• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAHAN PENYAKIT BERCAK DAUN RAKITAN IPB

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai September 2013. Lingkungan penelitian berada diwilayah Propinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Bogor (waktu penanaman bulan Februari - Mei 2013, ketinggian tempat 330 mdpl, curah hujan berkisar 62.3 sampai 509.8 mm/tahun, suhu harian rata-rata 21.8 sampai 26.4 oC dan kelembaban udaranya kurang lebih 70%). Kabupaten Sumedang (waktu penanaman bulan Maret - Juni, ketinggian tempat 584 mdpl, suhu harian rata-rata 18 °C sampai 24 °C dengan curah hujan berkisar 2 000 sampai 2 400 mm/tahun), Kabupaten Sukabumi (waktu penanaman bulan Mei -

Agustus, ketinggian tempat 500 mdpl, suhu rata-rata bulanan 18 °C sampai 32 °C dengan curah hujan berkisar 1 200 hingga 2 200 mm/tahun) dan Kabupaten Kuningan (waktu penanaman bulan Juni - September, ketinggian tempat 700 mdpl, suhu rata-rata bulanan berkisar antara 18 °C sampai 32 °C dengan curah hujan berkisar 2 000 mm hingga 2 500 mm per tahun).

3.2.2 Bahan dan Alat

Bahan tanam yang digunakan adalah 10 galur kacang tanah hasil pemuliaan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB yaitu GWS- 18A1, GWS-39D, GWS-72A, GWS-73D, GWS-74A1, GWS-134D, GWS- 110A1, GWS-110A2, GWS-134A, GWS-138A dan 4 varietas unggul nasional sebagai pembanding yaitu varietas Gajah yang rentan terhadap penyakit bercak daun dan varietas Sima, Jerapah dan Zebra yang toleran terhadap penyakit bercak daun. Galur yang diuji merupakan 10 galur GWS hasil persilangan varietas Gajah dengan varietas introduksi GP-NCWS4 yang tahan penyakit bercak daun.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk phonska 15:15:15 sebanyak 200 kg/ha, diberikan secara larikan pada saat tanam. Insektisida furadan diberikan ke dalam lubang tanam pada waktu penanaman dengan dosis sesuai anjuran. Pengapuran dengan menggunakan kapur dolomit diberikan secara larikan pada saat tanaman berumur 1 MST dengan dosis 500 kg/ha.

3.2.3 Pelaksanaan Penelitian

Persiapan lahan dilakukan sebelum penanaman dengan membuat lahan menjadi petakan berukuran 4 m x 3 m. Lahan terbagi atas 3 ulangan, tiap ulangan terdapat 14 petakan sesuai dengan jumlah perlakuan. Benih kacang tanah ditanam dengan jarak 40 cm x 15 cm dengan satu benih per lubang tanam.

Pemeliharaan

Penyulaman dilakukan pada 2 MST dan penyiangan dilakukan pada 3 dan 7 MST. Panen dilakukan pada 15 MST atau disesuaikan dengan kondisi pertanaman di lapangan, dilakukan secara serentak atau per ulangan pada hari berbeda dalam minggu yang sama.

Pengamatan

Pengamatan peubah dilakukan terhadap petak (4 m x 3 m), ubinan (1 m x 1 m), dan 5 tanaman contoh yaitu :

1. Tinggi tanaman (cm).

2. Jumlah cabang, diamati pada saat panen pada 5 tanaman contoh.

3. Persentase panjang batang utama berdaun hijau, diamati saat panen pada 5tanaman contoh.

4. Bobot brangkasan basah (gram) pada 5 tanaman contoh. 5. Jumlah polong total per tanaman pada 5 tanaman contoh. 6. Jumlah polong isi per tanaman pada 5 tanaman contoh. 7. Bobot polong total per tanaman pada 5 tanaman.

8. Bobot polong isi per tanaman pada 5 tanaman contoh. 9. Bobot biji per tanaman pada 5 tanaman contoh. 10. Bobot 100 butir pada tiap petak ubinan.

11. Indeks masak biji kulit :

12. Bobot polong kering per m2. 13. Bobot biji kering per m2.

3.2.4 Rancangan Penelitian

Penelitian dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal yaitu genotipe dengan 3 ulangan yang tersarang pada masing-masing lingkungan pengujian. Setiap ulangan terdiri dari kelompok yang mewakili 10 galur-galur harapan kacang tanah rakitan IPB dan 4 varietas unggul sebagai pembanding yang ditempatkan secara acak sehingga akan terdapat 42 satuan percobaan.

Model linear aditif dari rancangan pada masing-masing lingkungan dengan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dapat ditulis sebagai berikut (Mattjik dan Sumertajaya 2002) :

� = + � + +ɛ

Dimana :

Yij = Respon pengamatan pada galur ke-i dan ulangan ke-j

µ = Rataan total

� = Respon pengamatan pada galur ke-i dan ulangan ke-j βj = Pengaruh ulangan ke-j (j=1,2,3)

ɛ = Galat percobaan pada galur ke-i, ulangan ke-j

Model linear aditif dari RKLT untuk analisis gabungan dari semua lingkungan pengujian adalah sebagai berikut :

� = + + / +� + ( �) +

Dimana : i = 1, 2,….14; j = 1, 2, 3; k = 1, 2, 3

� = Nilai pengamatan perlakuan ke-i, ulangan ke-j, lingkungan ke-k µ = Nilai rata-rata umum

= Pengaruh perlakuan ke-i

/ = Pengaruh ulangan ke-j dalam lingkungan ke-k � = Pengaruh lingkungan ke-k

( �) = Pengaruh interaksi perlakuan ke-i dan lingkungan ke-k

= Pengaruh acak pada perlakuan ke-i, ulangan ke-k dan lingkungan ke-k

3.2.5 Analisis Data Uji Normalitas

Tujuan dilakukan uji normalitas terhadap serangkaian data adalah untuk mengetahuiapakah populasi data terdistribusi normal atau tidak. Bila data berdistribusi normal maka dapat digunakan uji statistik berjenis parametrik (Siregar 2013). Salah satu uji formal yang dapat digunakan untuk menguji normalitas suatu sebaran data adalah metode Kolmogorov-Smirnov.Signifikansi uji, nilai |FT – FS| terbesar dibandingkan dengan nilai tabel Kolmogorov Smirnov. Jika nilai |FT – FS| terbesar <nilai tabel Kolmogorov Smirnov, maka Ho diterima ; Ha ditolak. Jika nilai |FT – FS| terbesar > nilai tabel Kolmogorov Smirnov, maka Ho ditolak ; Ha diterima.

Statistik uji menurut Panneerselvam (2004) :

D = |FT – FS| Dimana :

FT = Kumulatif proporsi luasan kurva normal berdasarkan notasi Zi dihitung dari luasan kurva mulai dari ujung kiri kurva sampai dengan titik Z

FS = Banyaknya angka sampai angka ke n1 Banyaknya seluruh angka pada data

Penerapan pada uji Kolmogorov Smirnov adalah bahwa jika signifikansi di bawah 0,05 berarti data yang akan diuji mempunyai perbedaan yang signifikan dengan data normal baku, berarti data tersebut tidak normal. jika signifikansi di atas 0,05 maka berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara data yang akan diuji dengan data normal baku, berarti data tersebut normal.

Analisis Ragam Masing-masing lingkungan

Data kuantitatif pada setiap lingkungan dilakukan analisis ragam dengan model tetap (Tabel 3.1). Jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s muliple range test).

Tabel 3.1 Analisis ragam masing-masing lingkungan dengan model tetap Sumber keragaman Derajat

Bebas

Kuadrat Tengah

Nilai harapan

kuadrat tengah F-Hitung

Ulangan (r-1) Mr - Mr/Me

Genotipe (G) (g-1) Mg σ2 + r ∑ g2/(g - 1) Mg/Me

Galat (r-1)(g-1) Me σ2 -

Sumber : Steel & Torrie (1981).

Keterangan : r = banyaknya ulangan, g = banyaknya genotipe. Analisis Kehomogenan Ragam

Ragam galat dari masing-masing lingkungan dianalisis kehomogenannya menggunakan uji Bartlett sebelum dilakukan analisis ragam gabungan. Hanya percobaan tunggal yang ragamnya homogen yang dapat digabungkan untuk analisis ragam gabungan dan stabilitas daya hasil. Homogenitas ragam galat dari beberapa lingkungan diuji Bartlett yang membandingkan nilai khi-kuadrat hitung

(χ2

hitung ) dengan khi-kuadrat tabelnya (χ2 tabel) (Gomez dan Gomez 1995).

Apabila χ2hitung > χ2

tabel maka hipotesis kehomogenan ragam ditolak atau galat

tidak homogen dan pengujian dilakukan terpisah. Namun jika χ2hitung < χ2

tabel maka ragam galat homogen sehingga dapat diuji gabungan. Jika dua lingkungan tumbuh dalam dua musim tanam mempunyai ragam galat homogen maka dapat dilanjutkan uji stabilitas hasilnya.

Analisis Ragam Gabungan

Analisis ragam gabungan menggunakan model acak (Tabel 3.2) untuk menganalisis komponen agronomi dari data penelitian pada empat lingkungan. Analisis ragam gabungan menggunakan model tetap (Tabel 3.3) untuk menganalisis karakter bobot biji kering (ton.ha-1) dari data penelitian pada empat lingkungan untuk dilanjutkan analisis stabilias hasil. Jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s muliple range test).

Tabel 3.2 Analisis ragam gabungan menggunakan model campuran (lingkungan acak, genotipe tetap)

Sumber keragaman Derajat bebas

Kuadrat Tengah

Nilai harapan

kuadrat tengah F Hitung

Lingkungan l-1 Ml σ2+ gσ2 Ml/M

U/L (r-1)l Mu/l σ2+ gσɤ2 Mu/l /M

Genotipe g-1 Mg σ2+ g2/(g1) Mg/M

G x L (g-1)(l-1) Mgl σ2+ σg 2 Mgl/M

Galat l(r-1)(g-1) M σ2 -

Total rlg - 1

Sumber : Steel & Torrie (1981).

Keterangan : r = banyaknya ulangan, l = banyaknya lingkungan, g = banyaknya genotipe, σ2 = ragam lingkungan, σg 2 = ragam interaksi.