HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian
1. Masalah manusia
Masalah manusia adalah manajemen perhatian dan komitmen. Perhatian orang-orang kunci harus difokuskan kepada isu, konflik dan preferensi kebijakan di tempat kunci dalam proses dan hierarki organisasi. Manajemen perhatian dan komitmen merupakan masalah bagi individu, kelompok, organisasi dan komitmen.
Perhatian orang-orang kunci harus difokuskan kepada isu, konflik dan preferensi kebijakan di tempat kunci dalam proses dan hierarki organisasi. Manajemen perhatian dan komitmen merupakan masalah bagi individu, kelompok, organisasi dan komitmen Bryson (2007:225). Manajemen perhatian dan komitmen memiliki hubungan yang erat dengan disposisi para pelaksana. Pada penelitian ini salah satu pelaksana pengawasan perencanaan yang melaksanakan pengawasan dan pembinaan Perencanaan Strategis Alokasi Dana Desa di Desa Wanayasa Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Agen pelaksana perencanaan yang melaksanakan adalah Kepala Desa Wanayasa Kecamatan Pontang Kabupaten Serang mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan Desa Wanayasa, pada proses manajemen perhatian pada wawancara yang dilakukan peneliti menjelaskana bahwa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kepala desa melakukan kegiatan keliling melakukan survei untuk mengetahui kebutuhan masyarakat yang paling krusial serta pelayanan yang dilakukan oleh kantor Desa Wanayasa sudah berjalan dengan baik yaitu dengan melakukan kesigapan dalam melayani masyarakat Desa Wanayasa. Melihat pernyataan yang diberikan oleh Kepela Desa dengan hasil temuan di lapangan yang mengatakan bahwa langkah untuk memperhatikan masyarakat desanya sudah dilakukan dengan berbagai cara sehingga dapat dikatakan untuk sekedar memperhatikan masyarakat desa sudah baik sehingga proses dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintahan desa bisa berjalan dengan baik.
Istilah komitmen pada dasarnya merujuk kepada kemampuan seseorang untuk bertahan dan setia menjalani aktivitas tertentu. Seseorang yang mengaku memiliki sikap komitmen yang tinggi harus memiliki jiwa kesetiaan dan juga ketahanan mental yang kuat. Orang yang memiliki sifat komitmen tidak akan goyah dan malas hanya karena permasalahan yang sepele di dalam aktivitas yang dijalaninya. Lebih dari itu orang yang memiliki jiwa komitmen akan terus bertahan dan bertanggung jawab terhadap apa yang pernah diucapkannya, dalam Proses Perencanaan Strategis pihak-pihak yang terkait dalam melakukan Perencanaan Alokasi Dana Desa harus berkomitmen untuk menjalankan sebuah perencanaan yang matang dan sesuai tujuan dan cita-cita dari sebuah perencanaan, perencanaan yang baik butuh sebuah rencana yang matang dan menitik beratkan pada kebutuhan masyarakat desa, maka masyarakat desa membutuhkan perangkat desa yang mampu untuk berkomitmen. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti bahwa keterampilan dan pemahaman terkait kegiatan Desa kurang dipahami oleh perangkat desa ini yang menjadi temuan peneliti karna pada dasarnya pemehaman dan keterampilan pegawai sangat penting untuk menjalankan roda pemerintahan pada tingkat desa, sumber daya yang baik akan menunjang kegiatan sesuai dengan tujuan dari desa mengingat tugas dan fungsi perangkat desa cukup banyak sehingga membutuhkan sumber daya yang sigap dan memahami tugas pada masing-masing bidang, dengan adanya ADD yang dananya dapat dikatakan cukup besar yang mencakup oprasional gaji perangkat desa maka proses penggunaan dana harus sesuai sasaran.
Masalah proses adalah manajemen ide strategis menjadi good currency.
Kearifan yang tidak konvensional harus diubah menjadi karifan yang konvensional. Masalah proses yang terpenting dalam perencanaan strategi adalah manajemen ide strategis menjadi “good currency” dengan kata lain bagaimana anda menjual ide baru kepada cukup banyak orang bahwa kearifan yang tidak konvensional diubah menjadi kearifan yang konvensioanal. Beberapa prinsip muncul untuk mengelola ide (the life cycle of ideas).
a. Manajemen Ide Strategi
Ide merupakan tempat berkumpul bagi tindakan kolektif. Ide itu melampaui orang dan organisasi yang terisolir orang dan struktur adalah hasil samping dari ide yang sedang berubah. Inti perencanaan strategis adalah manajemen ide strategis melalui pernyataan apresiasi, artikulasi, adopsi, institusi, analisasi dan kerusakan. Selanjutnya, proses pengembangan ide strategis lebih penting daripada mengisolasi individu dan organisasi. Dalam hal demikian, menciptakan landasan bagi koalisi cukup besar untuk menciptakan tindakan kolektif yang adalah tanda resmi tindakan strategis yang efektif. Kesimpulan dari wawancara yang dilakukan peneliti bahwa manajemen ide strategis yang dilakukan oleh Pemerintahan desa Wanayasa belum berjalan dengan baik masih ada kebutuhan masyarakat yang masih belum terpenuhi sehingga masyarakat membutuhkan waktu dalam realisasi ide yang dilakukan Pemerintahan Desa Wanayasa serta partisipasi masyarakat yang dikatakan sangat kurang Pada kenyataanya Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti bahwa
kenyataannya partisipasi masyarakat Desa Wanayasa dapat dikatakan kurang terlihat dari beberapa pernyataan yang di lontarkan oleh berbagai pihak yang merasa partisipasi masyarakat desa Wanayasa dapat dikatakan rendah dalam hal pembangunan Desa. oleh sebab itu partisipasi sangat pnting bukan hanya pemerintah desa atau perangkat desa saja yang bergerak tetapi untuk menjalankan sebuah proses tersebut membutuhkan partisipasi masyarakat, Partisipasi masyarakat sebagai strategi pendukung dalam mengatasi permasalahan pembangunan desa sangatlah penting peranannya, seperti kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah dalam merencanakan, melaksanakan, dan membiayai pembangunan.
b. Pemahaman ide strategi
Pemahaman kebutuhan Masayarakat adalah salah satu hal yang penting mengingat tujuan Dari Alokadi Dana Desa adalah sebagai bantuan dana perangsang untuk Desa dalam menjalankan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat yang diberikan oleh pemerintah untuk menunjang pembangunan dari pedasaan, selain itu Tujuan Alokasi Dana Desa adalah menanggulangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan meningkatkan perencanaan dan penganggaran pembangunan di tingkat desa dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan pembangunan infrastruktur perdesaan, meningkatkan pengamalan nilai-nilai keagamaan, sosial budaya dalam rangka mewujudkan peningkatan sosial; Meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat, meningkatkan pelayanan pada masyarakat desa dalam rangka pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi
dikatakan belum maksimal karna terkendala pada ide penencanaan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat pada hakikatnya Perencanaan strategis adalah sekumpulan konsep, prosedur dan alat-alat (sumber-sumber yang tersedia) sebagai upaya yang konkrit dan disiplin untuk membuat satu keputusan dan tindakan dalam melaksanakan perencanaan yang efektif dan effisien. Sehingga membuat masyarakatnya nyaman dan memenuhi kebutuhannya.