1. Bacalah ayat di bawah ini dengan tar til:
Wa l± tufsidμ fil-ar«i ba‘da i¡l±¥ih± wad‘μhu khaufaw wa ¯ama‘±(n), inna ra¥matall±hi qar³bum minal-mu¥sin³n(a).56 Wa huwal-la©³ yursilur-riy±¥a busyram baina yadai ra¥matih(³), ¥att± i©± aqallat sa¥±ban £iq±lan suqn±hu libaladim mayyitin fa anzaln± bihil-m±’a fa akhrajn± bih³ min kulli£-£amar±t(i), ka©±lika nukhrijul-maut± la‘allakum ta©akkarμn(a).57
Wal-baladu¯-¯ayyibu yakhruju nab±tuhμbi’i©ni rabbih(³), wal- la©³ khabu£a l± yakhruju ill± nakid±(n), ka©±lika nu¡arriful- ±y±ti liqaumiy yasykurμn(a).58
Bacaan H uk um Bacaan Car a M em baca Alasan 2. Tahsin Bacaan
khaufaw wa ¯ama‘±(n)
(nun mati dimasukkan pada huruf wawu dan didengungkan)
Fat hat ai n ber t emu dengan huruf wawu
I dg m bi gun - nah
3. Pem aham an
a. Ter jem ahan per K ata
ammatain bertemu dengan huruf mim
qar³bum minal-mu¥si- n³n(a) (nun mat i di masu kk an pada hu r u f mi m dan didengungkan)
I dg m bi gun - nah
sa¥±ban £iq±lan suqn±- hu (nun matinya diba- ca samar dan condong pada h ur uf a’, dan didengungkan)
Fat hat ain bert emu dengan huruf a’,
I khf ’
Fat hat ai n ber t emu dengan huruf ba’
I ql b
busyram baina yadai ra¥matih(³) (huruf nun mat i nya ber u bah menjadi mim mati dan didengungkan)
Bacaan T er j em ah an
Dan janganlah kalian berbuat kerusakan Di muka bumi
Set elah perbaikannya
Dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap
Sesungguhnya Rahmat Allah
Dekat dari orang-orang yang berbuat baik
Angin
Dan Dialah (Allah) yang mengirim
Sehingga ketika Sebelum rahmatNya
(angin) membawa awan yang berat (mendung)
Ke negeri yang mati (tandus) Maka Kami turunkan dengannya Kami menghalaunya
Ai r
Lalu, Kami keluarkan dengannya
Berbagai macam buah-buahan
Seperti itu pulalah Kami membangkitkan
orang yang telah mati
Agar kalian mengambil pelajaran
Dan negeri yang baik
Dan tanah yang jelek Dengan ijin Tuhannya Tumbuh-t umbuhannya Keluar (tumbuh)
b. Ter jem ahan Ayat
“Dan janganlah kamu membuat ker usakan di muka bumi, sesudah (Allah) memper baikinya dan ber doalah kepadaNya dengan r asa takut (tidak akan diter ima) dan har apan (akan dikabulkan). Sesungguhnya r ahmat Allah amat dekat kepada or ang-or ang yang ber buat baik. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembaw a ber ita gembir a sebelum kedatangan r ahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membaw a aw an mendung, Kami halau ke suat u daer ah yang t andus, lalu Kami tur unkan hujan di daer ah itu, maka Kami keluar kan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seper ti itulah Kami membangkit kan or ang-or ang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajar an. Dan t anah y ang baik, t anam an-t anamannya t um buh subur dengan sei zi n Al l ah; dan t an ah y an g t i dak subur , t an am an - t anamanny a hany a t umbuh mer ana. Demiki anl ah Kami mengulangi tanda-tanda kebesar an (Kami) bagi or ang-or ang yang ber syukur ”. [ QS Al-A’r f (7): 56-58]
Kegiatan siswa
Coba ar tikan kata-kata di bawah ini, kem udian salin di buku latihanm u.
:
:
:
:
Tidak keluar (tumbuh)
Demikianlah Kami menjelaskan
Tanda-tanda Kecuali susah
1. Larangan kepada manusia untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi, yait u mel akukan perbuat an yang dapat merusak semua aspek kehidupan manusia, setelah Allah memperbaiki keadaannya.
2. Per int ah dari Allah Swt agar seorang M ukmin berdoa kepada-Nya dengan penuh r asa t akut jika doanya tidak diterima, dan penuh harap bahwa doanya pasti dikabulkan- Nya. Allah juga menyuruh manusia untuk berdo’a kepada- Nya agar manusia t idak menjadi kaum perusak. Agar dengan doa it u, manusia menjadi golongan orang-orang yang berbuat baik. Mereka selalu melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Orang-orang seperti itulah yang akan memperoleh rahmat Allah Swt. Yaitu, rahmat-Nya amat dekat dengan orang-or- ang yang berbuat kebaikan. Rahmat artinya karunia Allah yang mendatangkan manfaat dan nikmat.
c. Pem aham an Ayat
Kandungan QS Al-A’r f (7): 56-58 adalah sebagai berikut;
3. Informasi bahwa Allahlah Zat yang meniup- kan angin yang membawa awan mendung. Lalu, Dia menggiringnya ke sebuah negeri. Dari mendung itu, keluarlah air hujan yang menjadikan tanah-t anah t andus t ersebut mampu menumbuhkan tanaman-tanaman yang ragamnya sangat banyak; sehingga membawa manfaat yang amat banyak bagi manusia dan makhluk hidup. Dengan cara seperti ini pula, Allah SWT membangkitkan orang-orang yang telah mati.
4. Menurut Ali bin Abi malhah dan Ibnu ‘Abbas Ra, QS Al- A’r f (7) ayat 58 menjelaskan bahwasanya Allah SWT membuat perumpa- maan orang Mukmin dan Kafir dengan tanah.
Gambar: Allah menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman
Sumber: httpahmadsamantho.files.wordpress. com
Tanah baik yang mampu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan adalah perumpamaan orang-orang Mukmin, sedangkan tanah tandus yang tidak bisa menumbuhkan tumbuhan-tumbuhan adalah perumpamaan bagi orang-orang kafir.
Seorang Mukmin, ketika mendapat-kan hidayah dan ilmu dari Allah, maka hatinya menjadi hidup dengan ilmu dan hidayah itu. Selanjutnya dia bisa menghidupkan hati orang lain yang belum mendapatkan petunjuk dari Allah Swt . Sebaliknya, orang kafir hatinya telah mati dan tidak bisa menerima hidayah dari Allah Swt. Hati orang kafir ibarat tanah tandus yang tidak bisa menumbuhkan tetumbuhan.
Kegiatan siswa
Lengkapilah tabel di bawah ini, kem udian salin di buku latihanm u.
Bacaan Hukum Bacaan Cara Membaca Alasan
.... .... ....
.... .... ....
.... .... ....
.... .... ....
Di dalam hadis sahih dituturkan bahwasanya Nabi Saw bersabda, yang artinya:
“Per umpamaan hidayah dan ilmu yang disampaikan Allah kepadaku, bagaikan air hujan yang menimpa sebidang tanah. Di antar a tanah-tanah itu, ada tanah yang sangat baik yang bisa menyer ap air hujan, ser ta menumbuhkan r er umput an dan t et umbuhan yang sangat banyak. Ada pula tanah liat yang tidak bisa meny er ap air , t et api ia bi sa menahan air hi ngga dengan per ant ar any a All ah member ikan manfaat kepada m an usi a. M an usi a bi sa mengam bi l ai r t er sebut unt uk mi num, m engai r i ai r saw ah, dan ber cocok t anam. Air hujan itu juga menimpa tanah jenis lain, yaitu tanah datar lagi halus (qi’ nun). Tanah ini t idak bisa menahan air maupun menumbuhkan r er umputan. Demikianlah per umpamaan or ang-or ang y ang di pahamkan dalam ur usan agama dan bisa mengambil manfaat dar inya; dan dia bisa belajar dan mengamalkan ilmunya. Dan inilah per umpamaan or ang-or ang yang tidak bisa mengangkat kepalanya, dan tidak mau mener ima hidayah Allah, di mana aku di ut us dengan membaw a hi dayah i t u”. [ H R I mam Muslim]
Gambar: Tanaman tumbuh pada tanah yang subur
Sumber: httpblontankpoer.blogsome .com