• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.3. Analisis Pemasaran Beras Varietas Pandan Wangi dan Varietas Unggul Baru

6.3.3. Margin Pemasaran, Farmer’s Share dan Rasio Keuntungan/Biaya

Efisiensi pemasaran dapat dilihat dengan pendekatan margin pemasaran,

farmer’s share dan rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran. Analisis margin

saluran pemasaran beras Pandan Wangi dan Varietas Unggul Baru dilakukan untuk melihat sejauh mana perbedaan harga yang dibayar oleh konsumen akhir dengan harga yang diterima produsen.

Perbedaan harga disebabkan oleh setiap lembaga melakukan fungsi pemasaran yang berbeda untuk memperoleh keuntungan. Semakin banyak lembaga yang terlibat dalam saluran pemasaran maka semakin besar biaya pemasaran yang dikeluarkan dan semakin besar perbedaan harga yang harus dibayar oleh konsumen dengan harga yang diterima produsen.

Nilai margin yang efisien adalah yang mempunyai nilai lebih rendah dibandingkan dengan saluran pemasaran lainnya. Namun rendahnya nilai margin belum tentu dapat mencerminkan efisiensi yang tinggi. Indikator lain untuk melihat efisiensi pemasaran adalah dengan membandingkan bagian yang diterima petani (farmer’s share) oleh petani terhadap harga yang di bayar konsumen akhir.

Farmer’s share yang lebih efisien adalah yang mempunyai nilai lebih tinggi.

Rasio imbangan keuntungan-biaya (Li/Ci) menunjukkan besarnya keuntungan yang diperoleh terhadap biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh masing-masing lembaga pemasaran kedua varietas beras tersebut. Semakin tinggi nilai rasio semakin besar keuntungan yang diperoleh.

Tabel 18 menunjukkan saluran pemasaran beras Pandan Wangi yang memiliki total margin pemasaran terbesar adalah saluran pemasaran (2)Hal tersebut dikarenakan biaya pemasaran yang dikeluarkan dan keuntungan yang

diperoleh saluran ini lebih besar daripada saluran (1). Besarnya total biaya pemasaran yang dikeluarkan saluran (2) dikarenakan fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran pada saluran (2) lebih banyak dibandingkan dengan saluran (1). Besarnya nilai keuntungan yang diperoleh saluran (2) dikarenakan lembaga pemasaran pada saluran ini mampu menjual beras Pandan Wangi dengan harga yang lebih mahal daripada harga jual saluran (1).

Tabel 18. Margin Pemasaran, Rasio Keuntungan terhadap Biaya Pemasaran dan

Farmer’s Share Pemasaran Beras Pandan Wangi di Warungkondang

N

o pemasaran Lembaga

Saluran Pemasaran Beras Pandan Wangi

(1) (2a) (2b) (2c) Rp/kg (%)* Rp/kg (%)* Rp/kg (%)* Rp/kg (%)* 1 Petani Harga jual 6600 73,3 6600 34,4 6600 31,4 6600 38,8 2 Pedagang/ Gapoktan Harga beli 6600 73,33 6600 34,4 6600 31,4 6600 38,8 Harga jual 9000 100,0 9000 46,88 9000 42,86 9000 52,94 Biaya Pemasaran 1316 14,6 946 4,93 946 4,5 946 5,56 Keuntungan 1084 12,04 1454 7,57 1454 6,92 1454 8,55 Margin 2400 26,67 2400 12,50 2400 11,43 2400 14,12 Rasio Li/Ci 0,82 1,54 1,54 1,54 3 CV. Quasindo Harga beli 9000 46,88 9000 42,86 9000 52,94 Harga jual 17000 88,54 19200 91,43 16000 94,12 Biaya Pemasaran 2256,6 11,75 2256,6 10,75 2256,6 13,27 Keuntungan 5743,34 29,91 7943,34 37,83 4743,34 27,90 Margin 8000 41,67 10200 48,57 7000 41,18 Rasio Li/Ci 2,55 3,52 2,1 4 Pasar Modern Harga beli 17000 88,54 19200 91,43 16000 94,12 Harga jual 19200 100 21000 100 17000 100 Biaya Pemasaran 100 0,52 100 0,48 100 0,59 Keuntungan 2100 10,95 1700 8,1 900 5,29 e Margin 2200 11,46 1800 8,57 1000 5,88 Rasio Li/Ci 21,0 17,0 9,0 Total Biaya 1316 14,62 3302,6 17,2 3302,6 15,73 3302,6 19,43 TotalKeuntungan 1084 12,04 9297,34 48,42 11097,3 52,84 7097,34 41,75 Total Margin 2400 26,67 12600 65,63 14400 68,57 10400 61,18 Rasio Li/Ci 0,82 2,82 3,36 2,15 FarmerShare % 73,33 34,38 31,43 38,82

Keterangan : Saluran pemasaran beras Pandan Wangi : Saluran (2a) : melalui Hero

Saluran (2b) : melalui Carefour

Saluran (2c) : melalui Sogo, Grand Lucky, Giant, Kemchick, Trans Market, Glyel Supermarket dan toko buah

Jika dibandingkan antara ketiga saluran yang terdapat pada saluran pemasaran (2) diketahui bahwa saluran pemasaran (2b) memiliki margin pemasaran yang lebih besar dibandingkan dengan saluran pemasaran (2a) dan (2c). Total margin saluran (2b) lebih besar dikarenakan harga yang ditetapkan oleh pasar modern pada saluran ini yaitu Carefour lebih besar daripada harga yang ditetapkan pasar modern lainnya yang terdapat pada saluran (2a) dan (2c).

Saluran pemasaran beras Pandan Wangi yang memiliki margin pemasaran terkecil adalah saluran pemasaran (1). Hal ini dikarenakan harga jual beras Pandan Wangi yang dibayar oleh konsumen pada saluran pemasaran (1) lebih rendah dibandingkan dengan saluran pemasaran lainnya. Selain itu pada saluran pemasaran (1) lembaga yang terlibat dalam pemasaran beras Pandan Wangi hanya pedagang pengumpul sehingga fungsi-fungsi yang dilakukan hanya sedikit. Hal tersebut berimplikasi pada rendahnya biaya pemasaran yang dikeluarkan pada saluran pemasaran (1) dibandingkan saluran pemasaran lainnya.

Berdasarkan analisis rasio keuntungan terhadap biaya diketahui saluran pemasaran beras Pandan Wangi yang memiliki nilai rasio keuntungan terhadap biaya paling tinggi adalah saluran pemasaran (2b) dengan nilai rasio 3,36. Hal ini berarti bahwa setiap rupiah biaya yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran beras Pandan Wangi pada saluran pemasaran (2b) akan memberikan keuntungan yang lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh pada saluran pemasaran lainnya.

Saluran pemasaran yang memiliki nilai farmer’s share yang lebih besar adalah saluran pemasaran (1) yaitu sebesar 73,33 persen. Hal ini berarti bahwa pada saluran (1), petani padi Pandan Wangi menerima bagian yang lebih besar dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Besarnya nilai farmer’s share

dikarenakan saluran (1) memiliki jalur pemasaran yang lebih pendek dimana pedagang pengumpul langsung menjual beras Pandan Wangi kepada konsumen.

Dilihat dari ketiga kriteria dalam menentukan saluran pemasaran yang efisien diketahui bahwa saluran pemasaran (1) memiliki total margin yang terkecil, nilai farmer’s share terbesar namun rasio keuntungan terhadap biaya yang dimiliki lebih kecil dibandingkan dengan saluran pemasaran lainnya. Oleh karena itu saluran pemasaran (1) belum bisa dikatakan efisien apalagi volume penjualan beras Pandan Wangi pada saluran pemasaran (1) hanya sedikit.

Saluran pemasaran beras Pandan Wangi yang dapat dikatakan efisien adalah saluran pemasaran (2c) karena memiliki total margin yang terkecil, nilai

farmer’s share terbesar jika dibandingkan dengan saluran pemasaran (2a) dan

(2b). Walaupun rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran pada saluran ini bukan merupakan rasio terbesar tetapi penyebaran rasio pada setiap lembaga pemasaran yang terdapat pada saluran pemasaran (2c) lebih merata dibandingkan dengan saluran lainnya.

Tabel 19 menunjukkan saluran pemasaran beras Varietas Unggul Baru yang memiliki total margin pemasaran terbesar adalah saluran pemasaran (1) yaitu sebesar Rp 1.728/kg. Besarnya total margin pemasaran yang diperoleh saluran pemasaran (1) dikarenakan biaya pemasaran dan keuntungan yang diperoleh saluran pemasaran (1) lebih besar daripada saluran pemasaran (2) dan (3).

Besarnya total biaya pemasaran yang dikeluarkan saluran pemasaran (1) dikarenakan adanya aktifitas fungsi fasilitas berupa penyortiran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran pada saluran (1). Selain itu biaya kemasan beras juga lebih mahal karena pada saluran ini beras yang dijual dikemas dalam kemasan

plastik dengan berat 5 kg/kemasan. Jauhnya daerah pemasaran yaitu ke Pasar tani atau pameran di Jakarta atau Bandung juga menyebabkan tingginya biaya transportasi yang dikeluarkan saluran pemasaran (1) dibandingkan dengan saluran pemasaran (2) dan (3). Besarnya nilai keuntungan yang diperoleh saluran pemasaran (1) dikarenakan lembaga pemasaran yang terdapat pada saluran ini menjual berasnya langsung kepada konsumen. Selain itu harga jual berasnya juga lebih mahal daripada harga beras yang ditawarkan oleh saluran (2) dan (3).

Tabel 19. Margin Pemasaran, Rasio Keuntungan terhadap Biaya Pemasaran dan

Farmer’s Share Pemasaran Beras Varietas Unggul Baru di

Warungkondang

No pemasaran Lembaga

Saluran Pemasaran Beras Varietas Unggul Baru

I II III Rp/kg (%)* Rp/kg (%)* Rp/kg (%)* 1 Petani Harga jual 4272 71,2 4272 82,2 4272 80,6 2 Pengumpul Harga beli 4272 71,2 4272 82,2 4272 80,6 Harga jual 6000 100 5000 96,2 5000 94,3 Biaya Pemasaran 1203,4 20,1 533,4 10,3 533,4 10,1 Keuntungan 524,6 8,74 194,6 3,74 194,6 3,67 Margin 1728 28,8 728 14 728 13,7 Rasio Li/Ci 0,44 0,36 0,36 3 Grosir Harga beli 5000 96,2 Harga jual 5200 100 Biaya Pemasaran 50 0,96 Keuntungan 150 2,88 Margin 200 3,85 Rasio Li/Ci 3 4 Pengecer Harga beli 5000 94,3 Harga jual 5300 100 Biaya Pemasaran 50 0,94 Keuntungan 250 4,73 Margin 300 5,66 Rasio Li/Ci 5 Total Biaya 1203,4 20,1 583,4 11,2 583,4 11,0 TotalKeuntungan 524,6 8,74 344,6 6,63 444,6 8,39 Total Margin 1728 28,8 928 17,8 1028 19,4 Rasio Li/Ci 0,44 0,59 0,76 FarmerShare % 71,2 82,2 80,6

Keterangan : *persentase terhadap harga jual kepada konsumen akhir

Saluran pemasaran yang memiliki nilai margin pemasaran terkecil adalah saluran pemasaran (2). Hal ini dikarenakan harga jual beras Varietas Unggul Baru

yang dibayar oleh konsumen pada saluran pemasaran (2) lebih rendah dibandingkan dengan saluran pemasaran lainnya.

Berdasarkan analisis rasio keuntungan terhadap biaya diketahui saluran pemasaran beras Varietas Unggul Baru yang memiliki nilai rasio keuntungan terhadap biaya paling tinggi adalah saluran pemasaran (3) dengan nilai 0,76. Sedangkan saluran pemasaran yang memiliki nilai farmer’s share yang paling besar adalah saluran pemasaran (2) sebesar 82,15 persen. Hal ini berarti bahwa petani padi Varietas Unggul Baru pada saluran pemasaran (2) menerima bagian yang lebih besar dari harga yang dibayarkan oleh konsumen.

Dilihat dari ketiga kriteria dalam menentukan saluran pemasaran yang efisien diketahui bahwa saluran pemasaran (2) lebih efisien dibandingkan dengan saluran lainnya. Hal ini dikarenakan saluran pemasaran (2) memiliki total margin yang terkecil, nilai farmer’s share terbesar. Walaupun rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran pada saluran ini bukan merupakan rasio terbesar diantara saluran lainnya tetapi penyebaran rasio pada setiap lembaga pemasaran yang terdapat pada saluran pemasaran (2) lebih merata dibandingkan dengan saluran lainnya.

Disamping itu saluran pemasaran (2) lebih banyak digunakan sehingga volume penjualan beras Varietas Unggul Baru pada saluran pemasaran (2) lebih banyak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran beras Varietas Unggul Baru di daerah penelitian yang lebih efisien adalah saluran pemasaran (2).

Dokumen terkait