JEMPOL
S
atu lagi proyek besar di Batam, Kepulauan Riau, yangdibangun dengan produk Semen Padang. Setelah digunakan untuk pembangunan Jembatan Barelang serta berbagai proyek besar lain, produk Semen Pa- dang kini dipakai untuk pembangunan Bendungan Sei Gong di Pulau Galang, Desa Sijantung, Batam. Proyek bendungan itu baru saja ditinjau Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
”Alhamdulillah, produk Semen Padang kembali diper- caya untuk proyek monumental. Ini membuktikan bahwa kepercayaan terhadap produk Semen Padang yang memiliki
moto Jaminan Mutu dan Kekuatan tetap terjaga di kalangan
kontraktor nasional dan daerah,” kata Dirut Semen Padang Benny Wendry di Padang pada Kamis
(23/3).
Bendungan Sei Gong dibangun atas kerja sama Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Pe- rumahan Rakyat dengan Badan Pengu- sahaan (BP) Batam, dengan alokasi dana mencapai Rp 260 miliar. Bendungan di atas area seluas 355,99 hektare itu dibangun untuk mewujudkan konservasi dan pendayagunaan sumber daya air, pengembangan industri baru, serta penyediaan infrastruktur bagi kesejahte- raan masyarakat di wilayah Kota Batam, khususnya Kecamatan Galang. Hingga kini progres proyek telah mencapai 35 persen.
Benny menjelaskan, untuk proyek bendungan itu, produk semen PCC dari Semen Padang yang akan digunakan mencapai 3.000 ton. ”Kami menyam- paikan terima kasih kepada kontraktor proyek yang telah memercayai produk Semen Padang. Sebagai BUMN yang
juga milik pemerintah dengan pengalaman selama 107 tahun, Semen Padang akan tetap menjaga kepercayaan kon- sumen dengan memproduksi semen berkualitas dan ramah lingkungan,” kata Benny, didampingi Kepala Perwakilan Semen Padang di Batam Emil Rida.
Pada kesempatan sama, Emil Rida menambahkan, produk Semen Padang saat ini banyak dipakai untuk membangun jembatan dan gedung bertingkat di Batam. Selain Jembatan Barelang, ada Best Western Premier Panbil setinggi 15 lan- tai. ”Kedua bangunan itu 100 persen menggunakan Semen Padang,” ungkap Emil.
Bukan hanya di Batam, produk Semen Padang telah banyak dipakai untuk berbagai bangunan monumental di
negeri ini. Sebut saja Monumen Tsunami Aceh, Bandara Kuala Namu, Sumut, dan Jembatan Layang Kelok Sembilan yang kini mendunia.
Semen Padang merupakan pelopor industri semen di Indonesia. Perusa- haan yang terletak di Indarung, Kota Padang, Sumatera Barat, itu didirikan pada 18 Maret 1910 dan dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia pada 5 Juli 1958. Dengan telah beroperasi selama 107 tahun, mutu produk Semen Padang tentu tidak diragukan lagi. Karena itu, tak heran bila Semen Padang tetap merajai pasar semen di Sumatera, termasuk juga di Kepri.
Saat ini market share Semen Padang di Sumatera sebesar 43 persen dan se- cara nasional 11 persen. Semen Padang saat ini memiliki kapasitas produksi 7,4 juta ton, belum termasuk Pabrik Indarung VI yang segera diresmikan dengan kapasitas 3 juta ton per tahun. (humas SP)
Bendungan
Sei Gong
Gunakan
Semen
Padang
Kabid. Penjualan Riau Kepulauan Emil Ridha bersama Anthony Soejadi
manager operasional PT Perkasa Beton Batam.
JEMPOL
P
T Semen Indonesia (Persero)Tbk berjaya di ajang Public Re- lations Indonesia Awards (PRIA) 2017 yang berlangsung di Hotel Harris Kuta, Denpasar, Bali, Jumat (24/3). Dua penghargaan berhasil diraih, yakni kategori media relations sub kategori perusahaan BUMN Tbk, serta Bronze Winner PRIA 2017 untuk kategori majalah cetak internal sub karegori perusahaan BUMN Tbk.
Seremoni penyerahan penghargaan dibalut dalam konferensi dan work- shop bertajuk The Power of Credibility dan Trust, yang dihadiri ratusa perwak- ilan perusahaan dari seluruh tanah air. “Kami bersyukur dan bangga dengan penghargaan ini. Mudah-mudahan penghargaan ini dapat memacu kami untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan,” tutur Kabiro Komunikasi Perusahaan SMI Sigit Wahono.
Lebih lanjut dikatakan, penghar- gaan yang diperoleh dapat memacu jajaran Komunikasi Perusahaan untuk meningkatkan kemampuannya, teru- tama dalam persoalan komunikasi
perusahaan, baik internal maupun eksternal. Terlebih SMI memiliki grup industri persemenan di Tuban, Pa- dang, Makassar serta Vietnam.
Salah satu penunjang komunikasi internal di lingkungan SMI Group adalah majalah Sinergi yang terbit tiga bulan sekali. Majalah yang dikerjakan bersama awak humas seluruh opco itu menyabet penghargaan Bronze Winner. “Dengan media ini kami ingin informasi perkembangan perusahaan dapat diketahui oleh semua kalangan karyawan Semen Indonesia Group,” sebut Sigit.
Sementara itu, Asmono Wikan mengatakan PRIA diselenggarakan
dalam rangka menempatkan public
relations (PR) pada posisi penting dan strategis di sebuah perusahaan. PR berperan menjelaskan visi-misi, kebijakan, program maupun capai- an perusahaan kepada masyarakat secara terbuka.“Kinerja PR terbukti memberikan kontribusi signiikan bagi organisasi pemerintah atau korporasi, bahkan bagi bangsa dan negara. Untuk itu jadikan PR di lembaga kita
sebagai ujung tombak keberhasilan kebijakan dan program, bukan berada di belakang,” kata Asmono.
Ajang PRIA tahun kedua ini digelar untuk mengapresiasi kementerian, lembaga, BUMN, dan swasta yang
memiliki ekspospemberitaan terba-
nyak di tahun 2016. Metode penen- tuan pemenang dilakukan dengan
monitoring atas pemberitaan di media cetak yang dilakukan oleh PT Isentia. Hasil monitoring dipilih tim juri PR Indonesia untuk ditentukan peme- nangnya.
Lebih lanjut dijelaskan Asmono, metode penjurian PRIA 2017 sangat khas, kredibel, dan tepercaya. Dewan juri diisi unsur-unsur pakar PR, prak- tisi PR, konsultan/agensi PR, tokoh asosiasi/organisasi PR, fotografer dan jurnalis senior, praktisi desain dan
branding, serta PR Indonesia Gurus. Untuk itu ia mendorong agar praktisi PR di kementerian, lembaga, BUMN, dan swasta meningkatkan kinerja dan menjalin hubungan baik dengan media sehingga kinerja unggulnya dapat diketahui oleh publik. (znl/SG)