• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN KAMPOENG WISATA CINANGNENG

Sebuah perusahaan agrowisata berkembang tidak terlepas dari strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh pengelola agrowisata. Hal tersebut bertujuan agar wisatawan dan calon wisatawan dapat mengetahui informasi produk yang bersangkutan baik harga, merek, dan ketersediaan di pasar. Media komunikasi pemasaran menurut Kusumastuti (2009) terbagi atas tiga kelompok: media massa (media massa elektronik dan media cetak), media kelompok (kegiatan-kegiatan yang melibatkan kelompok tertentu), dan media personal (katalog, profil korporat, dan folder). Selain terdapat media elektronik dan media cetak, Tjiptono (2008) menyatakan bahwa terdapat media luar ruang, seperti poster, papan reklame, dan billboard. Morrisan (2010) mengemukakan bahwa terdapat suatu metode yang mendunia untuk saling tukar menukar informasi dan berkomunikasi melalui komputer yang saling terkoneksi disebut internet. Internet dapat berfungsi sebagai media interaktif untuk mempromosikan produk dan jasa suatu perusahaan yang diajukan kepada konsumen. Word of mouth juga termasuk dalam kegiatan media komunikasi pemasaran (Yassiranda 2011). Komunikasi lisan (word of mouth) merupakan bentuk promosi yang dilakukan oleh konsumen melalui perbincangan dengan konsumen lain dan tidak ada satupun dari mereka adalah pemasar (Kotler dan Keller 2009).

Kampoeng Wisata Cinangneng menggunakan media dalam pelaksanaan komunikasi pemasaran sebagai alat untuk memberi tahu, mempengaruhi, dan membujuk masyarakat luas agar datang mengunjungi Kampoeng Wisata Cinangneng. Penggunaan media dalam pelaksanaan komunikasi pemasaran dilakukan untuk membuat khalayak datang mengunjungi obyek wisata dengan menikmati fasilitas dan kegiatan wisata yang terdapat di lokasi agrowisata tersebut. Adapun pelaksanaan media komunikasi pemasaran dari Kampoeng Wisata Cinangneng, yakni melalui media internet (website), media personal (leaflet), media massa (media eletronik dan media cetak), media luar ruang (papan reklame), hingga media komunikasi lisan berupa word of mouth.

Media Internet

Pemasar telah beralih ke internet sebagai calon media untuk mempromosikan merek suatu perusahaan dan melakukan transaksi penjualan (Shimp 2003). Internet dapat berfungsi sebagai media interaktif untuk mempromosikan produk dan jasa suatu perusahaan yang diajukan kepada konsumen. Tujuan perusahaan menggunakan internet adalah selain untuk menyebarkan informasi, juga menjadi jaringan global dan media promosi yang sangat efektif serta sebagai alat bantu pemasaran yang tangguh. Singkatnya, internet adalah media yang paling tepat untuk menyampaikan informasi secara lengkap kepada khalayak (Morissan 2010). Situs web merupakan identitas perusahaan di internet; semacam “kartu nama atau brosur elektronik‟ interaktif yang dapat dengan mudah diperbarui isi maupun tampilannya. Sebagian besar perusahaan, tak terkecuali perusahaan agrowisata telah memiliki situs web atau website sebagai media komunikasi pemasaran.

Pada awal berdirinya Kampoeng Wisata Cinangneng, pengelola belum menggunakan media internet dalam pelaksanaan komunikasi pemasaran. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, pengelola Kampoeng Wisata Cinangneng melakukan pelaksanaan komunikasi pemasaran menggunakan website yang dapat diakses publik melalui situs www.kampoengwisatacinangneng.com. Menurut pengelola Kampoeng Wisata Cinangneng, website dapat menjangkau khalayak lebih luas dan mudah untuk diakses oleh khalayak. Pengelola Kampoeng Wisata Cinangneng setiap tahunnya selalu melakukan pembaharuan informasi mengenai Kampoeng Wisata Cinangneng.

Informasi yang disampaikan dalam website berupa paket wisata yang ditawarkan, harga dari setiap paket wisata yang ditawarkan, fasilitas wisata yang terdapat di Kampoeng Wisata Cinangneng, kontak Kampoeng Wisata Cinangneng yang dapat dihubungi, seperti email dan nomor telepon, sejarah berdirinya Kampoeng Wisata Cinangneng, galeri foto kegiatan dan fasilitas wisata, testimonial dari wisatawan asing, serta lokasi Kampoeng Wisata Cinangneng lengkap dengan denah lokasinya. Semua informasi yang terdapat pada website disampaikan dalam Bahasa Inggris, hal ini dilakukan pengelola agar wisatawan asing juga dapat memahami informasi yang tertera pada website.

Menurut beberapa responden website merupakan media yang disukai karena mudah untuk diakses oleh mereka kapan dan dimana saja, kalimat-kalimat yang mengandung persuasi, tidak saja sekedar informasi yang lengkap, jelas, dan mudah dipahami tetapi juga didukung dengan tampilan grafis, seperti foto dan gambar yang menarik. Namun, terdapat beberapa responden yang mengaku merasa mendapatkan informasi yang tidak sesuai dengan yang terdapat pada website. Hal ini seperti salah satu penuturan responden berikut ini.

“…saya sempet seneng pas liat di websitenya itu ada gambar perahu- perahunya. Saya pikir bagus juga nih nanti anak-anak main perahu disini, eh ternyata pas dateng nggak ada. Harusnya itu perlu diupdate lagi websitenya…” (MK, Laki-laki, 45 Tahun)

Media Personal

Pada awal berdirinya Kampoeng Wisata Cinangneng, pelaksanaan komunikasi pemasaran dilakukan melalui door to door ke perusahaan dan sekolah dengan menyebarkan leaflet perusahaan. Namun, zaman yang berkembang ke arah teknologi menyebabkan penyebaran leaflet pun sudah tidak dilakukan lagi. Leaflet Kampoeng Wisata Cinangneng bersifat terbatas dan tidak disebarkan kepada masyarakat luas. Leaflet hanya tersedia di lokasi Kampoeng Wisata Cinangneng dan diberikan kepada calon wisatawan yang datang berkunjung ke Kampoeng Wisata Cinangneng apabila wisatawan meminta.

Selain itu, leaflet juga disebarkan pada acara-acara tertentu saja, seperti pameran. Informasi yang disampaikan dalam leaflet berupa paket wisata yang ditawarkan, gambar fasilitas wisata yang terdapat di Kampoeng Wisata Cinangneng, kontak Kampoeng Wisata Cinangneng yang dapat dihubungi, serta denah lokasi Kampoeng Wisata Cinangneng. Semua informasi yang terdapat pada leaflet disampaikan dalam Bahasa Inggris, hal ini dilakukan pengelola agar wisatawan asing juga dapat memahami informasi yang tertera pada leaflet.

Meskipun informasi yang disampaikan melalui leaflet tidak lengkap seperti yang terdapat pada website, melalui leaflet gambar-gambar yang disajikan dapat menarik perhatian calon wisatawan. Namun, tidak jarang terdapat beberapa responden yang belum mengetahui bentuk leaflet Kampoeng Wisata Cinangneng karena mereka merasa belum mendapatkannya secara langsung.

“…belum pernah liat sih, emang ada ya leafletnya? Harusnya sih kalo ada bisa dibagiin ke mitra-mitranya, padahal kan bisa saya sebar ke temen- temen di kantor…” (NSR, Perempuan, 23 tahun)

Media Massa

Menurut Kusumastuti (2009) media massa terdiri atas media massa elektronik dan media cetak. Pengelola Kampoeng Wisata Cinangneng tidak pernah melakukan pemasangan iklan melalui media massa. Pelaksanaan media komunikasi pemasaran Kampoeng Wisata Cinangneng melalui media massa hanya terdapat dalam bentuk publisitas. Pelaksanaan media komunikasi pemasaran Kampoeng Wisata Cinangneng melalui media massa elektronik dilakukan melalui program yang ditayangkan oleh hampir seluruh stasiun televisi, seperti Indosiar, SCTV, Metro TV, RCTI, MNC TV (Program Pose), TV One, ANTV, Elshinta TV, Trans TV, Trans 7 (Program Reportase Pagi). Umumnya program stasiun televisi tersebut melakukan liputan mengenai Kampoeng Wisata Cinangneng atau hanya meminjam latar tempat Kampoeng Wisata Cinangneng untuk sebuah program acara tertentu (shooting).

Sementara, pelaksanaan komunikasi pemasaran Kampoeng Wisata Cinangneng melalui media cetak berupa artikel yang ditulis oleh wartawan di koran, majalah, dan tabloid. Hingga saat ini, artikel mengenai Kampoeng Wisata Cinangneng sudah terdapat di Tabloid Nova, Koran Radar Bogor, Koran Suara Pembaharuan, Koran Kompas, Tabloid Wanita Indonesia, Majalah Femina, majalah travel terbitan Negara Jepang, dan beberapa majalah pariwisata lainnya.

…saya tahu informasi tentang Kampoeng Wisata Cinangneng dari artikel

Majalah Femina, terus saya mulai cari informasi lengkapnya di website

Kampoeng Wisata Cinangneng…” (AO, Perempuan, 35 tahun)

Kerjasama tersebut tidak secara tetap atau rutin dilaksanakan, namun hanya pada saat-saat tertentu saja, seperti salah satu program di televisi yang mengadakan shooting dengan meminjam latar tempat Kampoeng Wisata Cinangneng atau ingin meliput kegiatan wisata yang dilakukan di Kampoeng Wisata Cinangneng. Hal tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan mempromosikan atau mengenalkan Kampoeng Wisata Cinangneng kepada khalayak luas. Minimnya biaya yang tersedia membuat kegiatan komunikasi pemasaran dengan memasang iklan melalui media massa oleh pengelola Kampoeng Wisata Cinangneng menjadi kurang optimal.

Pelaksanaan komunikasi pemasaran melalui media massa mampu membangkitkan kesadaran calon wisatawan akan informasi mengenai Kampoeng Wisata Cinangneng. Menurut Prisgunanto (2014) hal tersebut disebabkan bahwa komunikasi pemasaran melalui media massa mainstream hanya memberi efek prososial yang sifatnya hanya menginformasikan sekilas saja. Selain itu, pesan yang disampaikan melalui media massa hanya mencapai aspek kognisi (pengetahuan) saja.

Media Luar Ruang

Media luar ruang merupakan media iklan (umumnya berukuran besar) yang dipasang di tempat-tempat terbuka, seperti di pinggir jalan, pusat keramaian, atau tempat-tempat khusus lainnya, seperti di dalam bus kota, gedung, pagar tembok,

dan sebagainya (Tjiptono 2008). Media yang memanfaatkan ruang publik, antara lain poster, sticker, billboard, baliho, spanduk, papan reklame, umbul-umbul, balon raksasa, dan lain-lain. Kekuatan utama pada media ruang publik antara lain jangkauannya yang luas, penampilannya menarik, dan tingkat frekuensinya tinggi. Media ini sangat efektif untuk menjangkau semua segmen dari populasi, terlebih apabila diletakkan di lokasi strategis, seperti di daerah lalu lintas yang ramai (Shimp 2003).

Kampoeng Wisata Cinangneng memasang papan reklame di Jalan Raya Cibanteng sebelum memasuki kawasan Desa Cihideung Udik dan di pintu masuk Kampoeng Wisata Cinangneng. Tujuan dari pemasangan papan reklame tersebut adalah untuk menginformasikan kepada khalayak mengenai keberadaan lokasi Kampoeng Wisata Cinangneng. Papan reklame berisi informasi kontak interaktif yang dapat dihubungi, seperti nomor telepon dan alamat situs website Kampoeng Wisata Cinangneng, yang dilengkapi dengan foto-foto fasilitas wisata yang terdapat di Kampoeng Wisata Cinangneng.

Kegiatan komunikasi pemasaran melalui media luar ruang mzmpu membangkitkan kesadaran calon wisatawan akan informasi mengenai Kampoeng Wisata Cinangneng sehingga calon wisatawan merasa tertarik dan ingin mengetahui informasi tersebut lebih lanjut. Namun, menurut penuturan beberapa responden media luar ruang yang digunakan oleh pengelola Kampoeng Wisata Cinangneng kurang menjangkau khalayak secara luas karena penempatannya yang masih belum optimal di beberapa kawasan serta ukuran papan reklame yang kurang besar sehingga kurang terlihat oleh calon wisatawan. Pemasangan papan reklame pun sudah lama dilakukan oleh pengelola sehingga warnanya kini sudah mulai pudar dan cenderung tidak menarik.

Media Word of Mouth

Menurut Prisgunanto (2014) word of mouth atau disebut juga dengan komunikasi getok tular dapat diartikan dengan komunikasi desas-desus yang beredar dan muncul di antara para konsumen dan calon pembeli. Komunikasi getok tular (word of mouth) sedemikian handal dalam memasarkan dan mempromosikan produk atau jasa dari produsen kepada konsumen. Melalui komunikasi getok tular produsen merasa diuntungkan dengan beredarnya pembicaraan mengenai produk sehingga produk atau jasa menjadi lebih bernilai dan berharga karena selentingan isu yang dibicarakan oleh konsumen. Kegiatan promosi melalui word of mouth bukan merupakan proses komunikasi pemasaran yang dilakukan langsung oleh pihak Kampoeng Wisata Cinangneng melainkan dilakukan oleh wisatawan melalui perbincangan. Bentuk komunikasi pemasaran ini dapat terjadi karena kesan mendalam konsumen terhadap produk atau perusahaan tertentu. Pada umumnya wisatawan yang telah datang ke suatu obyek wisata dan merasa puas akan merekomendasikan atau menyampaikan informasi mengenai obyek wisata kepada saudara atau kerabat dekat mereka.

Kampoeng Wisata Cinangneng cukup terkenal di mata wisatawan melalui cerita keluarga atau kerabat dekat mereka yang memberi tahu mengenai Kampoeng Wisata Cinangneng dengan fasilitas dan kegiatan yang menjadi daya tarik obyek tersebut. Tentu saja ini dapat dikatakan sebagai salah satu media word of mouth. Beberapa responden menuturkan bahwa media word of mouth menjadi sumber terpercaya bagi mereka karena mereka menjadi tertarik dan ingin mengunjungi Kampoeng Wisata Cinangneng berdasarkan pengalaman dan cerita dari rekan atau kerabat mereka yang sebelumnya pernah berkunjung.

…saya pertama kali tahu informasi tentang Kampoeng Wisata Cinangneng

dari senior saya yang udah lebih dulu pernah dateng kesini, saya dikasih

KARAKTERISTIK WISATAWAN KAMPOENG WISATA