• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masih Banyak Masyarakat yang Mencari Ikan dengan Peralatan yang Tidak Ramah Lingkungan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Kondisi Objek Wisata Bahari Prioritas

5) Masih Banyak Masyarakat yang Mencari Ikan dengan Peralatan yang Tidak Ramah Lingkungan

Dalam pengembangan pariwisata bahari aspek kontinuitas dan sustainable sangat penting agar sektor pariwisata bisa berkembang dan bertahan lama. Lingkungan hidup menjadi aset dan nilai yang keberadaannya harus dipikirkan untuk jangka panjang sehingga pengembangannya menjadi keuntungan yang positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan pengumpulan data primer didapatkan bahwa masih banyaknya masyarakat Natuna yang sebagian besar sebagai nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom ikan, potasium bahkan penggunaan pukat harimau yang bisa menyebabkan kematian organisme hewan hewan karang dan kerusakan secara fisik terumbu karang sehingga dalam jangka waktu tertentu terumbu karang akan rusak/mati dan ikan akan akan hilang. Hal ini menjadi suatu ancaman bagi pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna.

5.3 Matriks IFE – EFE

Untuk melakukan analisis terhadap faktor-faktor strategis yang mempengaruhi perkembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna digunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) untuk faktor internal dan matriks External Factor Evaluation (EFE) untuk faktor eksternal. Tujuan menggunakan matriks IFE dan matriks EFE ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor strategis internal dan eksternal terhadap keberhasilan pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna.

5.3.1 Hasil Evaluasi Faktor Internal

Faktor-faktor strategis internal yang mempengaruhi perkembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna setelah diperoleh dari pengumpulan data kuisioner sembilan orang responden untuk penelitian bobot dan rating maka diperoleh hasil perhitungannya pada Tabel 5.9.

Pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna ditentukan oleh faktor internal dengan tingkat kepentingan relatif satu faktor dengan faktor lainnya ditentukan oleh besarnya bobot faktor tersebut. Pada Tabel 5.9 dapat dilihat bahwa faktor internal yang dinilai paling penting terhadap keberhasilan pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna adalah potensi wisata alam dan wisata bahari yang menarik dengan nilai sebesar 0,65. Faktor ini mempunyai

peringkat sebesar 4 yang berarti faktor tersebut merupakan kekuatan utama dibandingkan dengan faktor lain yang dimiliki bagi pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna.

Selain mengidentifikasi kekuatan internal, matriks IFE juga menunjukkan berbagai kelemahan dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna. Faktor internal yang memiliki nilai kelemahan terbesar adalah sarana dan prasarana pendukung pariwisata terbatas yang memiliki nilai sebesar 0.062. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pengembangan pariwisata bahari Kabupaten Natuna harus mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang lebih lengkap sehingga akan memberi kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan berkunjung ke Kabupaten Natuna.

Tabel 5.9 Matriks Hasil Perhitungan Internal Factor Evaluation (IFE)

No Faktor Strategis Internal Bobot Rating Bobot x Rating KUATAN :

1 Potensi wisata alam dan wisata bahari yang menarik 0,16 4 0,65 2 sedianya lahan untuk pengembangan pariwisata bahari 0,14 3 0,42

3 syarakat yang ramah 0,15 4 0,61

4 sedianya kawasan konservasi laut untuk pariwisata 0,14 3 0,42 5 ukungan pendanaan oleh pemerintah daerah 0,13 3 0,39

JUMLAH 0,72 2,48

LEMAHAN :

6 ses dan transportasi sangat terbatas 0,06 2 0,12 7 ana dan prasarana pendukung pariwisata terbatas 0,06 2 0,13 8 ualitas SDM dan kelembagaan pengelola objek wisata

belum professional 0,05 1 0,05

9 oordinasi lintas sektoral dan regional belum maksimal 0,05 1 0,05 10 urangnya kerjasama antara pemerintah, swasta dan

masyarakat 0,05 1 0,05

JUMLAH 0,28 0,40

TOTAL 1,00 2,88

Sumber : Data primer diolah

5.3.2 Hasil Evaluasi Faktor Eksternal

Berdasarkan hasil identifikasi faktor strategis eksternal yang mempengaruhi pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna yang terdiri dari peluang dan ancaman, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi faktor eksternal menggunakan matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) diperoleh hasil seperti pada Tabel 5.10. Bobot yang diperoleh menentukan tingkat kepentingan relatif satu faktor eksternal terhadap faktor eksternal lainnya yang berpengaruh pada pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna.

Berdasarkan Tabel 5.10 terlihat bahwa faktor-faktor kunci eksternal yang memberikan peluang terbesar dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna adalah adanya kebijakan pemerintah yang mendorong pariwisata daerah peluang ini diharapkan bisa mendorong kemajuan pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna. Nilai skor terbesar yang

dimiliki faktor kunci eksternal ini yaitu sebesar 0,61 dengan bobot 0,15 dan rating sebesar 4.

Faktor eksternal yang memberikan ancaman terbesar bagi pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna adalah akses ke Kabupaten Natuna masih sulit yang ditunjukkan dengan bobot 0,08 dan rating 2 sehingga skornya menjadi 0.16. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna harus mengatasi ancaman terbesar yaitu meningkatkan aksesibilitas sehingga jika aksesibilitas mudah, maka akan meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Natuna.

Tabel 5.10 Matriks Hasil Perhitungan External Factor Evaluation (EFE) No Faktor Strategis Eksternal Bobot Rating Bobot x

Rating LUANG :

1 ebijakan pemerintah yang mendorong pariwisata daerah 0,15 4 0,61 2 ondisi perekonomian Indonesia cukup baik 0,15 3 0,44

3 nologi informasi 0,13 3 0,40

4 ondisi keamanan yang terjamin 0,12 3 0,37

5 ondisi perkembangan industri Migas yang cukup baik 0,12 3 0,36

JUMLAH 0,67 2,17

CAMAN :

6 ses ke Kabupaten Natuna masih sulit 0,08 2 0,16 7 aya perjalanan ke Natuna mahal 0,07 2 0,13 8 saingan dengan daerah lain disekitarnya 0,06 1 0,06 9 uaca musim utara dengan gelombang dan angin yang

sangat kencang 0,06 1 0,06

10 sih banyak masyarakat yang mencari ikan dengan

peralatan yang tidak ramah lingkungan 0,06 1 0,06

JUMLAH 0,33 0,47

TOTAL 1,00 2,64

Sumber : Data primer diolah

5.4 Matriks Internal Eksternal (IE)

Matriks Internal Eksternal (IE) berguna untuk mengetahui grand strategy pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna. Strategi utama yang bisa di peroleh dari Analisis Matriks IE ini ada 3 yaitu strategi pertumbuhan yang berada pada sel 1, 2, 5, 7 dan 8, strategi stabilitas yang berada pada sel 4 dan strategi penciutan yang berada pada sel 3, 6 dan 9.

Untuk menentukan strategi, diperoleh dari hasil perhitungan matrik IFE dan EFE, dimana total nilai matrik IFE sejumlah 2,88 ini menunjukkan besarnya pengaruh internal bagi pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna, sedangkan hasil perhitungan matrik EFE total nilainya sejumlah 2,69 ini juga menunjukkan besarnya pengaruh eksternal bagi pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna. Nilai matriks IFE lebih besar dari nilai matriks EFE artinya faktor internal lebih besar pengaruhnya dibandingkan faktor eksternal dalam

pengembangan pariwisata di Kabupaten Natuna. Dari penggabungan dua matrik IFE dan EFE diperoleh matriks IE (internal-eksternal) sebagaimana Gambar 5.20.

Berdasarkan total nilai IFE dan EFE maka pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten berada pada kuadran atau sel V, berarti pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna berada pada posisi pertumbuhan, artinya pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna baik dalam hal meningkatkan jumlah wisatawan secara kuantitas dan kualitas dengan cara meningkatkan produk-produk pariwisata seperti pembenahan lokasi wisata, meningkatkan prasarana sarana pendukung pariwisata, kemudahan aksesibilitas, melaksanakan event atau atraksi atraksi bahari dan budaya lokal, serta promosi untuk peningkatan pangsa pasar.

Kemudian berdasarkan hasil identifikasi, perhitungan dan analisis terhadap faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman melalui analisis internal dan eksternal dengan matriks IFE dan EFE tersebut di atas, maka dapat disusun atau dibuat analisis dengan menggunakan metode SWOT.

Total Skor Evaluasi Faktor Internal

4.0 Kuat 3.0 Rata-rata 2.0 Lemah 1.0

I II III

Tinggi

3.0 Pertumbuhan Pertumbuhan Penciutan

Total Skor IV V VI

Evaluasi ktor Eksternal

Sedang

2.0 Stabilitas Pertumbuhan Penciutan

(2,64 ; 2,88)

VII VIII IX

Rendah Pertumbuhan Pertumbuhan Penciutan

1.0

Gambar 5.20 Matrik Internal - Eksternal (IE)

5.5 Matriks SWOT

Formulasi alternatif strategi pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna di peroleh dengan pendekatan analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan langkah selanjutnya setelah dilakukan analisis IFE dan EFE, yakni dengan mencocokkan faktor-faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan dengan faktor-faktor eksternal berupa peluang dan ancaman untuk mendapat alternatif strategi S-O, strategi W-O, strategi S-T dan strategi W-T dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna. Matriks SWOT tersebut digambarkan pada Tabel 5.11.

Tabel 5.11 Matriks SWOT Pengembangan Pariwisata Bahari di Kabupaten Natuna

ekuatan (S) lemahan (W)

Faktor Internal Potensi wisata alam dan wisata bahari yang menarik

ses dan transportasi sangat terbatas

ana dan prasarana rsedianya lahan untuk

pengembangan pariwisata bahari

pendukung pariwisata terbatas ualitas SDM dan

syarakat yang ramah

rsedianya kawasan konservasi laut untuk pariwisata

embagaan pengelola objek wisata belum professional oordinasi lintas sektoral ukungan pendanaan oleh

pemerintah daerah

dan regional belum maksimal

aktor Eksternal

urangnya kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat

luang (O) ategi S-O ategi W-O

1

2 3

ebijakan pemerintah yang mendorong pariwisata daerah

ondisi perekonomian Indonesia cukup baik

eknologi informasi

ondisi keamanan yang terjamin ondisi perkembangan industri

Migas yang cukup baik

ngembangkan wisata bahari di lahan dan kawasan konservasi laut yang tersedia

S1, S2, S3, S4, O1)

ngefektifkan anggaran dan kebijakan untuk membangun pariwisata bahari yang berbasis masyarakat (community base development)

S3, S5, O4, O5)

mperlancar aksesibilitas dan membangun prasarana sarana pariwisata W1, W2, O2, O3) ningkatkan kualitas SDM pengelola pariwisata khususnya pariwisata bahari W3, W4, W5, 04)

ncaman (T) ategi S-T ategi W-T

1 2 3 4

5

ses ke Kabupaten Natuna masih sulit

aya perjalanan ke Natuna Mahal

saingan dengan daerah lain disekitarnya

uaca musim utara dengan gelombang dan angin yang sangat kencang

sih banyak masyarakat yang mencari ikan dengan peralatan yang tidak ramah lingkungan

Mengembangkan kerjasama dengan daerah disekitar yang sudah berkembang untuk membuka jalur wisata ke Natuna

S1, S5, T1, T2, T3)

Mengembangkan kerjasama pemerintah, swasta dan masyarakat untuk kesinambungan pariwisata bahari

Berdasarkan hasil analisis SWOT, diperoleh 6 (enam) alternatif strategi yang dapat digunakan dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna.

5.5.1 Strategi S-O (Strengths - Opportunities)

Strategi S-O merupakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dalam pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Natuna. Strategi tersebut menghasilkan dua alternatif strategi yaitu :

1. Mengembangkan wisata bahari di lahan dan kawasan konservasi laut