3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan strategi fenomenologi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalalah fenomologi yaitu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh jawaban atau informasi yang mendalam dan cermat tentang kesiapan manajemen rumah sakit dalam penangganan korban bencana, meliputi kesiapan Perencanaan, Tim Penanggulangan Bencana, Sumber Daya Manusia Kesehatan, sarana dan prasarana, prosedur operasional, keuangan dan koordinasi.
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret s/d Juni 2014. Waktu ini digunakan untuk kegiatan penelusuran data sekunder, pengambilan data primer, pengolahan data dan analisa data serta penyusunan hasil penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Kabanjahe Kabupaten Karo dengan alasan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Kabanjahe merupakan rumah sakit rujukan bagi korban/pengungsi erupsi gunung Sinabung.
3.3. Informan Penelitian
Dalam peneliltian kualitatif, hal yang menjadi pertimbangan utama dalam pengumpulan data adah pemilihan informan. Tehnik pemilihan informan dalam
49
penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dan snow ball sampling.
Purposive sampling adalah tehnik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2013). Metoda snow ball sampling adalan merupakan sebuah tehnik pengambilan sampel non random (nonprobability sampling) dimana sampel diperoleh pertama-tama dengan cara menghubungi seseorang atau sekelompok informan, lalu meminta mereka untuk memberikan saran tentang orang-orang yang dipandang memiliki informasi penting dan bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian (Murti, 2010).
Dalam penelitian ini yang dijadikan informan utama adalah Direktur RSU Kabanjahe, dari informan utama diminta untuk memberikan rekomendasi untuk memilih informan-informan berikutnya. Informan berikutnya dalam penelitian ini adalah Kepala Tata Usaha, Kabid Yan.Medik, Kasie Diklat, Kabid Bina Program (Perencanaan), 1 orang Bagian IGD. Informan untuk kebutuhan Triangulasi sumber adalah Ka. Dinas Kesehatan Kab. Karo, Ka. BPBD Kab. Karo, Satgas Pendampingan BNPB dan 2 orang Koordinator Pengungsi, jadi imforman semuanya berjumlah 11 orang.
Jumlah sampel tersebut bersifat fleksibel dan dapat terus berkembang atau berubah tergantung dari tujuan kelengkapan informasi sesuai data yang diperlukan.
Nasution (1992) menjelaskan bahwa untuk memperoleh informasi tertentu, sampling dapat diteruskan sampai ketentuan atau kejenuhan.
3.4. Fokus Penelitian
Dalam mempertajam penelitian ini, peneliti menetapkan batasan masalah yang disebut focus penelitian, yang berisi pokok masalah yang bersifat umum. Spradley menyatakan “a focused refer to a single cultural domain or few related domains”
maksudnya adalah fokus penelitian merupakan domain tunggal ataupun beberapa domain yang terkait dari situasi sosial. Dalam penelitian kualitatif gejala itu bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan). (Sugiyono, 2013)
Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka yang menjadilah focus penelitian ini adalah mengenai kesiapan manajemen Rumah Sakit Umum Kabanjahe dalam penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung yang meliputi rencana penanggulangan bencana, tim penanggulangan bencana, sumber daya manusia kesehatan, fasilitas sarana dan prasarana, standar operasional prosedur khusus penanganan korban bencana, ketersediaan anggaran dan koordinasi.
3.5. Jenis dan Sumber Data Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif oleh karena itu jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Jika yang diperlukan data kuantitatif maka proses selanjutnya adalah mengualitatifkan data tersebut. Sumber data yang dipergunnakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. (Lexi J. Moleong, 2006) a. Sumber data primer diperoleh langsung dari hasil wawancara secara mendalam
(indepth interview) dengan narasumber/informan yang dianggap berpotensi dalam
memberikan informasi yang relavan dan sebenarnya dilapangan, observasi parisipasi.
b. Sumber data sekunder adalah sumber data yang diperoleh secara tidak langsung dari informan di lapangan, seperti dokumen dan sebagainya. dokumen tersebut dapat berupa buku-buku dan literature lainnya. Sumber data sekunder sebagaian besar dari dokumen Profil Kesehatan RSU Kabanjahe tahun 2014 dan rekam medis RSU Kabanjahe serta laporan-laporan penelitian lainnya
3.6. Instrumen Penelitian
Kebutuhan akan instrument penelitian sesuai tujuan penelitian ini adalah adanya instrument berupa : peneliti, pedoman wawancara, alat perekam suara dan alat-alat tulis. Dari berbagai instrument penelitian tersebut di atas yang terpenting dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri (Moleong, 2006). Peneliti menyiapkan rancangan tentative wawancara yaitu pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan focus penelitian, rancangan tentative ini dapat berkembang sehingga peneliti menemukan informasi yang berhubungan dengan focus penelitian tersebut selama waktu wawancara berlangsung.
3.7. Metode Pengumpulan Data
Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan tehnik pengumpulan data sebagai berikut :
1. Penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan mencari, mengumpulkan dan mempelajari buku-buku serta literatur-literatur
lainnya yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti, guna memperoleh data sekunder di dapat dari buku-buku dan informasi dari internet tentang kesiapsiagaan rumah sakit dalam penanggulangan bencana.
2. Penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung ke objek yang diteliti. Melakukan penelitian langsung ke lapangan berguna untuk mengetahui permasalahan yang terjadi sekaligus untuk memperoleh data primer yang dibutuhkan.
Adapun data dan informasi dikumpulkan dengan cara :
a. Observasi pasif, yaitu pengumpulan data dan informasi dengan mengamati langsung terhadap obyek yang akan diteliti, untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.
b. Wawancara mendalam, yaitu tehnik pengumpulan data dan fakta dengan melakukan tanya jawab langsung atau meminta penjelasan langsung dari pihak-pihak yang terkait Seperti yang dikemukan Sugiyono (2013), wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas, dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Wawancara tidak terstruktur atau terbuka bertujuan untuk dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang informasi dan didasarkan pada kejujuran dari informan. (Sugiyono, 2013).
3.8. Metode Analisa Data
Analisa data kualitatif adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara menjabarkan data ke dalam unit-unit, memilih mana yang penting dan yang akan dibahas dan membuat kesimpulan. (Sugiyono, 2013)
Proses analisis dilakukan sepanjang penelitian dilakukan secara terus-menerus dari awal sampai akhir penelitian. Proses analisis data pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan seluruh data dari hasil wawancara, catatan observasi dan catatan lapangan terhadap informan dan kemudian dibandingkan denga teori, kepustakaan, maupun asumsi yang ada.
3.9. Keabsahan Data
Pemeriksaan terhadap keabsahan data merupakan salah satu bagian yang sangat penting di dalam penelitian kualitatif yaitu untuk mengetahui derajat kepercayaan dari hasil penelitian yang dilakukan. Untuk memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tehnik triangulasi yaitu tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Tehnik triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : (Sugiyono, 2013)
1. Triangulasi Sumber berarti untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan tehnik yang sama (data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber).
2. Triangulasi Tehnik berarti peneliti menggunakan tehnik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber data yang sama (wawancara, observasi, dokumentasi)
BAB 4