• Tidak ada hasil yang ditemukan

K eutam aan Sedekah

B. Mengenal Nabi dan Rasul

1. Penger tian N abi dan Rasul

Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan Nabi dan Rasul-Nya. Ada yang berpendapat bahwa Nabi adalah or ang yang diber i w ahyu oleh Allah Sw t, namun tidak diber i tugas untuk menyampaikan w ahyu itu kepada manusia. Rasul adalah or ang yang diber i w ahyu, sekaligus diber i tugas untuk menyampaikan w ahyu t er sebut kepada manusia. Pendapat seperti ini lemah.

Pendapat yang kuat dan lebih benar adalah pendapat yang dinyatakan oleh I mam Abu Hanifah dalam Kitab Fiqh Al-Akbar .

M enu r u t bel i au , Nabi adal ah or an g y ang di w ahy ukan kepadanya syar iat Rasul sebelumnya, dan dia diper intahkan untuk menyampaikan syar iat itu kepada suatu kaum ter tentu.

Contohnya adalah nabi-nabi dari kalangan Bani I srael yang diutus oleh Allah Swt antara Nabi Musa dan Nabi I sa As.

I mam Bai awi dalam kitab tafsirnya menyatakan, “Rasul adalah or ang yang diut us Allah dengan membaw a syar iat bar u untuk mengajak manusia kepada-Nya. Sedangkan Nabi adal ah or ang y an g di ut us Al l ah unt uk m en et apkan (menjalankan) syar iat Rasul-r asul sebelumnya”. Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan bahwa Nabi Musa as, adalah seorang Nabi sekaligus Rasul. Adapun Nabi Harun As hanyalah seorang Nabi, bukan Rasul. Sebab, Nabi Harun As tidak diberi syariat baru. Nabi Muhammad Saw adalah seorang Nabi dan Rasul. Sebab, beliau diberi syariat baru.

2. Jum lah N abi dan Rasul

Allah Swt dan Rasul-Nya mewajibkan kaum Mukmin untuk ber i man para Nabi dan Rasul yang diut us sebel um Nabi Muhammad Saw. Namun, berapa jumlah persis mereka hanya Allah Swt yang mengetahui. Ada Nabi dan Rasul yang dikisahkan di dalam Al-Qur’an, dan ada pula yang tidak dikisahkan. Allah Swt berfirman, yang artinya:

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beber apa orang Rasul sebelum kamu, di ant ar a mer eka ada yang Kami cer itakan kepadamu dan di antar a mer eka ada (pula) yang tidak Kami cer i t akan kepadamu. Ti dak dapat bagi seor an g Rasul membaw a suat u mukjizat , melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang per intah Allah, diputuskan (semua per kara) dengan adil. Dan ketika itu, rugilah or ang-or ang yang ber pegang kepada yang batil.” [QS Al-Mukmin (40): 78]

Kewaj iban seorang M usl im adalah mengi mani (t anpa keraguan sedikitpun) terhadap Nabi dan Rasul yang nama dan ki sahnya di sebut kan di dal am Al -Qur ’an dan hadi s-hadi s mutawatir. Al-Qur’an telah menyebut nama 25 Nabi dan Rasul,

serta kisah-kisah mereka. Nama-nama Nabi dan Rasul itu serta kisah-kisahnya wajib diimani dan dibenarkan.

Nama-nama Nabi dan Rasul yang di sebut kan di dalam Al Quran adalah: Adam, Idris, Nuh, I brahim, Ismail, I shaq, Ya’qub, Yusuf, Yunus, Yusuf, Lu , Saleh, H ud, Dawud, Sulaiman, Ayyub, Musa, Harun, Syu’aib, Zulkifli, I lyas, Zakaria, Yahya, I sa, dan Muhammad Saw.

Di ant ara para Rasul tersebut ada yang termasuk dalam Ulul Azmi, yakni Nuh As, I brahim As, Musa As, Isa As, dan Muhammad Saw. Lima Nabi ini termasuk dalam Ulul Azmi karena keteguhan dan kesabaran hati mereka yang luar biasa.

3. Sifat-sifat N abi

Para Nabi dan Rasul yang diutus Allah Swt memiliki sifat-sifat khusus. Di antara sifat tersebut adalah, ma’sum. M a’bum adalah t er jaga dari segal a bent uk dosa dan kemaksiyatan, baik besar maupun kecil. Selain itu, para Rasul juga memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Gambar: Al Qur’an menyebutkan nama dan kisah para nabi dan rasul yang wajib diimani

Sumber: http3.bp.blogspot.com

· Siddiq, yaitu bisa dipercaya alias jujur. Sifat ini disebutkan di dalam QS 19: 41. 50. dan 56]

· Amanah; yai t u bi sa memegang amanah. Si f at i n i disebutkan di dalam QS 19: 41. 50. dan 56]

· Fa anah; yaitu cerdas. Sifat ini disebutkan di dalam QS 19: 41. 50. dan 56]

· Tablig, yaitu menyampaikan risalah dari Allah Swt. Sifat ini disebutkan di dalam QS 19: 41. 50. dan 56]

4. K ekhususan N abi M uham m ad dan Risalahnya

Di antara kekhususan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw adalah:

a. Beliau diutus untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk bangsa atau kaum tertentu [ QS. Saba’ (34): 28 dan QS Al-A’r f (7): 158] . Sedangkan Rasul-rasul sebelumnya, mereka diutus untuk masa dan kaum tertentu. Nabi Nuh As diutus untuk kaum Rasib [ QS Al-A’r f (7): 59 dan QS Nuh (71): 1] . Nabi Hud As diutus untuk kaum ‘Ad di Yaman [ QS Al-A’r f (7): 65] . Nabi Saleh diutus untuk kaum Samud di Hijr [ QS Al-A’r f (7): 73] . Nabi Syu’aib As untuk kaum M adyan (selat an Palest ina). Nabi M usa diut us unt uk memberi pet unjuk kepada kaumnya (Bani I srael) [ QS I brahim (14): 5] . Nabi I sa As diutus untuk Bani I srael [ QS Ali I mr n (3): 48-49]

b. Risalah Nabi Muhammad Saw menjelaskan seluruh aspek kehidupan manusia, sedangkan risalah Rasul sebelum beliau

t i dak mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia.

Al lah Swt ber fir man, yang art i nya: “...(Dan ingatlah) akan har i (ketika) Kami bangkitkan pada t i ap-t iap umat seor ang saksi at as mer eka dar i m er eka sendi r i dan Kami dat an gkan kam u (M uhammad) menjadi saksi at as sel ur uh umat manusia. Dan Kami tur unkan kepadamu Al Kitab (Al-Qur ’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan pet unjuk ser t a r ahmat dan kabar gembir a bagi or ang-or ang yang ber ser ah dir i.” [ QS An-Nahl (16): 89]

c. Risalah yang dibawa oleh Nabi M uhammad Saw ditujukan untuk mempermudah dan memperingan beban umat manusia. Dengan demikian, salah satu keist imewaan agama I slam dibandingkan dengan agama yang lain adalah kemudahan dan kesanggupan manusia untuk memikulnya.

Allah Swt berfirman, yang artinya: “(yaitu) or - ang-or ang yang mengikuti r asul, nabi yang ummi yang (namanya) mer eka dapati ter t ulis di dalam Taur at dan I njil yang ada di sisi mer eka, yang menyur uh mer eka menger jakan yang ma’r uf dan melar ang mer eka dari menger jakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mer eka segala yang baik dan menghar amkan bagi mer eka segal a yang bur uk dan membuang dar i mer eka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mer eka. M aka or ang-or ang y ang ber i man kepadany a, m em ul i akanny a, m enol ongny a dan m engi kut i cahaya yang ter ang yang ditur unkan kepadanya (Al -Qur ’an), mer eka i t ul ah or ang-or ang y ang ber untung.” [QS Al-A’r f (7): 157] .

K ekhususan N abi