• Tidak ada hasil yang ditemukan

Majalah Sinergi | Semen Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Majalah Sinergi | Semen Indonesia"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

T

ak ada masa mudah selepas 2015. Oversupply se-men di domestik masih terjadi, diperparah dengan pendirian pabrik-pabrik baru oleh pemain lama maupun new entrants. Dari sisi konsumen, ini jelas menguntungkan karena mereka mempunyai banyak opsi merek semen yang akan dibeli. Belum lagi bila terjadi perang harga antar produsen.

Semen Indonesia sadar betul apa saja konsekuensi dari situasi ini. Makanya saya katakan, ‘sekarang ini tidak ada pekerjaan yang susah, yang ada susah sekali.’ Kompetisi di industri persemenan kini tidak sekadar soal kualitas, popu-laritas merek, ataupun harga murah. Lebih penting dari itu adalah persaingan merebut customer yang kian lama ber-tambah rasional. Agak naif kalau kita terus-terusan berharap fanatisme mereka terhadap merek Semen Padang, Semen Gresik maupun Semen Tonasa.

Sebab, merek-merek baru terus bermunculan dan

ber-lomba-lomba mencuri hati customer. Gempuran iming-iming

bisa membuat customer tradisional SMI Group gamang. Tak

tertutup kemungkinan mereka coba-coba beralih ke merek lain. Toh, produk baru itu juga berlogo SNI serta harganya lebih murah.

Apa yang bisa kita perbuat? Ada tiga hal yang bisa kita lakukan, yaitu Customer focus, strentghening Holding, serta Transformation (CHT). Perlu digarisbawahi, customer SMI nanti bukan lagi distributor, melainkan merangsek ke bawah sampai end user. Kita mesti benar-benar fokus pada mereka, memperkuat ikatan emosional agar tidak mudah tergiur produk lain.

Customer focus bukan semata slogan pembangkit

seman-gat karyawan, bukan pula retorika untuk mencapai tujuan sesaat.

Costumer focus yang bermuara pada kepuasan pelang-gan harus dilakukan terus-menerus dan berkesinambunpelang-gan. Karena ada hubungan erat antara fokus pada pelanggan de-ngan kepuasan pelanggan, yang ujung-ujungnya adalah tingkat keuntungan yang diraih perusahaan.

Menghadirkan layanan prima (excellent service) menjadi sesuatu yang bersifat mutlak. Kenali mereka—baik secara isik maupun emosional--, dengarkan keluhan, saran maupun harapannya, lalu penuhi. Layanan prima memungkinkan

peru-sahan menggaet customer baru sekaligus mempertahankan

pelanggan lama.

Perlu diingat, jika bicara ‘fokus pada pelanggan’ maka konteks seharusnya adalah pelanggan internal dan eksternal. Tak sedikit perusahaan yang lupa dan hanya berkonsentrasi pada pelanggan eksternal alias para pembeli semen. Mereka abai terhadap pelanggan internalnya, yaitu para karyawan yang harus dididik tata cara melayani customer dengan baik.

Membangun service culture tidak bisa dilakukan sesaat, tidak cukup melalui pelatihan-pelatihan instan menjelang

di-gelarnya awarding kepuasan pelanggan. Jika ingin

mendeka-ti customer dengan hati, maka tempa hati kita masing-masing agar bisa berempati. Itu butuh proses dan teladan tak kenal henti dari pimpinan.

Seluruh karyawan SMI mesti paham bahwa customer

punya harapan atas layanan yang mereka dapat. Harapan itu adalah better (lebih baik), faster (lebih cepat), newer

(lebih baru), cheaper (lebih murah), serta more simple (lebih sederhana).

Di luar masalah customer, perusahaan ini harus melan-jutkan transformasinya menjadi entitas yang selalu berdiri pada zamannya. Tidak ketinggalan, bukan pula melampaui peradaban industri persemenan. Ada dua jenis perubahan dalam dunia bisnis, yaitu turn around (putar haluan) dan

transformation.

Turn around artinya melakukan perubahan tapi masih dalam portofolio yang sama. Sementara transformasi sudah

go beyond dari portofolio yang existing. SMI bakal

mela-kukan turn around karena semennya masih dominan, dan

masih akan dominan dalam beberapa tahun ke depan. Mari lebih fokus pada pelanggan, tapi jangan lupa holding mesti dikuatkan agar SMI bisa bertransformasi seperti yang kita cita-citakan. (*)

RIZKAN CHANDRA

DIREKTUR UTAMA

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

POJOK

CEO

(2)

DAFT

AR ISI

6-20

KILAS

22-31

FOKUS

CHEAPER, FASTER, BETTER

Persaingan luar biasa dalam menjual semen serta produk turunannya tidak bisa lagi dihadapi dengan cara-cara biasa. perlu strategi dan kiat-kiat istimewa agar produk Semen Indonesia group tetap jadi pilihan utama cus-tomer. intinya, smi harus hadir sedekat-dekatnya dengan end user, baik secara isik maupun emosional.

32-41

INSIDE

KSO SELAMATKAN DANA PERUSAHAAN

RP 4 TRILIUN Terhitung sejak 1 januari 2017, kerja sama operasi (KSO) antara Semen

Indone-sia dan Semen Gresik resmi berlaku. Langkah bisnis itu merupakan lanjutan

trans-formasi korporasi untuk menegaskan fungsi Semen Indonesia sebagai holding. Mengapa harus ada KSO? Apa pula keuntungannya bagi perseroan?

MAHENDRA SIREGAR PERGI, BANG YOS DATANG

(3)

62-65

MITRA

LOBSTER ANTAR LILIK HARIJANTO JADI KEPALA DESA

66-70

CSR

SEMEN PADANG KUCURKAN KREDIT RP 2,6 MILIAR UNTUK 99 UMKM DI SUMBAR

72-75

KULINER

BAREH RANDANG dan BUBUR MANADO RASA MAKASAR

76-77

RANAH

MENRE BARUGA

Ritual menempati bangunan baru khas warga Desa Biring-ere, Kecamatan Bungoro, Pangkep, Sulawesi Selatan.

78-79

HOBI

KLUB MENEMBAK KOMBATSENA SUMBAR

Selain menghabiskan waktu luang, komunitas ini kerap membantu petani membasmi hama yang menyerang tanaman.

80

OLEH-OLEH

KUE JANDA LEGIT MENGGODA

Penganan tradisional yang sampai sekarang masih dige-mari warga Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

42-53

JEMPOL

SMI-AI HASILKAN BENEFIT RP 880 MILIAR

SMI-AI tahun 2015-2016 yang dibuka Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, potensi beneit yang dihasilkan menca-pai Rp 880 miliar atau meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2014) senilai Rp 777 miliar.

55-57

WANITA

KEGIATAN IBU-IBU KIKST, IIKSMI, dan IIP BUMN JATIM

58-61

DESTINASI

INDAHNYA NAGARI PARIANGAN dan EKSOTISNYA “GRAND CANYON” ALA BARRU.

54

JELITA

MAGFIRATUR RAHMA Staf Biro SDM

(4)

SINERGI Edisi 17 • Th IV • April-Juni 2017

BIJAK

KATA

KATA

“Ketika kamu merasa sendiri dan tak ada yg peduli, ingatlah bahwa ada seseorang di luar sana yg begitu ingin

memiliki hidup yang kamu jalani.”

“Kebahagiaan tidak akan habis hanya karena membag-inya. Ketahuilah, kebahagiaan bertambah ketika kamu

bersedia untuk berbagi.”

“Keburukan bukan untuk diperbaiki tapi dihilangkan, se-dangkan kekurangan bukan untuk dihilangkan tapi untuk

diperbaiki.”

“Saat kau membalas kebencian dengan amarah dan caci maki, saat itulah musuhmu menang.”

“Rejeki itu tidak identik dengan uang dan harta, karena rejeki yang paling berharga dalam kehidupan adalah

keju-juran untuk mengakui kesalah yang diperbuat.”

“Hati nurani yang hidup akan membuat seseorang sa-dar telah berbuat kesalahan dan semangat untuk

memper-baikinya sehingga kesalahan tidak akan terulang lagi.”

(Andy F. Noya)

No. 17/Tahun IV/April-Juni 2017

Majalah triwulanan SINERGI diterbitkan secara bersama oleh jajaran Komunikasi Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk

Penasehat:

Direktur Utama PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk

Penanggung Jawab:

Sekretaris Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Sekretaris Perusahaan PT. Semen Padang

Sekretaris Perusahaan PT. Semen Tonasa

Pemimpin Redaksi:

Kabiro Komunikasi Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk

Redaktur:

Kabiro Humas & CSR VO-PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Kabiro Humas PT. Semen Padang

Kabiro Komunikasi PT. Semen Tonasa

Kontributor dari Gresik

Zainal Ariin Firman Saiudin Bahari

Kuncoro Bowo Ram Surahman

Sumarlin

Alamat Redaksi:

PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk Gedung Utama Semen Gresik Jalan Veteran Gresik, Jawa Timur

Telp. 031-3981731/3981733 Fax. 031-3983209/3972264 Email: [email protected] Website: www.semenindonesia.com

PT SEMEN PADANG Kontributor:

Hardi Andri Oktaveri Rony Asrico Putra

Roni Putra Rio P Nugraha Yan Firdaus (Fotografer) Iqbal Ferdito (Fotografer) Ridwan Hadi (Fotografer) Febrizon (Fotografer)

Main Ofice Semen Padang

Indarung Padang, Sumatera Barat Telp. 0751-815250

Fax. 0751-815590 Email: [email protected]

Website: www.semenpadang.co.id

PT SEMEN TONASA Kontributor:

Muhammad Jerynindra Muhammad Safri Indra Ishab (Fotografer)

Kantor Pusat Semen Tonasa

Biring Ere - Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan Telp. 0410-312345

Fax. 0410-310113, 310006-008 Email: [email protected]

Website: www.sementonasa.co.id

Redaksi menerima tulisan, artikel/opini atau foto khususnya yang berkaitan dengan materi dan memiliki relevansi dengan Majalah SINERGI, Panjang tulisan max. 6000 karakter (termasuk spasi). Naskah, foto, dan identitas lengkap penulis dikirimkan kepada

(5)
(6)

RUPS TAHUNAN SEMEN INDONESIA

MAHENDRA SIREGAR PERGI,

BANG YOS DATANG

KILAS

G

erbong pergantian

pengu-rus perseroan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. kembali bergerak. RUPS Tahunan Semen Indonesia di Hotel JW Marriott, Jakarta, Jumat (31/3), menan-dai berakhirnya masa tugas Komisaris Utama Mahendra Siregar. Pria kelahiran 17 Oktober 1962 itu diangkat menjadi komisaris pada RUPSLB, 26 Juni 2012.

Pos yang ditinggalkan Mahendra selanjutnya diisi Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso atau kerap disapa Bang Yos. Sutiyoso bukanlah nama asing karena pernah menjadi gubernur DKI Jakarta selama dua periode. Tera-khir dia adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sebelum digantikan Budi Gunawan pada 9 September 2016. Se-lain Bang Yos, nama baru yang mengisi jajaran komisaris maupun direksi adalah Astera Primanto Bhakti, Nasaruddin Umar serta Agung Yunanto.

Mahendra bukan satu-satunya komisaris yang mengakiri masa tu-gasnya, karena juga ada M Zaidun dan Marwanto Harjowiryono. Sementara di deretan direksi, RUPS memberhentikan dengan hormat Gatot Kustyadji dari jabatan Direktur Enjiniring dan Proyek. Para pemegang saham menyetujui penunjukkan Aunur Rosyidi sebagai Di-rektur Enjiniring & Proyek yang baru.

Adapun Agung Yunanto dipercaya menjadi Direktur SDM & Hukum, meng-gantikan Ahyanizzaman yang mendapat tanggung jawab baru sebagai Direktur Pemasaran & Supply Chain.

“Terima kasih kepada jajaran komisaris, direksi, karyawan dan pemangku kepentingan lainnya atas

kepercayaan yang diberikan kepada saya. Selama lima tahun ini saya ikut dalam transisi Semen Indonesia men-jadi strategic holding yang utuh,” tutur Mahendra Siregar saat memberikan pesan dan kesannya.

Dia bangga menjadi bagian kelu-arga besar SMI, sebuah perusahaan BUMN yang telah listed company dan terus bertumbuh menuju multinasional company. Masa transisi SMI, menurut Mahendra, tidaklah mudah karena berlangsung di tengah kondisi industri persemenan yang diwarnai oversupply. Kendati begitu di tahun 2016 perseroan mampu menunjukkan performa yang baik, dalam arti tidak turun dibanding tahun sebelumnya. “Itu bisa dilihat dari berbagai indikator,” sebut mantan Wakil Menteri Keuangan ini.

Namun bila ada yang berpendapat bahwa itu merupakan capaian ter-baik SMI, Mahendra mengatakan, “ You haven’t seen the best yet, karena yang betul-betul terbaik masih akan terjadi. SMI akan menjadi perusahaan yang membanggakan, baik di tingkat nasional, regional maupun global. Semua berkat tim yang kuat dan solid, termasuk dukungan dari para pemeg-ang saham.”

Kepada pemegang saham yang masih bertanya-tanya tentang performa SMI saat ini, sehingga ragu dalam mengambil keputusan, Mahendra menyarankan ambil keputusan segera. “This is the best time to invest, karena dengan penyempurnaan dan pengua-tan tim, saya yakin kita semua akan melihat capaian terbaik perusahaan grup SMI yang sangat kita banggakan,”

tegas Mahendra.

Hal sama dipaparkan Gatot Kusty-adji, sembari mengucap terima kasih kepada seluruh karyawan SMI Group, baik di opco Semen Padang, Semen Tonasa maupun Semen Gresik. Karier doktor bidang SDM dari Universitas Brawijaya ini memang komplet, karena dia pernah bertugas di Semen Padang selama 15 tahun, Semen Tonasa 8 tahun, Semen Gresik 3 bulan, serta 3 tahun di jajaran direksi SMI. “Doa sen-antiasa saya panjatkan bagi rekan-rekan dan SMI Group, semoga selalu diberi keberkahan, sukses dan berjaya. We are the champion,” tandas Gatot.

Sedangkan M Zaidun, yang diang-kat menjadi komisaris tahun 2014, mengaku beruntung bisa bergabung dengan SMI karena jadi lebih paham seluk- beluk dunia bisnis. Pria 65 tahun ini memang berlatar belakang pendidik, tepatnya dosen sekaligus Dekan Fakul-tas Hukum Unair Surabaya. “Mohon maaf kalau ada yang kurang selama saya bertugas, dan semoga ke depan SMI semakin jaya,” ucapnya.

Perubahan kepengurusan perseroan ini langsung diumumkan Dirut SMI Riz-kan Chandra kepada media. “Di jajaran direksi ada satu nama baru yang masuk, Agung Yunanto, serta pengalihan tugas Ahyanizzaman menjadi direktur Pemasa-ran & Supply Chain, Johan Samudra direktur Produksi & Strategi Bisnis, Budi Siswoyo menjadi direktur Pengem-bangan Usaha & Litbang, serta Aunur Rosyidi sebagai direktur Enjiniring dan Proyek,” terang Rizkan usai RUPS berta-juk ‘Memenangkan Persaingan Melalui Transformasi’ tersebut. (lin/znl/SG)

DEWAN KOMISARIS SEMEN INDONESIA

NO JABATAN NAMA

1 Komisaris Utama Sutiyoso

2 Komisaris Hambra

3 Komisaris Sony Subrata

4 Komisaris Astera Primanto Bhakti 5 Komisaris Independen Wahyu Hidayat 6 Komisaris Independen Djamari Chaniago 7 Komisaris Independen Nasaruddin Umar

DEWAN DIREKSI SEMEN INDONESIA

NO JABATAN NAMA

(7)

T

ak ada kamus bersantai di benak Sutiyoso. Empat hari setelah ditunjuk men-jadi komisaris utama (Komut) Semen Indonesia, pria yang akrab disapa Bang Yos itu langsung turun ke lapangan. Kamis (6/4), sehari penuh dia berkunjung ke Pabrik Rembang, berdialog dengan warga sekitar, serta melihat lahan tambang existing yang ada sejak 1996.

Sehari berikutnya Bang Yos sing-gah ke Pabrik Tuban dan mendapati pengelolaan pabrik yang ramah ling-kungan, jauh dari kesan ”seram” yang dibayangkan masyarakat selama ini. ”Saya hadir di sini untuk mendalami respons masyarakat terhadap pabrik itu seperti apa. Karena pemberitaan selama ini saya nilai simpang siur. Ya, di media sosial, cetak, elektronik, sacara nasional seperti itu. Dan celakanya, ini sudah mencuat di dunia internasional,” tutur Bang Yos setelah berdialog dengan warga di gazebo embung Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang.

Setelah menemui warga yang pro maupun kontra, mantan gubernur DKI Jakarta itu menyatakan bahwa fakta di lapangan bertolak belakang dengan apa yang dimengerti orang-orang di Jakarta. ”Ternyata 95 persen warga (ring I) mendukung pendirian pabrik. Dan ini adalah perusahaan pemeritah yang tidak mungkin menyengsarakan rakyatnya sendiri. Nggak akan pernah ada pabrik di sini kalau ujung-ujung-nya menyengsarakan warga,” tegasujung-ujung-nya.

Buktinya, pabrik belum beroperasi tapi sudah memberikan berbagai fasilitas untuk meningkatkan kehidu-pan masyarakat sekitar. Misalnya embung atau danau penampung air, pipanisasi air bersih, pelatihan

ket-erampilan, bantuan keagamaan, dan lainnya. ”Makanya, mereka mendesak saya supaya menyampaikan kepada Pak Jokowi agar pabrik ini segera ber-operasi. Mereka mengerti manfaatnya seketika dan yang akan datang,” imbuhnya.

Menurut penuturan warga, dulu anak-anak tidak mau disekolahkan sampai SMP. Begitu pabrik berdiri, mereka minta disekolahkan agar nanti bisa bekerja di Semen Indonesia. Berkaca dari sana, Bang Yos memin-ta masyarakat tidak mudah percaya dengan berita yang simpang siur, tapi sebaiknya datang langsung ke lapang-an. ”Seperti yang saya lakukan ini. Sehingga kita objektif, tahu fakta yang sebenarnya seperti apa. Seluruh info yang saya dapat ini akan saya laporkan kepada presiden, info yang betul-betul objektif dan A1. Sebab, seorang penentu kebijakan itu tidak boleh salah membuat keputusan gara-gara masukan yang keliru,” beber kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sebelum digantikan Budi Gunawan pada 9 September 2016 itu.

Termasuk soal tuntutan warga agar Pabrik Rembang segera diresmikan, Bang Yos berjanji meneruskannya langsung kepada Presiden Jokowi. ”Sebenarnya masalah ini akan selesai kalau presiden datang dan meres-mikan Pabrik Rembang. Sebagai komisaris, saya juga punya harapan sama,” ucap Bang Yos.

KAGUMI PABRIK TUBAN

Sehari berikutnya Bang Yos dibuat terkesima dengan apa yang dilihatnya di Pabrik Tuban. Rampung bertemu jajaran manajemen Semen Gresik yang dipimpin Dirut Sunardi Prionomurti di lantai 7 kantor pusat SG di Tuban,

Sutiyoso langsung melihat-lihat area tambang batu kapur dan tanah liat.

Area itu dipilih karena sering dijadikan komoditas pihak-pihak ter-tentu untuk menyerang SMI. ”Opini di luar yang dibangun, baik di dalam maupun luar negeri, tentang kita itu

kan kejam. Menzalimi petani, nggak

peduli dengan lingkungan, aktivitas tambang kita merusak lingkungan, serta sederet cap negatif lainnya,” ungkapnya.

Faktanya, apa yang dia saksikan berbeda 180 derajat. ”Sama sekali jauh dari opini yang diciptakan itu. Saya sungguh kagum dengan apa yang telah dilakukan Semen Indo-nesia dalam mengelola tambang dan juga pabriknya. Kalau di Tuban bisa, saya yakin kisah sukses ini juga bisa diterapkan di Rembang,” papar letnan jenderal TNI (pur) kelahiran Semarang itu.

Sekali lagi, Bang Yos bakal

menyampaikan apa yang dilihatnya di Rembang dan Tuban kepada pres-iden. Dia minta data positif tersebut didukung foto dan video. ”Sebagai komisaris utama, saya juga akan un-dang Pak Jokowi untuk meresmikan Pabrik Rembang nanti,” ucap Bang Yos.

Bukan hanya kepada presiden, dia

juga akan road show ke kalangan

leg-islatif dan sejumlah media massa. Di sisi lain, manajemen SMI harus lebih aktif dalam menyampaikan apa yang sudah dilakukan selama ini kepada media. ”Ini PR yang harus dikerjakan manajemen. Kita ini kalah jauh dalam pembentukan opini. Tetapi, bukan berarti tidak bisa dikejar. Kita bisa melakukannya dengan kerja keras dan kebersamaan,” pungkas Bang Yos.

(8)

KILAS

P

T Semen Indonesia (Persero)

Tbk, meresmikan learning center-leadership academy yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Corporate University pada Senin(27/2). Learning center-leader-ship academy itu merupakan perom-bakan ruang di lantai 4 Gedung Utama Semen Indonesia. Ruang itu disulap menjadi 6 ruang kelas pembelajaran. Selain ruang kelas, learning center-leadership academy juga dilengkapi IT

corner yang memberikan kemudahan bagi karyawan yang membutuhkan informasi terkait perkembangan IT pe-rusahaan. Peresmian learning center-leadership academy itu merupakan wujud komitmen SMI untuk selalu berupaya meningkatkan kompetensi karyawan.

Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama SMI Rizkan Chandra melalui

video conference serta dihadiri lang-sung oleh Direktur SDM dan Hukum Ahyanizzaman, Direktur Enjiniring dan Proyek Aunur Rosyidi, Direktur Produksi dan Litbang Johan Samudra, serta Dirut Semen Gresik Sunardi Prionomurti.

Rizkan Chandra dalam arahannya mengungkapkan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. Menurut dia, yang mem-bedakan satu perusahaan dengan perusahaan lain adalah kualitas SDM yang dimiliki. Dalam operasional perusahaan, lanjut dia, terdapat tiga hal penting yang dikenal sebagai

framework PPT(people, process, tech-nology).

”Teknologi bisa dibeli, proses bisa

di-copy, namun kompetensi SDM

harus dibentuk. Inilah yang mem-bedakan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain,” tutur dia. SMI dike-nal sebagai perusahaan yang memiliki SDM dengan kompetensi di atas kompetensi industri. Sebagai leader

di industri persemenan, SMI harus terus bergerak mengikuti perubahan gerak industri. Dalam hal ini, peran orang (SDM) akan membedakan reaksi sebuah perusahaan dengan perusa-haan lain.

Rizkan menerangkan, pergerakan kebutuhan semen di industri dalam negeri tahun 2015-2016 turun 0,6 persen meski GDP tumbuh 5 persen. Kelesuan pasar kembali terjadi Januari lalu dengan penurunan sebesar 2,3 persen. Hal itu dipicu melimpahnya

supply dan menurunnya demand yang berimbas pada penurunan harga serta membuat semen menjadi produk komoditas.

Dalam setiap revolusi industri, selalu ada perusahaan yang maju dan ada pula yang mati. Jim Collins dalam

bukunya, Good to Great,

menyaran-kan untuk memilih orang lebih dulu sebelum memilih bisnis yang akan ditekuni. ”Tidak ada perusahaan yang menjadi besar tanpa melakukan titik berat pada sisi peningkatan kompe-tensi bagi karyawannya,” ingat Rizkan.

Sejalan dengan budaya perusahaan

CHAMPS, perseroan selalu berusaha meningkatkan diri untuk menjadi juara di mana pun berada. Perseroan, sambung Rizkan, terus berupaya menjadi perusahaan dengan SDM yang memiliki kompetensi tertinggi di industri semen.

Dirut berharap learning center

dalam naungan Corporate Univer-sity itu berjalan beriringan dengan program formal di Universitas In-ternasional Semen Indonesia (UISI). Perguruan tinggi milik SMI itu diharap-kan dapat membuat program modular untuk leadership eselon I dan II, terdiri atas manajemen pemasaran, manaje-men keuangan, manajemanaje-men SDM, manajemen operasi, dan manajemen strategis. Hal itu bertujuan menempa eselon I dan II menjadi leader yang komprehensif, leader yang dapat meli-hat sebuah bisnis dan teknologi secara

integrated.

Direktur SDM dan Hukum Ahyaniz-zaman pada kesempatan itu menya-takan bahwa fasilitas learning center-leadership academy tersebut terbuka untuk seluruh karyawan SMI Group. ”Kita berikan kesempatan seluas-luasnya bagi SDM SMI Group untuk memanfaatkan fasilitas ini, termasuk anak usaha.

Seorang pemimpin harus bisa mela-kukan apa pun yang diperlukan untuk menjalankan tanggung jawabnya se-bagai pimpinan. Karena itu, dia harus terus belajar, belajar, dan belajar,” tandas Yani. (bwo/SG)

SEMEN

INDONESIA

LUNCURKAN

LEADERSHIP

(9)

KILAS

S

emen Padang tak henti-henti berusaha meningkatkan

kompetensi karyawan, mulai jajaran bawah sam-pai direksi. Baik itu berupa kompetensi inti (core), kepemimpinan (leadership), maupun fungsional atau teknis. Misalnya melalui kegiatanExecutive Team Building (ECT) yang berlangsung di Bifa Cottage, Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumbar, Senin (30/1).

”Executive Team Buildingdiadakan untuk meningkatkan

rasa kebersamaan, kekompakan, dan menyatukan visi dalam menjalankan perusahaan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menghilangkan batas-batas antar peserta. Dengan begitu, tercipta sinergi yang baik antar-unit kerja dalam membangun perusahaan,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan dan Evalu-asi Diklat SP Siska Ayu Soraya.

Kegiatan ini lebih banyak menekankan sisi teamwork

dalam menyelesaikan sebuah masalah. Karena itu, dibutuh-kan kerja sama yang kuat di antara seluruh anggota tim. ”Hal ini bisa kita ibaratkan dalam proses produksi semen. Masing-masing unit berkoordinasi dalam memproduksi semen hingga sampai ke tangan konsumen. Jadi, tidak mungkin kita bekerja sendiri-sendiri,” sambungnya.

Dikatakan Siska, koordinasi antar-kepala unit di SP yang sangat kuat harus tecermin dalam kinerja sehari-hari. Dalam kegiatan ECT, masing-masing kelompok beranggota 6 hingga 7 orang yang terdiri atas jajaran komisaris, direksi, dan

pejabat eselon I. ”Masing-masing kelompok harus mengikuti

empat tantangan dalam membuat secangkir kopi atau a cup

of coffee. Ini merupakan ilustrasi proses pembuatan semen,” jelasnya.

Intinya, seluruh unit kerja mesti bersinergi dalam me-nyediakan bahan baku, mengolahnya menjadi semen, serta mendistribusikannya kepada konsumen. Satu unit kerja tak boleh merasa lebih penting dibanding unit kerja yang lain. Sebab, pada dasarnya, tanpa kerja sama, tidak mungkin bisa menghasilkan produk yang bagus.

Kepala Departemen Komunikasi dan Sarana Umum (KSU) SP Iskandar Z. Lubis mengakui kegiatan ini sangat berguna bagi dirinya secara pribadi maupun perusahaan. ECT bisa meningkatkan kompetensi SDM yang ada di perusahaan dalam menghadapi persaingan industri persemenan yang kian sengit.

”Industri persemenan saat ini berada pada kondisi yang sangat menantang. Sehingga untuk jadi pemenang, kita tidak bisa menempuh cara-cara biasa. Kita perlu melakukan hal yang berbeda dan luar biasa karena perubahannya juga luar

biasa. Banyaknya pemain baru membuat supply dan demand

tidak seimbang sehingga memasarkan semen tidak lagi semudah dulu. Karena itu, karyawan harus terus meningkat-kan kemampuannya. Satu tekad dan selalu bersinergi,” papar Iskandar. (ft/kp/SP)

EXECUTIVE

TEAM BUILDING

(10)

S

etelah melewati masa

pemba-ngunan panjang sejak

ground-breaking Juni 2014, pabrik se-men milik PT Sese-men Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang, Jateng, siap diresmikan. Rencananya, seremoni yang menandai beroperas-inya pabrik berkapasitas 3 juta ton per tahun itu diselenggarakan April 2017.

Kepastian itu disampaikan Menteri BUMN Rini M. Soemarno saat berkun-jung ke Pabrik Rembang Jumat pagi (17/3). ”Bulan April, tapi tanggal per-sisnya belum tahu. Harapannya, Bapak Presiden Jokowi yang meresmikan. Saya akan laporkan dulu kunjungan ini kepada presiden. Kemudian mengu-sulkan bagaimana kita dapat meng-operasikan ini. Karena pada dasarnya, perizinan sudah selesai semua,” kata Rini, didampingi Dirut SMI Rizkan Chandra, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, dan Dirut BNI Achmad Baiquni.

Rini datang ke Pabrik Rembang dengan menggunakan helikopter dari

Bandara Ahmad Yani, Semarang. Selain Rizkan serta Dirut Bank Mandiri dan BNI; Deputi Bidang Usaha Pertamban-gan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno juga ikut mendampi-ngi Rini dalam helikopter Pelita Air yang mendarat di tapak pabrik sekitar pukul 09.00 WIB itu.

”Tinggal menunggu kajian lingku-ngan hidup strategis (KLHS). Peresmi-annya harus menunggu itu dulu,” sambung Rini. Dia menegaskan, se-bagai perusahaan pelat merah, Pabrik Rembang harus memberi manfaat besar bagi masyarakat, di samping me-nyumbang pendapatan bagi negara.

Rini melakukan kunjungan ke Pabrik Rembang selama satu jam. Begitu ke-luar dari helikopter, rombongan menteri BUMN disambut para petinggi SMI dan tim proyek Rembang. Tampak Direktur Enjiniring dan Proyek SMI Gatot Kustya-dji; Direktur Produksi Semen Gresik Prasetyo Utomo; Ketua Tim Proyek Rembang Heru Indra Widjajanto; dan Gatot Mardiana, team leader oftrial,

KILAS

RENCANA DIRESMIKAN

PRESIDEN JOKOWI

NAIK HELI,

MENTERI

BUMN

KUNJUNGI

(11)

KILAS

run and commissioning.

Rini lantas diarahkan ke sisi sela-tan gedung CCR Pabrik Rembang untuk melakukan penanaman pohon. Kegiatan itu merupakan wujud komit-men SMI terhadap lingkungan. ”Kita tanam bersama-sama, semoga tumbuh subur dengan baik sebagaimana pabrik semen ini, semoga bisa lancar, selamat, berguna untuk kepentingan masyarakat,” ujar Rini.

Berikutnya, menteri BUMN ber-dialog dengan puluhan warga ring satu yang sudah menunggu di lobi gedung CCR. Setelah berdialog dengan warga dan mendengarkan paparan Gatot Kustyadji tentang kondisi terakhir Pabrik Rembang, rombongan menteri BUMN bertolak ke Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang, untuk sowan ke KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Di sana, sudah menunggu Dirut Semen Gresik Sunardi Prionomurti, Bupati Rem-bang Abdul Haidz, serta Ketua DPRD Rembang Majid Kamil yang juga putra Mbah Moen.

Kepada ulama karismatik, itu Rini melaporkan rencana segera berope-rasinya Pabrik Rembang sekaligus mohon doa restu. Mbah Moen, seperti dituturkan Majid Kamil, memberikan dukungan penuh. ”Apalagi, ini kan

milik negara, ya harus didukung. Yang penting harus bisa memberikan man-faat kepada masyarakat dan menjaga lingkungan,” pesan Mbah Moen.

ADEMKAN WARGA RING SATU Kehadiran Menteri BUMN Rini Soe-marno ke Pabrik Rembang tak sekadar meninjau fasilitas produksi berkapasitas 3 juta ton per tahun tersebut. Lebih dari itu, Rini sempat berdialog de-ngan warga ring satu yang didampingi kepala desa masing-masing. Dialog

ringan dan bebas itu berlangsung di lobi gedung CCR Pabrik Rembang.

Didampingi Dirut SMI Rizkan Chandra, menteri BUMN mengungkap-kan kegembiraannya karena Pabrik Rembang sudah siap diresmikan. ”Kita tidak mungkin beroperasi tanpa duku-ngan warga sekitar. Insya Allah pabrik ini segera beroperasi penuh. Sekarang baru mulai percobaan, bahan-bahan beli dari warga sekitar. Tentu nanti bahan diambil dari tambang sendiri,” papar Rini di hadapan puluhan warga Desa Tegaldowo, Kajar, Pasucen, Kadi-wono, dan Timbrangan.

Menteri BUMN mengajak warga untuk bersama-sama menjaga Pabrik Rembang sekaligus mengawalnya agar tetap memberikan dampak positif dari sisi ekonomi maupun lingkungan. ”Saya sudah tanya Dirut, apakah semua kecamatan di lingkungan ini sudah ada embung, ternyata ada dua yang belum. Janjinya tahun ini selesai,” cetus Rini.

Hingga saat ini, SMI telah mem-bangun embung tadah hujan di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, seluas 6.300 meter persegi, lalu akan disusul di Desa Kumendung dan Maguan. Rini menandaskan, sebagai perusahaan pelat merah, Pabrik Rembang harus beroperasi dengan baik dan untung. Namun, di sisi lain, pabrik itu juga harus memberikan kesejahteraan bagi warga sekitar.

”Karena itu, kita harus komunikasi terus. Kalau ada yang kurang, tolong kami dikasih tahu. Tapi, kalau kami butuh bantuan, mohon warga juga mau membantu,” harapnya. Sejumlah perwakilan warga lantas memberikan masukan. Antara lain Amat Soleh (Kadiwono), Ustad Ahmad Achid (Tim-brangan), Wahyudi (Tegaldowo), Rame (Pasucen), serta Ahmad Ridwan (Kades

Kadiwono).

Menurut Ahmad Achid, Desa Tim-brangan termasuk wilayah pertanian yang tandus. Dibutuhkan terobosan luar biasa agar kawasan itu berubah menjadi daerah yang subur sehingga petani bisa meningkatkan pendapatan. Dari sisi keagamaan, dia mengungkap-kan, kemampuan baca-tulis Alquran anak-anak dari Timbrangan perlu ditingkatkan.

”Harapan saya, ada semacam diklat atau pelatihan untuk meningkatkan ka-pasitas guru-guru TPQ yang sudah ada. Dengan demikian, warga sekitar pabrik bisa maju, sejahtera, sekaligus religius. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih buat pemerintah, kok mau-maunya mendirikan BUMN di sini,” tutur Achid.

Sementara itu, Kades Kadiwono Ahmad Ridwan menegaskan, demi kemanusiaan dan kelanjutan asas manfaat, Pabrik Rembang harus segera beroperasi. Menurut dia, efek positif pendirian pabrik sudah dirasakan warga sejak jauh hari. Selain terlibat langsung dalam proyek, warga juga bisa mengi-kuti berbagai pelatihan keterampilan maupun pendidikan paket C yang diselenggarakan SMI.

(12)

R

angkaian kegiatan Bulan Keselamatan dan Keseha-tan Kerja (K3) Nasional dan Bulan Mutu PT Semen Padang tahun 2017 dipungkasi dengan upacara pe-nutupan di Kantor Pusat Semen Padang pada Kamis (16/2). Direktur Utama Semen Padang Benny Wendry selaku pembina upacara mengingatkan, kegiatan sebulan penuh itu digelar bukan dalam rangka mencari yang terbaik. Lebih dari itu, Bulan Mutu dan K3 diharapkan dapat memberikan pemahaman, meningkatkan kepedulian, serta menyampai-kan informasi K3, mutu, dan inovasi kepada seluruh kar-yawan dan anak perusahaan.

”Selamat kepada seluruh pemenang perlombaan dan pemilihan, mudah-mudahan prestasi ini dapat dipertahan-kan di masa yang adipertahan-kan datang. Kepada tim atau unit kerja yang belum memperoleh kategori terbaik, kami berharap agar tetap berperan aktif dan semoga memperoleh predi-kat terbaik pada tahun-tahun berikutnya,” predi-kata Benny pada upacara yang dihadiri Direktur Produksi Indrieffouny Indra, Direktur Keuangan Tri Hartono Rianto, jajaran pimpinan anak perusahaan dan lembaga penunjang Semen Padang, kar-yawan, serta pengurus dan anggota FKIK Semen Padang.

Pada kesempatan itu, Benny meminta kepada seluruh jajaran di perusahaan, termasuk tenaga kerja kontraktor, un-tuk meningkatkan koordinasi kerja, mematuhi prosedur kerja, dan menerapkan norma-norma K3. Meningkatkan fungsi

pengawasan, membudayakan kegiatan safety talk sebelum

memulai pekerjaan, dan melaksanakan safety moment saat

memulai kegiatan rapat. ”Mudah-mudahan bulan-bulan ke depan tidak ada lagi kasus kecelakaan kerja,” ucap dia.

Terkait dengan aspek kesehatan kerja, dia menegaskan bahwa tahun ini tidak ada lagi karyawan Semen Padang

yang tidak mengikuti medical checkup (MCU), menerapkan

pola hidup sehat, dan melaksanakan program tindak lanjut dari hasil MCU yang direkomendasikan dokter perusahaan. Dengan begitu, hari hilang atau hilangnya kesempatan ber-produksi karena sakit dapat ditekan sekecil-kecilnya.

Kegiatan Bulan K3 Nasional dan Bulan Mutu Semen Padang tahun ini melibatkan seluruh unit kerja, anak perusa-haan, rekanan, kontraktor, dan instansi terkait. Kegiatan yang dilangsungkan meliputi sosialisasi seperti konvensi mutu dan seminar K3 serta pemantapan norma-norma K3 untuk

kar-yawan dan kontraktor. Juga penilaian dan pemilihan teladan, meliputi pemilihan tim K3LH teladan, pemilihan tempat kerja teladan/HKR, dan pemilihan kontraktor teladan.

Selain itu, digelar serangkaian lomba K3, meliputi lomba pemadam kebakaran dan P3K antartim PKTD unit kerja, lom-ba cerdas cermat K3, lomlom-ba foto K3, poster K3, videograi K3, dan artikel K3 yang diikuti karyawan Semen Padang.

Di samping itu, Semen Padang juga menggelar kegiatan sosial. Meliputi penanaman pohon trembesi di area jalan baru tambang yang diikuti jajaran direksi dan eselon I. Ketua Panitia Bulan K3 Nasional dan Bulan Mutu Semen Padang 2017 Hendra Bayu mengatakan, penghargaan telah diserah-kan kepada seluruh pemenang pada 13 Februari 2017.

”Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Semen Padang yang telah memberi-kan dukungan sehingga kegiatan ini terselenggara dengan sukses. Dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Hendra Bayu.

Di sisi lain, Dirut Semen Padang Benny Wendry memin-ta semua jajarannya agar dapat mempermemin-tahankan Proper Hijau yang diraih pada 2016. Untuk itu, seluruh karyawan harus mengoperasikan semua peralatan sesuai ketentuan yang ada, termasuk perawatan mesin, pengelolaan limbah, dan lainnya.

”Operasional pabrik harus dikawal, terutama emisi cerobong dikendalikan sehingga tetap berada di bawah baku mutu. Begitu juga terhadap limbah B3, harus dikelola dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan dan memicu komplain masyarakat. Di samping itu, setiap unit kerja harus melakukan eisiensi pemakaian sumber daya, seperti pemakaian sumber daya air dan energi listrik. Mari kita dukung program pabrik bersih,” tuturnya.

Semen Padang memperoleh Proper Hijau pada 2016, setelah 13 tahun hanya memperoleh Proper Biru dari KLH. Proper Hijau diberikan untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara eisien, dan pelaksanaan upaya tang-gung jawab sosial dengan baik. (rnp/SP)

SEMANGAT PROPER HIJAU

DI BULAN K3 DAN BULAN MUTU

(13)

S

erikat Karyawan Semen Indo-nesia (SKSI) genap berusia 18 tahun pada 26 Februari 2017. Peringatan HUT organisasi karyawan yang terlahir dengan nama Serikat Pekerja Semen Gresik (SPSG) pada 26 Februari 1999 itu ditandai dengan tasyakuran di depan sekretariat SKSI Gedung Dormitory Pabrik Tuban, Selasa (28/2).

Hadir dalam tasyakuran itu Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Ahyanizzaman, Direktur Produksi Se-men Gresik Prasetyo Utomo, Ketua Umum SKSI Adityo Sugeng, perwakilan Federasi Serikat Pekerja Anak Usaha, dan sejumlah anggota SKSI.

Dalam kesempatan tersebut, Direk-tur SDM dan Hukum SMI Ahyanizzaman memaparkan kondisi industri perseme-nan domestik saat ini. Menurut dia, saat ini situasi industri semen dalam negeri telah jauh berbeda dengan tingkat per-saingan yang semakin ketat. Karena itu, dia berharap peran serta SKSI dalam memperkuat daya saing perusahaan.

Sinergi yang kuat antara manaje-men dan karyawan akan membuat perusahaan semakin kompetitif. ”Dalam kondisi saat ini, manajemen dan kar-yawan harus bersinergi agar tercipta

operational excellence untuk

men-dukung daya saing perusahaan,” jelas Yani, panggilan akrabnya.

Peringatan hari jadi SKSI tahun ini

mengangkat tema Dengan Semangat

Kebersamaan Mari Kita Sukseskan Mubes ke VII. Tema itu sengaja diang-kat seiring rencana SKSI menggelar musyawarah besar (mubes) Mei menda-tang. Mubes tersebut sedianya digelar April, tapi diundur karena menyesuai-kan jadwal overhaul.

”Ini adalah bagian dari komitmen SKSI yang mengusung semboyan mitra-profesional-sejahtera. Dalam penyelenggaraan kegiatan serikat, kita tetap profesional untuk mendahulu-kan tanggung jawab pekerjaan,” tutur Ketua SKSI Adityo Sugeng.

Tahun ini mubes SKSI akan digelar di Kota Batu dan direncanakan berlang-sung selama tiga hari. Sebelum itu, dilangsungkan pra-mubes untuk mem-bahas tata tertib dan persiapan lain. Fo-rum mubes itu akan mendemisionerkan kepengurusan SKSI periode 2014-2017 dan memilih pengurus baru.

Sementara itu, menyikapi kondisi persaingan industri semen yang semakin ketat, SKSI berharap dapat memperkuat sinergi dengan manaje-men untuk manaje-meningkatkan daya saing perusahaan. Bentuk sinergi itu telah

diwujudkan SKSI bersama manajemen dalam sejumlah kegiatan. Salah satunya

sharing tentang product knowledge

yang telah berlangsung beberapa wak-tu lalu. ”Dengan pemahaman produk yang cukup, kami (SKSI) berharap kar-yawan dapat turut memasarkan produk Semen Gresik secara personal. Ini akan sangat membantu penjualan produk kita,” ungkap pria yang biasa dipanggil Adit itu.

Sebagai mitra perusahaan, seri-kat yang memiliki visi Mewujudkan Organisasi yang Excellent sebagai Penggerak Perkembangan Perusahaan yang Bermanfaat bagi Karyawan dan Keluarganya itu juga berharap dapat menjembatani karyawan dalam mem-berikan saran yang membangun bagi manajemen.

Adit melanjutkan, SKSI yang saat ini beranggota 1.600 karyawan merupakan amanat undang-undang untuk men-jembatani komunikasi antara karyawan dan manajemen. Ribuan anggota itu diharapkan dapat berperan aktif untuk menjalankan organisasi melalui unit-unit kepengurusan yang telah dibentuk. Kemajuan teknologi juga dimanfaatkan sehingga diskusi antaranggota bisa dilakukan kapan saja tanpa harus tatap muka secara langsung. (bwo/lin/SG)

DIRGAHAYU

SKSI

KILAS

(14)

KILAS

S

emen Indonesia membuktikan janji untuk memberikan

manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar pabrik. Menjelang pengoperasian Pabrik Rembang, SMI dan Pemkab Rembang menyepakati pendirian AKSI (Akademi Komunitas Semen Indonesia) Rembang.

MoU penyelenggaraan pendidikan vokasi setara D-II itu ditan-datangani di kantor Pemkab Rembang pada Jumat (3/3) oleh Bupati Abdul Haidz dan Ketua Pengurus SMIF (Semen Indone-sia Foundation) Soesetyoko Soewandi. Momen bersejarah itu disaksikan Wabup Rembang Bayu Andriyanto, jajaran pendidikan Kabupaten Rembang, serta sejumlah Dirut perusahaan daerah.

Tampak pula Direktur Enjiniring dan Proyek SMI Gatot Kusty-adji serta beberapa direktur anak usaha SMI. Bupati Abdul Haidz berharap kehadiran AKSI nanti tidak menjadi pesaing bagi AKN (Akademi Komunitas Negeri) Rembang. ”Tapi bersin-ergi untuk sama-sama maju. Semakin banyak lembaga pendidi-kan apendidi-kan semakin baik untuk warga Rembang,” tutur bupati.

Menurut dia, manfaat berdirinya pabrik semen di Rembang harus bisa dinikmati oleh warga setempat. Perjalanan SMI berin-vestasi di Rembang sangat panjang, tapi berujung happy ending

seiring terbitnya Keputusan Gubernur Jateng Nomor 660.1/6 Tahun 2017 yang bertanggal 23 Februari 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia (Persero) di Kabupaten Rembang.

Setelah pabrik semen, berturut-turut Rembang akan dibanjiri sejumlah investasi industri padat karya lainnya.

Antara lain gas alam, garmen, sepatu, mebel, dan industri komponen otomotif. ”Industrialisasi ini harus diimbangi de-ngan penyiapan SDM yang kompeten. Jade-ngan sampai warga Rembang hanya jadi penonton karena persoalan pendidikan. Kehadiran AKSI sangat pas,” tambahnya.

Gatot Kustyadji dalam kesempatan itu menjelaskan, AKSI di Gresik berdiri sejak dua tahun lalu. Menyusul kemudian

AKSI Rembang dan Aceh yang akan di-launching dalam

waktu bersamaan, lantas Kupang. ”Ini merupakan perwu-judan empat pilar CSR perusahaan, yaitu SI Cerdas, SI Lestari, SI Peduli, dan SI Prima,” kata dia.

Kelebihan AKSI dibanding lembaga pendidikan lain ada-lah tersedianya live laboratory berupa pabrik semen serta anak-anak perusahaan SMI lainnya. AKSI telah menjalin kerja sama dengan 15 anak perusahaan SMI. Antara lain PT Cipta Nirmala, PT Kawasan Industri Gresik (KIG), PT Konsulta, dan PT Swabina Gatra. Empat perusahaan tersebut juga akan beroperasi di Rembang.

Menurut Ketua Pengurus SMIF Soesetyoko Soewandi, AKSI Rembang dan Aceh mulai beroperasi pada 2 Mei mendatang, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. ”Kita launching

bareng dalam rangkaian SMI Peduli Pendidikan,” terang dia. AKSI Rembang berdaya tampung 90 mahasiswa yang terbagi dalam tiga jurusan, yakni pemeliharaan mesin perala-tan industri, operasi mesin peralaperala-tan industri, serta otomasi perkantoran. ”Mahasiswa tidak perlu susah-susah cari tem-pat magang atau penelitian. Semua ada di pabrik. Kita juga menyiapkan beasiswa bagi yang berprestasi,” imbuh Koko, panggilan akrabnya.

Dia memastikan bahwa AKSI tidak akan bersaing dengan AKN Rembang karena basisnya berbeda. ”Kurikulumnya saja tidak sama. AKN kan berbasis perikanan. Justru kita akan bekerja sama demi kemajuan pendidikan di Rembang,” tegas dia. (lin/bwo/SG)

AKSI Sambut

Industrialisasi

(15)

KILAS

S

erikat Pekerja Semen Padang (SPSP) menggelar

pel-bagai acara menyambut ulang tahun ke-15 yang jatuh pada 8 Maret 2017. Tiga acara puncak yang diadakan adalah donor darah, workshop, dan senam massal. Ketua Umum SPSP Desri Ayunda berharap, sampai kapan pun SPSP tetap menjadi mitra strategis bagi perusahaan. “Prinsipnya, perusahaan maju seiring dengan kesejahteraan karyawan,” ujarnya.

Perusahaan bisa maju bila ditopang dengan peningkatan

kapasitas karyawan. Oleh karena itu diadakan workshop

dengan tema ‘Peran Pekerja Industri Semen dalam Mening-katkan Persaingan Menghadapi Pasar’ yang rencananya menghadir-kan Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso sebagai narasumber.

Tema ini menjadi penting karena persaingan di industri semen yang semakin ketat. Mantan calon walikota Padang ini mencatat ada dua tantangan besar industri semen di masa depan, dan bagaimana peran SPSP menghadapinya. Perta-ma, munculnya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia. “Kami punya data, 80 ribu TKA telah masuk ke Indonesia. Sebanyak 30 ribu di antaranya berasal dari Tiongkok,” beber Desri.

TKA menyasar pabrik-pabrik besar dan ironisnya bersedia digaji murah. Ini jelas membahayakan bagi pekerja lokal. Meski di Semen Padang belum terasa dampak masuknya TKA ini, Desri menegaskan langkah antisipasi diperlukan. Karena itu pihaknya akan terus memperkuat KKB (Kesepakatan Kerja Bersama) antara manajemen dengan karyawan.

Kedua, mudahnya mengurus izin pabrik sehingga menyebabkan bertambahnya pesaing. Di industri semen misalnya, tercatat lebih dari 10 pemain yang menyebabkan persaingan di dalam negeri semakin ketat. Dampaknya terha-dap pekerja adalah munculnya PHK bila gagal bersaing. SPSP akan berjuang agar langkah PHK tidak terjadi. Tapi kalaupun terjadi, tegas Desri, harus sesuai perundangan yang berlaku.

Ia menyambut baik rencana pemerintah melakukan moratorium penambahan pabrik semen di tahun 2017. “Ini perjuangan kami dari Federasi Serikat Pekerja Industri Se-men,” katanya.

1.000 KANTONG DARAH

Sementara itu, Rabu (8/3), SPSP menggelar kegiatan do-nor darah di Gedung Serba Guna Semen Padang. Pada saat itu ditargetkan terkumpul sebanyak 1.000 kantong darah. Dari target itu, hingga pukul 15.30 WIB sudah didapatkan se-banyak 388 kantong darah. Sisanya ditargetkan bisa dicapai pada donor darah di Pantai Padang, 2 April 2017.

“Mudah-mudahan kerelaan dan keikhlasan hati para pendonor yang telah menyumbangkan darahnya hari ini akan dibalas oleh Allah SWT. Sebab, darah yang telah didonorkan

ini akan sangat berarti sekali bagi pasien yang membutuh-kan,” tutur Desri Ayunda, ketua SPSP .

Desri optimistis target 1.000 kantong darah optimis akan tercapai, karena donor darah digelar dua kali. Donor darah berikutnya berlangsung di Pantai Muaro Lasak, Kota Pa-dang. “Selain donor darah di Pantai Muaro Lasak, SPSP juga menggelar kegiatan lainnya seperti gotong royong mem-bersihkan Pantai Muaro Lasak dan kegiatan senam massal,” bebernya.

Di sela-sela pembukaan donor darah, Desri Ayunda menyerahkan penghargaan kepada karyawan Semen Pa-dang bernama Afdelis. Staf Biro SHE itu menjadi salah satu penerima penghargaan sebagai pendonor terbanyak dari Wapres Jusuf Kalla, yang juga Ketum PMI Pusat.

“Penghargaan dari Wapres Jusuf Kalla itu diterima Afdelis di Istana Negara pada 19 Februari lalu, karena telah men-donorkan darahnya sebanyak 100 kali. Capaian itu sangat kami apresiasi karena secara tidak langsung mengangat citra perusahaan,” kata dia.

SPSP yang menaungi 1.568 karyawan PT Semen Padang memiliki sejarah panjang. Organisasi ini berdiri sejak 2002, menggantikan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di perusahaan semen pertama di Indonesia itu. (ok/andika/SP)

(16)

P

T Semen Indonesia (Persero) Tbk turut menyemarakkan perayaan HUT BUMN di Pantai Kuta Man-dalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (27/1). Bertajuk Bersama ke Mandalika, Bergerak untuk Indonesia, peringatan hari jadi sejumlah BUMN yang jatuh pada Desember 2016 dan Januari 2017 tersebut dihadiri direksi dari 118 perusahaan milik negara.

Sebanyak 22 BUMN yang berulang tahun adalah PT Semen Indonesia, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Bank BRI, PT Danareksa, PT Dok Kodja Bahari, PT INTI, PT Energy Management Indone-sian, PT Inalum, Indonesia Tourism De-velopment Corporation (ITDC), PT Jasa Raharja, PT Jiwasraya, Perum LKBN Antara, PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III, PT Pelindo IV, PT Perikanan Indonesia, PT Pertamina, PT Pertani, PT Pupuk Kaltim, PT Pusri, dan PT Waskita Karya.

Acara yang digelar pada 27-28

Januari 2017 itu menjadi program ”BUMN Hadir untuk Negeri” sebagai upaya mendorong semangat sinergi di lingkungan perusahaan milik negara. SMI memberikan bantuan untuk pem-bangunan musala senilai Rp 300 juta di Desa Wisata Sasak Ende yang terletak di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Secara simbolis, ban-tuan tersebut diserahkan oleh Dirut SMI Rizkan Chandra kepada Marip, perwaki-lan warga Sasak Ende.

Pada perayaan kali ini, Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan para direksi BUMN memang mengusung sejumlah kegiatan sosial di Lombok Tengah dan Lombok Timur. Rombon-gan menyerahkan bantuan yang berasal dari dana CSR senilai Rp 11,275 miliar untuk berbagai lembaga pendidikan dan petani bawang putih.

Bantuan itu diserahkan Rini secara resmi kepada Gubernur NTB Muham-mad Zainul Majdi di Kila Senggigi

Beach Hotel pada Jumat malam (27/1). Menurut Rini, kehadiran direksi BUMN itu bertujuan, antara lain, untuk men-dukung kebangkitan kepariwisataan di Mandalika Resort.

”Bantuan CSR ini untuk kemajuan pariwisata Mandalika dan sekitarnya. Pemilihan kawasan Mandalika sebagai bentuk dukungan BUMN terhadap program pemerintah dalam percepa-tan pembangunan Mandalika sebagai destinasi halal tourism terbaik dunia sekaligus sebagai destinasi wisata

cruise,” kata Rini.

Wagub NTB Muhammad Amin men-gapresiasi bantuan BUMN yang lang-sung diserahkan oleh direktur utama dan disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno. ”Ini luar biasa. Selama 26 tahun, saya kira hari ini menjadi tong-gak sejarah. Saya berharap bantuan tersebut bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Mandalika,” tutur Amin.

(znl/ir/SG)

KILAS

(17)

KILAS

J

ajaran Direktorat Produksi dan

Litbang Semen Gresik kian gencar mengimplementasikan

knowledge management. Mela-lui SMI d’Forum yang berlangsung di Ruang Wijaya Kusuma, lantai 7 Kantor Pusat Semen Gresik (KPSG), Tuban,

Kamis (9/2), lahir commitment

agree-ment yang berisi enam poin.

Komitmen itu merupakan keputu-san bersama yang harus dilakkeputu-sana- dilaksana-kan demi memenuhi target kualitas tahun 2017 di Pabrik Tuban serta Gresik. Enam komitmen yang diteken bersama itu masing-masing menjalan-kan kebijamenjalan-kan kualitas dan rencana mutu 2017 dengan lebih menekankan stabilitas kualitas, memanfaatkan ma-terial alternatif penganti clay secara optimal, serta menjaga kontinuitas suplai karena kondisi tambang tanah liat yang semakin terbatas.

Poin ketiga, mengoptimalkan pemakaian dolomit untuk bahan baku raw mill dan menggantikan iller

batu kapur untuk semua cement mill

dengan dolomit, lalu meminta pihak pemasaran segera mencari pasar PCC sesuai dengan SPPT SNI yang telah dimiliki (di mana PCC memiliki potensi

penghematan trass hingga 26 miliar

rupiah per tahun untuk 2 mill).

Kelima, secara terus-menerus me-lakukan review proses bisnis (prosedur dan instruksi kerja) sesuai dengan persyaratan sistem manajemen dan peraturan yang berlaku. Poin terakhir, melakukan rapat koordinasi dan evalu-asi mutu secara berkala setiap dua minggu.

SMI d’Forum merupakan ajang rutin yang bertujuan menggelorakan

semangat sharing knowledge demi

peningkatan kinerja. Puluhan peserta terlibat aktif dalam forum bertema

Quality Sustainable Development

tersebut.

Ada delapan pembicara yang dihadirkan. Antara lain Suharyanto (Department of QSHE), Samsuri (Bu-reau of Product Quality Assurance),

dan Fajar Soleh FE (Section of Product Quality Assurance).

Berikutnya Teguh Sutrisno dan Bagus Wisnu Aji dari Department of Process & Technology RD. Juga Aifu-din Zuhri (Section of Process Control), Khoirul Anwar (Bureau of Mining), serta Tri Eddy Susanto (Department of Product Application RD).

Sebelumnya, tekad mewujudkan tar-get produksi tahun 2017 terlontar dalam

SMI d’Forum yang mengangkat tema Be

A Leader Through Quality, Capacity and

Availability Stock, Cost Eficiency and

Environmentally Friendly Behavior pada Selasa (17/1). Tahun ini jajaran produksi ditargetkan mampu menghasilkan 13,5 juta ton semen. Angka itu merupakan akumulasi produksi dari empat pabrik Semen Gresik di Tuban.

Selain itu, grinding mill di Ciga-ding, Banten, yang mulai beroperasi pertengahan Februari diharapkan bisa menyumbang produksi 990 ribu ton semen per tahun. (lin/SG)

SMI D’FORUM

(18)

S

emen Indonesia melalui anak usahanya, Semen Gresik, meluncurkan program Jago Bangunan ber-barengan dengan penyerahan rekor Muri di Wisma Achmad Yani, Gresik, Selasa (28/2). Launching

dilakukan bersama oleh Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia Aunur Rosyidi; Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin; Kepala Kompartemen SVP, ICT & Strategic Procurement Mat Sulkan; Kadep Ko-munikasi dan Sarana Umum Aris Sunarso; Kadep Corpo-rate Marketing Rudi Hartono; Kadep Penjualan Bambang Djoko; dan Kadep ICT Development Ilmanza Restuadi.

Semua naik ke panggung dan bersama-sama memencet tombol launching portal www.jagobangunan.com. Program tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam memenuhi kebutuhan informasi dan memelihara hubungan dengan tukang bangunan sebagai mitra kerja. Program itu

dapat diakses secara online di alamat www.jagobangunan.

com. Itu merupakan saluran layanan terpadu pertama

untuk komunitas tukang bangunan di industri persemenan Indonesia. ”Saluran ini membekali para tukang bangu-nan dengan beragam informasi terkait dengan konstruksi dan bangunan,” terang Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin.

Portal itu menyediakan informasi dari A sampai Z yang sangat berguna bagi para tukang agar semakin jago. Lewat Info Jago, misalnya, para tukang bangunan bias mendapat-kan informasi mengenai desain dan konstruksi bangunan

secara langsung melalui telepon bebas pulsa pada konsul-tan ahli yang bernama Pak Jago.

Ada pula program pulsa gratis periode 1 Maret 2017 hingga 31 Agustus 2017 sebagai wujud penghargaan dan kepedulian Semen Gresik dalam menunjang kebutuhan komunikasi bagi para anggota komunitas Jago Bangunan yang sudah terdaftar sampai Desember 2016. ”Di samping

layanan online dan poin pulsa, program ini juga

mengada-kan kegiatan berbasis komunitas seperti arisan tumengada-kang,” tandas Mukhamad Saifudin, merujuk arisan dengan hadiah utama 1 mobil Honda Mobilio dan 10 paket umrah terse-but. (ram/bwo/SG)

KILAS

jagobangunan.com

(19)

KILAS

P

eringatan HUT ke-4 holding

Se-men Indonesia yang terbentuk pada 7 Januari 2014 berlang-sung sederhana, guyub, dan penuh makna. Segenap direksi SMI dan seluruh opco hadir, mulai Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, hingga TLCC Vietnam. Tampak pula

beberapa komisaris SMI maupun ocpo,

juga Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso.

Rangkaian acara dimulai dengan upacara bendera di halaman kantor lama Pabrik Gresik pada Senin (9/1) pukul 07.30 WIB, diikuti seluruh kar-yawan SMI Group. Pada kesempatan itu, perusahaan me-launching AKSI (Akademi Komunitas Semen Indone-sia) Aceh, AKSI Rembang, dan Sistem Informasi Sekolah (SIS).

Seusai upacara, acara disambung dengan tumpengan di lobi kantor pusat SMI. Tasyakuran itu diikuti ratu-san karyawan yang duduk lesehan, di mana tiap kelompok mengitari sebuah tumpeng. Dirut Rizkan Chandra

me-nyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Dirut Semen Tonasa Andi Unggul Attas, berikutnya Dirut Semen Indonesia Kupang Ari Wardana, Dirut Semen Gresik Sunardi Prionomurti, dan Dirut Semen Padang Benny Wendry. Lalu perwakilan Semen Indonesia Aceh, perwakilan media massa, perwakilan TLCC, juga Ketua ASI Widodo Santoso.

Pada hari yang sama, digelar Semen Indonesia Award on Innovation Award (SMI-AI) di Wisma A. Yani, Gresik, yang merupakan pesta para inovator dari SMI dan seluruh opco. Dirut SMI Rizkan Chandra membeber sejarah panjang perusahaan saat didaulat sebagai ins-pektur upacara. Selain itu, Rizkan meng-ingatkan akan banyaknya tantangan yang harus dihadapi SMI ke depan.

Selama 2016, papar Rizkan, perusa-haan membeli banyak semen maupun

clinker dari kompetitor. Itu merupakan strategi untuk meningkatkan market share sekaligus konsolidasi semen nasional. ”Market kita bukan hanya kawasan domestik saja, tapi regional.

Sehingga bagaimana kita masuk di Bangladesh, masuk di Sri Lanka tidak ada bedanya dengan kita masuk ke Kalimantan. Sama-sama tidak punya fasilitas, tapi bagaimana produk kita sampai di sana. Kalau memang diper-lukan fasilitas, kita akan buat atau beli fasilitas yang ada,” ujarnya.

Secara garis besar, Rizkan mering-kas pesannya dalam 3 poin yang disebutnya CHT, yaitu customer focus, strengthening holding, serta trans-formation. Intinya, perusahaan harus lebih dekat dengan konsumen, lantas menegaskan fungsi holding sejak pemberlakuan KSO (kerja sama ope-rasi) antara SMI dan Semen Gresik. Yang ketiga, melanjutkan transformasi menjadi entitas bisnis yang makin besar dan adaptif.

”Terima kasih atas dedikasi, perjuan-gan yang luar biasa, kerja keras, dan kerja cerdas dari karyawan sehingga perusahaan dapat bersaing secara kompetitif di tahun yang penuh tanta-ngan,” pungkas Rizkan. (lin/bwo/SG)

HUT ke-4 Semen Indonesia

(20)

KILAS

L

okasi pembangunan pabrik Semen Indonesia Aceh

(SIA) di Kabupaten Pidie, Aceh, mendapat tamu istimewa dari jajaran keamanan setempat. Adalah Pangdam Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman dan Kapolres AKBP M. Ali Khadai yang me-nyinggahi pabrik dengan kapasitas 3 juta ton per tahun tersebut dengan ditemani Dirut SIA Bahar Syamsu.

Dalam sambutannya, Bahar Syamsu memaparkan bah-wa proyek Aceh ditargetkan tuntas pada Juli 2020 dengan anggaran Rp 5,8 triliun. ”Dana tersebut bukan hanya un-tuk pembangunan pabrik, namun juga unun-tuk mendukung program CSR yang dilakukan oleh perusahaan,” katanya.

Lead of PCRM Rendra Sanjaya menambahkan, hingga awal Februari 2017 tim proyek Aceh telah menyelesaikan tahap Cut & Fill 1. Adapun pengerjaan Cut & Fill 2 akan terus dikebut dan ditargetkan selesai pada Juni 2017. ”Untuk saat ini, yang kita kejar terlebih dahulu adalah sa-rana pendukung proyek. Antara lain pembangunan masjid dan kantor proyek serta beberapa fasilitas lainnya seperti

pumping dan lain-lain,” terangnya.

Untuk mendukung kelancaran proyek, CSR SIA Trimizi telah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan ekono-mi masyarakat, peningkatan mutu dan kualitas SDM setem-pat, serta pelestarian lingkungan. Faktor-faktor pendukung lain seperti akses di kawasan ring 1 juga akan dibangun.

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman berharap kerja sama yang sudah dibangun itu bisa berjalan dengan baik. Sehingga ke depan dapat saling membantu, terutama dalam hal menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pihaknya mengajak SIA untuk meyakinkan masyarakat

akan dampak positif dari investasi pabrik Aceh. Dengan begitu, masyarakat dapat menerima keberadaan pabrik dan menghilangkan isu-isu negatif. ”Kita akan memper-siapkan Kodim setempat untuk melakukan pendampingan secara langsung kepada masyarakat agar bisa sinkron dengan program CSR yang telah disiapkan SIA,” ucapnya.

Kapolres Pidie AKBP M. Ali Khadai menambahkan, sinergi antara Polri, TNI, dan pihak keamanan SIA harus diperkuat untuk meningkatkan keamanan di lokasi proyek. Selain itu, pihaknya sependapat dengan Pangdam Is-kandar Muda bahwa sosialisasi kepada masyarakat harus diintensifkan.

”Kami berharap dukungan TNI dan Polri untuk penga-manan di site selama proyek berlangsung. Proyek ini akan efektif mulai bulan Juli 2017, di mana semua fasilitas pendukung telah rampung dan pembangunan pabrik siap dimulai,” jelas Bahar Syamsu. (isd/SG)

(21)

BIDIK

MENGEJAR PINTAR Anak-anak Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten

Pang-kep, ini tiap pagi dikejar waktu agar tidak terlambat masuk sekolah. Bentor (becak motor) jadi pilihan utama karena bisa langsung berangkat, tidak seperti angkot yang menunggu penumpang penuh baru tancap gas. Ongkos naik bentor juga lebih murah, apalagi kalau ditanggung berlima.

(22)

K

arena itulah Direktorat Pemasaran dan Supply Chain SMI memben-tuk Marketing Corporate, sebuah organisasi baru yang menjalankan fungsinya sejak Januari 2017. “Tugasnya satu, yaitu mendeinisikan revenue pe-rusahaan itu di-generate oleh siapa saja. Lalu menentukan siapa saja end user kita, baik yang sifatnya retail maupun industri. Retail nanti komposisinya 70 persen, sedangkan industri 30 persen,” kata Direktur Pemasaran dan Supply Chain SMI Aunur Rosyidi dalam perbincangan di Cirebon, Jabar, Jumat (10/3).

Direktorat Pemasaran dan Supply Chain memang punya peran kunci dalam menjaga ’kesehatan’ perseroan sehingga bisa terus beroperasi, tumbuh dan berkembang. Tujuannya tidak lain adalah memaksimalkan revenue (pendapatan) yang dihasilkan dari aktivitas penjualan semen dan produk turunannya, mulai ready mix, precast, building material, agregat dan sebagainya.

Penjualan dilakukan masing-masing opco, tapi tetap di bawah kontrol Direk-torat Pemasaran dan Supply Chain. Itu penting karena holding mempunyai tar-get pendapatan yang mesti

diperjuang-kan bersama-sama oleh Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa dan TLCC Vietnam.

“Kami juga melakukan kontrol terha-dap biaya-biaya yang menyebabkan re-venue itu berkurang. Biaya apa saja, bisa perniagan, ongkos angkut, pengantong-an dpengantong-an lainnya. Ini merupakpengantong-an eisiensi mendasar di bidang penjualan,” sebut Aunur yang didampingi Vice President Marketing Corporate SMI Rudi Hartono. Tugas kedua Direktorat Pemasaran dan Supply Chain adalah mengontrol revenue dari anak usaha non semen, misalnya SI Logistik, KWSG, Waru Abadi, SI Beton, termasuk kontribusi dari para distributor.

Aunur menegaskan, dalam menjual semen pihaknya tidak lagi berhenti pada distributor. Sekarang SMI wajib hadir sedekat-dekatnya dengan end user, dalam hal ini pekerja konstruksi. Ini sesuai dengan tiga fokus yang ditekankan Dirut SMI Rizkan Chandra, yakni Customer focus, strengthening Holding, serta Transformation (CHT). “Itu yang sekarang kita gencarkan. Salah satu caranya ya membentuk Corporate Marketing tadi. Dia yang mendeinisikan revenue peru-sahaan itu akan didapat dari mana saja,”

FOKUS

PERSAINGAN LUAR

BIASA DALAM MENJUAL

SEMEN SERTA PRODUK

TURUNANNYA TIDAK

BISA LAGI DIHADAPI

DENGAN CARA-CARA

BIASA. PERLU STRATEGI

DAN KIAT-KIAT ISTIMEWA

AGAR PRODUK SEMEN

INDONESIA GROUP

TETAP JADI PILIHAN

UTAMA CUSTOMER.

INTINYA, SMI HARUS

HADIR

SEDEKAT-DEKATNYA DENGAN

END USER, BAIK

SECARA FISIK MAUPUN

EMOSIONAL.

CHEAPER,

FASTER,

(23)

FOKUS

sambungnya.

Tahun ini Aunur dan jajarannya dihadapkan dengan target penjualan Rp 27,5 triliun, naik sekitar Rp 2,5 triliun dari realisasi tahun 2016. Sejumlah strategi telah disiapkan agar kenaik-an target 6 hingga10 persen itu bisa tercapai. Penjabaran supply chain bakal ditingkatkan, sementara penempatan SDM dilakukan secermat mungkin. “Tempatkan orang-orang di tempat yang tepat, jadi siapa mengerjakan apa itu harus jelas,” tegas mantan Direktur Komersial Semen Gresik ini.

Di pasar domestik, terang Aunur, bisnis semen penuh ketidakpastian. SMI Group tidak pernah berhenti memproduksi semen, tapi pada saat yang sama harus berhadapan dengan pasar yang permintaannya naik-turun. Ketidakpastian itu harus dibuat pasti, karena itu dibutuhkan saluran yang bisa menampung berapa pun volume produksi perusahaan. Dengan begitu target penjualan bakal tercapai.

“Januari sampai Juni biasanya (penjualan) turun. Nanti tidak boleh lagi, harus dibuat lat. Pabrik harus terus memproduksi dan kita terus men-jual sesuai target. Karena, itu adalah revenue yang tidak boleh disia-siakan,” ucap Aunur seraya menambahkan, ek-spor merupakan salah satu jalan untuk membuang kelebihan produksi semen, selain menjualnya ke anak-anak usaha yang bergerak di bisnis turunan.

Di sinilah Semen Indonesia Interna-sional (SII) harus mengambil peran agar misi regional expansion yang termaktub dalam strategi 3 + 1—Cement Busi-ness, Adjacent Portfolio dan Regional Expansion yang ditopang Cost Trans-formation—bisa diwujudkan. SII juga bertanggung jawab mengkonsolidasi-kan ekspor yang dilakumengkonsolidasi-kan keempat opco, sehingga tidak lagi dilakukan parsial. Tujuan pungkasnya adalah mencari pendapatan sebesar-besarnya dari luar. Kendati begitu pemenuhan kebutuhan domestik tetap jadi prioritas utama. Sistem ‘subsidi silang’ antara Se-men Gresik, SeSe-men Padang dan SeSe-men Tonasa akan diterapkan demi tercapai-nya keseimbangan pasar. Contohtercapai-nya, bila Semen Gresik tengah kekurangan barang, maka ocpo lain yang mempun-yai kelebihan semen wajib membantu. “Jadi semennya disalurkan ke pasar Semen Gresik tadi. Prioritas utama kita adalah pasar domestik, harus dipenuhi

agar tidak dimasuki pesaing,” cetus pria kelahiran Gresik, 20 April 1968, ini.

Bila semua berjalan mulus, kata Aunur, tidak ada lagi istilah kelebihan volume yang memicu banting harga. Dia bersyukur, berkat kerja tim dan sinergi yang solid, angka penjualan SMI di bulan Januari-Februari sesuai RKAP. Bahkan ada kelebihan 0,9 persen. “Dulu opco bergerak sendiri-sendiri, sekarang mikirnya harus holding. Mind-set-nya harus diubah, harus sinergi. Karena itu koordinasi dilakukan setiap saat, bisa day by day di level bawah, dan week by week di level direktur komersial dan rekan-rekan holding.

Kalau tidak demikan maka target tidak akan tecapai,” ingat Aunur.

Ujung dari semua usaha yang dilaku-kan Direktorat Pemasaran dan Supply Chain adalah KPI (Key Performance Indicators) yang meliputi tiga hal, yaitu revenue, market share, serta pertum-buhan. Dia sepakat dengan semangat CHT yang didengungkan Dirut SMI Rizkan Chandra. “Customer mesti dikelola sebaik mungkin agar makin loyal, kemudian semua harus berpikir holding, dan bukan mementingkan ego masing-masing opco,” sebut tiga.

Optimalisasi tiga hal itulah yang melatarbelakangi lahirnya market share management, revenue management, volume management dan cost

manage-ment. Dengan demikian upaya

penca-paian target perusahaan menjadi lebih terukur, dan di sisi lain utilisasi pabrik menjadi maksimal. “Misalnya (utilisasi) kita patok di angka 90 persen. Nggak boleh sampai turun jadi 70 persen, karena biaya akan naik,” katanya lagi.

HUBUNGAN LANGSUNG DENGAN CUSTOMER

Rudi Hartono selaku komandan Mar-keting Corporate (MC) menambahkan, perseroan kini harus berdekat-dekat

dengan customer, bahkan sampai end

user. Bila selama ini SMI mempercaya-kan penjualan semen kepada distribu-tor, maka mulai perusahaan juga akan menjalan peran tersebut. Artinya, untuk urusan penjualan, konsumen bisa ber-hubungan langsung dengan SMI.

Lantas, apa peran distributor? “Tetap sebagai inancial agent, yaitu membantu perusahaan dalam mem-buat tranksaksi agar secure. Tapi dalam berhubungan dengan customer, kita akan ikut masuk ke situ. Intinya dalam masa transisi ini tetap ada hubungan antara ditributor dengan customer, dan MC dengan customer. Jadi jalan seperti biasa,” terang Vice President MC ini.

Ke depan pelanggan bisa kontak langsung dengan SMI, dan ini lumrah terjadi di perusahaan lain. Karena itu, bila tidak ada yang melayani, bisa-bisa customer beralih mengambil semen ke tempat lain. Transaksi pun bisa langsung, tanpa melalui distributor. Kebijakan ini, kata Rudi, untuk meng-akomodasi pelanggan yang ingin berurusan langsung dengan SMI. “Jadi kita lebih nguwongne customer untuk membangun hubungan emosional dengan mereka,” imbuhnya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan

pendekatan terhadap

customer-custo-mer besar dengan volume pembelian

di atas 2000 ton per bulan. Dari sana bakal dibuat MoU klausul kontrak jual beli, yang secara otomatis meresmikan hubungan SMI dengan mereka. “Lang-kah seperti ini dirintis sejak Januari lalu, dan akan terus kita gencarkan,” ujar Rudi.

MoU antara SMI dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tentang pengang-kutan logistik dan material lainnya yang ditandatangani di Indramayu, Jabar, Jumat (10/3), merupakan salah satu

upaya perusahaan mendekati

cus-tomer. Kelak, untuk menjangkau daerah yang sulit, bisa saja SMI bekerja sama dengan pengelola moda transportasi udara. “Intinya kita ingin menghadirkan pelayanan prima kepada pelanggan,

cheaper (lebih murah), faster (lebih cepat) and better (lebih baik),” tutup Aunur Rosyidi, diamini Rudi Hartono. (lin/znl/SG)

AUNUR ROSYIDI Direktur Pemasaran dan

(24)

FOKUS

SILOG TANGANI

DISTRANS SMI GROUP

Secara bertahap nanti semua

urusan distrans akan kita serah-kan kepada SILog. Akhir tahun ini dijadwalkan sudah rampung semua,” terang Pgs Kadep Supplay Chain Semen Indonesia Rudi Hartono disela FGD (Focus Group Discussion) di Gedung Utama Semen Indonesia, Gresik, Selasa ( 21/3).

FGD ini menyepakati hal-hal teknis antara holding dengan SILog sebagai pihak yang akan menjadi operator dis-trans ke depan. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Direktur Pemasaran dan Supply Chain SMI Aunur Rosyidi. Dan, tentu saja jajaran departemen terkait dan pihak SILog. “Kenapa harus ada FGD seperti ini, tidak lain adalah untuk meningkatkan daya saing kita. Peralihan ke SILog ini bagian dari itu. Supaya kita lebih eisien dan berdaya saing lebih,” terang Aunur Rosyidi.

Ke depan, SILog akan sepenuhnya mengelola jalur distrans produk SMI Group. Pada tahal awal produk-produk

Semen Gresik yang akan di-handle

lebih dulu. Dari porsi 40 persen saat ini, secara bertahap sampai akhir tahun nanti akan ditingkatkan menjadi 60 persen. “Tahun ini, produk Semen Gresik yang akan menjadi percontoh-an. Nanti kalau sudah ix, baru seluruh opco juga akan ditangani Silo,” beber Rudi, yang juga Vice President Market-ing Corporate SMI.

Dari FGD tahap I, terungkap nilai eisiensi yang bisa dihasilkan sebesar Rp 30 miliar dari proses pengalihan ini. Nilai itu muncul dari terputusnya beberapa rantai pasokan yang terjadi pada pola lama. “Setelah dilakukan peralihan ini, mata rantai itu bisa diputus dan tentu saja menekan cost sehingga memberi nilai eisiensi,” ungkapnya.

Dalam proses distrans, SILog nanti akan menjadi pemain utama. SMI Group hanya akan berurusan dengan perusahaan yang dipimpin Sumar-wanto ini. SILog bertanggungjawab dalam mengangkut, membongkar

sampai menyimpan di gudang. Atau biasa dikenal dengan 3PL (third party logistic) alias logistik terpadu.

“Kalau selama ini kan banyak sekali berhubungan dengan ekspedi-tur. Yang diakui atau tidak, semua memiliki problem yang berbeda. Nah, sekarang kita serahkan sepenuhnya ke SIlog. Silakan diatur dan dikelola. Kalau nanti ada yang nggak beres, kita tinggal manggil saja SILog,” tegas Rudi.

Bagaimana dengan pemain lama yang selama ini sudah menjadi mitra SMI? Rudi memastikan para pemain lama itu tidak akan mati. Begitu juga dengan pemain baru yang hendak bergabung. Pasalnya, yang dialih-kan ini hanya soal wewenang. Jika biasanya berhubungan langsung dengan SMI, kini ke SILog

“Nggak perlu ada kekhawatiran itu. SILog nanti bertugas mengkoordinasi dan mengelola semua infrastruktur yang dimiliki para ekspeditur. Jadi

SEMEN INDONESIA TERUS BERIKHTIAR MENINGKATKAN DAYA SAING DI SEGALA LINI. SELAIN

DEPARTEMEN PRODUKSI (COGM) YANG TERUS MENGGENJOT EFISIENSI, POS LAIN YANG JUGA

Referensi

Dokumen terkait

PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT..

Jadi yang bisa kita ajak gabung adalah mereka yang memiliki daya saing industri yang kuat dan mampu saling melengkapi serta harus sama cara pan- dangnya bahwa kita tidak lagi berada

Untuk melihat pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas, peneliti memilih objek penelitian yaitu Semen Padang dan Semen Tonasa sedangkan untuk melihat pengaruh

Tentu hal tersebut mendatangkan kesedihan dari diri pribadi saya, bahwa ternyata saya gagal untuk bisa menjaga sebuah tim, akan tetapi hal tersebut juga menjadi

© 2021 – FORCA HR by PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI) All contents featured in this document belong to its respective author(s)... Today

Dalam pelaksanaannya, karyawan lainnya juga memiliki peran teknis dengan bekerja sama mempublikasikan seluruh kegiatan CSR yang dilaksanakan oleh PT Semen tonasa,

© 2021 – FORCA CRM by PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI) All contents featured in this document belong to its respective author(s) ü Leads Scoring. ü

Pembajakan juga mempersulit para animator untuk mendapatkan keuntungan penuh dari hasil kerja keras mereka, meski ternyata juga ada "gosip" yang mengatakan bahwa ada juga