POJOK
CEO
P
ertama-tama atas nama Direksi Semen Indonesia Groupsaya menyampaikan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan karuniaNya sehingga Perseroan mampu melalui tahun 2015 yang penuh tantangan.
Tahun 2015 memberikan pelajaran penting dan sangat berharga di sektor industri semen. Perekono-mian tumbuh di bawah 5 persen, kinerja sektor properti mengalami penurunan, belanja infrastruktur Pemerintah tertunda se-hingga konsumsi semen relatif rendah. Hal yang belum pernah terjadi sejak krisis tahun 1997.
Potensi peningkatan konsumsi semen di Indonesia masih tinggi, menjadikan industri ini sangat atraktif dan menarik sehingga pemain semen global berbondong-bondong masuk ke Indonesia. Jika lima tahun yang lalu merek semen dapat dihitung dengan jari satu tangan, maka tahun 2016 nanti semua jari tangan dan jari kaki sudah tidak cukup untuk menghitung merek semen di Indonesia. Akibatnya per-saingan semakin sengit yang mendorong kita bekerja lebih keras.
Meningkatkan daya saing perusahaan menjadi kunci bagi Semen Indonesia Group untuk memenangkan persaingan. Mengembangkan kompetensi SDM menuju best practice, memacu inovasi-inovasi baru, memperkuat sinergi, serta jalinan network yang kuat dengan para mitra, akan mampu meningkatan produktivitas yang akan membawa perusahaan unggul dalam persaingan.
Dengan keunggulan kapasitas yang besar serta dukungan jaringan distribusi seperti packing plant dan pelabuhan khusus yang tersebar di seluruh area pemasaran, memberikan peluang daya saing yang lebih baik.
Mari kita sambut tahun 2016 dengan semangat baru dan rasa percaya diri yang tinggi, bekerja keras, meningkatkan kekompakan, kepercayaan, dan kesetiakawanan sebagai satu keluarga besar, untuk menuju pertumbuhan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.
Selamat tahun baru 2016. Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, meridhoi dan memberi keberkahan bagi kita semua di tahun baru 2016. Amin. (*)
SUPARNI
DIREKTUR UTAMAPT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
14-27
FOKUS
Outlook 2016
Kompetisi Kian Ketat, SMI Group Amankan Pasokan
Persaingan industri semen nasional akan semakin ketat di tahun 2016 seiring dengan masuknya para pemain baru. Kondisi ini mendorong para pemain lama untuk berbenah termasuk mening-katkan kapasitas produksinya.
28-30 INSPIRING
Agus Boing NurbiantoroDirektur Produksi PT Semen Padang ini men-gungkapkan rasa cinta dan bangga kepada Semen Padang. Karena itu, beliau mengajak seluruh karyawan agar selalu one step ahead jika ingin memenangkan persaingan.
31-37
INSIDE
HUT Tonasa ke-47Hari Jadi tanpa Hura-hura
Pabrik Semen Tonasa genap berusia 47 tahun pada 2 November 2015. Peringatan hari jadi kali ini lebih religius dan khidmat, kendati tidak mengurangi unsur hiburan bagi masyarakat.
DAFT
AR ISI
5 PROGRES
Sejarah baru tertulis di tanah Rembang. Equipment milik Semen Gresik untuk per-tama kalinya running di Pabrik Rembang.
8-13
KALEIDOSKOP
Perjalanan capaian berbagai prestasi di lingkungan Semen Indonesia Group: Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thang Long.
6-7 KILAS
62-63 HERITAGE
Indarung I, Eksotisme Pabrik Berusia 105 TahunSejumlah pakar heritage dunia, merekomendasikan agar Pabrik Indarung I dijadikan sebagai Industrial Heritage pertama di Indonesia.
64-65 WISATA
Melihat Indonesia di PanggungharjoDesa Panggungharjo yang terletak di Provinsi Yogyakarta menjadi tujuan edu-wisata yang mulai populer di Tanah Air. Kita bisa melihat Indonesia di desa tersebut.
66-69 MITRA
Batik LasemMasru’ah, Menggores Hidup di atas Canting
Kegigihannya belajar membatik sejak usia belia, Masr’ah sukses mempertahankan trademark Batik Lasem yang sudah terkenal.
70-71 KULINER
Nikmatnya Aroma “Ganja” dari Tanah KaraengMasakan olahan daging kuda menjadi menu favorit di Ka-bupaten Jeneponto. Bagi yang penasaran, Gantala Jarang layak dicoba sensasi rasanya.
72-77 KOMUNITAS
Zulkarnain : Off Road itu Sekolah KehidupanSeorang off roader tidak akan mundur dari sebuah tantan-gan karena di setiap tantantantan-gan selalu ada kesuksesan.
78-80
OLEH-OLEH
Ada minyak tawon yang sangat khas dari Makassar, lalu ada kerajinan clay (tanah liat) hingga toko yang menyediakan oleh-oleh khas asal Padang.
38-39 REVIEW
Review Buku ‘What CEO Wants from PR’ dan ilm-ilm laris
yang akan tayang di tahun 2016
40-51 JEMPOL
Forbes Indonesia AwardHattrick untuk Best of The Best
PT Semen Indonesia (Persero), Tbk kembali masuk sebagai 50 perusahaan terbaik dalam ajang Forbes Indonesia Best of The Best Award 2015.
52-53 DESTINASI
Air TerjunSarasah Gadut, Pesona Alam yang Belum Terjamah
Bagaikan perak mengalir di sudut kota, air terjun Sarah Gadut ini mena-warkan keinda-han alam yang mempesona. Bentuknya unik karena berupa bebatuan ber-tumpuk-tumpuk seperti piramida.
54-55 FAMILY
KedokteranOperasi Tanpa Sakit
Dengan teknologi bedah robotik, pasien bisa tersenyum usai menjalani operasi. Sayang, biayanya masih sangat mahal.
56-59 CSR
Berbagai kegiatan CSR di lingkungan SMI Group: CSR Se-men Tonasa Se-menuju kelas dunia, kepedulian akan terumbu karang, pengembangan UKM serta upaya memajukan pen-didikan di pondok pesantren dan panti asuhan.
60-61 IKON
Kapal Phinisi, Legenda Kapal Kayu yang Mendunia
BIJAK
KATA
KATA
“Apa pun kebesaran yang ingin Andai capai, harus dimulai dari diri Anda sendiri. Sulit atau mudah, itu hukumnya. Jangan
mengeluh, jangan menyalahkan orang lain.”
“Orang yang melakukan kebaikan mungkin belum menerima kebaikan, tapi sudah dijauhkan dari keburukan.” “Cinta yang paling indah tidak dapat dijelaskan. Jika bisa dijelaskan, itu bukan cinta, dan itu mungkin hanya kesukaan
yang akut.”
“Ada dua macam orang di dalam hidupmu. Ada yang datang sebagai rahmat, dan ada yang datang sebagai pelajaran agar
hidupmu menjadi rahmat.”
“Bertahanlah dalam kesabaran. Tidak mungkin Anda disedih-kan tanpa rencana pembahagiaan bagi Anda.” “Kerjakanlah yang kau cintai, cintailah yang kau kerjakan, dan
kehidupan akan mencintaimu.”
“Apa pun yang terjadi hari ini, jangan kau tundukkan wajahmu dalam rasa khawatir. Seraplah tenaga dari ketakutanmu dan
jadikanlah ia penegak wajah dan tubuhmu. Kehidupan ini menghormati orang yang menggagahkan diri di hadapan
kesulitannya. Hadapi dengan sabar. Anda akan lulus.”
Mario Teguh
No. 12/Tahun III/Januari 2016
Majalah triwulanan SINERGI diterbitkan secara bersama oleh jajaran Komunikasi Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
Penasehat:
Direktur Utama PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
Penanggung Jawab:
Sekretaris Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Sekretaris Perusahaan PT. Semen Padang
Sekretaris Perusahaan PT. Semen Tonasa
Pemimpin Redaksi:
Kabiro Komunikasi Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk
Redaktur:
Kabiro Humas & CSR VO-PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Kabiro Humas PT. Semen Padang
Kabiro Komunikasi PT. Semen Tonasa
Kontributor dari Gresik Zainal Ariin
Kuncoro Bowo Ram Surahman
Sumarlin
Alamat Redaksi:
PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk Gedung Utama Semen Gresik Jalan Veteran Gresik, Jawa Timur
Telp. 031-3981731/3981733 Fax. 031-3983209/3972264 Email: [email protected] Website: www.semenindonesia.com
PT SEMEN PADANG Kontributor:
Hardi Andri Oktaveri Rony Asrico Putra
Roni Putra Rio P Nugraha Yan Firdaus (Fotografer) Iqbal Ferdito (Fotografer) Ridwan Hadi (Fotografer) Febrizon (Fotografer)
Main Ofice Semen Padang
Indarung Padang, Sumatera Barat Telp. 0751-815250
Fax. 0751-815590 Email: [email protected]
Website: www.semenpadang.co.id
PT SEMEN TONASA Kontributor:
Muhammad Jerynindra Muhammad Safri
Wahyudin Yusuf Indra Ishab (Fotografer)
Kantor Pusat Semen Tonasa
Biring Ere - Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan Telp. 0410-312345
Fax. 0410-310113, 310006-008 Email: [email protected]
Website: www.sementonasa.co.id
Redaksi menerima tulisan, artikel/opini atau foto khususnya yang berkaitan dengan materi dan memiliki relevansi dengan Majalah SINERGI, Panjang tulisan max. 6000 karakter (termasuk spasi). Naskah, foto, dan identitas lengkap penulis dikirimkan kepada
redaksi baik langsung atau via email.
PROGRES
Pagi 8 Januari 2016, pukul 10.15 WIB, sejarah baru mulai tertulis di tanah Rembang. Equipment milik Semen Gresik untuk pertama kalinya running di Pabrik Rembang.
Equipment Kiln Support Lube Cir -culation System, 441CL02
,
dilaku-kan commisioning dan uji running. Hasilnya cukup memuaskan,
empat buah motor dengan kapa
-sitas 11 kW mampu ber
operasi
tan-pa kendala, mensirkulasi oil yang terdapat dalam system lubrikasi.
Fase berikutnya kiln dapat dipu-tar di awal Februari 2016 untuk dilakukan polarity kiln shell
dan
kemudian akan dilaksanakan
inal
welding. (samuel)
Equipment
KILAS
M
elalui Rapat UmumPe-megang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 20 Desem-ber 2012, PT Semen Gresik (Persero) Tbk. resmi berganti nama menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Penggantian nama ini sekaligus merupakan langkah awal dari upaya merealisasikan terbentuknya Strategic Holding Group dan diyakini mampu mensinergikan seluruh kegiatan ope-rasional, serta memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menjamin tercapainya kinerja operasional maupun keuangan yang optimal.
Setelah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, tanggal 7 Januari 2013 pun ditetapkan sebagai hari lahir Se-men Indonesia. Transformasi korporasi ini diawali dari keberhasilan Semen Gresik mengkonsolidasikan Semen
Padang dan Semen Tonasa dalam satu wadah, dengan semangat “Dari Gresik untuk Indonesia Menuju Dunia”. Maka dimulailah penataan struktur dan fungsi antara holding company (holdco)dan
operating company (opco). Dalam fungsinya, holdco melaku-kan pengembangan dan operasional strategis, sementara opco fokus dalam pencapaian operasional kinerja unggul. Kini, dalam usia tiga tahun, Semen Indonesia terus berupaya memperkuat soliditas holding demi terwujudnya sinergi perusahaan yang optimal dalam mengarungi persaingan industri semen dalam negeri maupun internasional.
Direktur Utama Semen Indonesia Ir Suparni dalam upacara peringatan HUT ke-3 Semen Indonesia di hala-man Gedung Rancang Bangun, Gresik, Kamis (7/1), menegaskan perlambatan
ekonomi domestik dan masuknya ba-nyak pemain baru dalam industri semen tanah air mewarnai peringatan hari jadi perusahaan.
Lesunya kondisi ekonomi domestik tersebut berimbas pada penurunan kinerja perusahaan. Selama tahun 2015 pendapatan perusahaan diperkirakan berada di kisaran Rp. 26,21 triliun, menurun 0,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Merosotnya pendapa-tan ini juga diikuti dengan penurunan EBITDA sebesar 12,7 persen, semen-tara laba bersih juga turun sebesar 18,7 persen di kisaran Rp. 4,51 triliun.
Penurunan laba yang cukup besar tersebut, menurut Suparni, dipicu adanya kenaikan biaya operasional serta penurunan harga semen Rp 3 ribu per sak di awal 2015. Belajar dari perjalanan berat tahun 2015 tersebut,
HUT ke-3
Semen
Indonesia
KAMIS, 7 JANUARI 2016, RUMAH BESAR BERNAMA PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK. GENAP
BERUSIA TIGA TAHUN. HARI JADI YANG ISTIMEWA SEKALIGUS PENUH TANTANGAN KARENA JATUH
DI MINGGU PERTAMA BERLAKUNYA MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN). SEBAGAI HOLDCO,
SEMEN INDONESIA DIHARAPKAN BERGERAK LEBIH CEPAT, LINCAH DAN DINAMIS SEHINGGA
DISEGANI DALAM PERCATURAN GLOBAL.
Menuju Holding
Level Internasional
KILAS
dirut mengajak seluruh jajaran karyawan untuk merapatkan barisan, mengo-kohkan semangat dan memacu kinerja untuk mencapai kinerja yang lebih baik di tahun 2016.
“Mari rapatkan barisan, pompa semangat dan pacu kinerja untuk me-nyongsong tahun 2016,”ajaknya. Guna memperkuat kinerja perusahaan, man-tan direktur produksi dan litbang SMI ini menyatakan operational excellence dan
productive investment sebagai strategi perusahaan untuk meningkatkan keung-gulan daya saing berkelanjutan.
Secara prinsip, operational exccel-lence meliputi asset productivity, capi-tal effectiveness dan operational risk management. Penguatan rantai pasok menurutnya juga menjadi langkah yang harus segera dijalankan untuk dapat menekan biaya distribusi. “Lakukan
eisiensi, tingkatkan produktivitas dan
gali semua peluang yang dapat dilaku-kan untuk memperkuat kinerja perusa-haan,” papar Pak Parni.
Lulusan Teknik Elektro dari ITS Surabaya ini juga mendorong pening-katan kompetensi SDM yang merupa-kan kekuatan utama bagi perusahaan untuk memenangi persaingan. “Budaya CHAMPS harus bisa menjadi karak-ter seluruh karyawan, agar SDM kita semakin kompeten dan profesional,” lanjutnya. Dirut juga mendorong penguatan knowledge management
agar dapat menjadi rujukan saat terjadi masalah. “Kita terus mendorong lang-kah produktivitas, inovatif dan partisi-pasi aktif karyawan untuk terus berkem-bang,” kata dia.
PERCAYA DIRI SAMBUT TANTANGAN
Mengilas balik sejarah, Suparni menuturkan Semen Indonesia adalah
gabungan dari tiga perusahaan semen nasional yang telah berumur puluhan, bahkan ratusan tahun. Dimulai dari Semen Padang yang telah berusian 105 tahun, kemudian Semen Gresik 58 tahun dan Semen Tonasa 47 tahun.
“Didorong semangat untuk mengembangkan perusahaan lebih pesat, maka tahun 1991 Semen Gresik memutuskan menjadi perusahaan pu-blik. Ini adalah momen di mana Semen Gresik menjadi BUMN pertama yang memutuskan menjual saham ke pu-blik,” terang bapak empat anak ini.
Lanjutan dari langkah strategis terse-but, tahun 1995 konsolidasi dilakukan di antara Semen Gresik, Semen Padang dan Semen Tonasa untuk menyatu dalam sebuah holding. Menurut Pak Parni, itu adalah perjalanan yang sa-ngat menarik. “Sebuah perjalanan yang luar biasa. Sebuah perubahan besar, sebuah transformasi yang besar. Secara struktur berubah secara dramatis. Jamaknya sebuah perubahan, apalagi yang besar selalu banyak reaksi tang-gapan baik dari eksternal maupun internal,” tutur dia.
Maka sepanjang 1995 sampai 2005, tranfsormasi korporasi ini berjalan san-gat dinamis. Tepat pada 7 Januari 2013, diputuskan untuk memisahkan fungsi
holding dengan fungsi operating. Se-men Gresik pun berubah nama Se-menjadi Semen Indonesia, dan melahirkan anak usaha baru yang akan mengelola ope-rasional yakni PT Semen Gresik.
“Lagi-lagi ini adalah perubahan struktur yang diharapkan akan mening-katkan holding agar bisa tumbuh lebih cepat yang didorong oleh perubahan eksternal luar biasa. Yaitu adanya MEA dan globalisasi yang demikian intens terjadi di Indonesia,” kata Pak
Parni lagi. Dia yakin, dengan semangat kebersamaan dan kekompakan, maka perjalanan holding ini dari waktu ke waktu akan menjadi lebih baik. Dan diharapkan lebih baik lagi sehingga setara dengan holding-holding interna-sional lainnya.
Peringatan HUT ini, sambung Pak Parni, berada di awal tahun 2016 yang merupakan pekan pertama berlaku-nya MEA. Era di mana pasar ASEAN ini menjadi satu. Tak ada lagi sekat kegiatan ekonomi di antara sepuluh negara anggota. “Tentu saja ini bakal menghadirkan tantangan baru bagi kita semua. Mari kita sambut tantangan ini dengan semangat baru dan rasa percaya diri yang tinggi, bekerja keras, meningkatkan kekompakan, keper-cayaan, dan kesetiakawanan sebagai satu keluarga besar, untuk menuju pertumbuhan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Peringatan hari jadi ke-3 Semen Indonesia ditandai dengan sederet prestasi membanggakan yang dicapai sepanjang 2015. Sekadar membuka catatan, lima dari 13 fasilitas produksi Semen Indonesia telah menorehkan kinerja excellence. Pabrik Indarung 2 tercatat beroperasi selama 329 hari, diikuti pabrik Tuban 4 dengan operasi 331 hari dan Indarung 3 yang berop-erasi selama 334 hari.
Tak kalah membanggakan, pabrik Tuban 1 dan Tuban 2 juga berhasil mencapai best practice industri semen internasional. Tuban 1 tercatat berop-erasi selama 344 hari, sementara Tuban 2 beroperasi selama 343 hari. Syuku-ran sederhana pun digelar sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan, dihadiri jajaran direksi SMI dan segenap karyawan. (bwo/ram/lin)
KALEIDOSKOP 2015
SUPARNI SEBAGAI DIRUT SMI
RUPSLB yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/1) memu-tuskan mengangkat Ir Suparni sebagai Direktur utama PT Semen Indonesia (Persero)Tbk menggantikan Dwi Soetji-pto. Selain itu juga menetapkan Rizkan Chandra sebagai direksi baru.
SUPERBRAND 2015
Semen Gresik dinobatkan sebagai
brand terfavorit dalam ajang Super Brand 2015 karena menjadi terbaik dalam kategori manufaktur berdasar-kan survei Nielsen Consumer Research Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Chairman Super Brand Alistair kepada Kepala Departemen Penjualan SMI Bambang Djoko di Jakarta, Jumat (30/1).
BEST CORPORATE TRANSFORMATION 2014
Kisah sukses Semen Indonesia bertransformasi menjadi holding company mendulang prestasi berupa Best Achievement dalam Indonesia Best Corporate Transformation 2014 yang digelar Majalah SWA bersama WIN Solution. Penghargaan diserah-kan oleh Kemal E Gani, CEO SWA kepada Direktur SDM dan Hukum SMI Gatot Kustyadji di Kamis (12/2).
OBSESSION AWARD 2015
Semen Indonesia meraih peng-hargaan Best State Owned Company (BUMN) Achiever dalam Obsession Awards 2015 yang digelar di Jakarta, Kamis (19/3). Dengan penghargaan ini diharapkan mampu menyulut
semangat peningkatan produktiitas
perusahaan.
SMI RAIH BUMN AWARD
Tata kelola keuangan PT Semen Indonesia (Persero)Tbk meraih penghar-gaan BUMN Award sebagai peringkat kedua dalam kategori kinerja keuangan. Penghargaan diberikan oleh Pemimpin Umum Majalah BUMN Track SH Sutarto kepada Direktur Keuangan SMI Ahy-anizzaman di Jakarta, Kamis (23/4).
TLCC RAIH PENGHARGAAN TINGKAT ASIA
Thang Long Cement Company (TLCC) berhasil meraih penghargaan “The Best Regional Structured Trade Finance Solution” di Hongkong, Rabu (29/4). Anugerah bergengsi ini diberikan oleh The Asset Awards Asia atau lebih dikenal sebagai The Asset Triple A.
ASIA’S BEST COMPANIES 2015
PT Semen Indonesia (Persero)Tbk mendapat penghargaan Asia’s Best Companies 2015. SMI meraih pering-kat pertama dalam pering-kategori Best Inves-tor Relations dan peringkat ke 4 dalam kategori Most Committed to Paying Good Dividens. Penghargaan ini diberikan berdasarkan survey tahunan Finance Asia terhadap pelaku bisnis terbaik di kawasan negara-negara Asia.
MNC BUSINESS AWARD
PT Semen Indonesia (Persero)Tbk menyabet penghargaan bergengsi ‘The Best Listed Company Basic Indus-try Sector’. Penghargaan ini diberikan oleh MNC Business berdasarkan pe-nilaian tim juri dari faktor fundamental dan teknikal perusahaan. Penghargaan yang digelar di Hotel Kempinski Jakar-ta, Jumat (12/6) ini diterima langsung oleh Direktur Produksi dan Litbang Johan Samudra.
EMITEN TERBAIK 2015
PT semen Indonesia (Persero)Tbk dinobatkan sebagai Emiten Terbaik 2015 di sektor industri dasar dan kimia dalam ajang Harian Bisnis Indonesia Award. Penghargaan diserahkan oleh Komisaris Bisnis Indonesia Dorothea Eric Samola kepada Direktur Komersial SMI Amat Pria Darma.
RAIH TOP BRAND KE-10
Semen Gresik kembali meraih Top Brand 2015 di Jakarta, Kamis (2/7). Gelar itu dipertahankan Semen Gresik selama 10 tahun berturut-turut. Kepala Departemen Penjualan SMI Bambang Djoko menerima langsung penghar-gaan ini dari Ketua Frontier Consulting Group, Handi Irawan.
TLCC RAIH PENGHARGAAN PEMERINTAH VIETNAM
Kinerja TLCC kembali menuai apre-siasi positif dengan menerima penghar-gaan dari pemerintah Vietnam karena aktif dalam gerakan membangun pede-saan di Vietnam periode 2010-2015. Penghargaan diberikan oleh Wakil Perdana Menteri Vietnam Vu Van Ninh kepada Direktur Produksi TLCC Bahar Syamsu di Hanoi, Sabtu (25/7).
T
ahun 2015, ditandai dengan pencanangan Visi Baru PT Semen Indonesia (Persero) Tbk guna memperkuat sinergi dalam menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Visi ‘Menjadi perusahaan persemenan Internasional yang terkemuka di Asia Tenggara’ merupakan visi baru yang menggambarkan cita-cita tinggi perusahaan untuk terus berkembang dan mewarnai industri perseme-nan dunia. Berikut berbagai kegiatan Semen Indonesia di sepanjang Tahun 2015:Tekad menJadi Perusahaan
TERKEMUKA
SEMEN
INDONESIA
KALEIDOSKOP 2015
ASIAN LEGAL BUSINESS
Tim Legal dan GRC Semen Indonesia berhasil meraih dua penghargaan di kat-egori Construction and Real Estatei In-House Team of The Year dan HHP Award In-donesia In-House Team of The Year. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Tim Legal dan GRC SMI dalam menangani sejumlah perkara yang membelit perseroan.
REKOR OPERASI KILN 2000 JAM NON STOP
Kiln Tuban 4 berhasil mencatat-kan rekor operasional terpanjang tanpa henti hingga 2000 jam lebih. Terhitung sejak start up pada 29 Mei 2015 hingga 20 Agustus 2015. Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso menyebut catatan rekor ini sebagai rekor industri se-men nasional.
BUMN MARKETEERS AWARD 2015
Semen Gresik meraih penghar-gaan tertinggi (Gold) pada kategori Brand Management & Communica-tion Management serta mendapat penghargaan khusus Best of The Best untuk Communication Man-agement. Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin di Jakarta, Sabtu (5/9).
SMI JUARA 2 ANNUAL REPORT 2014
Laporan tahunan Semen Indone-sia tahun 2014 berhasil menduduki peringkat ke-2 Annual Report Award (ARA) 2014 kategori BUMN Non Keuangan Listed. Penghargaan di-berikan oleh Dewan Komisioner OJK Nurhaida kepada Direktur Keuangan SMI Ahyanizzaman di Jakarta, Selasa (22/9).
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
Semen Indonesia resmi
meluncur-kan Lembaga Sertiikasi Profesi (LSP)
di Jakarta, Selasa (13/10), setelah
mendapat sertiikat lisensi dari Badan Nasional Sertiikasi Profesi (BNSP).
Pendirian LSP ini sekaligus seba-gai langkah antisipatif dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN.
SMI GANDENG SEMEN KUPANG
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berencana membangun pabrik senilai Rp 2 triliun di Nusa Tenggara Timur dengan menggandeng PT Se-men Kupang (Persero). Rencana ini ditandai dengan penandatanganan MoU di kantor Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (15/10). Pabrik ini disiapkan untuk mengisi pasar Nusa tenggara, Timor Leste dan Australia.
SMI RAIH PENGHARGAAN IKAPPI
Kepedulian Semen Indonesia terhadap pembinaan dan pengemban-gan pedapengemban-gang kecil menuai apresiasi dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) yang diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga kepa-da Sekretaris Perusahaan SMI Agung Wiharto di Jakarta, Kamis (15/10).
BEST CEO DAN IHCS AWARD 2015
Tata kelola SDM di Semen Indone-sia Group mendapatkan IHCS Award. Selain itu Direktur Utama SMI Suparni juga meraih penghargaan Best CEO Commitment on Human Capital Devel-opment. Dua penghargaan ini di terima oleh Direktur SDM dan Hukum SMI Ga-tot Kustyadji di Jakarta, Kamis (22/10).
BERTAHAN DI INDONESIA’S TOP 100 MOST VALUEBLE BRAND
Semen Indonesia kembali berteng-ger di Indonesia’s Top 100 Most Valu-able Brand 2015 di urutan ke-17, sama seperti tahun sebelumnya. Direktur PUSB Rizkan Chandra mewakili SMI menerima pengharagaan dari Direk-tur Brand Finance Indonesia Sutan Banuara.
GOLDEN TROPHY DI BUMN AWARD
Semen Indonesia meraih penghar-gaan di ajang Info Bank BUMN Award 2015 dalam kategori Golden Trophy. Kepala Biro Kantor Jakarta Evie Ama-liana mewakili Semen Indonesia men-erima penghargaan yang diserahkan oleh Pimpinan Redaksi Info Bank Eko B Supriyanto di Jakarta, Jumat (23/10).
TOP IT & TELCO 2015
SMI dinobatkan sebagai Top IT Implementation on Cement Industry Sector 2015 dalam ajang Top IT & Telco 2015 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jumat (6/11). Selain itu, SMI juga meraih peng-hargaan dalam kategori The Most Prominent of ERP 2015.
KWSG, KOPERASI DENGAN ASET TERBESAR
Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) dinobatkan sebagai koperasi beraset terbesar di tanah air. Peng-hargaan pertama disematkan saat peluncuran buku ‘100 Koperasi Besar di Indonesia 2015’ di Auditorium Ke-menterian Koperasi dan UKM, Kamis (12/11). Kedua, setelah menerima penghargaan sebagai Koperasi de-ngan Aset terbesar dalam Dekopin Award 2015 yang digelar di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/11).
BEST OF THE BEST FORBES INDONESIA 2015
K
ondisi ini juga menerpa PT Semen Padang yang berdampak pada rendahnya penjualan dan menu-runnya laba perusahaan. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatatkan penurunan penjualan domestik Semen Padang sebesar 10,4% dari 3,29 juta ton periode Januari-Juni tahun lalu menjadi hanya 2,95%. Se-dangkan secara keseluruhan penjualan turun 6% dari 3,33 juta ton menjadi hanya 3,13 juta ton.Meski demikian, manajemen Semen Padang tak surut untuk terus meraih prestasi dan meningkatkan performance bisnisnya. Salah satunya dengan melanjutkan proyek-proyek peningkatan kapasitas yang telah diluncurkan di tahun-tahun sebelumnya.
Proyek Indarung VI yang dimulai pengerjaannya sejak 26 Mei 2014 dan bernilai Rp 3,840 triliun ini, direncanakan akan rampung pada Q4 2016. Kemudian cement mill di Dumai yang berdurasi 20 bulan (Mei 2013 – Desember 2014), sudah mulai dioperasikan sejak 2015, dan menam-bah kapasitas Semen Padang dari 6,5 juta ton per tahun menjadi 7,4 juta ton per tahun. Apabila proyek Indarung VI rampung di 2016, kapasitas produksi Semen Padang akan menjadi 10,5 juta ton per tahun.
Terakhir, pembangunan Packing Plant di Lampung bernilai Rp191,7 miliar yang dimulai Mei 2013, rampung pada Februari 2015. Proyek dengan kapasitas pengeluaran 350.000 ton per tahun ini telah melancarkan distribusi dan ketersediaan semen di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lam-pung Barat, Kabupaten LamLam-pung Timur, dan Kabupaten Metro & Kabupaten Pring Sewu.
PROGRAM EFISIENSI
Dihadapkan kondisi rendahnya demand pada awal-awal tahun, membuat manajemen Semen Padang melakukan
program eisiensi di perusahaan melalui program Cost
Reduction Program (CRP) dan Cost Saving Program (CSP). Hingga September 2015, Semen Padang sukses melaku-kan penghematan sebesar Rp 148,48 miliar. Penghematan merupakan kontribusi dari penghematan kelompok bahan baku & penolong, kemasan, bahan bakar, klinker-semen, transportasi laut, listrik, dan biaya distribusi.
Perusahaan juga telah menerapkan Cost Saving Program (CSP) yang disesuaikan dengan arahan Meneg BUMN dan arahan komisaris. “Penghematan yang kita lakukan memang kecil-kecil, namun setidaknya bisa mempengaruhi kinerja perusahaan. Perusahaan yang bisa ‘survive’ adalah yang memiliki ‘cost’ termurah. Bagaimana pun upaya yang dilaku-kan brand, ‘marketing’ bakal tidak ada artinya kalau ‘cost’ tinggi. Dengan ‘cost’ rendah, akan membuat kita memiliki peluru yang banyak kalau harus menghadapi perang har-ga,” ujar Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry.
(SP/Oktaveri)
DARI PENINGKATAN
KAPASITAS, EFISIENSI,
HINGGA INOVASI
2015 TERCATAT SEBAGAI TAHUN YANG BERAT BAGI SEMUA PELAKU
USAHA DI SEMUA INDUSTRI, TAK TERKECUALI DI INDUSTRI SEMEN.
KUNJUNGAN MENTERI :
Menteri Perindus-trian Saleh Husin ketika mengunjungi PT Semen Padang, 24 Februari 2015. Dalam kunjungan itu, Menteri Perindustrian menin-jau Workshop Semen Padang dan Proyek Indarung VI.
TANAM POHON LANGKA : Dirut PT Semen Indonesia (Persero), Tbk, Suparni (kanan) dibantu Dirut PT Semen Pa-dang Benny Wendry melakukan penanaman pohon langka, pohon Indarung, di area Kantor Pusat PT Semen Padang, 17 Agustus 2015. Menurut sejarah, nama pohon Indarung dijadikan nama daerah Indarung, wilayah tempat pabrik Se-men Padang berdiri sejak 105 tahun lalu
KALEIDOSKOP 2015
SEMEN
PADANG
DI TAHUN
PRESTASI SEMEN PADANG TAHUN 2015
No.
Nama
Penghargaan
Lembaga
Pemberi
Penerima
Tempat/waktu
1.
Super Brands 2015
Super Brands
In-donesia
Desri Ayunda, staf
Direksi
Jakarta, 30 Januari
2015
2.
Wajib Pajak
Kanwil DJP
Sum-bar-Jambi
Direktur Keuangan Tri
Hartono Rianto
Padang, 2 Maret 2015
3.
Lingkungan Hidup
Pemkot Padang
Kepala Departemen
KSU Ampri Satyawan
Padang, 15 Juni 2015
4.
Imporir Teladan
KPPBC Tipe Madya
Pabean Teluk
Bayur
Kepala Departemen
KSU Ampri Satyawan
Padang, 15 Agustus
2015
5.
Akreditasi A
Peny-elenggaraan
Kear-sipan
Arsip Nasional
Re-publik Indonesia
Direktur Keuangan Tri
Hartono Rianto
Padang, 27 Agustus
2015
6.
BUMN Marketeers
Awards 2015
BUMN Insight
Kepala Departemen
Penjualan Benas
Azhari
Jakarta, 5 September
2015
7.
Predikat Bronze
Internaional Con
-venion on Qual
-ity Control Circles
(ICQCC) 2015
Tim Inovasi INKREF
Departemen
Tam-bang
Korsel, 7 Oktober
2015
8.
Wajib Pajak
Kanwil DJP
Sum-bar-Jambi
Direktur Keuangan Tri
Hartono Rianto
Padang, 12 Oktober
2015
9.
Penghargaan
En-couragement
Asia Paciic Qual
-ity Organizaion
Internaional Con
-ference 2015
Tim inovasi Premier
Line
China, 11 November
2015
10.
Customer Loyalty
Award
Indonesian Quality
Management
As-sociaion
Staf Biro Inovasi dan
TPM
Ponianak, 20 No
-vember 2015
11.
Excellent 1 Gold ,
Excellent 3 Gold,
dan Silver
Indonesia Quality
Convenion (IQC)
2015
Tim Tenaga,
Central-izing, QCC Bimasaki
Ponianak, 20 No
vember 2015
-12.
Emerging Industrial
Leader IQA
Indonesian Quality
Award Foundaion
Direktur Utama,
Benny Wendry
Jakarta, 24 November
2015
13.
Plainum, Gold, 3
Silver
TKMPN XIX & IQPC
2015
Tim RESPECT 23
, GKM X POUZA,
EKSPANSI, HEXAGON,
dan EMKL
Yogyakarta, 26
No-vember 2015
KALEIDOSKOP 2015
12 Februari 2015
PENGHARGAAN K3 DARI GUBERNUR
Di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PT Semen Tonasa dinilai masuk dalam kategori baik oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.
Penghar-gaan disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulsel Agus Ariin
Nu’mang kepada Kepala Seksi K3 Semen Tonasa, Didi Gobel yang mewakili manajemen Semen Tonasa, bersamaan dengan upacara puncak perayaan bulan K3 tingkat Provinsi Sulsel, Makassar, Kamis (12/2). Disamping penghargaan tersebut, Semen Tonasa juga berhasil menyabet peringkat I pada ajang Cerdas Cermat Tingkat Provinsi Sulsel yang
di-wakili oleh Soiana, Yenny Kasim, Tajuddin Nur dari unit kerja
Departemen Jaminan Mutu & Lingkungan.
21 Februari 2015
APRESIASI KADIN KEPADA TONASA
PT Semen Tonasa mendapatkan penghargaan dari KA-DIN Sulsel periode 2014-2019 yang digelar di Hotel Syahid Makassar, Sabtu (21/2). Pengurus Kadin yang masih
dinahko-dai oleh Muhammad Zulkarnain Arif dan Zulkili Gani Ottoh
ini memberikan penghargaan kepada Semen Tonasa sebagai perusahaan yang telah mengembangkan potensi daerah dan menunjang kesejahteraan masyarakat Sulawesi Sela-tan. Kepala Departemen CSR dan Umum Ferry Djufry yang mewakili Dirut Semen Tonasa mengatakan bahwa penghar-gaan ini merupakan wujud apresiasi Kadin kepada Semen Tonasa dalam bidang persemenan yang mampu menunjang kesejahteraan masyarakat.
12 Maret 2015 MASTER BRAND AWARD
Setelah melalui survei dengan berbagai penilaian baik Brand Image, Brand Awareness maupun Customer Satisfc-tion dan Customer Loyality, akhirnya Semen Tonasa meraih Master Brand Award. Penghargaan ini diterima oleh Matla Ilfajar sebagai GM of Sales mewakili Direktur Komersial pada Kamis (12/3). Ajang ini digelar oleh Makassar Research Mar-keting bekerjasama dengan Makassar terkini.
8-9 Juni 2015
MARKETEERS OF THE YEAR 2015
Pada periode Juni-Juli 2015 MarkPlus, Inc menyeleng-garakan acara di 17 kota di Indonesia dengan tajuk Indo-nesia Marketeers Festival 2015 (IMF 2015). Acara ini diikuti baik perusahaan swasta, BUMN, maupun BUMD. Untuk kota Makassar berlangsung sejak 8-9 Juni 2015 bertempat di Grand Clarion Hotel Makassar. Pada kesempatan itu, Hermawan Kartajaya, CEO & Founder MarkPlus, Inc. bekerja sama dengan majalah Marketeers, memberikan apresiasi tertinggi di bidang pemasaran berupa Marketeers of The Year Makassar 2015 kepada mereka yang telah menularkan
marketing spirit dan berhasil membawa dampak positif terhadap perusahaan.
SEMEN
TONASA
DI TAHUN
2015
Mengkilap di Tengah
Keprihatinan
KALEIDOSKOP 2015
21 Agustus 2015 THE BEST CSR
Kepedulian PT Semen Tonasa dalam memberdayakan masyarakat maupun lingkungan di sekitarnya melalui program CSR, kembali mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Apresiasi tersebut berupa penghargaan The Best CSR dari Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks) yang merupakan salah satu perusahaan media bisnis yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel). Penghargaan diserahkan dalam acara penganugerahan Innovation Business Award 2015, Jumat (21/8). Innovation Business Award 2015 ini merupakaan ajang guna mendorong pertumbuhan dunia usaha yang ada di Provinsi Sulsel untuk memberikan kon-tribusi dalam pembangunan dan ekonomi daerah. Kepala Departemen CSR dan Umum Semen Tonasa Ferry Djufri menuturkan, penghargaan The Best CSR dalam Innova-tion Business Award 2015 merupakan bukti bahwa Semen Tonasa sebagai perusahaan industri telah memberikan manfaat terhadap masyarakat maupun perekonomian di Provinsi Sulsel, khususnya di Kabupaten Pangkep.
2 November 2015 HARI JADI TANPA HURA-HURA
Pabrik Semen Tonasa genap berusia 47 tahun pada 2 November 2015. Peringatan hari jadi kali ini lebih religius dan khidmat. Suasananya jadi lebih religius karena diwarnai zikir bersama yang dipandu Habib Mahmud Bin Umar Al Hamid dan KH Muhammad Zein Irwanto. Zikir di Masjid Raudhatul Muttaqin, Pangkep, itu dihadiri jajaran komisaris dan direksi Semen Tonasa, jemaah Majelis Taklim Tonasa I, Majelis Taklim Bungoro, Majelis Taklim Annisa, ibu-ibu KIKST, serta karyawan dan karyawati Semen Tonasa. Usai zikir disambung tausiyah singkat yang dibawakan Ustad Dr KH Rusli Amin MA. Meski menurunkan tensi hura-hura namun warga sekitar pabrik tak kurang gembira. Mereka terlibat atau ikut menyaksikan berbagai lomba yang digelar, antara lain futsal, bulutangkis, golf, jalan sehat, gerak jalan indah, sepak takraw, tenis meja, sepakbola, tarik tambang, juga Semen Tonasa Open Water Swimming Championship di Pantai Losari, Makassar.
30 November 2015 KUNJUNGAN MENAKER
FOKUS
S
eakan melupakan tahun 2015yang dinilai sebagai tahun muram bagi semua industri di Tanah Air, industri semen diprediksi akan menggeliat di tahun 2016. Sejumlah pemain baru (new entrant) akan meramaikan persaingan dengan pemain lama (existing player). Suasana dipastikan akan lebih gaduh dibanding 2015 karena pasar akan digelontor jutaan ton semen.
Sebut misalnya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Pemilik brand
Tiga Roda akan mengoperasikan pabrik baru pada Februari. Pabrik ini
didesain terbesar di Indonesia yakni sebesar 4,4 juta ton per tahun. Begitu juga dengan Pabrik Semen Merah Putih yang beroperasi di akhir tahun 2015 dengan desain kapasitas 4 juta ton per tahun.
Ini belum lagi dengan masuknya pemain baru. Mulai dari An Hui Conch, Siam Cement, Jui Shin dan beberapa pemain baru lainnya. Paso-kan diprediksi aPaso-kan merata di seluruh wilayah Tanah Air, meski Pulau Jawa masih menjadi kawasan favorit. Ini tak lepas dari fakta bahwa Jawa merupa-kan daerah dengan serapan konsumsi
semen tertinggi dibanding wilayah lainnya. Di Jawa, hampir semua produk masuk. Selain dua produk dari Semen Indonesia Group (Semen Gresik dan Semen Padang), kawasan ini juga dira-maikan merek-merek Semen Bosowa, Holcim, Tiga Roda, Semen Bima, SCG, Anhui Conch, Semen Merah Putih dan Semen Garuda.
Kawasan Sumatera, dimana secara tradisional milik Semen Padang, mulai diramaikan dengan hadirnya beragam merek, misalnya Semen Andalas, Boso-wa, Holcim, Tiga Roda dan Semen Me-rah Putih. Kondisi tak jauh berbeda di
PERSAINGAN
INDUSTRI SEMEN NASIONAL
AKAN SEMAKIN KETAT DI
TAHUN 2016 SEIRING DENGAN
MASUKNYA PARA PEMAIN
BARU. KONDISI INI MENDORONG
PARA PEMAIN LAMA UNTUK
BERBENAH TERMASUK
MENINGKATKAN KAPASITAS
PRODUKSINYA.
KOMPETISI KIAN KETAT,
FOKUS
Sulawesi dan Kalimantan. Menariknya, kawasan Papua yang selama ini ‘ogah’
dijamah industri semen, kini menjadi daerah jajahan baru. Pendatang anyar, Anhui Conch mengirim sinyal serius pada beberapa produsen yang sudah lebih dulu masuk di kawasan pa-ling Timur Indonesia ini. Tak sekedar memasok produk, produsen asal China ini sudah membangun cement plant di Manokwari, Papua Barat.
Sebaran pasokan yang relatif merata ini, membuat peta persaing-an semakin ketat, bahkpersaing-an sampai di tingkat pemakai (end user). Nah, untuk memenangkan persaingan, tentu dibutuhkan strategi jitu dengan penuh kehati-hatian. Pasalnya, para pemain industri semen tetap mewaspadai kondisi di tahun 2016 yang belum sepenuhnya stabil.
Mereka tidak ingin terjebak se-perti di tahun 2015. Pasokan meluber, namun tak diimbangi dengan
ting-ginya permintaan. Akibatnya, pasar tidak tumbuh tapi justru minus. Yang terjadi adalah muncul proses kanibal-isme, yang kuat akan memangsa yang lemah. Perang harga pun tak akan
bisa dihindari. “Kalau itu yang terjadi, kita tidak bisa menjangkau lagi. Kita hanya menyiapkan regulasi, memas-tikan stock semen di pasar aman,” ujar Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI).
Sementara, saat memberikan arahan dalam rapat kerja perusahaan semester dua, Agustus 2015, Komisarris Utama SMI Mahendra Siregar minta agar jajaran manajemen SMI memperkuat inovasi serta menyiapkan strategi khusus untuk memenangi persaingan. “Dalam situasi ekonomi yang sedang lesu seperti sekarang, manajemen tidak boleh canggung dan harus berani mengambil keputusan strategis dengan cepat,” tegas Mahendra.
Manajemen Semen Indonesia bukan-nya tak mebukan-nyadari kondisi tersebut. Apal-agi sebagai market leader, tak sedikit kompetitor yang ingin menggerus market share SMI Group. Tak hanya di Pulau Jawa, tapi hampir di seluruh wilayah
KAPASITAS
SEMEN DOMESTIK
TAHUN 2015
FOKUS
pemasaran SMI Group di Tanah Air.
Yang terbilang agresif adalah Anhui Conch yang telah membangun beberapa fasilitas baru seperti Cement Plant Tanjung (Kalimantan Selatan), Grinding Plant Merak (Banten), Cement Plant Barru (Maros Sulsel) dan Cement Plant Manokwari. Semua fasilitas itu dibangun didesain menyasar hampir semua pulau besar di Indonesia.
Strategi serupa juga dilakukan Semen Merah Putih. Sederet fasilitas dibangun guna mengunci pasar do-mestik dengan produk mereka. Seperti Cement Plant Bayah dan Grinding Plant Ciwandan (Banten), Grinding Plant Gresik (Jatim), Grinding Plant Medan (Sumatera Utara) dan Packing Plant Pontianak (Kalimantan Barat).
Direktur Komersial Semen Indonesia Amat Pria Darma menegaskan bahwa
SMI Group tidak akan menambah kapasitas di tahun 2016. BUMN semen terbesar di tanah air ini masih akan ber-main dengan desain kapasitas seperti di 2015 yakni 30 juta ton. “Kita baru di 2017 akan ada tambahan 6 juta ton seiring dengan beroperasinya Indarung IV dan (pabrik) Rembang,” tuturnya.
Meski tak ada tambahan produksi, bu-kan berarti tak bernyali. Sebagai market leader, tandas Darma, pihaknya tak akan membiarkan para kompetitor menga-cak-acak pasar. Sederet strategi telah disiapkan. Pasar ritel yang selama ini memberi porsi terbanyak terus diperkuat. Loyalitas pelanggan ditingkatkan lewat berbagai program, mulai layanan pelang-gan sampai ketersedian barang. Untuk yang satu ini, sepanjang 2016, SMI akan memperluas cakupan jaringan Teknologi Informasii hingga ke end user. “Jadi mirip Alfamart atau Indomaret. Saat satu barang laku, sistem akan mendeteksi dan
langsung terecord,” ujarnya. Ini merupakan langkah untuk lebih pada konsitensi pasokan. Percuma ba-rang dijual murah atau banting harga tapi di toko tak ada barang. Darma yakin, ini salah satu cara paling mujarab untuk menahan laju produk-produk SMI Group agar tak tergelincir dalam perang harga.
“Membangun jaringan itu tak bisa sekejap. Kita memiliki itu hingga end user. Kompetitor boleh saja datang dengan harga murah atau iming-iming lainnya. Tetapi kalau loyalitas dan jari-ngan sudah kita pegang, sulit bagi siapa pun untuk memutusnya,” tandasnya.
SMI Group juga melakukan penataan dan pembenahan distribusi. “Kita akan
tata kembali agar lebih eisiensi. Siapa yang paling eisensi, dia yang paling
FOKUS
Peluang bisnis di tahun 2016 disikapi para pelaku ekonomi dengan optimistis. Ini tak lepas dari sederet sinyal dan kebijakan ekonomi yang telah dirilis para petinggi negeri ini pada kuartal III-IV 2015. Bahkan, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 akan mencapai 5,3 persen. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 yang hanya sekitar 4,7 persen.
Kepala Ekonom World Bank untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan, proyeksi ekonomi terse-but terkait dengan paket kebijakan yang dikeluar-kan pemerintah mulai menunjudikeluar-kan dampak positif bagi masyarakat. “Proyeksi kami pertumbuhan sebesar 5,3 persen di 2016 karena paket kebijakan pemerintah baru terasa di tahun 2016,” ujarnya.
Proyeksi tersebut juga didasari pada kondisi perekonomian Indonesia di 2016 yang juga didukung oleh meningkatnya belanja infrastrukur oleh pemerintah maupun swasta. Dia menambah-kan, belanja pemerintah akan tumbuh 3,2 persen, lebih tinggi dari tahun 2015 yakni 2,1 persen. Belanja modal pun diyakini tumbuh 5 persen, lebih tinggi dari 2015 yang 3,7 persen. “Pertumbuhan ekonomi tahun 2016 dipengaruhi naiknya investasi pemerintah dan swasta. Konsumsi domestik juga mempengaruhi gejolak reborn. Ada juga paket kebijakan ekonomi yang fokus untuk mendorong investasi dan ekspor,” tuturnya panjang lebar.
Sedangkan terkait dengan rupiah, perbaikan fundamental ekonomi Indonesia akan sangat berpengaruh terhadap penguatan rupiah. Kebija-kan stabilisasi makro ekonomi juga diyakini aKebija-kan menstabilkan rupiah.
Senada dengan hal itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro juga optimistis suasana ekonomi tahun 2016 akan lebih baik, meski perlu ada sikap waspada. Pasalnya, masa pemulihan ini akan diiringi dengan beberapa kontraksi. Mulai dari rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), kondisi perekonomian Yunani yang terancam bangkrut karena tak mampu membayar utang juga perlu diwaspadai. “Ini lebih kepada masalah conidence
market global. Jadi kita tentu harus punya persia-pan yang kuat. Jadi penguatan pada fundamental makro saja yang kita jaga. Tapi dampak dari Yunani sendiri itu pasti berimbas ke seluruh dunia, tidak hanya di beberapa negara,” jelasnya. (SG/ram)
Pelaku Usaha
Bersikap Optimistis
sudah ada palletizer. Ini agar lebih gampang ke pasar tertata baik. Toko juga akan lebih suka karena produk kita lebih bersih,” urainya.
Untuk antisipasi keterse-diaan pasokan, kata Darma, SMI mendatangkan pasokan tambahan dari TLCC Viet-nam dan sekitarnya. Ini untuk mengamankan market share
di pasar domestik. “Ibarat perang, produk ini menjadi amunisi kita. Kompetitor mau kayak apapun, kita siap mel-ayaninya. Beda kalau barang kita nggak punya. Bisa-bisa pasar kita diambil dan market share tergerus,” katanya.
Di sisi lain, sebagian produk itu juga diarahkan ke pasar ekspor. Ini untuk mengaman-kan jalur ekspor yang selama
ini sudah dirintis sekaligus tak ingin kejadian di tahun 2015 terulang kembali. Jika ini bisa diwujudkan, SMI Group tak perlu lagi ‘mbabat alas’ di pasar ekspor. “Ini sebetulnya lebih pada stratregi jangka panjang,” ungkapnya.
Darma melihat bahwa di semester I 2016, pasar masih sangat bersahabat. Ini tak lepas dari pertumbuhan
SEMEN INDONESIA
GROUP MENYAMBUT
TAHUN 2016 DENGAN
RASA PERCAYA DIRI
YANG TINGGI DENGAN
MENGAMBIL POSISI
SEBAGAI PENYERANG.
BUKANKAH
PER-TAHANAN TERBAIK
ADALAH MENYERANG?
K
eyakinan perusahaan sementerbesar di Tanah Air ini menya-kini bahwa cerita kelam seperti yang tersaji di semester I-2015, ekonomi lesu, rupiah terdepreasi dan permintaan menurun tajam,
diyakini tak lagi terjadi.
“Di tahun 2016 ini, kami optimistis kondisi akan lebih baik. Per-mintaan akan tetap tinggi sepanjang semester I. Keyakinan kami ini setelah
melihat tingginya permintaan di kuartal akhir 2015 lalu,” ujar Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero), Tbk Suparni.
Rasa optimistis ini juga dikerek oleh kenaikan belanja pemerintah yang tumbuh 3,2 persen, lebih tinggi
dibanding tahun 2015 yang sebesar 2,1 persen. Sebagian besar pos belanja tersebut dialokasikan untuk proyek-proyek infrastruktur yang telah berjalan
di tahun 2015. Sedangkan di tahun 2016 ini, proyek-proyek
tersebut akan diresmikan.
Sebagai BUMN dengan produk berkualitas dunia, Semen Indonesia Group mendapat kepercayaan untuk mengawal proyek-proyek pemerintah. Hal ini seperti tertuang dari hasil pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Suparni di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/11). JK, menurut penu-turan Suparni, minta agar SMI
memak-SMI MEMILIH JADI
PENYERANG
simalkan produksi semen curah guna mendukung pembangunan infrastruktur di dalam negeri.
Semen buatan SMI Group akan dipergunakan di semua proyek infra-struktur di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Beberapa di antaranya adalah jalan tol, gedung, waduk, serta pelabuhan. Pada pertemuan tersebut, Suparni mengaku mendapatkan pesan agar menyiapkan pasokan semen yang banyak. SMI, tentu saja, menyanggupi permintaan itu. Apalagi tahun depan dua pabrik baru sudah mulai ber-operasi, yakni di Rembang (Jateng) dan Indarung (Sumatera Barat).
Terkait pembangunan infrastruktur di tanah air, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memaparkan sasaran program pembangunan yang harus dicapai selama periode 2015-2019. Target itu mulai dari pembangunan 49 bendungan baru dan satu juta hektare jaringan irigasi baru untuk mendukung kedaulatan pangan.
Kemudian pembangunan 1.000 Km jalan tol dan 2.650 kilometer jalan arteri baru untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kesenjangan pertumbu-han wilayah. Pembangunan infrastruktur permukiman terutama pemenuhan 100 persen akses sarana air bersih dan sani-tasi, serta mengurangi jumlah permuki-man kumuh. Pembangunan perumahan untuk mengejar kebutuhan masyarakat akan rumah sebanyak 7,6 juta unit.
“Ketika kita membangun infrastruk-tur, sesungguhnya kita sedang memba-ngun bangsa. Terbamemba-ngunnya infrastruk-tur akan memberikan kontribusi yang besar dalam mewujudkan pemenuhan hak dasar rakyat,” tegas Basuki.
Bila ditarik garis lurus, empat tahun ke depan menjadi masa panen bagi industri semen di Indonesia. Ketika kran pembangunan infrastruktur dibuka lebar-lebar, saat itulah permintaan se-men melonjak.
Dirut mengajak seluruh keluarga besar SMI Group menyambut tantangan sekaligus peluang yang sudah terham-par di depan mata. Caranya, dengan terus menerus meningkatkan
produk-tiitas, eisiensi dan inovasi. Muara dari
itu semua adalah peningkatkan value
perusahaan. “Kita sambut tantangan dan peluang ini dengan terus menerus mengeksplorasi daya kreasi dan daya
produktiitas kita semua,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dirut juga meminta karyawan SMI Group untuk mengubah
mindset yang memandang problem
sebagai aib yang harus dipendam. Masalah atau kendala menurutnya harus di share untuk dicarikan solusi dan tidak terulang di tempat lain. “Masalah jangan dianggap aib yang harus disem-bunyikan, tapi mari kita share untuk dicari solusinya secara bersama-sama,” tuturnya. “Setelah ada solusinya, ja-ngan lupa dibukukan agar dapat men-jadi pedoman jika termen-jadi masalah yang sama. Peran Knowladge Management
harus memegang kendali,” lanjutnya.
Dengan pengelolaan operasional yang baik akan membuat kinerja pabrik
lebih eisien dan membuat biaya
produksi lebih rendah. Saat ini, Cost of Good Manufactured (COGM) Semen Gresik masih yang terbaik di lingku-ngan Semen Indonesia Group, bahkan lebih baik dari COGM Anhui Conch. “Dengan biaya produksi yang rendah kita akan lebih mudah untuk melakukan strategi pasar,” tandasnya. “Mari
sama-sama kita tingkatkan produktiitas agar
perusahaan ini dapat lebih bersaing ditengah ketatnya persaingan industri semen saat ini,” tandasnya.
Persaingan tahun 2016 ini diprediksi bakal lebih ketat. Bahkan bila tak di-batasi dengan regulasi yang tegas, bu-kan tak mungkin malah terjadi persaing-an ypersaing-ang menjurus brutal. Ini tak lepas dari mengalirnya produk-produk semen ke paasar domestic, baik yang yang sudah exsiting maupun pemain baru.
Kondisi ini adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Ini sebagai konsekue-nsi dari era globalisasi dan senantiasa diikuti liberalisasi perdagangan. Dan, tahun ini, Indonesia bersama dengan negara-negara ASEAN sudah mera-sakan era tersebut. Ini seiring dengan mulai berlakuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) per 31 Desember 2015.
Ibarat sepakbola, hanya ada dua pilihan bagi SMI Group menghadapi era MEA ini, mengambil posisi sebagai penjaga gawang untuk menjaga dan menghalau gelombang serangan para kompetitor atau menjadi penyerang. Bersaing langsung dan menyerang masuk ke jantung pertahanan para pe-saing. Dan, SMI Group telah mengam-bil posisi terakhir tersebut. “Pertahanan terbaik adalah menyerang,” pungkas Dirut Suparni. (SG/ram-lin-bwo-znl)
M
enatap tahun 2016, Direktur Utama Semen Padang Benny Wendry yakin prospek bisnis semen bakal semakin moncer. “Menggeli-atnya proyek-proyek pemerintah sejak Agustus 2015, terutama infrastruktur, akan membuat prospek bisnis semen kembali cerah,” kata Dirut SP.Sebelumnya, industri semen di Indonesia, termasuk Semen Padang, mengalami pukulan hebat dengan anjloknya permintaan. Pada tujuh bulan pertama 2015 atau sampai Juli, penjualan semen secara nasional turun sekitar 5 persen akibat perekonomian nasional yang melambat. Namun menjelang akhir tahun 2015, indus-tri semen di Indoensia mengalami perkembangan luar biasa.
Kondisi ini membuat sejumlah investor asing, beberapa di antaranya tergolong perusahaan papan atas, ramai-ramai menyerbu Indonesia. Pan Asia, Jui Shin, Anhui Conch, Merah Putih, adalah sejumlah pemain
anyar yang mencoba peruntungan di Indonesia. Sedangkan perusahaan-perusahaan existing juga kompak menggenjot kapasitas produksi. Al-hasil, pasar semen dalam negeri riuh, persaingan merebut hati konsumen jadi kian sengit.
Hinggah Juli 2015, demand semen nasional terjerembab ke titik nadir.
Over supply semen di dalam negeri mendorong munculnya persaingan tidak sehat di mana sejumlah perusa-haan melakukan banting harga dan politik dumping. Mereka menjual semen di bawah harga produk-produk Semen Indonesia Group. Itu dimung-kinkan lantaran pabrik mereka dekat dengan sumber energi, bahan baku, serta tenaga kerja yang dibayar murah.
Namun, Semen Padang tidak terpengaruh dengan strategi para kompetitor tersebut. Menyikapi lesunya permintaan pasar domestik, perusahaan yang berdiri pada 18 Maret 1910 itu melirik pasar ekspor. Bangladesh jadi sasaran pertama, juga Myanmar dan Mauritania yang masuk bidikan. Sebelumnya, ketika permintaan dalam negeri tinggi, Semen Padang tidak begitu antusias menggarap pasar ekspor.
Di samping itu, Semen Padang me-mantapkan strategi bersaingnya dengan cara menjaga kualitas produk, mem-perkuat jalur distribusi, mengoptimalkan
packing plant Lampung, menambah
PT SEMEN PADANG
PUNYA CARA JITU
MENGHADAPI LESUNYA
PASAR DOMESTIK PADA
SEMESTER I 2015. BUKAN
BANTING HARGA, NAMUN
MENGENCANGKAN IKAT
PINGGANG DI SEMUA LINI.
TERBARU, PRODUSEN
SEMEN TERTUA DI
INDONESIA ITU SEMAKIN
AGRESIF MELEMPAR
PRODUKNYA KE LUAR
NEGERI.
FOKUS
SEMEN PADANG
FOKUS
kapasitas produksi di Dumai untuk memperlancar aliran barang terutama di kawasan Sumatera, serta meningkatkan
eisiensi. “Kami berusaha mengencang -kan ikat pinggang. Harga pokok penjua-lan (HPP) ditekan seminim mungkin se-hingga menambah daya saing,” papar Benny, yang ditunjuk menjadi dirut pada RUPS 10 November 2014.
Mulai Agustus 2015, seiring mulai berjalannya proyek-proyek pemerin-tah, penjualan Semen Padang berangsur membaik. Sejak itu volume penjualan selalu lebih tinggi diban-ding periode yang sama tahun 2014. Pada Oktober 2015, misalnya, volume penjualan Semen Padang sebesar 777.668 ton, sedangkan periode yang sama tahun lalu 669.478 ton.
Di sisi produksi, hingga Oktober 2015 terealisasi sebesar 5,58 juta ton, atau meningkat 1,07 persen diband-ingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar 5,52 juta ton. Penjualan semen sampai dengan Oktober 2015 sebesar 5,83 juta ton atau terealisasi sebesar 96,26 persen dari periode yang sama tahun lalu, sebesar 4,50 juta ton. “Menjelang akhir tahun 2015, tender-tender pemerintah tengah berlangsung, sehingga optimistis tahun 2016 bisnis semen lebih cerah ketimbang tahun 2015,” ujarnya.
Benny menegaskan, langkah ekspor tidak hanya untuk menyiasati pasar dalam negeri yang tahun 2015 melemah, tapi juga untuk mengantisipasi pening-katan produksi Semen Padang. “Kami in-gin eksis di negeri orang. Bukan sekadar ada, tapi harus untung,” kata dia.
Tahun 2016, tepatnya pada kuartal keempat, pabrik Indarung VI sudah beroperasi. Artinya bakal ada tamba-han produksi 3 juta ton per tahun. Saat ini kapasitas produksi Semen Padang 7,4 juta ton per tahun—termasuk tambahan cement mill di Dumai den-gan kapasitas 900.000 ton. Denden-gan beroperasinya Indarung VI, yang menelan investasi Rp 3,84 triliun, total kapasitas produksi Semen Padang pada 2016 akan mencapai 10,5 juta ton per tahun.
“Tahun 2015, ekspor Semen Padang kurang dari 5 persen. Tahun
2017, setelah beroperasinya Indarung VI, kami menargetkan ekspor lebih dari 5 persen. Kami juga terus mem-perbanyak packing plant di Aceh, Medan, Dumai, Lampung, dan Jawa (Tanjung Priok dan Cilegon). Tahun 2016 kami akan membangun packing plant di Bengkulu,” tuturnya.
Ke depan Semen Padang bakal makin rajin melakukan ekspansi. Alasan-nya, sebut Benny, konsumsi semen rakyat Indonesia secara nasional saat ini masih relatif rendah, yakni baru 230 kg/ kapita/tahun. Angka ini kalah dengan Malaysia yang mencapai sekitar 500 kg/ kapita/tahun, apalagi Singapura yang mencapai sekitar 900 kg/kapita/tahun. Bahkan konsumsi semen rakyat Indonesia masih kalah
dengan Vietnam yang mencapai sekitar 400 kg/kapita/tahun.
Artinya, peluang bisnis semen di tanah air masih sangat terbuka. Itu
sebabnya, pabrik-pabrik se-men yang ada di Indonesia, baik milik negara maupun asing, beramai-ramai meningkatkan kapasitas produksi seir-ing dengan munculnya merek-merek baru. Benny beranggapan, peningka-tan kapasitas produksi sangat penting untuk menjaga market share, baik untuk Semen Padang maupun pabrik semen BUMN secara keseluruhan. Saat ini konsumsi semen nasional mencapai 61 juta ton per tahun, adapun kapasitas produksi sekitar 80 juta ton per tahun.
Market share Semen Padang secara nasional mencapai sekitar 11 persen, sementara market share pabrik-pabrik semen milik BUMN sekitar 40 persen, dengan kapasitas produksi 30 juta ton per tahun. Dengan demikian, pabrik-pabrik non BUMN, baik asing maupun swasta dalam negeri, mendapat ‘jatah’ produksi sekitar 60 persen. Ekspansi pabrik-pabrik semen milik BUMN sa-ngat penting untuk mempertahankan
market share, terutama untuk men-dorong stabilitas harga demi kepenti-ngan masyarakat.
Benny Wendry mengatakan, Semen Padang akan terus melakukan ekspan-si dengan masuk ke bisnis non semen, misalnya, PLTU. Power plant itu tak
cuma untuk mencukupi kebutuhan sendiri, tapi kelebihannya bisa dijual ke PLN. Karena setiap tahun Indonesia
masih mengalami deisit listrik.
Ia mencontohkan sebuah peru-sahaan semen di Malaysia, Cement Industries of Malaysia Berhad (CIMA), yang tidak hanya fokus pada bisnis intinya. Mereka juga masuk ke bisnis properti. Perusahaan ini mengelola jalan tol yang membentang dari Utara hingga Selatan Malaysia. Ini me-nyebabkan bisnisnya berjalan sustain-able, dari hulu ke hilir. Sebab semen produksi mereka bisa dipakai untuk membangun jalan tol.
Semen Padang, menurut Benny, juga harus masuk
ke bisnis ready mix dan tambang batu bara. Ini
sepertinya sudah jadi best practices
perusahaan-perusahaan besar seperti Cemex, Holcim, Lafarge. “Jangan sampai kita tidak ada di sana. Di Sumatera inilah momennya, karena ada pembangunan jalan tol trans Sumatera. Juga proyek pelabu-han-pelabuhan, harus disuplai dengan
ready mix. Itu kemauan konsumen dan Semen Padang harus bisa melayani mereka,” ujar pria kelahiran Padang, 1 Mei 1969 ini.
Benny berharap, bisnis Semen Pa-dang pada 20 atau 30 tahun ke depan semakin besar dan beragam. Pasalya, kalau bisnisnya kecil akan dimakan ‘ikan besar’. Perusahaan kecil berpotensi di-akusisi, dan jadi permainan perusahaan besar. Sama persis dengan ikan di laut, di mana yang besar akan memangsa yang kecil. “Karena itu kita membentuk
holding, agar besar,” cetus dia. Agar perusahaan semakin besar, tidak ada jalan lain, manajemen dan karyawan harus solid, fokus pada pengembangan, memperkuat daya
saing, serta meningkatkan eisiensi.
“Strategi cost leadership harus dijaga terus. Jangan sampai dengan penu-runan harga, margin menjadi minus. Kebijakan penurunan harga semen oleh pemerintah mestinya dijadikan momentum bagi perusahaan untuk
lebih eisien lagi,” pungkas Benny
M
emperkuat jalur distribusi, itu salah satu strategi Semen Tonasa untuk menjaga domi-nasi mereka di Kawasan Timur Indonesia. Modal brand image yang kuat dirasa kurang cukup, sebab keampuhan-nya bisa hilang pada kondisi tertentu.“Semen itu unik, brand image punya peran besar. Jadi untuk bersaing dengan pemain-pemain baru, kita sudah banyak keunggulan. Sekarang ini, (di Kawasan Timur Indonesia) siapa yang tidak mau pakai Semen Tonasa? Tonasa itu semen termahal, tapi itu yang diminati orang,” kata Direktur Utama Semen Tonasa Andi Unggul Attas.
Namun, brand image itu punya keterbatasan dari segi harga. Ung-gul menegaskan, brand image masih bisa diandalkan ketika disparitas harga Semen Tonasa dan merek lain di pasar masih Rp 2.000 hingga Rp 3.000. Tapi kalau selisihnya sudah sampai Rp 10.000, “Bisa runtuh itu brand image.” Karena itu jalur distribusi yang meliputi 13 provinsi di Kawasan Timur Indonesia harus diperkuat.
Salah satunya, dengan menambah
packing plant (PP). Saat ini korporasi yang berkantor pusat di Bringere, Pang-kep, Sulawesi Selatan, tersebut mem-punyai 11 PP. Antara lain di area pabrik Semen Tonasa, pelabuhan Biringkassi, Makassar, Samarinda, Banjarmasin, Palu, Bitung, Mamuju, Kendari, Celukan Bawang, dan Ambon. “Itu dibuat de-ngan mempertimbangkan demand dan lokasinya strategis,” terangnya.
Manajemen menginginkan, di setiap
daerah tujuan pemasaran harus ada pelabuhan dan PP. karena itu, peri-ode 1994 hinga 1996, Semen Tonasa membangun tujuh PP di luar Sulawesi Selatan. Itu merupakan daerah-daerah dengan volume penjualan cukup tinggi. Dalam waktu dekat PP baru juga akan menyasar ke Maluku Utara, Gorontalo, bahkan Papua. “Kita lagi tunggu per-setujuan dari pemegang saham,” ujar Master of Business Administration dari IBM Global tahun 1999 ini.
“Tahun 2018 kita punya angan-angan membangun pabrik baru, tentu saja meli-hat perkembangan demand nasional. Lokasinya bisa di Kalimantan atau tem-pat lain, tergantung kajian. Rencananya memang oleh holding, tapi kemungkinan bisa saja diserahkan ke Tonasa,” tambah Direktur Komersial Semen
Tonasa Tri Abdisatrijo.
Tri mengamini pen-dapat Unggul bahwa ke depan distribusi Semen Tonasa mesti digenjot lagi. Rantai itu mulai dari pabrik,
lalu pelabuhan Biringkas- si,
angkutan darat, hingga ke distributor. “Untuk distributor kita akan lakukan restrukturisasi. Semangatnya adalah Semen Tonasa mudah didapatkan di mana-mana. Moving closer to custom-er,” tegas Tri.
Manajemen tak gundah dengan ulah salah satu kompetitor yang melakukan banting harga. Sebab, disamping me-langgar aturan Komisi Pengawas Persain-gan Usaha (KPPU), strategi seperti itu bi-asanya hanya berjalan sesaat. “Nyatanya
betul kan? Sekarang harga mereka sudah mulai naik. Tapi perlu digarisbawahi, untuk pasar-pasar yang persaingannya ketat seperti Banjarmasin, sinergi Opco mutlak dijalankan,” tegasnya.
Bersama-sama menghadapi pesaing
jelas lebih eisien dan kuat, bukan malah
rebutan pasar di internal holding. “Mana yang punya net corporate margin terbe-sar bagi holding, maka dia yang harus jalan. Tidak boleh ada perang saudara,” ujar pria yang bergabung dengan
Se-men Tonasa sejak 1992 ini. Semisal ada pasar yang
potensi keuntungan ter-besarnya dimiliki Semen
Tonasa, maka perusahaan inilah yang berhak
men-gelola.
Kalaupun ada merek opco yang lain di sana, maka harus dihitung
mana yang lebih eisien. Atau bisa saja
berbagi tugas dengan bermain di kelas yang berbeda. Tapi kalau di pasar Kaltim, di mana penguasaan pasar Semen Tona-sa paling tinggi, apa gunanya bermain di dua merek? “Serahkan saja pada Tonasa, yang lain mendukung,” tegas Tri.
Menyoal pasar ekspor, lulusan Teknik Kimia ITS tahun 1992 ini mengung-kapkan Timor Leste masih jadi tujuan utama. Di bekas provinsi ke-27 Indo-nesia itu, volume ekspor terkini Semen
Packing Plant
Belum Cukup
PT SEMEN TONASA TAK RISAU MENGHADAPI PERUBAHAN
PETA BISNIS SEMEN DUNIA. MARKET SHARE 40 PERSEN
DI KAWASAN TIMUR INDONESIA JADI MODAL UTAMA
UNTUK BERTAHAN DAN TERUS BERKEMBANG.
FOKUS
Tonasa melonjak jadi 15 ribu ton per bu-lan, dari sebelumnya 10 ribu ton. Timor Leste merupakan pasar khusus bagi Semen Tonasa dan menjanjikan margin lebih tinggi ketimbang pasar domestik. Sebab, ketika provinsi itu merdeka dan mendapat bantuan internasional untuk program pembangunan, Semen Tonasa pun dihargai dalam dolar AS. “Dulu kita menguasai 80 sampai 90 persen, sekarang turun jadi sekitar 60 sampai 70 persen. Itu dampak masuknya pesaing dari China,” sebut dia.
Di luar Timor Leste, tambah Tri, manajemen tengah melirik pasar ekspor baru ke Filipina, Brunei Darussalam, dan Australia. Demand di Brunei memang kecil, tapi itu merupakan niche market, mengingat pendapatan per kapita-nya tinggi. Artikapita-nya harga di sana pasti premium. Kalau itu bisa diambil bakal menguntungkan perusahaan.
“Australia juga sudah kita jajaki. Se-men Tonasa pernah ikut tender untuk isi pasar klinker atau semen. Realisasi tiga pasar ekspor ini mungkin baru di 2016, karena tahun 2015 stok kita habis untuk memenuhi pasar domestik,” terang Tri.
KUATKAN PRODUK TURUNAN
Tak bisa dimungkiri, di tengah persaingan bisnis semen yang makin menggila, produk turunan Semen Tonasa wajib ada di pasar.
Perusahaan-perusahaan kelas dunia macam Cemex, Sinoma, Lafarge, atau Siam Cement, pun ramai-ramai mengembangkan produk turunan semen. “Lima tahun ke depan belanja infrastruktir pemerintah cukup agresif. Karena itu kita jangan hanya mengandalkan bisnis semen. Tonasa harus menyiapkan ready mix dan pre-cast,” tutur Direktur Keuangan Semen Tonasa Subhan.
Dia mengingatkan, ketika persaingan semakin sengit, sejumlah perusahaan global buru-buru mengubah struktur bisnisnya. Cemex misalnya, perusahaan material yang berbasis di San Pedro, Mexico, ini segera menerjuni bisnis
ready mix ketika berjualan semen dinilai tidak lagi mudah. “Cemex sekitar 40 persen main di ready mix. Tonasa juga mengarah ke sana, sekarang ini lagi melakukan studi,” imbuhnya.
Subhan menegaskan, perubahan peta bisnis tidak bisa dikendalikan, apalagi ditahan-tahan. Yang bisa di-lakukan adalah memberikan reaksi atas perubahan yang terjadi. Semen Tonasa harus berbenah dari semua aspek, mulai SDM, teknologi, dan yang tak kalah penting adalah inovasi. “Itu kunci untuk terus bertahan dan berkembang,” ingat Magister Manajemen dari Universitas Hasanuddin ini.
Pasar semen di Indonesia sejatinya
masih bagus, baik ditilik dari jumlah penduduk maupun GDP-nya. Saat ini populasi penduduk ASEAN mencapai 608 juta jiwa, sementara penduduk Indonesia sekitar 240 juta jiwa. Berarti, 40 persen warga ASEAN ada di Indonesia. Selain itu, ungkap Subhan, “38 persen GDP ASEAN ada di Indonesia. Kesimpulannya, dari sisi peluang, Indonesia punya bargaining un-tuk menjadi agent of growth di kawasan regional. Tapi kalau tidak kita siapkan dari sekarang akan jadi masalah.”
Kala pasar terbuka lebar bagi pemain mana pun, menurut Subhan, di situlah peran trading house menjadi vital. Kehadiran lembaga ini bisa mencegah Opco mengalami stok kosong. Sebagai perantara produsen dan konsumen,
trading house bisa mencari sumber-sum-ber semen terdekat dan termurah untuk memenuhi permintaan pasar. “Oktober kemarin Semen Padang kekurangan, se-mentara stok kita juga terbatas, akhirnya mereka ambil dari luar. Kalau kita punya
trading house, kasus kelangkaan seperti itu bisa cepat diselesaikan,” jelas dia.
Lebih-lebih Semen Indonesia sudah mencanangkan tekad menjadi pemain regional, pun mempunyai opco di Vietnam. Perusahaan-perusahaan besar di dunia bisa dipastikan memiliki trading house, Cemex contohnya. “Trading house
ini juga bagian dari upaya memperkuat distribusi,” pungkas Subhan. (SG/lin)
A
cara di Tuban ditandai de-ngan pemukulan gong oleh Direktur SDM dan Hukum PT Semen Indonesia, Tbk Gatot Kustyadji, didampingi Direktur Utama PT Semen Gresik Sunardi Prionomurti, Direktur Produksi Prasetyo Utomo dan Direktur Komersial Mukhamad Saifudin.CHAMPS terdiri dari enam butir tuntunan perilaku yang diharapkan membentuk karakter seluruh karyawan Semen Indonesia Group (SMIG). Keenam butir CHAMPS itu adalah
Compete with clear and synergized vision, Have a high spirit for continous learning, Act with high accountability,
Meet customer expectation, Per-form ethically with high integrity, dan
Strengthen teamwork.
Kelak, karakter ini bakal menjelma jadi budaya perusahaan. Sebuah bu-daya unggul yang jadi bekal utama un-tuk memenangi persaingan. “Hadirnya MEA memberikan sejumlah tantangan pada perusahaan, khususnya soal SDM. Kita harus benar-benar siap. Kalau dulu
SDM kita leading di dalam negeri, maka nanti harus jadi world class SDM,” tan-das Gatot dalam sambutannya.
Lembaga Sertiikasi Profesi (LSP)
yang baru dimiliki SMI bisa berfungsi sebagai tembok penyaring dari serbuan tenaga kerja asing. Namun, di ling-kup internal, seluruh karyawan perlu meningkatkan kompetensi masing-masing. “Penyediaan SDM unggul tidak semudah membalik telapak tangan, harus disiapkan sedini mungkin. Ini demi harapan kita untuk memperta-hankan kejayaan Semen Indonesia,” tambahnya.
Gatot mengingatkan, di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) nanti, kemungkinan praktik bajak-membajak karyawan lumrah terjadi. SMI tidak perlu latah mengikuti jika seluruh SDM-nya sudah unggul. “Jika budaya CHAMPS diterapkan dengan baik, Se-men Indonesia akan mampu bersaing, bahkan tetap jadi pemimpin,” tukas dia.
Gatot menjelaskan, budaya CHAMPS
adalah bentuk jamak dari karakter personal. Tapi perusahaan butuh karakter seluruh karyawan yang senada, sehingga bila diibaratkan konser musik, suaranya terdengar indah. “Ingat, se-betapa canggih dan mahalnya investasi akan percuma bila orang yang mengen-dalikannya tidak piawai,” tukas dia.
Karena itu, tegas pemilik gelar doktor bidang SDM dari Universitas Brawijaya ini, CHAMPS harus digelora-kan terus agar menyatu dalam jiwa dan melebur dalam darah. Kalau ingin SMI tetap unggul dan jadi barometer pabrikan semen di Indonesia, setiap karyawan harus jadi champion bagi dirinya sendiri. “Kepada para CHAMPS agen saya ucapkan selamat berjuang demi kejayaan Semen Indonesia Group,” tutupnya.
Senada dengan Gatot, Dirut Semen Gresik Sunardi Prionomurti menegas-kan, CHAMPS adalah modal penting bagi seluruh karyawan untuk mengha-dapi persaingan yang tak terkendali. Budaya perusahaan perlu