• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menjelaskan Alur Cerita, Pelaku, dan Latar Novel

Dalam dokumen smp8bhsind CakapBerbahasaIndo NoviKussujiDiah (Halaman 126-130)

”Awaaas!” seru rekannya. Lelaki yang dipanggil Wan itu pun berjingkrak mundur, menjauh. Dengan sigap tongkatnya dijadikan tameng untuk menangkal serangan si ular derik yang baru saja keluar dari sarangnya. Tongkat penangkap ularnya beraksi. Ia menjepit bagian leher ular itu. Sang ular berontak menggeliat. Terbuka lebar rahangnya yang dihiasi taring panjang. Ia menyerang tongkat besi yang menjepitnya. Gemerincing sengau dari ujung ekornya yang bergetar terdengar jelas. Ular itu merasa terancam. Sesekali ia mengarahkan patuknya ke pemilik tongkat. Untunglah ia terjepit kuat hanya beberapa sentimeter di belakang kepalanya.

Pak Iswan, yang kerap disapa Wan, memeriksa bagian bawah ekor yang melilit di tongkat. Ia memutar- mutar tongkatnya mencari posisi yang tepat. Sementara itu, kamera terus mengambil gambar.

”Cocok, ini jantan,” Pak Iswan memastikan. ”Sudah cukup. Dua pasang, ’kan?” ujar rekan- nya yang disapa Pak Adin itu tanpa meminta jawaban. Ia menyodorkan karung putih yang di dalamnya sudah berisi tiga ekor rattler, ular derik. Ular yang baru saja ditangkap itu pun bergabung dengan teman- temannya. Terjadi berontak sejenak.

Kemudian, kedua orang itu beranjak pulang. Mereka melalui kembali jalan setapak berbatu yang dilewatinya beberapa jam lalu. Mobil GM Sequel

warna hijau tua mereka telah menunggu di kaki bukit, di balik serumpun semak kering. Ular hasil tangkap- an, mereka masukkan ke dalam sebuah kotak plastik yang khusus dirancang sebagai tempat penampung- an.

Tak berapa lama berselang, akhirnya mobil mereka telah menginjak bibir aspal, meninggalkan jalan kampung yang berdebu. Mobil mereka menderu melaju melintasi jalan aspal yang memotong dataran tinggi Meksiko bagian selatan. Tertinggal jauh di belakang bola bulat matahari yang mulai menjingga. Petang menjelang. Indahnya matahari terbenam di ufuk Samudra Pasifik tidak mampu menggoda mereka.

Jalan panjang di depan meliuk mulai menghitam kelam. Satu dua mobil yang berpapasan dengan mereka telah menyalakan lampu senja. Rekan mereka, Pak Guerico, duduk di belakang setir dengan santainya, Pak Guerico adalah penduduk asli Meksiko yang nenek moyangnya orang mestis. Orang mestis merupakan keturunan hasil perkawinan campuran antara orang Spanyol dengan penduduk pribumi, Indian.

. . . .

Dikutip: Dengan perubahan seperlunya

Raja Derik, Mujahidin Agus, Pakar Raya, 2006

A. Lakukan kegiatan berikut ini secara berkelompok!

Diskusikan bersama kelompokmu hal-hal berikut.

1. Alur

2. Tokoh dan penokohan

3. Latar

4. Sertakan bukti-bukti pendukung alur, tokoh dan penokohan, serta latar dengan mengutip kalimat dalam novel.

Tugas Rumah

Lakukan kegiatan berikut ini!

1. Bacalah novel yang menarik minatmu! Kamu dapat meminjam novel dari

perpustakaan sekolah, perpustakaan daerah, kakak kelas, atau siapa saja. 2. Perhatikan dan catat alur, tokoh dan penokohan, dan latar cerita dalam novel

tersebut!

3. Laporkan hasil penugasan tersebut kepada gurumu!

Kata Sandang

Dalam suatu cerita sering terdapat kata yang berfungsi menentukan dan membatasi kata benda dan kata sifat. Dengan demikian, kata benda dan kata sifat tersebut menjadi semakin jelas. Kata yang berfungsi demikian disebut kata sandang. Kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Ada banyak kata sandang. Perhatikan kalimat-kalimat berikut yang dikutip dari cuplikan novel Raja Derik.

1. Sang zoologist ini tidak ingin membuang momen-momen penting yang ada di hadapannya.

2. Dengan sigap tongkatnya dijadikan tameng untuk menangkal

serangan si ular derik yang baru saja keluar dari sarangnya.

Kata-kata yang dicetak tebal pada kedua kalimat di atas disebut kata sandang. Berikut beberapa macam kata sandang, makna, dan contoh penggunaannya dalam kalimat.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Si Sang Sri Para Hang Dang Yang

a. Ah, si Bapak begitu saja marah! b. Pantas saja orang memanggilnya si

pandir.

c. Hari ini si pedagang mendapatkan laba yang cukup banyak.

d. Si kurus memandang adiknya dengan penuh kasih sayang.

a. Sang Saka Merah Putih berkibar dengan gagahnya.

b. Dia selalu ingat pada sang kakak yang sedang merantau.

c. Sang Raja sedang duduk di atas singgasananya.

d. Sang dewi turun dari Kahyangan. e. Sang juara akhirnya menyerah sebelum

bertanding.

Sri Rama akhirnya menjadi raja.

Para pekerja sedang bekerja keras.

Hang Tuah berlayar mengelilingi dunia.

Dang Merduwati sedang berjalan diiringi para pengasuhnya.

Yang terhormat, kepala SMP Budi Mulia.

a. pengakraban b. pengecilan/ku- rang hormat c. yang melakukan d. ciri a. makna hormat b. pengakraban c. yang dihormati

untuk raja, tokoh, fabel

d. wayang/dewa

e. menyindir/ gurauan

penghormatan dalam keagamaan atau ke- rajaan

penunjuk banyak tidak tentu

penunjuk jenis pria yang dihormati (da- lam sastra lama) penunjuk jenis wanita yang dihormati (dalam sastra lama)

yang dihormati

No. Macam Contoh Kalimat Makna

Cari dan tulis kalimat-kalimat dari cerita ”Raja Derik” yang di dalamnya terdapat kata sandang. Kemudian, bacalah dengan suara nyaring dan jelaskan maknanya!

B. Lengkapilah kalimat-kalimat di bawah ini dengan kata sandang yang tepat!

1. . . . Prabu duduk di singgasananya. 2. . . . gendut sibuk mengambil makanan.

3. . . . tamu undangan diharap segera memasuki ruang rapat. 4. Berlayarlah . . . Amang dan putra-putrinya.

5. . . . Dewa pun mulai menjaga kahyangan.

6. Pangeran tampan itu adalah suami . . . Kemalasari.

7. Anggota Paskibraka sedang mengibarkan . . . Merah Putih. 8. Akhirnya, Rahwana dikalahkan oleh . . . Rama.

9. Kucing kesayangan saya bernama . . . belang. 10. Kepada . . . kakandaku tercinta.

C. Gunakan kata sandang yang tepat untuk menentukan dan membatasi kata benda

atau kata sifat berikut!

1. Kami memanggil kucing piaraan kami belang karena bulu-bulunya yang belang.

2. Di dalam cerita fabel, singa mendapat julukan raja rimba.

3. Hasil perkawinan ular derik dan ular kobra itu menjadi sangat buas dan berbisa. Oleh karena itu, ahli binatang menyebutnya ”raja derik”. 4. Tatang baru duduk di kelas 5 sekolah dasar, tetapi beratnya sudah

mencapai 57 kilogram. Teman-temannya sering memanggilnya

”gendut”.

5. Pak Yusman mengajak murid-muridnya bermain drama. Mereka pun

menyambutnya dengan gembira.

Kalimat Inversi

Perhatikan kalimat yang dikutip dari cerita ”Raja Derik” di muka!

1. Terbuka lebar rahangnya yang dihiasi taring panjang.

2. Tertinggal jauh di belakang bola bulat matahari yang mulai menjingga.

Pada kedua kalimat di atas, predikat mendahului subjek. Susunan demikian disebut inversi atau kalimat susun balik.

D. Kerjakan kegiatan berikut!

1. Buatlah lima kalimat inversi!

2. Diskusikan bersama teman-teman di dekatmu!

3. Benahilah hasil pekerjaanmu sesuai dengan hasil diskusi! 4. Bacalah hasil pekerjaanmu dengan suara nyaring!

Cermati gambar dan kalimat berikut!

Mengenal Slogan

Gambar tersebut merupakan slogan. Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu. Slogan biasanya dipasang di ruangan, tempat umum, atau tempat strategis lainnya. Slogan lebih mementingkan kalimat daripada gambar.

Contoh:

Sayangilah Hutanku.

Kamu dapat menulis slogan dengan langkah-langkah berikut. 1. Tentukan tema slogan yang akan dibuat.

2. Pilihlah kata yang tepat dan persuasif untuk menyusun kalimat yang menarik.

3. Susunlah kata-kata tersebut menjadi slogan.

A. Buatlah slogan yang bertema pendidikan!

B. Lakukan kegiatan berikut!

1. Tukarkan slogan yang kamu buat dengan slogan temanmu!

2. Suntinglah slogan temanmu. Hal-hal yang disunting meliputi: a. pilihan kata,

b. kesesuaian isi slogan dengan tema.

3. Kembalikan slogan temanmu!

4. Perbaiki sloganmu sesuai dengan penilaian temanmu!

Dalam dokumen smp8bhsind CakapBerbahasaIndo NoviKussujiDiah (Halaman 126-130)