• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

4.3 Tema Hasil Penelitian

4.3.7. Melakukan Pengobatan dan Perawatan Tradisional

Pengobatan dan perawatan tradisional adalah jalur alternatif yang diambil seseorang dalam upaya mempertahankan kesehatannya. Hasil penelitian menunjukkan partisipan melakukan berbagai upaya perawatan dan pengobatan secara tradisional dalam melakukan perawatan postpartum. Partisipan mengungkapkan pengobatan tradisional dapat membantu proses penyembuhan dan pemulihannya setelah melahirkan yang merupakan warisan turun-temurun di keluarganya. Tema pada pembahasan ini akan dituangkan dalam beberapa subtema: 1) Minum Jamu, 2) Makan makanan tinggi protein, 3) Menggunakan obat cina, 4) Minum jus buah bit, 5) Menggunakan daun jarak, 6) Menggunakan param, pawar mentar, 7) Menggunakan sembur karo, 8) Menggunakan air cebokan daun sirih, cebokan air garam, dan cebokan air hangat.

1. Minum Jamu

Hasil penelitian menunjukkan partisipan yang berSuku Jawa melakukan kebiasaan minum jamu sebagai satu tradisi keluarga untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri perut. Partisipan mengungkapkan minum jamu dapat mengeluarkan darah kotor

atau darah nifas yang dilakukan selama 40 hari. Jamu yang diminum partisipan adalah racikan keluarga atau jamu yang diperoleh dari pedagang jamu langganan partisipan. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang diwakili beberapa partisipan:

“ ya saya minum jamu untuk mengeluarkan darah kotor saya, minum jamu temulawak itu selama 1 minggu. Terus minum jamu gula merah sama asam jawa… Dibilang katanya biar, biar apa, darah yang keluar cepet abislah, biar nggak amislah macem”[P1, L242-244]

“oh itu…. Minum jamu, kamikan orang jawa tuk mengeluarkan gumpalan dan lender-lendir di kemaluannya, keluarin anu apa namaya istilahnya darah kotornya itu, ya minum jamulah tradisi suku jawa. Beras kencur sama temulawak kak.ya dua gelas sehari pagi dan sore kak minum jamunya. minum jamu itu kemaren 40 hari lah kak” [P8, L266- 269]

“Di suku jawakan emang gitu minum jamu setiap hari sampai 40 hari kak, biar keluar semua darah-darah kotornya itu. Tarok pilis paling dikening biar darah putih ngak naik kemata katanya gitu. Kurang paham sih aku kak. Kalau untuk anakku pakai kek rempah-rempah…”[P2 L841- 844]

“ya paling minum jamulah kak untuk mengeluarkan darah-darah kotornya biasanya saya minum segelas jamu sehari sampek 40 hari saya minum jamunya [P10, L73,75]

“ ya ada….. saya minum jamu untuk mengeluarkan darah kotor habis lahiran bu segelas sehari gitu aja bu minum jamunya.selama 40 hari, paling pakai pillis yang dikepala itulah supaya jangan naik katanya darahnya ke kepala.tapi sampai sekarang pun saya sering minum jamu kok kak. [P6, L200-203]

2. Makan makanan tinggi protein (Telur, ikan gabus, ikan bado, ikan lele) Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan memakan telur dan ikan yang kaya akan kandungan protein seperti ikan gabus, ikan lele, ikan bado. Partisipan mengungkapkan makan ikan dan telur ini dapat membantu mempercepat penyembuhan luka mereka sekaligus sebagai penambah stamina tubuh. Hal ini sesuai dengan pernyataan beberapa partisipan :

“…Mengkonsumsi putih telur saja ya saya makan itu aja lah bisa sampai 10 butir selama 40 hari makan telurnya tuh” [P1, L315,316]

“…saya makan telor 8 biji sehari, saya makan yang tinggi protein kayak ikan lele, sop lembu.[P15,L525,526]

“….aku makan telur tiap hari 6 biji. 2 pagi, 2 siang, 2 malam.[P2 L407] “Jadi kalau baru lahiran itu aku makan 10 butir telur sehari kak. Enek sih makannya telurnya apalagi kalau sampai 40 hari. Makanya kak hari ini direbus besok digulai, kadang direndang, disambel… ya tapi yang bagus ya direbus gitu kak telurnya. Tapi kadang saya paksa makan aja kak telan aja telurnya biar sehat pikir saya [P13 L311-314]

“ya bisa 6 sampai 10 butirlah telor rebus itu…. Saya makan biasannya setiap hari [P2 L224]

”banyak makan putih telur biar cepat kering lukanya gitu aja sih. [P4 L242,243]

”disuruh makan telur 9, 9 butir satu hari selama satu bulan. yang putihnya aja” [P1, L326,327]

“….sop lembu, udang, teri nasi itu saya makan, terus bubur apa sama ikan Gabus biar bagus stamina saya “[P3 L320,321]

“…..ya makan yang sehat-sehatlah yang banyak proteinnya makan udang, ikan, telor, buah, sayur, sop, semualah dibuatkan mamak saya, karena pesan dari rumah sakit harus makan yang bergizi tinggi protein katanya biar cepat lukanya itu, terus kami ngak mudah sakit “[P15, L417- 420]

“… setiap orang habis melahirkan dikeluarga kita dikasih ikan gabus, katanya sih biar cepat sembuh lukanya makan ikan gabus.itu kita makan selama masa nifas lho bu.”[P1, L320-322]

“mamak kasih ikan bado… proteinnya tinggi bagus buat orang yang habis lahiran kak. makan ikan….adalah kak sekilo sehari. Orang mamak ngasihnya 2-3 ekor sekali makan”[P14, L305-307]

3. Menggunakan obat cina

Hasil penelitian menunjukkan sebahagian kecil partisipan menggunakan obat cina sebagai alternatif perawatan lukanya, penggunaan obat cina pada luka

dilakukan atas saran teman partisipan yang kebetulan sembuh menggunakannya. Partisipan juga mengungkapkan obat cina yang digunakan pada lukanya tidak terlalu berpengaruh pada penyembuhan lukanya. Hal ini dapat dilihat pada pernyataan partisipan berikut ini:

“…….ya….. ya pakai obat cina itulah untuk lukanya “[P10,L59]

“ Ada obat dibeli diapotik, karena kalau gatal dulu kan sampai hitam- hitam gini-gini dulu gk ada ini loh buk selama tau penyakit ini ada. saya beli pikangsuang kayak obat cina.tapi tetep aja kek gini ngak sembuh.”[P6,L191,193]

4. Minum jus buah bit

Hasil penelitian menunjukkan tiga orang partisipan menggunakan buah bit untuk meningkatkan Hbnya, hal ini berdasarkan informasi yang didapatkan partisipan dari teman yang pernah mencobanya. Partisipan membuat jus buah bit dengan cara dihaluskan beserta air dan ditambahkan sedikit gula putih. Partisipan mengungkapkan meminum jus buah bit dapat meningkatkan nilai Hbnya dan satu partisipan melaporkan penggunaan jus buah bit ini tidak memberikan dampak positif bagi kenaikan Hb nya dari nilai 7. Hal ini sesuai dengan ungkapan partisipan:

“…..gak pernah naik ntah apa pun udah kumakani gak pernah naik. sampai, sampai buah bit kata orang kan buah bit itu, buah bit yang merah-merah itu kan di jus katanya suruh minum itu. Apa bisa naikkan Hb “[P2 L402-405]

“ ya kalau naikin Hb aku sering minum buah bit aku blender aja….“[P7 L521]

“ aku sering minum bit habis lahiran biar gantiin darah yang keluarkan….“[P15 L439]

5. Menggunakan daun jarak

Hasil penelitian juga menunjukkan sebahagian partisipan menggunakan daun jarak untuk mengobati sakit perut atau pun digunakan bila anak masuk angin atau kembung sebagai perawatan anak. Partisipan mengungkapkan penggunaan daun jarak ini dapat membuang angin dari tubuh anaknya yang merupakan warisan keluarga. Penggunaan daun jarak ini disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak. Hal ini sesuai dengan ungkapan partisipan:

“ hangatkan dulu daun jaraknya diatas kompor, dah hangat kasih minyak makan sikit baru saya tempel ke perut anak saya biar jangan kembung “[P15, L483,484]

“…kalau untuk bayi kalau dia masuk angin pakai daun jarak, daun jarak dipanggang dulu dikompor gitukan pakai minyak makan yang baru kadang ku bikin minyak kalau ada minyak zaitun, lalu diletakkan diperutnya daun jarak itu, taruk diperut satu dibelakang satu terus dipakai guritanya, dari mulai dia mau tidur malam kita tarok sampai besok pagi baru kita lepas, nanti pagi daun jarak itu kek kerupuk-kerupuk gitu, garing dia berarti dia masuk angin [P2, L845-850]

“….biar hangat badannya. kadang-kadangkan kalau bayinya masuk angin aku kasih daun jarak itu kak ke perutnya. Panggang bentar pakai minyak makan dikompor tarok ke perutnya lah kak dua lembar.”[P14 L379-381] “…….ya paling kasih daun jarak aja ke perutnya kalau sakit atau kembung.”[P3,L403]

“ya paling kasih daun jarak aja ke perutnya kalau sakit atau kembung. [P5, L502]

6. Menggunakan param, pawar mentar

Hasil penelitian menunjukkan salah satu upaya pengobatan dan perawatan yang dilakukan partisipan Suku Karo adalah penggunaan param, pawar mentar. Pada penelitian ini didapatkan bahwa dua orang partisipan menggunakan param, pawar mentar untuk menghangatkan badannya.. partisipan menyatakan

penggunaan param ini dapat memberikan rasa dingin ditubuhnya, menghilangkan capek-capek di badannya. Pernyataan partisipan dapat dilihat dibawah ini:

“saya gunakan param, pawar mentar untuk menghangatkan badan Saya sama anak saya biar enak badan [P3, L151,152]

“ param itu kan saya ambil, kemudian dicampur sama air dan dihancurkan lalu disapukan ke kaki, tangan, kepala, badan, kemana kita maulah biar hangat badan kita “[P3, L160-162]

“ya param itu kan saya ambil, kemudian dicampur sama air dan dihancurkan lalu disapukan ke kaki, tangan, kepala, badan, kemana kita maulah biar hangat badan kita “[P3,L 161,163]

“….kalau saya ada, saya gunakan param, pawar mentar untuk menghangatkan badan Saya sama anak saya, seperti bedak bulat-bulat bentuknya warna kuning-kuning coklat biasanya dijual perplastik-plastik 5000 perak biasanya diwarung. “[P3 L152-155]

“… ya kalau pakai param inikan bisa hilang capek-capek badan kita, disapukan aja ke seluruh tubuh. “[P15 L432,435]

7. Menggunakan sembur karo/ tawar karo

Hasil penelitian juga menunjukkan penggunaan tawar atau sembur karo sebagai pengobatan tradisional Suku Karo. Hasil penelitian menunjukkan partisipan dengan latar belakang Suku Karo menggunakan tawar karo yang bertujuan mengurangi nyeri pada luka, membantu mengeluarkan darah kotor, ataupun untuk sekedar menghangatkan badan pada ibu, bayi atau pun anak mereka. Partisipan mengungkapkan penggunaan tawar ini dilakukan sesuai dengan tradisi keluarga khususnya pada masa setelah melahirkan sebagai salah satu cara perawatan ibu pada Suku Karo. Pernyataan partisipan tersebut dapat dilihat di bawah ini:

“Saya kunyah itu sembur, saya makan, sehabis operasi sama bawang putih saya kunyah untuk memanaskan badan kita.sebelum mandi bawang putih sama merica saya kunyah seberapa kita mampu tapi rutin setiap pagi sebelum mandi. Terus kalau yang pasti kita pakai pilis, pakai param selama 40 hari. Paling saya mempertahankannya makan sop campur sama tawar karo“[P3, L155-159]

“…cuman biasanya dikeluarga kami habis lahiran suka dikasih sop gitu pakai tawar karo tadi dimasukkan ke sop nya, biar lebih hangat badan kakak. “[P15, L426-428]

“…selama 40 hari, masukkan dalam makanan tawarnya atau diminum aja. Orang kek teh aja kok ngak pahit. “[P15, L430-431]

“Tawar karo itu seperti teh untuk menghangatkan badan. tawar karo itukan seperti bubuk teh jadi di sedu aja pakai air panas atau kalo gak “….mau bisa dimasukkan ke soup atau makanan berkuah aja. gak usah banyak-banyak paling 5 genggam aja sekali pakai.[P3, L 226-229] “itu jadi saya minum tawar karo aja biar panas perutnya banyak keluar darahnya.”[P3 L223,224]

“….saya makan sembur karo untuk mengapakan nyerinya ini” [P3, L127] “ sembur itu diambil segenggam dari plastik kemudian dikunyah sampai halus dan disemburkan ketempat yang sakit atau kalau mau bisa di makan langsung, saya selalu makan sembur ini setiap hari” [P3, L137- 139]

“…sama anak saya pun saya kasih itu untuk menghangatkkan badannya.ya di semburkan aja sembur itu ke perutnya biar hangat badannya. [P3, L140-142]

“Saya kunyah itu sembur, saya makan, sehabis operasi sama bawang putih saya kunyah untuk memanaskan badan kita” [P3, L154,155]

“…saya minum tawar karo aja biar panas perutnya banyak keluar darahnya.” [P3, L222,223]

“….sembur orang karo ini setiap pagi disemburkan ke perutnya biar dia tidak masuk angin, itu terbuat dari rempah-rempah saya beli dari pasar yang khusus tradisi untuk orang kita karo setiap habis lahiran. [P3 L148- 150]

“ ….ada….. saya makan sembur karo untuk mengapakan nyerinya ini itu tradisi karo seperti pengobatan tradisional untuk mengobati sakit perut, menghangatkan badan, masuk angin gitu, itu campuran dari macam- macam ramuan kayak rempah-rempah gitu. Kering gitu dijual di plastik- plastik biasanya sembur itu di makan gitu aja atau disemburkan ke tempat yang Sakit [P3 L151-156]

8. Menggunakan air cebokan sirih, dan air cebokan garam, dan cebokan air hangat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebahagian partisipan menggunakan air cebokan daun sirih, cebokan air garam, dan cebokan air hangat untuk membersihkan daerah perineumnya. Partisipan menyatakan penggunaan air cebokan daun sirih, cebokan air garam, dan cebokan air hangat dapat mengurangi rasa nyeri, selain membersihkan daerah intimnya air cebokan tersebut dapat memberikan rasa nyaman pada partisipan. Hal ini sesuai dengan pernyataan beberapa partisipan berikut:

“oh enggak lah saya cuci dulu, saya selalu pakai cebok air hangat…Hmmm.. ya. dibersihkan pakai, saya kan ada pembersih perempuan pake itu keperempuanan saya sendiri ada, itulah saya pakai baru dilap, baru saya kasih pembalut” [P3, L209-212]

“sering ya kak…. Gatal anunya… keputihan gitu, tapi kami selalu disuruh cebok pakai garam sama mamak mertua biar gak gatal anunya. Memang dah pakai cebok garam itu ngak pala gatal lagi kak anunya itu” [P13,L243-245]

“oh waktu nifas itu kak….. awal-awalnya aku sering gatal-gatal di anunya itu, paling cebok bersih ajalah kak….. oh itu kami pakai air cebokan garam biar jangan gatal kata mamak. ” [P14, L290-292]

“pertama kak saya cebok pakai air hangat kemaluannya, dah gitu saya pakai air cebokan sirih di anunya itu kan….. baru aku siram air biasa sampai bersih baru ku cebok lagi pakai sirih terakhir” [P13, L220-222]