VII. PERUMUSAN ALTERNATIF STRATEGI 7.1. Analisis Matriks IFE dan EFE
7.3. Matriks SWOT
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal yang terdiri dari kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang, maka dapat diformulasikan alternatif strategi menggunakan matriks SWOT. Penggunaan analisis SWOT ini merupakan tahapan II dari analisis untuk melengkapi dan menggembangkan hasil yang diperoleh dari matriks I-E. Melalui matriks SWOT diperoleh empat tipe strategi yaitu strategi SO (strengths-opportunities), strategi WO (weaknesses-
opportunities), strategi ST (strengths-threats), dan strategi WT (weaknesses-threats). Matriks SWOT Dafarm ditunjukan pada Gambar 12.
107 IFE
EFE
KEKUATAN (STRENGTHS)
1. Produk bersertifikat halal dan memiliki mutu yang relatif baik
2. Harga jual produk yang bersaing bagi para distributor
3. Kemudahan akses bahan baku susu
4. Memiliki hubungan baik dengan distributor 5. Katersediaan modal usaha
yang cukup
6. Potensi teknologi
pengolahan yang baik
KELEMAHAN (WEAKNESSES)
1. Produk belum memiliki izin dari BPOM dan labelisasi kemasan yang belum lengkap 2. Kurangnya promosi
3. Volume produksi yang masih rendah
4. Belum adanya pengelola profesional yang fokus menangani usaha
5. Lemahnya manjemen
produksi dan pencatatan keuangan
6. Kurangnya pelayanan kepada pelanggan
PELUANG
(OPPORTUNITIES)
1. Gaya hidup sehat
masyarakat
2. Kemudahan akses bahan penolong
3. Perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi dari IPB 4. Peningkatan pengeluaran
rata-rata per kapita untuk kelompok makanan 5. Meningkatnya jumlah
penduduk
6. Permintaan produk yang
belum terpenuhi
seluruhnya
STRATEGI S-O
1. Memperluas wilayah
pemasaran dengan
memanfaatkan hubungan baik dengan para distributor (S1, S2, S4, S5, O1, O3, O4, O5, O6, )
2. Meningkatkan kapasitas
melalui peningkatan
kerjasama dengan peternak
mitra untuk memenuhi
seluruh permintaan
(S1, S2, S3, S4, S5, S6, O1, O2, O4, O5, O6)
STRATEGI W-O 1. Mengurus perijinan BPOM dan
melengkapi label produk (W1,W3, O1, O3, O4)
2. Melakukan promosi dan
sosialisasi manfaat yoghurt secara intensif untuk lebih memperkenalkan produk ke masyarakat luas
(W2, O1, O3, O4, O5, O6) 3. Merekrut manajer profesional
dan melakukan perbaikan manajemen
(W1, W2, W3, W4, W5, W6, O3, O5)
ANCAMAN (TREATHS) 1. Potensi persaingan
industri yoghurt yang cukup tinggi
2. Rendahnya hambatan masuk industri rumah tangga yoghurt
3. Adanya produk subtitusi dengan beragam inovasi 4. Kecenderungan
peningkatan harga susu, gula dan gas elpiji
STRATEGI S-T 1. Mempertahankan harga jual
produk yang bersaing dan terus berupaya meningkatkan mutu produk
(S1, S2, T1, T2, T3, T4) 2. Menciptakan diferensiasi
produk untuk menghadapi persaingan dan ancaman produk subtitusi
(S1, S3, S5, S6, T1, T2, T3)
STRATEGI W-T
1. Meningkatkan pelayanan kepada pelanggan (distributor) (W6, T1, T2)
Gambar 12. Matriks SWOT Dafarm
Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, maka alternatif strategi yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut:
7.3.1. Strategi S-O (strengths-opportunities)
Strategi S-O merupakan strategi yang dibuat menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi S-O yang dapat diterapkan oleh Dafarm adalah sebagai berikut:
1. Memperluas wilayah pemasaran melalui peningkatan hubungan baik dengan para distributor (S1, S2, S4, S5, O1, O3, O4, O5, O6)
Dafarm memiliki tiga saluran distribusi untuk memasarkan produknya. Saluran tersebut terdiri dari saluran dengan menggunakan agen, sub agen, dan langsung kepada konsumen. Hampir 90 persen produk Dafarm dipasarkan melalui agen dan sub agen yang merupakan distributor Dafarm. Melalui saluran pemasaran tersebut, yoghurt yang diproduksi oleh Dafarm dapat dipasarkan ke Jabodetabek.
Saat ini Dafarm memiliki satu orang agen yang membawahi lima orang sub agen dan empat orang agen. Agen-agen tersebut memasarkan yoghurtnya ke sekolah-sekolah dan warung dilingkungan sekitar. Meskipun yoghurt Dafarm sudah dipasarkan di Jabodetabek, namun baru beberapa tempat saja yang tersentuh oleh para distributor Dafarm tersebut. Hubungan baik dengan para distributor dapat dimanfaatkan untuk memperluas wilayah pemasaran Dafarm. Melalui para distributor, Dafarm dapat menyebarluaskan produknya sehingga wilayah pemasaran Dafarm menjadi semakin besar dan mampu menjangkau pelosok-pelosok.
2. Meningkatkan kapasitas produksi melalui peningkatan kerjasama dengan peternak mitra untuk memenuhi seluruh permintaan (S1, S2, S3, S4, O1, O2, O4, O5, O6)
Berdasarkan TDI (Tanda Daftar Industri), kapasitas produksi Dafarm per tahun adalah 20.000 liter. Namun volume produksi saat ini masih jauh dibawah kapasitas tersebut. Dafarm melakukan produksi hanya apabila terdapat pesanan dari para pelanggan. Manajemen produksi yang masih lemah menyebabkan Dafarm belum mampu memperkirakan ketersediaan stok barang. Oleh karenanya
109 Meskipun produksi susu Unit Peternakan Darul Fallah saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan, namun Dafarm memiliki hubungan baik dengan para peternak mitra yang berlokasi di daerah Cemplang tidak jauh dari PP Darul Fallah. Kekurangan bahan baku susu dapat dengan mudah dipenuhi melalui kerjasama dengan peternak mitra.
Peningkatan kerjasama dengan peternak mitra dapat meningkatkan kontrol terhadap pemasok. Hal ini akan sangat membantu Dafarm dalam memperoleh bahan baku yang dibutuhkan. Jalinan hubungan baik dengan peternak mitra memudahkan Dafarm untuk memperoleh susu dengan jumlah yang besar sesuai dengan kebutuhan. Hubungan baik yang dimiliki saat ini memudahkan terciptanya peningkatan kerjasama yang lebih baik.
Melalui peningkatan kapasitas produksi maka Dafarm dapat memenuhi seluruh permintaan pelanggan tanpa mengecewakan mereka. Peningkatan kapasitas produksi ini didukung oleh peluang yang ada saat ini yakni bahwa pangsa pasar yoghurt masih sangat luas.
7.3.2. Strategi W-O (weaknesses-opportunities)
Stategi W-O memiliki tujuan untuk memperbaiki kelemahan internal peruashaan dengan memanfaatkan peluang dari lingkungan eksternal. Berikut adalah strategi W-O yang dapat dilakukan oleh Dafarm.
a) Menindaklanjuti perijinan BPOM dan melengkapi label produk (W1,W3, O1, O3, O4)
Produk makananan harus memiliki sertifikasi produksi dari Dinas Kesehatan melalui sertifikasi PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Namun khusus untuk peroduk olahan susu, maka perijinannya berada dibawah BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak manajemen, Dafarm sudah berupaya mengurus izin BPOM namun hingga saat ini belum selesai dilakukan karena proses yang rumit dan memakan waktu relatif lama. Pengurusan izin BPOM harus segera ditindaklanjuti karena terkait dengan izin edar produk di pasaran.
Berdasarkan Undang Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang label dan iklan pangan, terdapat ketentuan mengenai label yang sekurang-kurangnya harus memuat keterangan nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih,
nama dan alamat pihak yang memproduksi, keterangan tentang halal, dan tanggal, bulan dan tahun kedaluarsa. Yoghurt yang diproduksi Dafarm telah memiliki keterangan diantaranya nama produk, berat bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi, keterangan halal dari LPPOM, dan nomor TDI (Tanda Daftar Industri). Dengan demikian yoghurt Dafarm belum mencantumkan informasi mengenai daftar bahan yang digunakan dan tanggal kedaluarsa. Selain itu untuk lebih melengkapi informasi mengenai suatu produk akan lebih baik apabila dicantumkan informasi mengenai kandungan gizi produk.
Strategi untuk melengkapi labelisasi produk sangat penting mengingat konsumen saat ini sangat selektif dalam memilih suatu barang. Hal ini juga dipertegas oleh Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahwa konsumen memiliki hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi jaminan barang. Dengan demikian pelaku usaha dikenakan kewajiban untuk memenuhi hal tersebut.
b) Melakukan promosi dan sosialisasi manfaat yoghurt secara intensif untuk lebih memperkenalkan produk ke masyarakat luas (W2, O1, O3, O4, O5,O6)
Dafarm belum banyak melakukan kegiatan promosi. Kegiatan promosi yang telah dilakukan adalah dengan menggunakan brosur dan mengikuti beberapa pameran yang diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Namun saat ini kegiatan promosi tidak lagi dilakukan.
Salah satu upaya promosi yang cukup efektif adalah dengan melalui website. Promosi dapat dilakukan dengan menjabarkan informasi lengkap mengenai Unit Perternakan Darul Fallah (Dafram) dan khususnya mengenai produk yoghurt yang diproduksi oleh Dafarm. Pemanfaatan internet sebagai media promosi sudah banyak dilakukan oleh para pelaku usaha dan telah memberikan hasil yang cukup baik.
Upaya promosi lainnya dapat dilakukan dengan cara menguatkan merek produk. Freezer dan box susu tersebut dapat dimanfaatkan untuk media promosi. Promosi dilakukan dengan cara mencantumkan merek dan beberapa informasi mengenai produk pada box susu dan freezer tersebut.
111 Sosialisasi mengenai manfaat yoghurt belum banyak dilakukan. Hal ini cukup penting untuk dapat meningkatkan pangsa pasar yoghurt ke depan. Karena Dafarm memiliki konsumen akhir yang sebagian besar adalah anak sekolah, maka kegiatan sosialisasi salah satunya dapat dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah yang berpotensi untuk pemasaran produk.
c) Merekrut manajer profesional dan melakukan perbaikan manajemen (W1, W2, W5, W6, O3, O5)
Dafarm menghadapi kekurangan sumber daya manusia, terlihat dari sedikitnya orang yang terlibat dalam pengorganisasian usaha. Saat ini Dafarm berada dibawah pimpinan Bapak Nursyamsu yang sekaligus memimpin PT Dafa Teknoagro Mandiri. Hal ini menyebabkan kurangnya alokasi waktu untuk perkembangan usaha Dafarm. Demikian halnya dengan wakil manajer yang memiliki tugas utama sebagai penasehat dan pengevaluasi kegiatan usaha tidak terlalu banyak berkecimpung dalam hal teknis usaha.
Saat ini pengelolaan Dafarm sepenuhnya ditanggungkan kepada supervisor yang berlatar belakang pendidikan SMU. Hal ini kurang sepadan dengan banyaknya tugas dan tingkat kesulitan dalam pengelolaan usaha. Selain itu rendahnya pengalaman menambah kesulitan dalam hal pengaturan dan manajemen usaha. Kondisi pergantian kepemimpinan hingga tiga kali sejak awal berdirinya Dafarm juga berkaitan erat dengan kurangnya SDM yang tersedia.
Belum adanya manajer profesional yang fokus terhadap usaha, disadari oleh manajer dan wakil manajer Dafarm saat ini. Oleh karenanya salah satu solusi yang dapat dilakukaan adalah dengan merekrut manajer yang memiliki bidang ilmu yang sesuai dan memiliki kemampuan mengelola usaha. Melalui perekrutan tenaga kerja berkompeten, maka Dafarm dapat memperbaiki sistem manajemen termasuk di dalamnya manajemen produksi dan keuangan. Dengan demikian permasalahan stok barang yang sering kurang dan beberapa permasalahan pada pengelolaan usaha serta pencatatan yang kurang rapi dapat diatasi.
7.3.3. Strategi S-T (strengths-threats)
Strategi S-T menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh ancaman. Berikut ini adalah strategi S-T yang dapat dilakukan oleh Dafarm yang didasarkan pada hasil analisis SWOT.
1. Mempertahankan harga jual produk yang bersaing dan terus berupaya meningkatkan mutu produk (S1, S2, T1, T2, T3, T4)
Dafarm menetapkan harga jual yang bersaing baik bagi pelanggan berupa agen dan sub agen maupun kepada para konsumen akhir. Hal ini menjadi kekuatan bagi Dafarm untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat. Dafarm menetapkan harga yang berbeda kepada agen, sub agen dan konsumen akhir. Harga Rp. 300 tiap stik yoghurt diberikan kepada agen, Rp 350 untuk sub agen dan Rp. 500 untuk konsumen akhir. Harga tersebut relatif murah dengan ukuran yoghurt yang lebih besar dibandingkan dengan yoghurt pada umumnya yang ada dipasaran.
Yoghurt yang dihasilkan Dafarm memiliki mutu yang relatif baik. Hal ini diidentifikasi dari bahan baku yang digunakan yakni menggunakan gula pasir sebagai pemanis, warna yang muncul pada yoghurt berasal dari flavor sari buah khusus untuk makanan sehinga aman bagi kesehatan dan tanpa tambahan bahan pengawet. Selain itu yoghurt Dafarm menggunakan bahan tambahan nata de coco didalamnya. Rasa yoghurt yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen terbukti dengan jarangnya komplen konsumen mengenai rasa.
Peningkatan mutu produk salah satunya dapat dilakukan dengan penambahan bahan penstabil pilihan. Salah satu contoh bahan penstabil adalah CMC (Carboxymethyl cellulose). CMC merupakan bahan penstabil yang biasanya digunakan dalam pembuatan es krim dan frozen dessert lainnya. Bahan penstabil ini berfungsi menjaga air dalam es krim agar tidak benar-benar membeku dan mengurangi kristalisasi es. CMC ini mampu menjadikan yoghurt tidak keras meskipun telah dibekukan. Bahan penstabil lainnya yang dapat digunakan adalah pektin, gelatin dan xanthan gum. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu mengenai pengembangan teknologi pengolahan minuman yoghurt, xanthan gum merupakan bahan penstabil terbaik dengan kadar penggunaan sebesar 0,75 persen.
Peningkatan mutu produk dan mempertahankan harga jual produk diharapkan dapat menjadi daya saing untuk mengahadapi kondisi industri dengan potensi persaingan yang terus meningkat. Selain itu hambatan masuk industri yoghurt yang rendah dapat ditekan dengan pemanfaatan kedua kekuatan tersebut.
113 2. Menciptakan diferensiasi produk (S1, S3, S5, S6,T1, T2, T3)
Perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat meberikan pengaruh terhadap ragam produk yang dihasilkan. Perusahaan besar sudah mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan produk yang inovatif sesuai dengan keinginan konsumen.
Dafarm sebagai salah satu produsen yoghurt belum mengupayakan diferensiasi produk. Yoghurt yang dihasilkan Dafarm masih terbatas pada produk sederhana dengan harga murah. Di sisi lain, konsumen yang mulai selektif dan memiliki gaya hidup cenderung menginginkan produk yang menarik dengan kualitas yang terjamin. Oleh karenanya upaya diferensiasi produk sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha selanjutnya.
Diferensiasi produk salah satunya dapat dilakukan dengan memproduksi yoghurt dalam kemasan cup dengan berbagai pilihan rasa. Produk yang beragam dengan kemasan menarik akan lebih diminati oleh para konsumen. Dengan demikian Dafarm mampu memperoleh pasar dari semua semua golongan, tidak hanya terfokus pada pasar anak-anak sekolah tetapi juga masyarakat umum, sehingga pangsa pasar Dafarm menjadi lebih luas. Melalui diferensiasi produk, diharapkan Dafarm mampu bersaing dengan pesaing lainnya dan mampu menghadapi ancaman produk subtitusi yang memiliki beragam inovasi.
7.3.4. Strategi W-T (weaknesses-threats).
Stategi W-T diarahkan untuk meninimalkan kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. Stratagi W-T bagi Dafarm dilakukan dengan cara meningkatkan pelayanan kepada pelanggan (distributor) (W7, T1, T3 ).
Dafarm memiliki kekurangan dalam hal pelayanan kepada para pelanggan. Dalam hal ini pelanggan Dafarm adalah para distributor. Pelayanan harus mendapatkan perhatian yang serius karena akan sangat berdampak pada kelangsungan usaha. Pelayanan Dafarm sebenarnya sudah baik dengan memeberikan kemudahan pengiriman produk hingga tempat tujuan. Namun ketepatan waktu dan jumlah pesanan seringkali masih menjadi permasalah. Hal ini salah satunya dikarenakan stok barang yang seringkali tidak dapat memenuhi pesanan sehingga harus menunggu produksi selanjutnya dan kemudian mengantarkan pesanan tersebut ke tempat tujuan.
Peningkatan pelayanan dilakukan dengan cara mengiriman barang tepat waktu dan memenuhi permintaan produk sesuai dengan jumlah pesanan. Strategi peningkatan pelayanan ini merupakan upaya untuk meminimalkan kelemahan kurangnya pelayanan dan menghindari ancaman kondisi persaingan yang miningkat dan rendahnya hambatan masuk industri yoghurt.
7.4. Penentuan Prioritas Strategi berdasarkan Matriks QSP (Quantitive