Perilaku-perilaku yang mencerminkan QS Al-I sr ’ (17): 26-27 dan QS Al-Baqarah (2): 177 adalah sebagai berikut:
1. M enjauhi Sikap K ikir
Gambar: Menjauhi sifat kikir sejak kecil
Sumber: http://www.pasarkreasi.com Sikap kikir akan menghalangi seseorang untuk
menginfakkan hartanya kepada orang lain. Sebalik- nya, sifat dermawan akan mendorong seseorang untuk gemar menginfakkan harta yang dia cintai.
H al i ni dapat kamu l at i h dan biasakan sej ak sekarang. Cobalah setiap hari (sebagian) uang jajanmu di sedekahkan kepada t eman at au t et angga yang membut uhkan. Awalnya akan t er asa ber at , t et api lambat laun akan terasa ringan, sebagaimana awal mula kamu belajar salat lima waktu atau ibadah lainnya.
Selain akan dibenci orang, maka orang kikir juga tidak akan beruntung. I mam An-Nasa’i menuturkan hadis dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah saw bersabda, yang art inya: “Tidak akan ber kumpul debu dalam
jihad f i sabilillah dengan asap ner aka jahanam pada hat i seor ang hamba selama-lamanya; dan tidak akan ber kumpul sifat kikir dan iman dalam hat i seseor ang hamba selama- lamanya.” [ HR Nas ’i dan Hakim dari Abu Hurairah Ra, Fathul Kab r, juz I I I , hal.354]
Orang yang mampu memelihar a dir inya dar i sifat kikir termasuk orang-orang yang beruntung. Firman-Nya:
2. Gem ar Ber sedekah dan M enolong Or ang Lain yang Sedang M em butuhkan
Gemar bersedekah dan menolong orang lain yang sedang membutuhkan adalah perbuatan terpuji. Allah Swt berfirman, yang artinya: “Adapun or ang yang member ikan (har tanya di jalan Allah) dan ber takw a, dan membenar kan adanya pahala yang t er baik (sur ga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. [ QS Al-Lail (92): 4-7]
Nabi Saw pun men dor ong umat nya unt uk gemar bersedekah dan menolong orang lain yang membutuhkan. Sabda Nabi Saw yang artinya: “Bar angsiapa ber usaha memenuhi kebut uhan saudar any a maka Al l ah akan memenuhi kebutuhannya. Bar angsiapa yang menghilangkan kesusahan dar i seor ang musl i m maka dengan hal i t u Al l ah akan menghilangkan salah sat u kesusahannya dar i kesusahan- kesusahan di H ar i Kiamat. Bar angsiapa yang menutupi aib seor ang muslim maka Allah akan menut upi aibnya di H ar i Kiamat.” [ HR I mam Bukhari dan Muslim dari I bnu ‘Umar Ra]
Nabi Saw juga bersabda:
ﻪــﻴﺧأﺔــﺟﺎﺣﰲمادﺎــﻣﺪــﺒﻌﻟاﺔــﺟﺎﺣﰲﷲالاﺰــﻳﻻ
ِ ِ ِْ َ َ
َ
ِ
َ
َ
َ
ِ َ
َ
ْ
ِ
َ
َ
ُِ
َ
َ
َ
َ
“Allah tidak akan ber henti memenuhi kebutuhan seor ang hamba selama ia ber usaha memenuhi kebutuhan saudaranya”.
[ HR I mam Tabr n dari Zaid bin bit Ra] .
Gambar: Menolong orang yang membutuhkan
Sumber: http://ayobersedekah. wordpress.com
“Dan siapa yang dipelihar a dar i kekikir an dir inya, mer eka itulah or ang or ang yang ber untung”. [ QS Al-Hasyr (59): 9]
Lat ihlah di rimu dengan kegiat an ber sedekah dan menolong orang lain seperti berikut ini:
1) Sisihkan sebagian uang jajanmu set iap hari unt uk dikumpulkan dan disedekahkan kepada orang at au masjid yang sedang membutuhkan.
2) Buatlah semacam tim relawan untuk mengumpulkan dana, uang, pakaian, makanan, selimut, handuk, tenda dan lain-lain untuk menolong korban bencana (banjir, longsor, gempa dsb). Semua bentuk bantuan itu bisa kamu kumpul kan dari t eman, t et angga, saudara, orangtua dan diri sendiri.
3. M en yayan gi dan M en yan tun i K au m L em ah ( Anak Yatim dan Fakir M iskin)
Al lah Swt dan Rasul-Nya t el ah memer int ahkan kaum Muslim untuk menyayangi dan menyantuni orang-orang yang lemah. Nabi Saw bersabda:
نﻮــﺤﻠﻔﻤﻟاَ
ْ
ُ
ِ
ْ
ُ
ْ
ُ ُ َ ِ ُ َ ﻚــ ﻟوﺄــﻓﻪــﺴﻔﻧِ
ْ
َ َّﺢــﺷُ
قﻮــﻳَ ُْ
ﻦــﻣوْ
َ َ
ﻞﻴﺒــﺳِ ِ َ
ﰲِ
ﺪــﻫﺎﺠﻤﻟﺎﻛِ
ِ
َ ُ
ْ
َ
ﲔﻜــﺴﻤﻟاوِ ِ
ْ
ِ
ْ
َ َِ
َ ْ َﻣرﻷاْ
َ َﻋﻲﻋﺎﺴﻟاِ
َّ
ﺮــﻄﻔﻳُ ِ
ْ
ُ
ﻻَ
ﻢ ﺎــﺼﻟﺎﻛوِ
ِ
َّ
َ
َ
ﱰﻔــﻳُ
ُ
ْ
َ
ﻻَ
ﻢ ﺎﻘﻟﺎﻛوِ
ِ
َ
ْ
َ
َ
لﺎﻗَ
َ ُﻪﺒﺴﺣأوُ
ِ
ْ َ ََّ
ِﷲا
“Orang yang menyantuni janda dan orang miskin bagaikan or ang yang ber jihad fi sabilillah”. Nabi Saw juga ber sabda,
“..Dan bagaikan orang yang menger jakan salat malam tidak per nah putus dan bagaikan or ang yang menger jakan puasa tanpa per nah berhenti”. [HR. Muslim dari Abu Hurairah Ra].
Allah Swt berfirman, yang artinya: “Sebab itu, ter hadap anak yatim janganlah kamu ber laku sew enang-w enang, dan t er hadap or ang y an g mi nt a- mi nt a, j an ganl ah kam u menghar diknya”. [ QS A - uha (93): 9-10] .
Buatlah kelompok kerja untuk menyantuni anak yatim atau fakir miskin. Daftarlah teman, tetangga dan saudara sendiri untuk m enj adi donat ur t et ap/ sem ent ar a set i ap bul an. Dengan demikian kamu sudah menyalurkan kasih sayang dan bantuanmu kepada mereka.
4. Lebih M em entingkan Kepentingan Or ang Lain dar ipada D ir i Sendir i ( I tsar )
I tsar (lebih mementingkan kepentingan orang lain) adalah sifat mulia yang akan mendorong seseorang untuk memberikan apa yang ia cintai kepada karib kerabat maupun orang lain yang tengah membutuhkan pert olongan.
Allah Swt berfirman, yang artinya: “Dan orang-orang yang t elah menempat i kot a M adinah dan telah ber iman (An ar ) sebelum (kedat angan) mer eka (Muhajir in), mer eka (An ar ) ‘mencintai’ or ang yang berhijr ah kepada mereka (Muhajir in). Dan mereka (An ar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mer eka (Muhajirin); dan mer eka mengutamakan (or ang-orang Muhajirin) atas diri mer eka sendir i, sekalipun mer eka dalam kesusahan.” [ QS Al- Hasyr (59): 9]
Gambar: Menyantuni anak yatim
Sumber: httpwww.eramuslim.com Ketika kamu naik kendaraan umum seperti
angkot, kereta api, atau bus kota, pernahkah kamu melihat orang hamil, tua rent a atau anak-anak yang berdiri karena tidak kebagian tempat duduk? Apakah kamu mempersilakan tempat dudukmu meskipun kamu sendiri masih membutuhkan? Apakah kamu juga suka mempersilakan orang lain jalan dulu ketika orang lain sudah meminta- minta jalan dulu?
I nil ah cont oh-cont oh pengorbanan yang har us kamu ker j akan unt uk mement i ngkan kepent ingan orang l ain dar ipada di ri sendiri. Ayo sebutkan lagi contoh-cont oh lainnya yang pernah kamu lakukan!