor di bidang Applied Science, Extractive Metallurgy, Pasca Sarjana di bidang Metallurgical Engineering dari Departemen Metaalkunde, Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, dan Sarjana Teknik Pertambangan Departemen Teknik Tambang, Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia.
Profiles Of The Board Of Directors
pRoFIL DIReKSI
8
4
1
6
10
5
7
9
3
2
Eddie Chin Wai Fong
Direktur Utama dan Chief Executive Oicer / President Director and Chief Executive Oicer 53 Tahun, Warga Negara Malaysia /
53 years of age, Malaysian Citizen
Bapak Eddie Chin Wai Fong adalah salah satu pendiri Bayan Group. Beliau menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak bulan Maret 2008 dan sebagai Chief Executive Oicer Bayan Group sejak tahun 2005. Beliau juga menduduki posisi sebagai Direktur di GBP sejak tahun 1998. Pernah bekerja di PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) dengan berbagai posisi sejak tahun 1982 sampai dengan 1998. Beliau memimpin Bayan Group dalam proses akuisisi dan pengembangan beberapa tambang. Sebagai Chief Executive Oicer, beliau bertanggung jawab penuh atas semua aspek kinerja Bayan Group dan memimpin tim manajemen. Pendidikan terakhirnya adalah Sarjana Teknik Sipil dari University of Glasgow pada tahun 1981.
Mr. Eddie Chin Wai Fong is a founding member of the Bayan Group. He was appointed as President Director in March 2008 and has been Chief Executive Oicer of the Group since 2005. He is also a Director of GBP since 1998. He worked for PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) in various capacities from 1982 up to 1998. He led the Bayan Group in the acquisition and development of several coal mines. As a Chief Executive Oicer Mr. Chin has overall responsibility for all aspects of the group performance and leads the management team. Mr. Chin graduated with Honors from the University of Glasgow in 1981 with a Bachelor’s degree in Civil Engineering.