K eutam aan Ber kar ya dan
B. Macam-Macam Dosa Besar
3. D osa Besar Ter hadap Or ang Lain
Dosa besar t er hadap orang l ain, bisa t erjadi di dal am keluarga, masyarakat , at au ket ika berint eraksi dengan orang lain. Penjelasannya sebagai berikut:
a) Dosa Besar di dalam Keluar ga
Cont oh dosa besar di dalam keluarga adalah dur haka terhadap kedua orang tua. I mam Bukhari menuturkan sebuah riwayat dari ‘Abdullah bin ‘Amru Ra, bahwasanya ia berkata, yang artinya:
Seorang laki-laki Arab menemui Nabi Saw, seraya bertanya,
“ Ya Rasul ul l ah, apa dosa- dosa besar i t u?” N abi Saw menj awab, “M eny ekut ukan All ah”. Laki -l aki i t u kembal i bert anya, “Lal u apa lagi?” Nabi Saw menjawab, “Durhaka kepada dua orang tua.” [ HR I mam Bukhari]
Perbuat an-perbuat an yang t ermasuk durhaka kepada orangtua adalah:
♦
Menghardik kedua orang tua dengan kata-kata yang kasar dan menyakitkan.♦
Memutus hubungan dan mendiamkan kedua orang tua.♦
Memukul, atau melakukan kekerasan fisik kepada keduaorangt ua.
membunuh diri sendiri. Dalam pandangan I slam, bunuh diri bukanlah perbuat an mulia, sebagaimana pandangan orang- orang non Muslim. I slam menganggap bunuh diri sebagai dosa besar, dan pelakunya akan mendapat ‘adzab yang amat pedih. Allah Swt berfirman, yang art inya:
“Dan janganlah kamu membunuh dir imu; sesungguhnya Al- lah adalah Maha Penyayang kepadamu”. [QS An-Nis ’ (4):29]
Gambar: Bunuh diri masuk jahanam selamanya
Sumber: http://cutez89.files.wordpress.com
Di dalam hadis sahih dituturkan bahwasa bunuh diri t ermasuk dosa besar. Rasulullah Saw bersabda, yang artinya:
“Bar angsiapa bunuh dir i dengan sepot ong besi, maka pot ongan besi it u akan menusuk per utnya kelak di har i kiamat dalam ner aka j ahanam sel am a-l am any a. Bar angsi apa bunuh dir i dengan r acun, maka, r acun yang ada di t an gann y a, i a akan menghi r up r acun ny a di n er aka j ahanam sel ama- lamanya. Bar angsiapa bunuh dir i dengan car a menjatuhkan dir i dar i gunung, maka ia akan dijatuhkan di ner aka Jahanam selama- lamanya”. [ HR I mam I bnu Mardawaih]
♦
M enel ant ar kan dan m engabai kan keadaan kedu a or angt ua, padahal di r i nya mampu dan sanggup, dan tindakan-tindakan menyakitkan lainnya.I slam telah mewajibkan seorang Muslim untuk selalu taat dan ber buat bai k kepada kedua orang t ua, lebih-lebi h ji ka keduanya sudah lanjut usia. Ketentuan seperti ini didasarkan pada firman Allah Swt yang artinya:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua or ang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang ber t ambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Ber syukur lah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk memper sekutukan dengan Aku sesuat u yang t idak ada penget ahuanmu t ent ang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan per gaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan or ang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuber itakan kepadamu apa yang telah kamu ker jakan”. [ QS Luqman (31): 14-15] .
b) Dosa Besar Ketika Ber inter aksi dengan Or ang Lain Dosa-dosa besar ket ika berint eraksi dengan orang lain adalah sebagai berikut:
♦
Bersumpah PalsuBersumpah palsu untuk mengambil hak orang lain, atau untuk menciderai kehormatan orang lain termasuk dosa besar. Ketetapan ini didasarkan pada hadit s riwayat I mam Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Amru Ra, bahwasanya ada seorang laki-laki Arab bertanya kepada Nabi Saw tentang macam-macam dosa besar. Beliau menjawab:
“Al-yam n al-gam s (sumpah gamus).” Saya bert anya, “Apa yang dimaksud dengan sumpah gamus?”. Nabi Saw menjawab,
“Sumpah yang dit ujukan unt uk mengambil har t a seor ang Muslim, padahal sumpah itu adalah sumpah palsu”. [ HR I mam Bukhari]
♦
Memungut RibaM el ak uk an t r ansak si r i ba dengan ber bagai macam jenisnya termasuk perbuatan dosa besar. Allah Swt dan Rasul- Nya telah melarang kaum Muslim memungut atau memakan riba, dengan larangan yang sangat keras. Allah Swt berfirman, yang artinya:
“Hai or ang-or ang yang ber iman, ber takw alah kepada Allah dan tinggalkan sisa r iba (yang belum dipungut) jika kamu or ang-or ang y an g ber i man. M ak a j i ka k am u t i dak menger jakan (meninggalkan sisa r iba), maka ket ahuilah,
bahw a Allah dan r asul-Nya akan memer angimu. Dan jika kamu ber taubat (dar i pengambilan r iba), maka bagimu pokok har tamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”.
[ QS Al-Baqarah (2): 279]
I mam Al-Bazar menut urkan sebuah riwayat , bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda, yang artinya:
“Dosa besar itu ada tujuh macam. Per tama, menyekutukan Allah, membunuh jiw a t anpa ada alasan yang dibenar kan, memakan r iba, memakan har ta anak yatim hingga anak itu besar , lar i dar i medan per ang, menuduh w anita suci ber zina, ber balik menuju Ar ab (dar ul kufur ) setelah hijr ah”. [ HR I bnu Abi Hatim, dari Abu Hurairah Ra]
c) Dosa Besar Dalam Masyar akat
Dosa besar yang t erjadi di t engah-t engah masyar akat adalah sebagai berikut:
♦
PembunuhanM embunuh j iwa yang di har amkan All ah Swt dengan kesengajaan (mut a’ammidan) t ermasuk dosa besar. Adapun pembunuhan yang dilakukan tanpa kesengajaan, atau membunuh jiwa yang dihalalkan Allah Swt, tidaklah termasuk dosa besar.
Dalil yang menunjukkan bahwa pembunuhan t erhadap jiwa yang diharamkan Allah Swt dengan kesengajaan termasuk dosa besar, adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Di dalam Al-Qur’an Allah Swt berfirman, yang art inya:
“Dan bar angsiapa yang membunuh seor ang Mukmin dengan sen gaj a m ak a bal asann y a i al ah j ahan am , kekal i a di dalamnya dan Allah mur ka kepadanya, dan mengut ukinya ser ta menyediakan azab yang besar baginya”. [ QS An-Nis ’ (4): 93] .
Di dalam Sunnah, Nabi Saw bersabda, yang artinya:
“Dosa besar itu ada tujuh macam. Per tama, menyekutukan Allah, membunuh jiw a t anpa ada alasan yang dibenar kan, memakan r iba, memakan har ta anak yatim hingga anak itu besar , lar i dar i medan per ang, menuduh w anita suci ber zina, ber balik menuju Ar ab (dar ul kufur ) setelah hijr ah”. [ HR I bnu Abi Hatim, dari Abu Hurairah Ra] .
♦
PerzinaanPer zi naan t er masu k dosa besar . Si apa saj a yan g melakukan perzinaan, maka dia berhak mendapat kan sanksi yang keras, di dunia dan di akherat. Sanksi bagi pezina gairu muhshan (jejaka atau perawan) adalah dipukul dengan tongkat (j i l i d) sebanyak 10 0 kal i . Sedangkan sanksi bagi pezi na muhshan adalah dirajam hingga mati. Tidak ada pengampunan (abolisi) dalam kasus perzinaan. Pasalnya, zina termasuk dalam hudud, dan tidak ada pengampunan dalam kasus hudud.
Al-Qur’an menet apkan zina sebagai perbuat an keji dan jalan yang sangat buruk. Allah Swt berfirman, yang artinya:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adal ah suat u per buat an y ang kej i dan suat u j alan yang bur uk”.[ QS Al-I sr ’ (17): 32]
Al-Qur’an menet apkan sanksi jilid (dera) sebanyak 100 kali bagi pezina gairu muhshan. Allah Swt berfirman, yang art i nya:
“Per empuan yang ber zina dan laki-laki yang ber zina, maka der alah t iap-tiap seor ang dar i keduanya ser at us kali der a, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu ber iman kepada Allah, dan har i akhir at. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mer eka disaksikan oleh sekumpulan or ang-or ang yang ber iman”. [ QS An-N r (24): 2]
Di dalam hadis sahih, Nabi Saw bersabda, yang artinya:
“ Bar angsi apa ber zi na at au m i num kham er , Al l ah akan mencabut i man dar i hat i n y a , sebagai m an a manusi a menanggalkan baju dar i kepalanya”. [ HR I mam ahabi]
♦
Qa af (Menuduh Wanita Suci Melakukan Perzinaan)Qa af adalah menuduh wanit a M uslimat yang menjaga kehormat an dirinya melakukan perzinaan. Qa af t ermasuk dosa besar, dan pelakunya dihukum 80 kali dera. Selain itu, kesaksian orang yang per nah mel akukan qa af t idak akan diterima. Ketentuan seperti ini didasarkan pada firman Allah Swt , yang artinya:
“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mer eka tidak mendatang-kan empat or ang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali der a, dan janganlah kamu ter ima kesaksian mer eka buat selama-lamanya. dan mereka I tulah orang-orang yang fasik”.
[QS An-N r (24): 4]
Di dalam hadis shahih, Nabi Saw memasukkan qa af ke dalam dosa besar. Nabi Muhammad Saw bersabda, yang artinya:
“Dosa besar itu ada tujuh macam. Per tama, menyekutukan Allah, membunuh jiw a t anpa ada alasan yang dibenar kan, memakan r iba, memakan har ta anak yatim hingga anak itu besar , lar i dar i medan per ang, menuduh w anita suci ber zina, ber balik menuju Ar ab (dar ul kufur ) setelah hijr ah”. [ HR I bnu Abi Hatim, dari Abu Hurairah Ra] .
♦
Membuat Kerusakan di Tengah-tengah Masyarakat Membuat kerusakan di masyarakat termasuk dosa besar. Seor an g M u sl i m di l ar an g membuat ker u sakan, seper t i , menyebar kan t eror , menjarah dan mer ampok, mel akukanpembunuhan massal, dan tindakan-tindakan keji lainnya. Allah Swt t elah menet apkan sanksi yang amat ker as bagi pel aku kerusakan di muka bumi. Allah Swt berfirman, yang artinya:
“ Sesungguhnya pembal asan t er hadap or ang-or ang y ang memer angi Allah dan Rasul-Nya dan membuat ker usakan di muka bumi, hanyalah mer eka di bunuh at au disali b, at au dipot ong t angan dan kaki mer eka dengan ber t imbal balik, at au di buang dar i neger i ( t empat kedi amann y a). Yang demi ki an i t u (sebagai ) suat u penghi naan unt uk mer eka didunia, dan di akhir at mer eka ber oleh siksaan yang besar ”.
[ QS Al-M idah (5): 33]
♦
Minum Minuman Keras (Syur bul-Khamr)Menurut I mam ahabi, minum minuman keras (syur bul- khamr) termasuk dosa besar. Di dalam hadis sahih, dituturkan bahwas Rasulullah Saw bersabda, yang artinya:
“Jauhilah oleh kalian khamer . Sesungguhnya, khamer it u adal ah i nduk dar i semua kekej i an. Bar angsi apa t i dak menj auhi ny a, maka i a t el ah mem bangkang Al l ah dan Rasul Ny a, dan ber hak m endapat kan si ksa kar ena t el ah ber maksiyat kepada Allah sw t”. [ HR I mam ahabi]