BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Sesuai dengan hasil penelitian yang peneliti lakukan di SMP Negeri 1 Ende Selatan, bahwa bahan ajar merupakan sumber materi penting bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Tanpa bahan ajar, tampaknya guru akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pemanfaatan bahan ajar juga dapat mempermudah proses pembelajaran sehingga suasana pembelajaran bisa berjalan dengan kondusif. Hal ini sesuai dengan teori Kamaruddin yang menyatakan bahwa bahan ajar bukan sekedar alat bagi guru untuk mengajar siswa.
Namun, yang lebih penting ialah bahan sebagai sumber yang digunakan siswa agar ia belajar.17
Dalam melaksanakan proses pembelajaran, khususnya pembelajaran PAI materi akhlak, dibutuhkan metode yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan metode kisah nabawi. Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan peneliti, bahwa metode kisah nabawi tepat untuk digunakan terutama pada materi tentang akhlak. Hal ini sesuai dengan fungsi dari metode kisah yang dikemukakan Ramayulis yang mengatakan bahwa dalam pendidikan Islam, kisah mempunyai fungsi edukatif yang tidak dapat diganti dengan bentuk penyampaian lain selain bahasa, ini dikarenakan kisah mempunyai dampak
17Siti Aisyah, Evih Noviyanti, Triyanto, Bahan Ajar Sebagai Bagian dalam Kajian Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia, Jurnal (Bogor: Jurnal Salaka, Vol 2 No. 1, 2020).
psikologis dan edukatif yang sempurna, rapih dan jauh jangkauannya seiring dengan perkembangan zaman.18
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, bahwa di SMP Negeri 1 Ende Selatan adalah salah satu sekolah yang membentuk akhlak peserta didik dengan memanfaatkan bahan ajar PAI yaitu berupa buku paket dengan menggunakan metode kisah dalam proses pembelajaran di kelas. Praktik semacam ini sejalan dengan salah satu tujuan dari metode kisah yaitu menanamkan pendidikan akhlak karimah, karena kisah yang baik dapat meresap ke dalam hati nurani dengan mudah, serta mendidik dalam meneladani perbuatan baik dan menghindari perbuatan buruk.
Metode kisah ini jika disampaikan dengan baik, maka dapat menarik perhatian peserta didik untuk diamati secara langsung, membangkitkan motivasi, dan dapat mempengaruhi emosi peserta didik. Seorang pendidik dalam menyampaikan metode kisah perlu menguasai keterampilan dalam olah vokal dan mimik muka, agar peserta didik bisa menghayati isi kisah dengan merasakan situasi dan kondisi dari tokoh dalam kisah. Pada saat peserta didik sudah dapat menghayati isi kisah tersebut maka guru dapat menanamkan akhlak-akhlak mulia dari kisah ke dalam diri peserta didik.
Hal ini sejalan dengan pendapat dari Poerwadarminta yang mengatakan bahwa metode kisah mengandung arti suatu cara dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal yang baik yang sebenarnya telah terjadi, dan metode ini sangat dianjurkan dalam upaya pembinaan akhlak peserta didik.19 Berikut gambar hubungan antara bahan ajar PAI berbasis kisah nabawi, akhlak mulia, dan realitas akhlak peserta didik.
18Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia 2010), h. 288.
19Syahraini Tambak, Metode Bercerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jurnal (Riau: Jurnal Al-Thaeiqah Vol. 1, No. 1, 2016).
77
Menceritakan kisah nabi dari pemahaman tersebut terjadi dan memberikan pemahaman akan terlihat bagaimana peru- terkait dengan akhlak mulia. proses pembentukan akhlak bahan mulia yang dapat dilihat dari
realitas akhlak peserta didik.
Proses pelaksanaan pembelajaran PAI pada pokok bahasan Hidup Tenang dengan Kejujuran, Amanah, dan Istikamah dengan mengunakan metode kisah nabawi di kelas VII SMP Negeri 1 Ende Selatan yang dilakukan oleh guru di kelas bahwa pemanfaatan bahan ajar PAI dengan menerapkan metode kisah nabawi terdapat tiga tahapan yaitu kegiatan awal, inti, dan penutup. Dan penerapan metode kisah yang memiliki tujuan untuk membentuk akhlak dilakukan dikegiatan inti yang dimana pada tahapan tersebut guru menceritakan kisah-kisah nabi yang berkaitan dengan materi pelajaran, kemudian disimpulkan dikegiatan penutup dan menyampaikan hikmah yang dapat diambil dalam kisah tersebut. Dari hasil
Bahan Ajar PAI
Metode Kisah
Nabawi Akhlak Mulia Realitas
Akhlak
penelitian yang dilakukan oleh peneliti, bahwa dalam menerapkan metode kisah nabawi guru menjelaskan nilai-nilai akhlak yang dapat ditanamkan kepada peserta didik yaitu diantaranya berlaku jujur, amanah yang berarti dapat dipercaya, istikamah yang berarti kukuh pada pendirian, sabar, serta bersikap lemah lembut.
Hasil penelitian yang dilakukan peneliti bahwa secara umum akhlak peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Ende Selatan sudah baik, ramah, juga sopan. Akan tetapi masih diperlukan adanya pembinaan akhlak karena masih ada sebagian peserta didik yang tidak disiplin, suka membolos saat jam pelajaran, dan saling mengejek sesama teman. Proses pembentukan akhlak yang dilakukan oleh guru PAI dengan menggunakan metode kisah dilakukan dengan menyampaikan kisah dan memberikan contoh-contoh dalam keseharian peserta didik. Pembentukan akhlak dengan menggunakan metode kisah ini dapat sedikit demi sedikit terjadi perubahan akhlak dari peserta didik yang awalnya sering terlambat, jadi berkurang. yang terkadang sering buat keributan di dalam kelas, mulai bersifat tenang dan sopan. yang awalnya bertanya teman saat ujian atau ulangan, mulai mencoba untuk mengerjakannya sendiri. Hal ini dikarenakan peserta didik merasa tersentuh ketika mendengarkan segala perbuatan terpuji yang dimiliki oleh para nabi. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Akbarizan yang mengatakan dengan mendengarkan sebuah kisah atau cerita, kepekaan jiwa dan perasaan anak didik dapat tergugah. Memberikan stimulus pada anak didik dengan berkisah tersebut secara otomatis mendorong anak didik untuk berbuat kebaikan, dan dapat membentuk akhlak mulia serta membina rohani.20
20Syahraeni Tambak, Metode Bercerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jurnal (Riau: Jurnal Al-Thaeiqah Vol. 1, No. 1, 2016).
79 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pemanfaatan bahan ajar PAI berbasis kisah nabawi untuk membentuk akhlak mulia peserta didik SMP Negeri 1 Ende Selatan, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa:
1. Pemanfaatan bahan ajar PAI berbasis kisah nabawi di SMP Negeri 1 Ende Selatan yaitu pendidik dan peserta didik menggunakan bahan ajar PAI berupa buku teks yang telah difasilitasi oleh pihak sekolah. Dalam proses pembelajaran Pendidik menerapkan metode kisah nabawi meliputi kisah-kisah nabi yang di dalam kisah tersebut terdapat pelajaran yang patut untuk dicontoh oleh peserta didik.
2. Pembentukan akhlak mulia peserta didik melalui pemanfaatan bahan ajar PAI berbasis kisah nabawi yaitu proses pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Ende Selatan dengan memanfaatkan bahan ajar PAI berbasis kisah Nabawi untuk membentuk akhlak mulia pada pokok bahasan Hidup Tenang dengan Kejujuran, Amanah, dan Istikamah. Dengan menggunakan metode kisah di kelas VII SMP Negeri 1 Ende Selatan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan. (2) Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam tahapan kegiatan belajar mengajar ada tiga tahapan yang dilaksanakan oleh pendidik yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. Dan penerapan metode kisah yang memiliki tujuan untuk membentuk akhlak dilakukan di kegiatan inti yang pada tahapan tersebut guru menceritakan kisah-kisah nabi
yang kemudian disimpulkan pada kegiatan penutup dan menyampaikan hikmah yang dapat diambil dalam kisah tersebut.
3. Realitas akhlak peserta didik di SMP Negeri 1 Ende Selatan dengan memanfaatkan bahan ajar PAI berbasis kisah nabawi terjadi perubahan pada akhlak mereka. yang awalnya sering terlambat, jadi berkurang. yang terkadang sering buat keributan di dalam kelas, mulai bersifat tenang dan sopan. yang awalnya bertanya teman saat ujian atau ulangan, mulai mencoba untuk mengerjakannya sendiri. Hal ini dikarenakan peserta didik merasa tersentuh dan ingin meneladani dan meniru segala perbuatan terpuji yang dimiliki oleh para nabi ketika mendengarkan kisah yang disampaikan oleh pendidik.
B. Implikasi Penelitian
Setelah peneliti menarik kesimpulan dari uraian-uraian yang ada dalam skripsi ini, maka selanjutnya peneliti memaparkan implikasi dari penelitian ini yaitu:
1. Dengan pemanfaatan bahan ajar PAI berbasis kisah nabawi, kepekaan jiwa dan perasaan peserta didik dapat tergugah karena dalam kisah terdapat berbagai keteladanan dan edukasi tidak mudah bosan dan tidak kesulitan dalam memahami materi pembelajaran. Dengan begitu, peserta didik dapat mengambil hikmah dari kisah yang diceritakan oleh pendidik dan mampu untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Sebagai bahan masukan kepada sekolah dan pendidik yang lainnya untuk membentuk akhlak mulia peserta didik dengan memanfaatkan bahan ajar PAI berbasis kisah nabawi.
81
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M. Yatimin. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Amzah, 2007.
Ahmad, Muhammad Abdul Qadir. Metodologi Pengajaran Agama Islam Jakarta:
Rineka Cipta, 2008.
Ahmad, Nur. Berdakwah Melalui Metode Kisah. Jurnal. Kudus: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1, No. 1, 2016.
Alim, Muhammad. Pendidikan Agama Islam: Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
Al-Munawwar, Agil Said Husain. Aktualisasi Nilai-nilai Qur’ani dalam Sistem Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press, 2003.
Amin, Samsul Munir. Ilmu Akhlak. Jakarta: Amzah, 2016.
Arif, Armai. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press, 2002.
Arifani, Ika Putri. Strategi Pembinaan Akhlak Karimah Siswa di Madrasah Aliyah Negeri Budurun Sidoarjo, Skripsi. Malang: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2015.
Arifin, H. M. Ilmu Pendidikan Islam Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendidikan Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
---. Kapita Selekta Pendidikan Islam (Islam dan Umum). Jakarta: Bumi Aksara, 2000.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014.
Baki, Nasir A. Filsafat Pendidikan Isla. Makassar: Alauddin University Press, 2013.
Daradjat, Zakiah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
Budiyanto, Mangun. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Ombak, 2013
Kementerian Agama RI. Al-Qur’an Terjemah dan Tajwid. Cet. I: Bandung: Penerbit Sygma, 2014.
Fadhilah, Muhammad. Desain Pembelajaran Paudidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
Gunawan, Heri. Pendidikan Islam Kajian Teoritis dan Pemikiran Tokoh. Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2014.
Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Rajawali Press, 2012.
Jalaluddin. Pendidikan Islam Pendekatan Sistem dan Proses. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016.
Janawi. Metodologi dan Pendekatan Pembelajaran. Yogyakarta: Ombak, 2013
Lestari, Ika. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Padang: Akademia Permata, 2013.
Majid, Abdul. Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.
---. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya Offset, 2009.
Manan, Syaepul. Pembinaan Akhlak Mulia Melalui Keteladanan dan Pembiasaan di MTs Al-Inayah Bandung, Jurnal. Bandung: Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 15 No. 1, 2017.
Mania, Sitti. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Makassar: Alauddin University Press, 2013.
Mahfud, Rois. Al-Islam Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Erlangga, 2011.
Marzuki, Pendidikan Karakter Mahasiswa melalui Pendidikan Agama Islam.
Yogyakarta: Ombak, 2012.
Minarti, Sri, Ilmu Pendidikan Islam Fakta Teoritis-Filosofis dan Aplikatif – Normatif. Jakarta: Amzah, 2013.
Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Munir, M. Metode Dakwah. Jakarta: Kencana, 2003.
Munirah. Akhlak dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal. Makassar: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Vol. 4. No. 2, 2017.
Muri, Yusuf. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan.
Jakarta: Kencana, 2017.
An-Nahlawi, Abdurrahman. Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat.
Jakarta: Gema Insani, 1995.
Nata, Abuddin. Akhlak Tasawuf . Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000.
Nurmalina. Peran Guru Agama Islam dalam Membentuk Akhlak Karimah Siswa MTs Darul Ma’arif Jakarta, Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011.
Putra, Sitiativa Rizema. Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains.
Yogyakarta: DIVA Press, 2013.
Prastowo, Andi. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press, 2014.
Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2002. Rapi, Muh.
Pengantar Strategi Pembelajaran (Pendekatan Standar Proses). Makassar:
Alauddin University Press, 2012.
Ramdan, Fauziah. I Am Muslimah. Makassar: Yayasan Pendidikan Muhammad Natsir, 2014.
Satori, Djam’an dan Komariah Ana. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:
Alfabeta, 2011.
83 Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam. UU dan Peraturan Pemerintah RI tentang Pendidikan. Cet. I: Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI, 2006.
Shihab, Quraish. Wawasan al-Qur’an. Bandung: Mizan, 2000.
Soehartono, Irawan. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2016.
Sukiman. Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012.
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2013.
Suwarno. Pengantar Umum Pendidikan. Jakarta: Aksara Baru, 1985.
Tambak, Syahraini. Metode Bercerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Jurnal. Riau: Jurnal Al-Thariqah Vol. 1, No. 1, 2016.
Umar, Bukhari. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Amzah, 2017.
Wijaya, Cece dkk. Upaya Pembaruan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung:
Remadja Karya, 1988.
Zainuddin. Reformasi Pendidikan Kritik Kurikulum dan Manajemen Berbasis Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
84
95
Lampiran Dokumentasi Proses Pembelajaran dan Bahan Ajar PAI Kelas VII SMP Negeri 1Ende Selatan
Lampiran Dokumentasi Wawancara bersama Pendidik PAI Kelas VII SMP Negeri 1 Ende Selatan
97
Lampiran Dokumentasi Wawancara bersama Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 1 Ende Selatan
RIWAYAT HIDUP
Nur Fauziyah dilahirkan di Dili, pada tanggal 04 Mei 1998. Anak ketiga dari tiga bersaudara, pasangan dari Almarhum Muhammad Salahuddin dan Ba’diyah H. Sulaiman.
Bertempat tinggal di jalan Slamet Riyadi, Kota Ende, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Penulis mengawali pendidikan pertamanya di RA Al-Ikhlas Anaraja dan lulus pada tahun 2004, selanjutnya pada tahun 2004 di MIN 1 Ende dan tamat pada tahun 2010. Penulis melanjutkan pendidikan di MTs 1 Negeri Ende pada tahun 2010, dan tamat pada tahun 2013. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan di MAN 1 Ende pada tahun 2013 dan tamat pada tahun 2016. Dan melanjutkan pendidikan di UIN Alauddin Makassar pada tahun 2016 dengan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan tamat pada tahun 2021. Selama pendidikan di UIN Alauddin Makassar penulis bergabung dalam organisasi Himpunan Jurusan Pendidikan Agama Islam sebagai anggota dalam Divisi Advokasi dan Pengembangan Masyarakat pada tahun 2017.
Akhirnya, berkat rahmat Allah swt., dan kerja keras penulis yang diiringi doa dari orang tua dan saudara, penulis dapat menyelesaikan studi dengan diterimanya skripsi yang berjudul ‚Pemanfaatan Bahan Ajar PAI Berbasis Kisah Nabawi untuk membentuk Akhlak Mulia Peserta Didik SMP Negeri 1 Ende Selatan‛.