• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE MEMBACA, MENULIS, DAN BERHITUNG

Dalam dokumen Pantang Larang dalam Pendidikan Karakter (Halaman 191-194)

Metode merupakan bagian dari stategi kegiatan pembelajaran. Metode di pilih berdasarkan startegi yang dipilih dan ditetapkan. Metode merupakan sebuah cara, yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan (Moeslichatoen, 2004: 7). Didalam proses pembelajaran di pendidikan anak usia dini, pendidik menggunakan metode sesuai dengan kegiatan pembelajaran. Namun harus selalu diingat bahwa anak usia dini mempunyai cara belajar yang berbada dari orang dewasa. Oleh karena itu, di dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung ada metode pembelajaran yang kurang cocok untuk diterapkan sebagai metode pembelajaran terhadap anak usia dini yaitu metode ceramah. Terkait dengan pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung ada bebarapa metode yang dapat digunakan dalam mengajarkan calistung permulaan kepada anak, yaitu:

1. Metode bermain, bermain bagi anak merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri, yang lebih menekankan prosesnya daripada hasil yang diperoleh dari bermain itu sendiri, kemudian dalam kegiatan bermain dilak- sanakan secara tidak serius dan leksibel. Dari pengertian diatas dapat dikatakan bahwa bermain adalah berbagai macam bentuk kegiatan yang memberikan kepuasan pada diri anak yang bersifat nonserius, lentur.

2. Metode bercakap-cakap, metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran supaya guru dan anak atau anak dengan anak yang lainnya dapat mengkomunikasikan pikiran dan perasaan secara verbal. Didalam metode ini dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak.

3. Metode bercerita, metode ini dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan nilai- nilai yang berlaku dalam masyarakat. Dalam kegiatan bercerita haruslah bercerita tentang sesuatu yang menarik dan menyenangkan. Adanya keterlibatan anak dalam bercerita akan memberikan suasana yang yang segar, menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi anak. Dalam kegiatan bercerita juga dapat membantu mengembangkan kognitif anak. 4. Metode mengucapkan syair, adalah suatu cara menyampaikan sesuatu melalui syair yang

menarik, yang dibuat guru untuk sesuatu, agar dapat dipahami anak

5. Metode dramatisasi, adalah sebagai cara untuk memahami sesuatu melalui peran peran yang dilakukan oleh tokoh atau benda-benda disekitar anak, sehingga anak dapat me- mahami sesuatu sambil berimajinasi. Anak memerankan tokoh sesuai dengan pilihannya berdasarkan minat.

6. Metode karyawisata, yaitu kunjungan-kunjungan ke objek-objek disekitar anak sesuai den- gan tujuan yang akan dicapai. Dalam metode ini anak diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memperhatikan, meneliti objek tersebut, dan diharapkan anak menemukan pengala-

man baru berdaarkan pengamatan langsung dari dilaksanakannya metode karyawisata ini. Dalam metode ini, anak dapat memperluas informasi yang dimiliki oleh anak.

Dari uraian tersebut telah dipaparkan beberapa metode yang dapat di gunakan dalam menunjuang pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung) permulaan. Dalam penggunaan metode tersebut harus digunakan sesuai dengan tema dan kembali lagi pada tingkat kemampuan yang dimiliki anak dalam perkembangan anak. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa dalam satu hari tidak hanya satu metode saja yang digunakan dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Beaty, Janice J. 2013. Observasi Perkembangan Anak Usia Dini, Terj., Arif Rahman, Jakarta: Kencana.

Departemen Pendidikan Nasional. 2011. Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Th 2003, Jakarta: Sinar Graika.

http://id.scribd.com/doc/98765771/Surat-Edaran-Dikdasmen-No-1839-Tahun-2009

Kumara, Amitya, dkk. 2014. Kesulitan Berbahasa Pada Anak: Deteksi Dini dan Penanganannya, Yogyakarta: Kanisius.

Mansyur, 2009. Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Masitoh,dkk. 2011. Strategi Pembelajaran TK, Jakarta: Universitas Terbuka.

Mouslichatoen. 2014. Metode Pengajaran Di taman Kanak-kanak, Jakarta: Rineka Cipta. Rahim, Farida. 2008. Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar, Jakarta: Bumi Aksara.

Sutan, Firmanawaty. 2004. Tiga Langkah Praktis Menjadikan Anak Maniak Membaca, Jakarta: Pus- pa Swara.

Uno, Hamzah B.2010. Mengelola Kecerdasan Dalam Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara.

Santrock, John W. 2007. Perkembangan Anak, Edisi Kesebelas Jilid 1, Terj., Mila Rahmawati dan Anna Kuswanti, Jakarta: Erlangga.

---, 2007. Perkembangan Anak, Edisi Kesebelas Jilid 2, Terj., Mila Rahmawati dan Anna Kuswanti, Jakarta: Erlangga.

Siswanto, Igrea, Sri Lestari, tth. Pembelajaran Atraktif dan 100 Permainan Kreatif, Yogyakarta: Andi.

Suzanne R. Gellens. 2004. Membangun Daya Pikir Otak: 600 Ide Aktivitas Untuk Anak Kecil, Jakarta: Indeks.

Book Two ~ Internasional Prooceeding Seminar “Konsepsi dan Implementasi Pendidikan Islam Anak Usia Dini” 181

KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK USIA DINI

PERSPEKTIF KITAB AL-AKHLAQU LIL BANIN

Surianto

Dosen Pendidikan Bahasa Arab FTIK IAIN Pontianak

Abstrak

Anak merupakan amanah Allah SWT yang harus dipeliharan dan dididik secara baik dan benar. Salah satu pendidikan yang harus diberikan terhadap anak ialah pendidikan akhlak. Banyak kitab yang menjelaskan tentang pendidikan akhlak terhadap anak, diantaranya kitab al-Akh- laqu Lil Banin. Di dalam kitab al-Akhlaqu Lil Banin khususnya pada juz pertama menerangkan tentang konsep pendidikan akhlak terhadap anak. Konsep yang ditawarkan diantaranya ialah pendidikan akhlak yang sistematis dari menghormati guru dan orang tua sebagai persiapan seorang anak untuk berakhlak mulya, menonersatukan memulyakan dan mengagungkan Allah SWT baru yang lainnya, dari waktu kecil seorang anak harus sudah berakhlak mulya, rumah merupakan tempat sentral dan stretegis bagi seorang anak untuk berakhlak mulya serta sangat pentingnya memulyakan ibu hingga 3 kali lipat jika dibandingkan dengan memuliakan ayah.

Kata kunci: Anak, Pendidikan dan Akhlak

PENDAHULUAN

Anak merupakan titipan Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita rawat dan di didik dengan baik dan benar agar ia menjadi manusia yang bermanfaat bagi nusa, bangsa serta agamanya. Secara umum anak mempunyai hak dan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Salah satu pendidikan yang harus bahkan wajib untuk diberikan kepada seorang anak usia dini ialah pendidikan ahklak. Melalui pendidikan akhlak seorang anak akan terbentuk karakternya menjadi karakter yang baik dan tentunya sesuai dengan norma-norma agama yang dianutnya. Khusus dalam Islam banyak literatur yang membahas tentang pendidikan akhlak kepada anak usia dini. Seperti yang tercantum dalam al-Qur’an pada surah Al-Luqman ayat 13 sampai ayat 19 yang menjelaskan tentang pendidikan akhlak kepada anak mulai dari akhlak kepada Allah SWT, kepada orang tua dan seterusnya ( Departemen Agama RI., 1994: 654-655).

Selain dalam kitab suci al-Qur’an, juga ada kitab-kitab yang berbicara tentang pendidikan akhlak terhadap anak usia dini. Kitab-kitab akhlak tersebut merupakan penjabaran yang lebih mendetail dari pendidikan akhlak yang terdapat di dalam al-Qur’an maupun Hadis yang masih dijelaskan secara global.

Dari beberapa kitab yang membahas tentang pendidikan akhlak terhadap anak usia dini, terdapat suatu kitab pendidikan akhlak yang judulnya Al-Akhlaqu Lil Banin. Kitab Al-Akhlaqu Lil Banin merupakan karya anak bangsa yang bernama Syaikh Umar bin Achmad Baradja yang bertempat tinggal di kampung Ampel Maghfur Surabaya.

akhlak anak usia dini dan pada juz kedua dan ketiga lebih ditekankan pada usia lanjutan hingga ke masa remaja.

Pada kitab al-Akhlaqu Lil Banin juz pertama salah satu konsepnya ialah memulai dengan mendidik anak untuk berakhlak mulya kepada orang tua dan gurunya. Konsep seperti ini sebenarnya banyak berbeda dengan konsep kitab-kitab akhlak yang lain, yang kebanyakan memulai mendidik anak untuk berakhlak mulya kepada Allah SWT dan Rasulnya setelah itu baru diperintah untuk berakhlak mulya kepada selain keduanya.

Dari pemaparan di atas maka bagian selanjutnya akan mengkaji lebih mendalam tentang konsep pendidikan akhlak kepada anak usia dini yang terdapat di dalam kitab al-Akhlaqu Lil Banin juz pertama.

Dalam dokumen Pantang Larang dalam Pendidikan Karakter (Halaman 191-194)