• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatnya Kualitas SDM Pengawasan Bidang Perdagangan

BAB II AKUNTABILITAS KINERJA

C) Meningkatnya Kualitas SDM Pengawasan Bidang Perdagangan

4. Persentase Pemenuhan Kebutuhan SDM Pengawasan Bidang Perdagangan Untuk dapat menyelenggarakan pengawasan tertib niaga di bidang perdagangan secara optimal, perlu didukung oleh Petugas/ Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dalam melaksanakan pengawasan yaitu Petugas Pengawas Tertib Niaga (PPTN) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perdagangan (PPNS-DAG) yang bertugas tidak hanya di instansi Pusat tetapi juga di instansi daerah yang membidangi perdagangan. Hal ini digambarkan melalui pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan Persentase Pemenuhan kebutuhan SDM Pengawasan Bidang Perdagangan dengan formulasi sebagai berikut:

∑SDM yang Dilatih pada Tahun Berjalan

x 100% pelatihan dan/atau bimtek PPTN dan PPNS-DAG.

2. Total kebutuhan SDM Pengawas Kab/Kota didasarkan pada asumsi bahwa setiap kab/kota membutuhkan minimal 1 (satu) orang Petugas Pengawas sehingga diperlukan minimal 500 orang SDM Pengawas Kab/Kota se-Indonesia.

Pada Tahun 2020, telah diselenggarakan pembinaan PPTN dan PPNS-DAG terhadap 25 Orang SDM PNS Perwakilan Pusat dan Dinas yang membidangi perdagangan di daerah dari sejumlah 500 orang asumsi kebutuhan SDM Pengawas Kab/Kota se-Indonesia. Pembinaan tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan PPNS-DAG yang berlokasi di Pusdikreskrim POLRI, Mega Mendung, Jawa Barat pada tanggal 11 Maret – 9 April 2020 dan dihadiri Perwakilan peserta dari Pusat dan Dinas yang membidangi perdagangan di Daerah.

Gambar 56 Pelaksanaan Pelatihan PPNS-DAG Tahun 2020

Dengan demikian, realisasi Persentase Pemenuhan kebutuhan SDM Pengawasan Bidang Perdagangan yaitu 5% sebagaimana perhitungan di bawah ini.

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 112

Apabila dibandingkan dengan target renstra tahun ini, realisasi indikator Persentase Pemenuhan Kebutuhan SDM Pengawasan Bidang Perdagangan telah memenuhi target dan menghasilkan capaian kinerja sebesar 100% seperti dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 37 Perbandingan Realisasi dengan Target Jangka Menengah Persentase Pemenuhan Kebutuhan SDM Pengawasan Bidang Perdagangan Tahun 2020

No. Indikator Kinerja 1 Persentase pemenuhan kebutuhan

SDM pengawasan bidang perdagangan (%)

5% 5% 100%

Sumber: Direktorat Tertib Niaga, Ditjen PKTN (diolah)

Beberapa hal yang mendukung keberhasilan pencapaian target kinerja pada indikator ini antara lain karena koordinasi yang baik dengan instansi teknis terkait lainnya sehingga peserta yang mengikuti penyelenggaraan kegiatan dapat tercapai sesuai dengan jumlah target yang ditetapkan.

5. Persentase SDM Pengawasan Bidang Perdagangan Yang Aktif

Dalam rangka menyelenggarakan pengawasan tertib niaga di bidang perdagangan secara optimal, perlu didukung dengan keterlibatan aktif SDM Pengawas tidak hanya di Pusat tetapi juga di Daerah. Hal ini digambarkan melalui pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan Persentase SDM Pengawasan Bidang Perdagangan yang aktif dengan formulasi sebagai berikut:

∑PPTN dan PPNS-DAG yang Aktif Melakukan Pengawasan pada Tahun

Berjalan x 100%

Baseline SDM Pengawas yang telah Dilatih

Keterangan:

1. PPTN dan PPNS-DAG yang aktif melakukan pengawasan pada tahun berjalan terdiri dari SDM Pengawas Pusat dan Dinas yang membidangi perdagangan di daerah

2. Baseline SDM Pengawas yang telah dilatih berdasarkan jumlah kumulatif PPTN dan PPNS-DAG yang telah dilatih dalam kurun waktu 2016 - 2019 yaitu sejumlah 380 Orang

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 113 Pada Tahun 2020, terdapat 70 PPTN dan PPNS-DAG yang melakukan pengawasan

yang terdiri dari 35 PPTN dan 35 PPNS-DAG Pusat. Dengan demikian, realisasi Persentase SDM Pengawasan Bidang Perdagangan yang Aktif yaitu 18,42% dengan capaian 102,33% seperti dapat dilihat pada perhitungan berikut:

Apabila dibandingkan dengan target renstra tahun ini, realisasi indikator Persentase SDM Pengawasan Bidang Perdagangan yang Aktif telah melebihi target dan menghasilkan capaian kinerja sebesar 100% seperti dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 38 Perbandingan Realisasi dengan Target Jangka Menengah Persentase SDM Pengawasan Bidang Perdagangan yang Aktif Tahun 2020

No. Indikator Kinerja 1 Persentase SDM pengawasan

bidang perdagangan yang aktif (%)

18% 18,42% 102,33%

Sumber: Direktorat Tertib Niaga, Ditjen PKTN (diolah)

Keberhasilan pencapaian target kinerja pada indikator ini antara lain karena koordinasi yang baik dari pimpinan dalam rangka keaktifan PPTN dan PPNS-DAG untuk melakukan pengawasan sehingga pencapaian indikator kinerja dapat terselenggara dengan sangat baik.

Selain beberapa pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan di atas, capaian target indikator kinerja Indeks Tertib Niaga pada Tahun 2020 juga didukung oleh terselenggaranya output kegiatan sebagai berikut:

1. Layanan Pendaftaran Barang K3L

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi konsumen terhadap probabilita akses negatif barang yang tidak memenuhi persyaratan K3L serta untuk meningkatkan ketaatan pelaku usaha dalam mendaftarkan produknya, diselenggarakan kegiatan layanan pendaftaran barang K3L. Kewajiban pelaku usaha untuk mendaftarkan barang K3L ke Direktorat Tertib Niaga mulai diberlakukan sejak 14 Agustus 2019 sesuai amanat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2019 tentang Metode Pengujian, Tata Cara Pendaftaran, Pengawasan, Penghentian Kegiatan Perdagangan dan Penarikan terkait K3L.

Indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur keberhasilan penyelenggaraan output kegiatan Layanan Pendaftaran Barang K3L yaitu melalui perhitungan indikator kinerja output sebagai berikut:

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 114 a. Indikator kinerja output “Jumlah Layanan Pendaftaran Barang K3L” diukur melalui

perhitungan jumlah ruang lingkup yang didaftarkan oleh pelaku usaha barang K3L.

b. Indikator kinerja output “Service Level Agreement (SLA)” diukur melalui perbandingan antara jumlah pengajuan pendaftaran barang K3L yang tepat waktu dengan keseluruhan jumlah pengajuan pendaftaran barang K3L pada tahun berjalan dan menghasilkan formulasi sebagai berikut:

1. Ketepatan waktu penyelenggaraan layanan pendaftaran barang K3L sesuai ketentuan yaitu 3 (tiga) hari kerja sejak kelengkapan dokumen diterima

2. Total pengajuan pendaftaran barang K3L diperoleh dari database sistem layanan pada tahun berjalan

Pada Tahun 2020, Direktorat Tertib Niaga telah menerbitkan 8.021 Registrasi Barang K3L dari total 15.206 pengajuan dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 39 Rekapitulasi Pendaftaran Barang K3L Menurut Ruang Lingkup Tahun 2020 No. Ruang Lingkup

K3L

Pendaftaran

Keterangan Pengajuan Disetujui Dirollback

1. Barang listrik dan elektronika

9.323 4.892 4.124 Pengajuan dirollback karena data yang diinput tidak lengkap dan tidak sesuai

5.883 3.129 2.754 Pengajuan dirollback karena data yang diinput tidak lengkap dan tidak sesuai

Apabila dibandingkan dengan target renstra tahun ini, realisasi indikator Jumlah Layanan Pendaftaran Barang K3L telah memenuhi target dan menghasilkan capaian kinerja sebesar 100% seperti dapat dilihat pada tabel berikut ini:

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 115 Tabel 40 Perbandingan Realisasi dengan Target Jangka Menengah Jumlah Layanan Pendaftaran

Barang K3L Tahun 2020

Sumber: Direktorat Tertib Niaga, Ditjen PKTN (diolah)

Keberhasilan pencapaian target kinerja pada indikator ini antara lain dikarenakan adanya komunikasi yang baik antara Kementerian Perdagangan dengan para pelaku usaha barang K3L dalam mensosialisasikan kewajiban pendaftaran barang K3L bagi pelaku usaha sehingga memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan pencapaian target indikator kinerja. tingginya tingkat pemahaman pelaku usaha barang K3L dalam mendaftarkan tingginya tingkat komitmen, kecermatan, dan kedisiplinan petugas pelayanan dalam menindaklanjuti pengajuan registrasi barang K3L dari pelaku usaha sehingga pencapaian indikator kinerja dapat terselenggara dengan sangat baik.

Sementara itu, berdasarkan database pada sistem ketepatan penyelesaian layanan pendaftaran barang K3L pada Tahun 2020 yaitu selama 3,55 Hari sehingga indikator kinerja output “SLA (Layanan Pendaftaran Barang K3L)” terealisasi sebesar 71,72%

seperti dapat dilihat pada perhitungan di bawah ini.

SLA = 10.906 Pengajuan Tepat Waktu

x 100% = 71,72%

15.206 Pengajuan

Apabila dibandingkan dengan target renstra tahun ini, realisasi indikator SLA (Layanan Pendaftaran Barang K3L) telah melebihi target dan menghasilkan capaian kinerja sebesar 95,63% seperti dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 41 Perbandingan Realisasi dengan Target Jangka Menengah SLA (Layanan Pendaftaran Barang K3L) Tahun 2020 1 SLA Layanan Pendaftaran

Barang K3L (%) 75% 71,72% 95,63%

Sumber: Direktorat Tertib Niaga, Ditjen PKTN (diolah)

Pencapaian target indikator SLA Layanan Pendaftaran Barang K3L belum dapat terselenggara secara optimal dikarenakan adanya kebijakan lockdown dan penerapan PSBB dalam beraktivitas di kantor dalam rangka penanganan pandemi COVID-19

No. Indikator Kinerja 1 Jumlah layanan pendaftaran

barang K3L (%)

2 Ruang Lingkup

2 Ruang

Lingkup 100%

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 116 sehingga berdampak pada lamanya waktu penyelenggaraan layanan pendaftaran barang

K3L.

Program Dukungan Manajemen

Tercapainya kinerja Ditjen PKTN tidak terlepas juga dari dukungan manajemen, sarana dan prasarana yang dilakukan Sekertariat Ditjen PKTN. Rata-rata dalam dukungan tersebut memberikan capaian sebesar 90%, hal ini menjadikan kinerja layanan internal telah berjalan dengan baik. Pada awal tahun 2020 Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga menandatangani Perjanjian Kinerja tahun 2020, yang kemudian diperbaharui pada bulan Juni 2020 karena adanya perubahan anggaran dan Renstra baru.

Pada 2 (dua) tabel secara berurut dibawah dapat terlihat capaian kinerja Sekretariat Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga jika dibandingkan dengan target serta pada tabel berikutnya jika dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya.

Tabel 42 Capaian Kinerja dibandingkan dengan Target

INDIKATOR KINERJA

Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal PKTN (diolah)

Tabel 43 Capaian Kinerja dibandingkan dengan tahun sebelumnya

INDIKATOR KINERJA PROGRAM REALISASI 2019 REALISASI 2020 Nilai Wilayah Tertib Administrasi

(WTA) Ditjen PKTN

81,07 87,15

Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Ditjen PKTN

N/A 92,41

Persentase Pemenuhan Kerangka Regulasi

82,6 166,67

Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal PKTN (diolah)

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 117 A) FGD Rencana Strategis Ditjen PKTN Tahun 2020 – 2024

FGD Finalisasi Renstra Ditjen PKTN 2020-2024 dipimpin oleh Bapak Dirjen PKTN Dirjen PKTN yang memberikan penjelasan mengenai proses penyusunan Renja yang sudah berlangsung sejak akhir 2019. Pemaparan Renstra oleh konsultan Renstra Ditjen PKTN.

Acara diikuti oleh para Direktur serta pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Ditjen PKTN.

Peserta yang hadir secara langsung adalah Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Direktorat Pemberdayaan Konsumen, Inspektur I Kementerian Perdagangan, Perwakilan dari Biro Perencanaan, Perwakilan Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu. Sedangkan peserta yang hadir secara online adalah Direktur Metrologi, Direktur Tertib Niaga, narasumber, Kementerian PAN dan RB, Bappenas, dan expert AHP.

Gambar 57 Pelaksanaan FGD Rencana Startegis Ditjen PKTN

Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) ini sudah dimulai pada akhir tahun 2019 hingga saat ini berupa pertemuan dengan para stake holder dalam kick off meeting, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan arah kebijakan, strategi, sasaran, indikator kinerja (pohon kinerja) Ditjen PKTN, wawancara expert/ahli untuk penetapan bobot menggunakan metode AHP, pembahasan leveling indeks IPKTN, penetapan target dan akhirnya dilakukan penyusunan narasi Renstra.

Penyusunan Renstra Ditjen PKTN Tahun 2020-2024 mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Perdagangan Tahun 2020-2024 sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 46 Tahun 2020, dan berpedoman pada Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga Tahun 2020-2024.

Indikator kinerja utama Ditjen PKTN untuk 5 tahun ke depan yakni Indeks Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (IPKTN) yang merupakan indeks komposit dari indeks

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 118 keberdayaan konsumen, indeks tertib ukur, indeks tertib mutu, indeks kendali mutu dan

indeks tertib niaga, dimana seluruhnya merupakan indikator kinerja Ditjen PKTN.

B) Pembangunan Zona Integritas menuju WTA ZI di lingkungan Ditjen PKTN

Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mengikuti Permendag Nomor 640/M-DAG/KEP/4/2017 tentang Petunjuk Teknis Penetapan dan Penilaian Wilayah Tertib Administrasi Menuju Zona Integritas. Namun dikarenakan kondisi pandemic Covid-19 serta adanya perubahan tata cara Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB). Kementerian Perdagangan tidak menyelenggarakan proses penilaian WTA namun langsung pada proses pelaksanaan PMPRB dan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas (PMPZI).

Sepanjang tahun 2020, telah dilaksanakan serangkaian rapat-rapat pembahasan dalam rangka pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) PMPRB dan PMPZI serta pengumpulan dokumen pendukung. Selain itu, telah dilakukan submit hasil PMPRB dan PMPZI kepada Inspektorat Jenderal sebagai Tim Penilai Internal Kemendag. Adapun pada tahun 2020, Ditjen PKTN mengusulkan 2 satuan kerja yakni Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu serta Direktorat Metrologi untuk mengikuti penilaian Zona Integritas.

Selain itu pada tanggal 10 Juli 2020 telah dilakukan penilaian internal atas Lembar Kerja Evaluasi (LKE) PMPRB Ditjen PKTN dengan nilai capaian sebesar 92,49%.

Dari penilaian Zona Integritas, 2 (dua) unit kerja yakni Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu dan Direktorat Metrologi yang diusulkan mengikuti penilaian Zona Integritas seluruhnya dinilai memenuhi kriteria sehingga diberikan predikat “Wilayah Bebas Korupsi (WBK)”

Gambar 58 Rangkaian Pembahasan PMPRB dan PMPZI

Selain penilaian PMPRB, Inspektorat Jenderal juga telah melakukan penilaian terhadap Wialay Tertib Administrasi (WTA) di lingkungan Kementerian Perdagangan. Aspek penilaian WTA terdiri dari 5 (lima) unsur yakni:

 Pelaksanaan Reformasi Birokrasi;

 Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

 Pengendalian Intern;

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 119

 Akuntabilitas Keuangan dan Barang Milik Negara

 Inisiatif Anti Korupsi

Berdasarkan penilaian Inspektorat Jenderal, Ditjen PKTN memperoleh nilai sebesar 87,15 di atas dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 81,00. NBilai tersebut juga mengantarkan Ditjen PKTN sebagai juara umum WTA tahun 2020 di Lingkungan Kementerian Perdagangan.

Gambar 59 Penghargaan Juara Umum WTA Tahun 2020

B. Realisasi Anggaran

Pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga didukung dengan alokasi anggaran yang diperlukan dalam rangka pencapaian hasil (outcome) dan keluaran (output) yang terukur selama periode 1 (satu) tahun anggaran, sebagaimana disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

Pada tahun 2020 Kementerian Perdagangan mendapat alokasi anggaran awal sebesar Rp.

346.172.995.000.- (Tiga Ratus Empat Puluh Enam Miliar Seratus Tujuh Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Rupiah) yang dituangkan ke dalam 9 kegiatan.

Namun dalam perjalanannya, pagu anggaran Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga mengalami revisi anggaran dikarenakan pandemi Covid-19 di Indonesia, saat ini menjadi Rp. 226.019.868.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Enam Miliar Sembilan Belas Juta Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Rupiah).

Tabel 44 Pagu dan Target Anggaran Kementerian Perdagangan T.A. 2020 Menurut Program

NO PROGRAM PAGU

1 Pengembangan Kebijakan dan

Pemberdayaan Konsumen 25.937.100.000 12.937.100.000 33,30 40,64 68,81 100 2 Peningkatan Tertib Ukur 118.092.716.000 83.339.264.000 11,15 37,43 71,71 100 3 Peningkatan Efektivitas Pengawasan

Barang Beredar dan Jasa 16.430.900.000 7.573.466.000 32,31 44,66 77,86 100

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 120

4 Peningkatan Pelayanan Pengujian

Mutu Barang 17.133.900.000 8.794.521.000 16,28 33,29 61,83 100 5 Standardisasi dan Pengendalian

Mutu 60.175.200.000 47.985.559.000 17,35 39,13 78,70 100

6 Peningkatan Pelayanan Kalibrasi 8.161.000.000 4.429.605.000 7,41 16,65 75,19 100 7 Peningkatan Pelayanan Sertifikasi 4.285.300.000 3.992.764.000 14,76 35,05 68,38 100

8

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

52.326.879.000 40.537.589.000 22,51 51,83 78,75 100

9 Peningkatan Tertib Niaga 43.630.000.000 16.430.000.000 22,48 51,54 76,37 100 JUMLAH 346.172.995.000 226.019.868.000 17,51 41,22 74,47 100 Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal PKTN (diolah)

Peraturan Meteri Keuangan Nomor 214 tahun 2017 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/ Lembaga (K/L) merupakan bentuk evaluasi kinerja dalam rangka pelaksanaan fungsi akutabilitas dan fungsi peningkatan kualitas. Fungsi akuntabilitas bertujuan untuk membuktikan dan mempertanggungjawabkan secara profesional kepada masyarakat atas penggunaan anggaran yang dikelola Kementerian/Lembaga bersangkutan bagi kepentingan masyarakat.

sedangkan fungsi peningkatan kualitas bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang menjadi pendukung atau kendala atas pelaksanaan RKA-K/L sebelumnya sebagai bahan penyusunan dan pelaksanaan RKA-K/L serta upaya peningkatan kinerja di tahun-tahun berikutnya. K/L melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja atas pelaksanaan RKA-K/L paling sedikit terdiri Keluaran, Capaian Hasil, Tingkat Efisiensi, konsistensi antara tingkat perencanaan dan implementasi dan realisasi penyerapan anggaran.

Evaluasi Kinerja ini diharapkan dapat menghasilkan analisis mengenai hubungan sebab akibat atas hasil pengukuran dan penilaian untuk setiap indikator yang di evaluasi, analisis mengenai keterbatasan yang di hadapi dalam menjalankan setiap proses evaluasi kinerja.

analisis perubahan hasil pengukuran dan penilaian dibandingkan dengan hasil evaluasi kinerja pada dan tahun sebelumnya serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan. pencapaian keluaran dan hasil.

Realisasi penyerapan anggaran Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga tahun 2020 mencapai Rp. 208.871.681.955,- (Dua Ratus Delapan Miliar Delapan Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Enam Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Lima Rupiah) atau sekitar 92,41%, dengan rincian realisasi anggaran per program sebagai berikut:

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 121 Tabel 45 Capaian Kinerja Anggaran Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

Menurut Kegiatan Tahun 2020

1 Pengembangan Kebijakan dan

Pemberdayaan Konsumen 12.937.100.000 100 12,763,023,460 98,65 2 Peningkatan Tertib Ukur 83.339.264.000 100 80,294,507,597 96,35 3

Peningkatan Efektivitas Pengawasan Barang Beredar dan Jasa

7.573.466.000 100 7,527,571,376 99,39

4 Peningkatan Pelayanan

Pengujian Mutu Barang 8.794.521.000 100 6,743,770,269 76,68 5 Standardisasi dan Pengendalian

Mutu 47.985.559.000 100 41,659,138,631 86,82

6 Peningkatan Pelayanan Kalibrasi 4.429.605.000 100 3,063,742,550 69,17 7 Peningkatan Pelayanan

Sertifikasi 3.992.764.000 100 2,706,533,725 67,79

8

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

40.537.589.000 100 38,398,093,835 94,72

9 Peningkatan Tertib Niaga 16.430.000.000 100 15,715,300,512 95,65 JUMLAH 226.019.868.000 100 208.871.681.955 92,41 Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal PKTN (diolah)

Sedangkan, kinerja realisasi anggaran menurut jenis belanja dapat dirinci sebagai berikut:

Tabel 46 Kinerja Realisasi Anggaran Kementerian Perdagangan MenurutJenis Belanja Januari - Desember 2020

JENIS BELANJA PAGU REALISASI %

51.BELANJA PEGAWAI 98.038.495.000 89.876.383.390 91,67 52.BELANJA BARANG 113.975.151.000 105.187.222.316 92,29 53.BELANJA MODAL 14.006.222.000 13.808.076.249 98,59 JUMLAH 226.019.868.000 208.871.681.955 92,41 Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal PKTN (diolah)

Selain dari realisasi anggaran yang telah dilakukan Ditjen PKTN menunjukkan penyerapan yang baik, efisiensi dalam penggunaan anggaran Ditjen PKTN juga dapat dirinci sebagai berikut:

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 122 Tabel 47 Tingkat Efisiensi Anggaran Ditjen PKTN Berdasarkan IKP Tahun 2020

No Sasaran Program Indikator Kinerja

Program (IKP) Target Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal PKTN (diolah) (R=Realisasi; C=Capaian)

Tabel 48 Tingkat Efisiensi Anggaran Ditjen PKTN Berdasarkan Program Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya Tahun 2020

No Program Target

Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal PKTN (diolah) (R=Realisasi; C=Capaian)

Pada perhitungan tingkat efisiensi diatas menunjukkan hasil yang positif, baik dari indikator kinerja program dan layanan dukungan manajemen dan teknis lainnya dalam pengelolaan anggaran belanja, sehingga Ditjen PKTN dapat dinilai efisien dalam berhemat menggunakan anggaran yang telah ditetapkan.

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 123

BAB III PENUTUP

Sebagaimana uraian pada bab-bab sebelumnya, sasaran maupun indikator kinerja program belum dapat dilaksanakan secara maksimal yang sesuai dengan perencanaan, hal ini disebabkan karena pelaksanaan kegiatan yang mundur dari jadwal serta kondisi pandemi virus Covid-19 diseluruh provinsi di Indonesia dan di dunia.

Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga pada Tahun 2020 telah selesai dilaksanakan walaupun belum sesuai perencanaan.

Secara umum, pelaksanaan tugas pokok dan fungsi telah terlihat korelasinya dengan tujuan, misi, perjanjian kinerja Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga serta tujuan Kementerian Perdagangan. Pencapaian kinerja dimaksud merupakan hasil kerja kolektif unit-unit di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga dan dukungan dari berbagai pihak terkait. Keberhasilan dan permasalahan yang dicapai dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga pada periode tahun 2020.

Berdasarkan perjanjian kinerja terbaru Dirjen PKTN dengan Menteri Perdagangan yang dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2020 hanya memiliki 1 (satu) sasaran program dengan 5 (lima) indikator kinerja program Ditjen PKTN. Hingga akhir tahun 2020, Indeks Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (IPKTN) yang digunakan sebagai indeks pengukur dalam mewujudkan “Konsumen Berdaya dan Pelaku Usaha yang Bertanggungjawab” telah terealisasi sebesar 59,03, yang dapat diartikan bahwa Indeks Penyusun IPKTN untuk Konsumen pada tingkatan “Mampu” sedangkan untuk Pelaku Usaha yang dalam hal ini diwakili oleh Indeks (Tertib Ukur, Kendali Mutu dan Tertib Niaga) telah mencapai tingkatan “Sadar” namun untuk Indeks Tertib Mutu masih mencapai tingkatan “Paham” sehingga perlu ditingkatkan kembali.

Selain itu dalam mendukung perwujudan tersebut Ditjen PKTN telah merealisasikan keuangan mencapai 92,41% pada akhir tahun 2020.

Sebagai tindak lanjut tahun berikutnya, laporan kinerja Ditjen PKTN tahun 2020 ini akan digunakan sebagai perbaikan-perbaikan dalam peningkatan kinerja juga pelaksanaan dalam program dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan serta dokumen-dokumen dalam mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan terpercaya.

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 124

LAMPIRAN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

A. Bagan Struktur Organisasi

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

B. Dokumen Perjanjian Kinerja

Unit Kerja Eselon I : Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Pemberdayaan Konsumen

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Sekretariat Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Standardisasi Dan Pengendalian Mutu

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Metrologi

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Tertib Niaga

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

C. Formulir Pengukuran Pencapaian Kinerja

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Pemberdayaan Konsumen Tahun Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Sekretariat Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Tahun Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Standardisasi Dan Pengendalian Mutu Tahun Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Metrologi Tahun Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon III : Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I (BSML I) Tahunn Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon III : Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I (BSML II) Tahun Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon III : Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I (BSML III) Tahun Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon III : Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I (BSML IV) Tahun Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Tahun Anggaran : 2020

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

2020 | LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Tertib Niaga

Unit Kerja Eselon II : Direktorat Tertib Niaga