• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Sifat dan Jenis Penelitian

Pada penelitian hukum, terdapat berbagai macam pendekatan yang dapat dipilih. Penggunaan pendekatan yang tepat dan sesuai akan membawa alur pemikiran pada kesimpulan yang diharapkan. Dalam penulisan disertasi ini digunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Pendekatan perundang-undangan (statute approach) dilakukan dengan menelaah semua undang-undang dan regulasi yang bersangkut paut dengan isu hukum yang sedang diteliti, dalam hal ini menelaah undang-undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berdasarkan pendekatan ini akan dikaji kesesuaian antara undang-undang dengan undang-undang lain untuk mendapatkan argumentasi yang sesuai. Suatu penelitian normatif tentu harus menggunakan pendekatan perundang-undangan, karena yang diteliti adalah berbagai aturan hukum yang menjadi fokus sekaligus tema sentral suatu penelitian.

Pendekatan konseptual (conceptual approach) beranjak dari pandangan doktrin-doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum. Pemahaman akan

pandangan-pandangan dan doktrin tersebut merupakan sandaran bagi peneliti dalam membangun argumentasi hukum dalam memecahkan isu hukum yang dihadapi.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal (metode penelitian hukum normatif), yaitu penelitian atas hukum yang dikonsepsikan dan dikembangkan atas dasar doktrin tertentu. 83 adapun Jhony Ibrahim mendefiniskan penelitian hukum normatif sebagai suatu prosedur penelitian ilmiah untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika keilmuan hukum dari sisi normatifnya.84 Dalam penelitian pada umumnya dibedakan antara data yang diperoleh secara langsung dari masyarakat (mengenai perilakunya, lazimnya dinamakan data primer),85 dan data yang didapat dari bahan-bahan pustaka (lazimnya dinamakan data sekunder).86 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif.87 Pada penelitian hukum normatif, bahan pustaka merupakan data dasar yang dalam (ilmu) penelitian digolongkan sebagai data sekunder. Data sekunder tersebut mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, sehingga meliputi surat-surat pribadi, buku-buku harian, buku-buku, sampai pada dokumen-dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Ciri-ciri umum data sekunder tersebut adalah pada umumnya ada dalam keadaan siap terbuat (ready-made) bentuk maupun isi data sekunder telah dibentuk dan diisi oleh

83 M. Syamsudin, Operasionalisasi Penelitian Hukum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007, hlm. 25.

84 Jhonny Ibrahim, Teori dan Metode penelitian Hukum Normatif, Malang Banyumedia Publishing, 2005, hlm. 47.

85 Soerjono Soekanto, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta, Universitas Indonesia, 1986, hlm.

51.

86 Soerjono Soekanto, Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2003, hlm. 12.

87Ibid, hlm. 52.

peneliti terdahulu, data sekunder dapat diperoleh tanpa terikat atau dibatasi oleh waktu dan tempat.

Bahan-bahan data sekunder untuk penelitian hukum normatif ini berdasarkan kekuatan mengikatnya dibedakan menjadi (a) bahan hukum primer (b) bahan hukum sekunder, dan (c) bahan hukum tertier. Bahan hukum primer, sekunder dan tertier tersebut diperoleh melalui studi kepustakaan.Seluruh data yang telah diperoleh melalui studi kepustakaan selanjutnya dianalisa secara kualitatif, mendalam, holistik dan komprehensif.88Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif yang mencakup penelitian terhadap asas-asas hukum.Di dalam penelitian hukum normatif, maka penelitian terhadap asas-asas hukum dilakukan terhadap kaidah-kaidah hukum, yang merupakan patokan-patokan berperilaku atau bersikap tidak pantas.Penelitian tersebut dapat dilakukan (terutama) terhadap bahan hukum primer dan sekunder, sepanjang bahan-bahan tadi mengandung kaidah hukum.Sebab tidak semua pasal dalam suatu peraturan perundang-undangan misalnya mengandung kaidah hukum. Ada pasal-pasal yang hanya merupakan batasan saja sebagaimana lazim ditemukan pada bab ketentuan-ketentuan umum dan perundang-undangan tersebut. Penelitian terhadap asas-asas hukum merupakan suatu penelitian filosofis, oleh karena asas hukum merupakan unsur ideal dari hukum.89 Sifat penelitian dalam proposal penelitian disertasi ini adalah yuridis normatif yang kualitatif, dengan pendekatan konsep (conceptual approach) dan

88 Lexy J Moeloeng, Dasar-Dasar ,Penelitian Hukum Normatif, Rajagrafindo Persada, Jakarta,2008, hlm. 17.

89 Rony Widyanto, Penelitian Hukum Kualitatif, Suatu Pengantar, Rineka Cipta, Jakarta, 2010, hlm. 4.

pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach).90Dalam penelitian hukum normatif, maka norma-norma hukum, baik berupa peraturan perundang-undangan dan kebijakan adalah sebagai peraturan utama. Dalam penelitian hukum normatif dengan pendekatan konsep (conceptual approach) akan dibantu dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), guna memperkaya pertimbangan-pertimbangan hukum yang tepat untuk menghadapi problem hukum yang terjadi dalam penelitian ini.

Dalam pendekatan peraturan perundang-undangan, yang akan diteliti adalah berbagai aturan hukum yang menjadi fokus sekaligus tema sentral suatu penelitian.

Untuk itu peneliti harus melihat hukum sebagai sistem tertutup yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :91

a. Comprehensive, artinya norma-norma hukum yang ada di dalamnya terkait antara satu dengan lainnya secara logis.

b. All-Inclusive, bahwa kumpulan norma hukum tersebut cukup mampu menampung permasalahan hukum yang ada, sehingga tidak akan ada kekurangan hukum.

c. Systematic, bahwa disamping bertautan antara satu dengan yang lain, norma-norma hukum tersebut juga tersusun secara hierarkis.

Penelitian yang bersifat kualitatif dengan pendekatan konsep dan pendekatan peraturan perundang-undangan, maka:

90 Harry Atmodiwanto, Selayang PandangPenelitian Hukum Normatif, Sinar Grafika, Jakarta,2009, halm. 50.

91 Bambang Sunggono, Penelitian hukum Normatif, Citra Aditya Bakti Bandung, 2007, hlm. 29.

a) Berdasarkan paradigma hubungan yang dinamis antara teori, konsep-konsep dan data yang merupakan umpan balik atau modifikasi yang tetap dari teori dan konsep yang didasarkan pada data yang dikumpulkan.

b) Data yang akan dianalisis beraneka ragam dan memiliki sifat dasar yang berbeda satu sama lain, dan secara komprehensif akan dianalisa dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan.

c) Sifat data yang akan dianalisis bersifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang integral (holistic), dan sifat yang holistic ini menuntut tersedianya informasi yang mendalam (indepth information)

Sedangkan cara pengumpulan data dalam penelitian disertasi ini adalah:

Studi dokumen/ Studi Pustaka, yaitu peraturan perundang-undangan terkait tentang lalu lintas dan peraturan-peraturan pelaksananya termasuk di dalamnya berbagai dokumen yang berkaitan dengan hukum pidana bidang kecelakaan lalu lintas.

Penelitian kepustakaan (library research) yaitu menghimpun data dengan melakukan penelaahan bahan kepustakaan atau data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier.92

1) Bahan hukum primer, yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu;

a) Norma atau kaidah dasar, yaitu Pembukaan UUD 1945

b) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana.

c) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

92 JJ. Wuisman, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial jilid I, Penyunting M. Hisyam, UI press, Jakarta, 1996, hlm. 19.

d) Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

e) Peraturan-peraturan terkait yang berhubungan dengan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan juga keputusan-keputusan pejabat terkait yang berkaitan dengan pengaturan lalu lintas dan angkutan jalan.

2. Data Sekunder tentang buku-buku, karya-karya ilmiah, jurnal-jurnal hukum dan komentar-komentar atau putusan pengadilan yang berkaitan dengan pembahasan tentang lalu lintas dan angkutan jalan pada umumnya serta ketentuan tentang penanganan kecelakaan lalu lintas pada khususnya terutama yang menyangkut korban kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan kerugian harta benda / kerusakan kendaraan.

3. Wawancara mendalam (indepth interview) yaitu terhadap nara sumber pakar dan pihak yang terlibat di dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban harta benda/kerusakan kendaraan serta pelaku yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Nara sumber yang dimaksud antara lain adalah korban dan pelaku kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan terjadinya korban materil, Kakorlantas Polri, Dirlantas Polda Sumut, Kasubdit Gakkum, Kasi Laka, Kasat Lantas Polrestabes Medan, Kasat Lantas Polres Deli Serdang dan Penyidik Penanganan Lakalantas.