• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatnya Penerapan Standar / Persyaratan Teknis

BAB II AKUNTABILITAS KINERJA

A) Meningkatnya Penerapan Standar / Persyaratan Teknis

1. Jumlah Pelaku Usaha Yang Mendapatkan Sertifikat SNI Jasa Bidang Perdagangan

Pada tahun 2020, dari target jumlah pelaku usaha yang mendapatkan sertifikat SNI jasa bidang perdagangan sebanyak 3 Pasar, dapat terealiasi semuanya dengan capaian 100%. Dua pasar dari Provinsi Jawa Barat (Pasar Cipanas, Kab. Cianjur dan Pasar Atas Baru, Kota Cimahi) dan satu pasar dari Provinsi Jawa Tengah (Pasar Karangjati, Kabupaten Semarang). Untuk mencapai target ini dilakukan kegiatan Pendampingan dan/monitoring Penerapan Standar/Persyaratan Teknis.

Kegiatan pendampingan penerapan SNI Pasar rakyat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang manajerial pengelolaan pasar dan pengelolaan lingkungan sehingga dapat diwujudkan pasar yang bersih, nyaman, aman dan sejuk. Pembenahan yang dilakukan dalam pendampingan dan sertifikasi pasar rakyat bukan hanya meliputi pembenahan yang mencakup bangunan fisik, tapi juga yang bersifat non-fisik terkait dengan pengelolaan pasar dan integrasi dengan sektor-sektor lain.

Pada tahun 2020, Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu melakukan kegiatan Pendampingan penerapan SNI Pasar Rakyat kepada 3 (tiga) pasar rakyat yang berada di provinsi Jawa Barat (2 pasar) dan Provinsi Jawa Tengah (1 pasar).

Melalui kegiatan ini, diharapkan jumlah pasar rakyat yang telah mendapat sertifikasi SNI Pasar rakyat bertambah sehingga pasar rakyat dapat menjadi rumah ekonomi dan budaya yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal.

Dalam kegiatan ini Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu melakukan koordinasi dengan dinas terkait di provinsi dan kabupaten/kota serta pengelola pasar.

Tahapan kegiatan pendampingan pasar rakyat terdiri dari pemetaan pasar, pendampingan pasar tahap I dan II, serta sertifikasi.

Gambar 39 Pemetaan Pasar Rakyat di Provinsi Jawa Barat

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 77 Gambar 40 Penyerahan Sertifikat SNI Pasar Rakyat oleh Menteri Perdagangan

2. Persentase Produk Yang Memenuhi Parameter SNI/ Persyaratan Teknis

Data target, realisasi dan capaian persentase produk yang memenuhi parameter SNI/persyaratan teknis dijadikan pada tabel di bawah.

Tabel 26 Target, Realisasi dan Capaian Persentase Produk yang Memenuhi Parameter SNI/Persyaratan Teknis

No Komoditi Target Realisasi Capaian Daerah

1 Kakao 70% 76,0% 108,6% Sulsel

2 Pala 70% 82,1% 117,3% Sulut & Malut

3 Lada 70% 82,3% 117,6% Sultra, Babel &

Lampung

4 Kopi 70% 78,6% 112,2% NAD

5 Teh 70% 79,0% 112,9% Jabar

Rata-rata 70% 79,6% 113,7%

Sumber: Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Ditjen PKTN (diolah)

Berdasarkan data di atas terlihat bahwa realisasi prosentase Produk yang Memenuhi Parameter SNI/Persyaratan Teknis kelima produk di atas lebih besar dibandingkan dengan target tahun 2020. Rata realisasi sebesar 79,6%, dengan nilai terkecil produk kakao sebesar 76% dan terbesar produk lada sebesar 82,3%. Sementara rata-rata capaian realisasi sebesar 113,7%.

Pemenuhan tercapainya realisasi prosentase Produk yang Memenuhi Parameter SNI/Persyaratan Teknis dilakukan melalui kegiatan Pemantuan Mutu Bokor terhadap 6 (enam) komoditas, yaitu lada, pala, kakao, teh, kopi dan SIR di daerah sentra produksi (provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Lampung, Bangka Belitung, Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat). Pemantauan mutu bokor untuk komoditas tersebut baru dapat dilaksanakan pada bulan Agustus dan September dikarenakan menunggu masa panen raya komoditi yang akan dilakukan pemantauan mutunya.

Pada masa panen raya ketersediaan stok komoditi akan cukup melimpah sehingga akan memudahkan petugas di lapangan dalam melakukan pemantauan dan penelusuran mutu dari petani hingga eksportir.

Pemantauan dilakukan melalui pembelian contoh komoditi di tingkat petani, pedagang pengumpul dan eksportir untuk dianalisis ketertelusurannya dan dilakukan pengujian

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 78 mutunya berdasarkan parameter pengujian SNI dan/atau parameter mutu lain yang

ditetapkan. Pembelian contoh dilakukan secara tertelusur mulai dari petani, pedagang pengumpul hingga eksportir.

Dalam kegiatan pemantauan mutu bokor, selain dilakukan pembelian contoh, juga dilakukan tanya jawab dengan petani, pedagang pengumpul dan eksportir sesuai dengan kuisioner yang telah disusun sebelumnya. Hal tersebut dimaksud untuk memudahkan petugas mengidentifikasi sumber permasalahan hasil pengujian mutu bokor.

Dalam rangka mewujudkan konsistensi dan jaminan mutu barang ekspor untuk mendorong peningkatan daya saing, keamanan, keselamatan, kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup terkait bahan olah karet alam spesifikasi teknis serta untuk memberikan kepastian usaha dan persaingan usaha yang sehat, maka diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019 tentang Pengendalian Mutu Bahan Olah Spesifikasi Teknis Yang Diperdagangkan. Permendag mengamanatkan untuk melakukan pengendalian mutu di industri crumb rubber, pedagang pengumpul serta unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Bokar SIR yang diperdagangan yang wajib memenuhi persyaratan teknis. Kegiatan pengendalian dilakukan oleh Petugas Penguji yang terdapat di Industri crumb rubber melalui pengawasan secara terus menerus dan Petugas Verifikasi yang terdapat di pusat, provinsi dan kabupaten/kota melalui pengawasan berkala dan pengawasan sewaktu-waktu.

Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu melaksanakan Pengendalian Mutu Bokar melalui Pengawasan Berkala Mutu Bokar SIR. Pengawasan berkala mutu Bokar SIR bertujuan untuk memeriksa:

Kesesuaian pelaksanaan pemeriksaan mutu Bokar SIR yang dilakukan oleh Petugas Penguji dengan Petunjuk Teknis;

Kesesuaian mutu Bokar SIR setelah pembelian dengan persyaratan teknis Bokar SIR dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 Tahun 2019; dan

Legalitas Petugas Penguji.

Pengawasan dilakukan oleh Tim Petugas Verifikasi yang terdiri dari Petugas Verifikasi pusat dan daerah melalui penugasan dari Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu.

Rencana awal Tahun 2020 akan dilaksanakan pengawasan berkala di 2 daerah, yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat, namun dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 masih belum mereda maka pelaksanaan kegiatan pengawasan berkala yang semula akan dilaksanakan secara langsung melalui kunjungan ke industri menjadi pengawasan berkala secara jarak jauh (virtual) di 4 (empat) daerah, yaitu Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jawa dan Sumatera Barat dengan masing-masing daerah akan dilaksanakan pengawasan ke 4 (empat) industri crumb rubber.

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 79 Gambar 41 Pelaksanaan Pengawasan Berkala Mutu Bokar SIR Secara Virtual

Berdasarkan hasil pengawasan yang telah dilakukan dapat disampaikan bahwa tidak ditemukan ketidaksesuaian mutu Bokar SIR dengan persyaratan teknis Bokar SIR dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 Tahun 2019, sehingga dalam hal ini 100% mutu Bokar SIR sesuai dengan persyaratan teknis. Adapun hasil pemeriksaan terhadap legalitas Petugas Penguji, serta hasil pengawasan terhadap kesesuaian pelaksanaan pemeriksaan mutu Bokar SIR yang dilakukan oleh Petugas Penguji dengan Petunjuk Teknis di tahun 2020 (pembelian dari pedagang yang tidak teregister serta penggunaan penggumpal yang tidak sesuai ketentuan) mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019. Hal ini dapat dilihat pada grafik Perbandingan Jumlah Temuan pertahun.

Gambar 42 Perbandingan Jumlah Temuan hasil Pengawasan Berkala Mutu Bokar SIR pertahun

LAPORAN KINERJA DITJEN PKTN T.A 2020 80 Target pengawasan di tahun 2020 dapat tercapai karena industri crum rubber sudah

tersosialisasikan dan memahami Permendag Nomor 39 Tahun 2019 dan sudah memiliki komitmen untuk mengimplementasikan secara menyeluruh amanat-amanat yang diatur dalam Permendag tersebut. Namun demikian masih terdapat kendala dalam pelaksanaan, yaitu:

- Ketidaksiapan industri crumb rubber dalam penyediaan dokumen yang diminta - Ketidakstabilan internet dalam pelaksanaan pengawasan yang dilaksanakan

secara virtual

- Tidak semua industri dapat memperlihatkan proses sortasi Bokar SIR secara langsung mengingat pengawasaan dilaksanakan tidak bersamaan saat kedatangan Bokar SIR ke industri