Penelitian ini merupakan penelitian payung dengan judul “Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) pada Anak Sekolah Dasar: Studi tentang Konsumsi Pangan, Aspek Sosio Budaya dan Prestasi Belajar di Wilayah dengan Agroekologi Berbeda”. Penelitian ini menggunakan desain study cross-sectional
dan pemilihan tempat secara study purposive. Penelitian dilakukan di 6 sekolah dasar di 3 kecamatan wilayah pegunungan Kabupaten Cianjur. Pemilihan tempat tersebut didasarkan karena daerah Cianjur merupakan daerah yang cakupan konsumsi garam beryodiumnya masih rendah (47.2%) dibandingkan dengan cakupan konsumsi garam nasional (62.3%). Hal ini menunjukkan bahwa daerah tersebut merupakan daerah rawan terjadinya GAKY. Contoh pada penelitian ini merupakan ibu atau pengasuh siswa dari 6 sekolah dasar di 3 kecamatan wilayah pegunungan Kabupaten Cianjur yaitu SDN Kertaharja desa Kertaharja dan SDN Pasirpari desa Sindangkerta di kecamatan Pagelaran, SDN Sukajaya desa Pusakajaya dan SDN Gunung Kembang desa Kalibaru di kecamatan Pasir Kuda, SDN Jembar desa Sukaresmi dan SDN Gandasari desa Gandasari di kecamatan Kadupandak. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2012.
Jumlah dan Cara Penarikan Contoh
Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu atau pengasuh yang tinggal di wilayah pegunungan Kabupaten Cianjur dan contoh dalam penelitian ini adalah semua ibu atau pengasuh yang memiliki anak sekolah dasar yang duduk di kelas 4 atau 5 dari sekolah dasar yang terpilih. Cara pengambilan contoh adalah dengan menggunakan rumus:
Keterangan:
Z(1-α/2) = Level signifikansi 95% (α=0.05)= 1.96
P = Cakupan konsumsi garam beryodium 47.2% (Riskesdas 2007) d = Ketelitian (0.08)
Dengan demikian contoh minimum yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah sebanyak 149.5 orang dibulatkan menjadi 150 orang. Setiap SD diambil 25 contoh ibu dari siswa yang duduk di kelas 4 dan 5. Setelah melalui proses
cleaning maka diperoleh contoh sebanyak 153 orang. Kerangka sampling dari masing-masing kecamatan dan SD adalah sebagai berikut:
Gambar 2 Teknik pengambilan contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data
Jenis data yang diambil meliputi data primer. Adapun penjelasan mengenai jenis dan cara pengambilan data disajikan pada tabel 3.
Tabel 3 Jenis dan cara pengumpulan data
No. Jenis Data Cara Pengumpulan
1 Karakteristik Contoh dan Rumah Tangga
Wawancara terhadap ibu rumah tangga menggunakan kuesioner
2 Frekuensi Konsumsi Pangan Sumber Yodium
Wawancara terhadap ibu rumah tangga menggunakan kuesioner
3 Konsumsi Pangan Sumber
Yodium
Wawancara terhadap ibu rumah tangga menggunakan kuesioner
4 Konsumsi Garam Wawancara terhadap ibu rumah tangga
menggunakan kuesioner 5 Jenis Garam Tingkat Rumah
Tangga
Wawancara terhadap ibu rumah tangga menggunakan kuesioner
6 Pengetahuan, Sikap dan Praktik Gizi Ibu
Tes garam menggunakan iodine test dan titrasi 7 Karakteristik Wilayah Kabupaten
Cianjur
Data sekunder
Pengolahan dan Analisis Data
Data karakteristik rumah tangga disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan dalam bentuk paparan. Data tersebut disajikan dalam 4.
Tabel 4 Pengkategorian variabel data yang dianalisis dan sumber acuannya
Jenis Variabel Kategori Sumber
Usia Contoh Remaja < 18 tahun
Dewasa dini 18-40 tahun Dewasa madya 40-60 tahun Dewasa lanjut ≥ 60 tahun
Hurlock 2004
Besar Keluarga Kecil ≤4 orang
Sedang 5-6 orang Besar ≥7 orang
Hurlock 2004
Tingkat Pendidikan Contoh dan Suami
Tidak sekolah Tidak tamat SD SD
Kuesioner Pendidikan Contoh dan Suami
Wilayah pegunungan di Kabupaten Cianjur
Kecamatan Kadupandak Kecamatan Pasir Kuda Kecamatan Pagelaran SDN Kertaharja SDN Pasirpari SDN Gandasari SDN Jembar SDN Gunung Kembang SDN Sukajaya
Jenis Variabel Kategori Sumber SLTP
SLTA D3/PT Jenis Pekerjaan
Contoh dan Suami
Wiraswasta Buruh PNS/ABRI Pegawai honorer TKI/TKW IRT Tidak bekerja Lainnya Kuesioner Pekerjaan Contoh dan Suami
Pendapatan Keluarga Miskin < 1 GK
Hampir miskin 1GK – 2GK Menengah ke atas >2GK Puspitawati 2010 Frekuensi Konsumsi Pangan Sumber Yodium
Tidak pernah = 0 x/bulan Sangat jarang <1x/bulan Jarang 1-8x/bulan Sering 9-30x/bulan Nutrisurvey 2007 Konsumsi pangan sumber yodium Kurang < 150 µg Cukup 150-300 µg Lebih >300 µg AKG Yodium (WNPG 2004) Konsumsi garam beryodium Kurang < 150 µg Cukup 150-300 µg Lebih >300 µg AKG Yodium (WNPG 2004) Jenis Garam yang
digunakan Kurang < 30 ppm Cukup ≥ 30 ppm Depkes 2000 Asupan Yodium (perkapita/hari) Kurang < 150 µg Cukup 150-300 µg Lebih >300 µg AKG Yodium (WNPG 2004) Tingkat Kecukupan Yodium Cukup ≥77% Kurang <77% Gibson 2005
Pengetahuan Gizi Baik ≥ 80
Sedang 60-79.9 Kurang < 60
Khomsan 2000
Sikap Gizi Positif > 75
Negatif ≤ 75 Alibas 2002
Praktik Gizi Baik ≥ 80
Sedang 60-79.9 Kurang < 60
Khomsan 2000
Usia contoh dikategorikan berdasarkan Hurlock 2004. Menurut pengkategorian Hurlock, usia contoh yang termasuk ke dalam kategori remaja yaitu berusia dibawah 18 tahun, ketegori dewasa dini berusia 18-40 tahun, kategori dewasa madya berusia 40-60 tahun, dan dewasa tua berusia lebih dari 60 tahun.
Besar keluarga diketahui dengan menghitung jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah dan kemudian dikelompokkan menurut Hurlock
(2004) yaitu kecil jika ≤4 orang, sedang jika 5-6 orang dan besar jika ≥7 orang. Pendidikan suami dan contoh merupakan jenjang pendidikan formal tertinggi yang dicapai oleh suami dan contoh. Pendidikan suami dan contoh dibagi dalam 6 kelompok, yaitu: tidak sekolah, tidak tamat SD, SD, SLTP, SLTA dan D3/PT.
Pekerjaan suami dan contoh terdiri dari pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan. Jenis pekerjaan dibagi dalam 9 kelompok yaitu petani, wiraswasta, buruh, PNS/ABRI, pegawai honorer, TKI/TKW, IRT, tidak bekerja dan lainnya.
Pendapatan keluarga diperoleh dengan menjumlahkan semua pendapatan yang diperoleh oleh anggota keluarga yang bekerja. Untuk melihat tingkat kesejahteraan keluarga maka dilihat pendapatan perkapita dengan membagi total pendapatan keluarga dengan jumlah anggota keluarga dan kemudian digolongkan menjadi 3 tingkatan menurut Puspitawati (2010) yaitu: miskin jika pendapatan perkapita <1 GK, hampir miskin jika pendapatan pekapita 1GK–2GK dan menengah ke atas jika pendapatan perkapita >2GK. Garis kemiskinan yang digunakan adalah GK Jawa Barat di pedesaan yaitu Rp. 231.438/kap/bulan (Badan Pusat Statisti Jawa Barat 2012).
Untuk melihat tingkat keseringan konsumsi, maka frekuensi konsumsi pangan sumber yodium dihitung dalam rentang bulanan dengan pengkategorian : tidak pernah jika frekuensi=0, sangat jarang jika frekuensi <1x/bulan, jarang jika frekuensi 1-8x/bulan, dan sering jika frekuensi 9-30x/bulan.
Konsumsi pangan sumber yodium diperoleh dengan melakukan pendekatan melalui rata-rata frekuensi konsumsi pangan sumber yodium sehari dalam satu takaran saji dikali dengan kandungan yodium dari bahan pangan yang mengacu pada Nutrisurvey (2007). Hasilnya kemudian digolongkan menjadi 3 berdasarkan angka kecukupan yodium sehari kelompok umur contoh, yaitu <150 µg/kapita/hari, 150-300 µg/kapita/hari dan >300 µg/kapita/hari.
Konsumsi garam beryodium diperoleh dari jawaban pertanyaan kuisioner praktik gizi contoh pada soal no. 7 yang kemudian data tersebut diolah. Pengolahan data dilakukan dengan membagi jumlah garam yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam 1 bulan dan dengan jumlah anggota keluarga. Setelah dibagi dengan jumlah anggota jumlah anggota keluarga maka akan didapatkan hasil konsumsi garam beryodium perkapita dalam 1 bulan. Untuk mencari konsumsi perhari maka hasil tersebut dibagi kembali oleh angka 30. Hasil dari perhitungan ini kemudian dikalikan dengan kadar yodium pada masing-masing
garam beryodium yang digunakan, hal ini dilakukan untuk mengetahui secara detail berapa besar jumlah yodium yang dikonsumsi contoh dalam satuan µg/kapita/hr. Langkah selanjutnya hasil pengolahan tersebut digolongkan menjadi 3 berdasarkan angka kecukupan yodium sehari kelompok umur contoh, yaitu <150 µg/kapita/hari, 150-300 µg/kapita/hari dan >300 µg/kapita/hari.
Jenis garam yang digunakan diperoleh dari hasil uji titrasi. Hasilnya kemudian dikelompokkan menjadi ≥30 ppm, dan <30 ppm (Depkes 2000).
Asupan yodium, diperoleh dengan menjumlahkan asupan yodium yang berasal dari pangan sumber yodium dan garam beryodium. Hasilnya kemudian digolongkan menjadi 3 berdasarkan angka kecukupan yodium sehari kelompok umur contoh, yaitu <150 µg/kapita/hari, 150-300 µg/kapita/hari dan >300 µg/kapita/hari.
Tingkat kecukupan yodium (TKY) diperoleh dengan membandingkan konsumsi yodium dengan angka kecukupan gizi (AKG) untuk yodium, yaitu sebagai berikut:
TKY = Konsumsi yodium total x 100% AKG untuk yodium
TKY dikatakan cukup jika asupan yodiumnya sudah ≥77% dari AKG, dan dikatakan kurang jika asupannya <77% dari AKG (Gibson 2005).
Data pengetahuan ibu tentang garam beryodium dan GAKY diperoleh dari hasil wawancara, lalu diberi skor, disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi dan dideskripsikan. Skor untuk jawaban yang benar adalah 1 dan jawaban yang salah adalah 0. Tingkat pengetahuan ibu dapat dihitung dengan membandingkan jumlah skor yang diperoleh ibu dengan jumlah skor maksimum dikalikan 100 (Khomsan 2000).
Data sikap gizi contoh terhadap garam beryodium yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner, diberi skor kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi dan dideskripsikan. Skor untuk jawaban benar adalah 2. ragu- ragu adalah 1 dan jawaban salah adalah 0. Tingkat sikap gizi contoh dapat dihitung dengan membandingkan jumlah skor yang diperoleh ibu dengan jumlah skor maksimum dikalikan 100 (Alibas 2002).
Data tentang praktik gizi ibu dalam pengelolaan garam beryodium yang terdiri dari pemilihan jenis garam dan cara menggunakan garam beryodium, diperoleh dari hasil wawancara kemudian diberi skor. Tingkat praktik gizi ibu dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah skor yang diperoleh dengan
skor maksimum dikalikan 100. Masing-masing pertanyaan didalam kuisioner memiliki skor nilai masing-masing dengan rentang nilai skor di antara 0-2. Adapun teknik penskoran praktik gizi ibu disajikan pada tabel 5 di bawah ini.
Tabel 5 Teknik penskoran data praktik gizi
No. Pertanyaan Skor
0 1 2
1 Informasi yodium 0 media 1-2 media lebih dari 2
media 2 Jenis lauk pauk yang
dikonsumsi
0 lauk-pauk 1-2 jenis lauk pauk
>2 jenis lauk pauk
3 Konsumsi ikan laut dalam satu bulan
0 kali/bln 1-3 kali/bln >3 kali/bln
4 Konsumsi kol dalam
satu minggu
>2 kali/minggu 1-2 kali/minggu <1 kali/minggu
5 Konsumsi singkong
dalam satu minggu
>2 kali/minggu 1-2 kali/minggu <1 kali/minggu
6 Konsumsi garam
beryodium
tidak pernah kadang-kadang setiap hari
7 Konsumsi garam
contoh dalam sehari
<75 µg/kapita/hari ≥75 µg/kapita/hari 8 Alasan membeli garam Selain jawaban dapat mencegah gondok Dapat mencegah gondok
9 Tempat ibu membeli
garam beryodium
Semua jawaban
10 Cara memasukkan
garam beryodium saat pemasakan Saat masakan belum matang atau saat masakan dimasak Saat masakan sudah matang 11 Cara mengetahui garam beryodium
Bentuknya Harganya Keterangan
dalam kemasannya
12 Tindakan yang
dilakukan ketika ada anggota keluarga yang terkena gondok
Jawaban selain dibawa ke puskesmas/dokt er/mantri/bidan Dibawa ke puskesmas/dokt er/mantri/bidan
Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi tata jenjang Spearman. Uji korelasi tata jenjang Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik dengan konsumsi pangan sumber yodium dan penggunaan jenis garam di rumah tangga. Data yang telah didapatkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif dan analitik. Data karakteristik contoh dan data keluarga disajikan secara deskriptif sedangkan data yang dianalisis melalui uji Spearman adalah pengetahuan, sikap, praktik terhadap kosumsi pangan yodium, pangan dan penggunaan garam beryodium rumah tangga.
Definisi Operasional
Asupan yodium adalah jumlah asupan yang diperoleh dari pangan sumber yodium ditambah dengan asupan yodium dari garam beryodium
Besar rumah tangga adalah jumlah anggota keluarga yang hidup dalam satu sistem manajemen rumah tangga
Cakupan garam beryodium adalah banyaknya jumlah keluarga yang mengonsumsi garam beryodium
Contoh adalah ibu yang mengasuh anak sekolah dasar yang duduk di kelas 4 atau 5 pada 6 sekolah dasar terpilih di Kabupaten Cianjur
Frekuensi konsumsi adalah seringnya rumah tangga dalam mengonsumsi suatu bahan pangan dalam peride waktu tertentu
Garam beryodium adalah senyawa NaCl dalam bentuk kristal dengan kandungan KIO3 antara 30-80 ppm dan dapat diperdagangkan untuk kebutuhan konsumsi manusia, ternak, pengasinan ikan dan industri pangan lainnya
Jenis garam adalah garam yang tersedia dan dikonsumsi rumah tangga, dikelompokkan menjadi garam beryodium dan tidak beryodium
Karakteristik rumah tangga adalah suatu bentuk atau suatu ciri khusus yang melekat pada suatu rumah tangga meliputi jenis pekerjaan, jumlah pendapatan, pendidikan ibu, jumlah anggota rumah tangga yang tinggal di rumah
Pangan goitrogenik adalah pangan yang dapat menyebabkan penyerapan yodium menjadi terhambat
Pangan sumber yodium adalah pangan yang memiliki kandungan yodium >4.8 µg per takaran saji bahan pangan
Pendapatan perkapita rumah tangga adalah jumlah semua hasil perolehan yang didapat oleh anggota keluarga dalam bentuk uang sebagai hasil atau upah dari pekerjaannya yang dinyatakan dalam pendapatan perkapita
Pengetahuan gizi ibu terhadap garam beryodium dan GAKY adalah kemampuan seorang ibu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan garam beryodium dan GAKY. Tingkat pengetahuan ibu dikelompokkan menjadi baik, sedang, dan kurang
Praktik gizi ibu terhadap garam beryodium dan GAKY adalah tindakan yang dilakukan oleh ibu dalam membeli dan menggunakan garam beryodium.
Praktik gizi ibu dikelompokkan menjadi baik, sedang, dan kurang
Sikap gizi ibu terhadap garam beryodium dan GAKY adalah kecendrungan ibu dalam memilih, menggunakan, menerima atau menolak garam beryodium sebagai garam konsumsi dalam rumah tangga dalam rangka penanggulangan GAKY. Sikap ibu dikelompokkan menjadi positif dan negatif
Tingkat kecukupan yodium adalah tingkat perbandingan konsumsi yodium dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG)