BAB III METODE PENELITIAN
J. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
pada tahap ini peneliti melakukan penentuan terhadap topik penelitian yaitu analisis kemampuan literasi matematikasiswa dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah siswa SMP kelas VIII tahun ajaran 2019/2020.
Berdasarkan identifikasi yang peneliti lakukan tentang penelitian tersebut,
peneliti menemukan faktor-faktor pendukung terlaksananya penelitian, seperti ketersediaan literatur, metode penelitian, waktu dan tempat penelitian.
2. Tahap penyusunan proposal
Peneliti menyusun proposal terlebih dahulu, proposal tersebut berisi rancangan penelitian. proposal penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara garis besar penelitian yang akan dilakukan. Dalam menyusun proposal, peneliti melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing. Peneliti juga sudah melaksanakan serangkaian tes untuk mendukung permasalahan atau latar belakang pada bab 1.
3. Tahap pelaksanaan penelitian
Berdasarkan kesepakatan dengan pihak sekolah, peneliti akan melaksanakan penelitian pada bulan Maret-Mei 2020. Peneliti akan mengajar sebanyak 3 kali dengan modal pembelajaran berbasis masalah dan di akhir peneli akan mengadakan tes dengan menggunakan instrumen yang sudah disiapkan sebelumnya.
4. Tahap penulisan laporan
Hasil penelitian akan ditulis dalam bentuk laporan yaitu skripsi
52 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Rancangan Pembelajaran dan Proses Merancang Pembelajaran
Sesuai dengan hal yang sudah peneliti paparkan pada kerangka berpikir, bahwa peneliti akan membantu siswa mengembangkan kemampuan literasi matematika para siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Peneliti merancang RPP untuk dua kali pertemuan. Setiap kegiatan di dalam Rancangan Proses Pembelajaran (RPP) yang penulis buat tentulah berpedoman pada langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah. Berikut rancangan dan proses setiap langkah pembelajaran berdasarkan model Pembelajaran Berbasis Masalah:
1. Pertemuan Pertama
a. Mengorientasi siswa pada masalah
Dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah, tahap ini sangat penting karena peneliti harus menjelaskan dengan rinci apa yang harus dilakukan oleh siswa. Berikut permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa pada pertemuan pertama:
Ibu guru mempunyai sebuah kosmetik yang ingin ia letakkan disebuah kotak. Hal itu beliau inginkan karena kotak kosmetik yang dimilikinya sudah tidak layak pakai. Dengan menggunakan bahan yang sudah disediakan (karton, gunting, solasi, dan penggaris), bantulah ibu guru membuat kotak yang dapat memuat kosmetik tersebut. Kemudian hitunglah luas karton yang kalian gunakan untuk membuat kotak kosmetik tersebut.
Peneliti menghantarkan permasalahan di atas dengan menyampaikan permasalahan tersebut dalam bentuk cerita dan sambil menunjukkan kosmetik ibu guru yang akan mereka buatkan kotaknya.
Melalui permasalahan tersebut diharapkan agar siswa dapat menemukan konsep serta rumus luas permukaan kubus dalam proses penyelesaiannya. Peneliti akan memberikan dorongan kepada siswa untuk memahami permasalahan yang akan mereka selesaikan dengan memberi pertanyaan-pertanyaan yang dapat menstimulus siswa.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti juga akan mendorong siswa untuk menyatakan ide-idenya secara terbuka dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mereka dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang akan peneliti ajukan untuk mengahantarkan siswa dalam memahami soal/permasalahan: (1) Bantuan apa yang bisa kita berikan kepada ibu guru? (2) jika ingin membuat sebuah kotak yang memuat kosmetik, antara kotak dengan kosmetik, mana yang harus lebih besar ukurannya? (3) berbentuk apakah kosmetik miliki ibu guru? (4) Untuk menentukan panjang dan lebar kotak, bagian dari kosmetik (tabung) yang ukurannya paling besar adalah?
b. Mengorganisasi siswa untuk belajar
Untuk menningkatkan efisiensi dan antar siswa mendapatkan ide-ide baru, permasalahan yang diberikan akan dikerjakan dengan berkolaborasi di dalam kelompok. Oleh sebab itu, peneliti akan membentuk kelompok, yang masing-masing akan terdiri dari 2 sampai 3 siswa. Kelompok dengan jumlah anggota yang sedikit dapat mendorong siswa terlibat lebih aktif dalam penyelesaian masalah dan memudahkan peneliti untuk mengontrol masing-masing kelompok.
Karena subjek penelitian ini terdiri dari tujuh siswa, maka aka nada tiga kelompok belajar pada pertemuan ini.
c. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Pada tahap ini, peneliti akan membimbing setiap kelompok untuk menemukan jawaban yang benar dari persoalan yang ada namun
tidak memberikan jawaban. Peneliti membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memicu siswa mendapatkan ragam informasi yang dibutuhkan. Tujuannya adalah agar siswa mengumpulkan informasi yang cukup untuk menciptakan dan membangun ide mereka dalam penyelesaian.
Beberapa kesulitan yang mungkin akan dialami siswa pada proses penyelesaian masalah yang diberikan yaitu siswa kesulitan dalam menentukan ukuran kotak yang akan mereka buat, dan siswa kesulitan dalam mencari luas permukaan karton yang akan mereka buat. Untuk membantu siswa memperoleh informasi yang cukup terkait kesulitan yang mungkin akan mereka alami, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: (1) jika ukuran kotak harus lebih besar daripada kosmetik, berapa tinggi kotak yang kamu pilih setelah membandingkannya dengan tinggi kosmetik (tabung) yang sudah kamu ukur?; (2) jika ukuran kotak harus lebih besar daripada kosmetik, berapa panjang dan lebar yang kotak yang akan kamu pilih setelah membandingkannya dengan diameter kosmetik (tabung) yang sudah kamu ukur?; (3) Berbentuk apakah jaring-jaring yang kalian buat?; (4) bagaimana rumus luas permukaan persegi?; dan (5) ada berapa persegi yang terdapat pada jaring-jaring yang kalian buat?
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Setiap kelompok menyajikan hasil pekerjaanya dalam bentuk produk yaitu kotak yang mereka buat dan menuliskan proses penyelesaiannya pada lembar kerja siswa yang sudah disediakan.
Stelah semua kelompok menyelesaiakan pekerjaan mereka, selanjutnya siswa akan mempresentasikan hasil pekerjaanya didepan kelas. Kelompok presentasi dipilih berdasarkan jawaban siswa yang
paling lengkap dan benar langkah-langkah penyelesaiannya dan kelompok yang unik atau berbeda cara penyelesaiannya. Kriteria tersebut dipilih karena kelompok yang benar dan lengkap jawabannya akan dapat memberikan informasi yang komplit dan valid kepada siswa lainnya, dan kelompok yang unik atau berbeda dapat menunjukkan menambah pengetahuan siswa lain terkait ide lain untuk sampai pada penyelesaian masalah.
Pada saat presentasi, peneliti berperan sebagai organisator sedangkan siswa lain yang tidak presentasi berperan sebagai penanggap atau pemberi umpan balik. Proses presentasi ini tentu sangat baik bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi mereka baik saat menjadi presenter maupun penanggap.
Presenter menjadi semakin baik dalam mengemukakan alasan atas penyelesaian mereka buat, sedangkan penanggap menjadi semakin kritis serta memperoleh ide yang lebih banyak dari jawaban pertanyaan mereka.
e. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Fase ini merupakan tahap akhir dalam Pembelajaran Berbasis Masalah. Tahap ini bertujuan untuk membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pekerjaan mereka dalam menyelesaikan permasalahan. Setelah siswa mempresentasikan hasil pekerjaan mereka, peneliti meminta siswa untuk mengkonstruksi pemikiran siswa selama proses kegiatan belajar dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti: (1) Bagian mana yang kalian anggap sulit dari proses pemecahan masalah yang ibu berikan?; (2) Setelah kita melakukan kegiatan tadi, apa yang dapat kalian simpulkan?;
Bagaimana kalian menemukan luas kotak yang dipilih?; (3) berbentuk apa kotak yang kalian buat?; (4) jika bentuknya kubus, lalu berbentuk apa jarring-jaring kubus yang kalian buat?; (5) ada berapa persegi yang
terdapat pada jaring-jaring kubus?; (6) apakah setiap persegi pada jaring-jaring tersebut memiliki ukuran yang sama?; (7) apa rumus luas satu persegi?; (8) untuk menentukan luas permukaan karton yang kalian gunakan apa hubungannya dengan luas permukaan setiap persegi pada jaring-jaring kubus yang kalian buat?. Setelah siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, peneliti akan menjelaskan kembali jawaban atas pertanyaan tersebut dengan berpedoman pada lembar kerja kegiatan “cari tahu”. Kemudian peneliti kembali menyimpulkan pembelajaran hari ini dari jawaban mereka yaitu bahwa jaring-jaring kubus berbentuk persegi. Luas permukaan kubus adalah jumlah seluruh luas sisi kubus tersebut. Luas setiap sisi-sisi kubus adalah sama. Karena sisi kubus ada 6, maka luas permukaan kubus adalah luas satu sisinya dikalikan 6. .
2. Pertemuan Kedua
a. Mengorientasi siswa pada masalah
Dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah, tahap ini sangat penting karena peneliti harus menjelaskan dengan rinci apa yang harus dilakukan oleh siswa. Berikut permasalahan yang akan diselesaikan oleh siswa pada pertemuan pertama:
Sebuah pabrik ATK akan mengirimkan 84 kotak isi staples/ refill stapler berbentuk balok berukuran panjang, lebar dan tingginya berturut-turut adalah 7,5 cm x 2,5 cm x 1,5 cm. Setiap 12 kotak isi staples/ refill stapler akan disusun dan dikemas kekotak yang lebih besar. Bantulah pegawai pabrik tersebut untuk membuat kotak besar yang memuat keduabelas kotak isi/ refill staples tersebut. Hitunglah berapa luas permukaan karton yang digunakan untuk membuat kotak yang kamu buat.
Peneliti menghantarkan permasalahan di atas dengan menyampaikan permasalahan tersebut dalam bentuk cerita dan sambil menunjukkan 84 kotak-kotak kecil isian staples yang akan disusun dan dibuatkan kotak besar yang memuat 12 kotak kecil tersebut. Melalui permasalahan tersebut diharapkan agar siswa dapat menemukan konsep serta rumus luas permukaan balok dalam proses penyelesaiannya. Peneliti akan memberikan dorongan kepada siswa untuk memahami permasalahan yang akan mereka selesaikan dengan memberi pertanyaan-pertanyaan yang dapat menstimulus siswa. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti juga akan mendorong siswa untuk menyatakan ide-idenya secara terbuka dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mereka dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang akan peneliti ajukan untuk mengahantarkan siswa dalam memahami soal/permasalahan: (1) bantuan apa yang bisa kita berikan kepada pegawai pabrik ATK?; (2) jika ingin membuat sebuah kotak yang memuat 12 isian staples, antara susunan 12 staples dengan kotaknya, mana yang harus lebih besar ukurannya?; (3) berbentuk apakah susunan staples yang kalian buat?; dan (4) untuk menentukan panjang dan lebar kotak, bagian dari susunan isian staples yang ukurannya paling besar adalah?
b. Mengorganisasi siswa untuk belajar
Untuk meningkatkan efisiensi dan antar siswa mendapatkan ide-ide baru, permasalahan yang diberikan akan dikerjakan dengan berkolaborasi di dalam kelompok. Oleh sebab itu, peneliti akan membentuk kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 2 sampai 3 siswa. Kelompok dengan jumlah anggota yang sedikit dapat mendorong siswa terlibat lebih aktif dalam penyelesaian masalah dan memudahkan peneliti untuk mengontrol masing-masing kelompok. Karena subjek penelitian ini terdiri
dari tujuh siswa, maka hanya ada tiga kelompok belajar pada pertemuan ini.
c. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Pada tahap ini peneliti akan membimbing setiap kelompok untuk menemukan jawaban yang benar dari persoalan yang ada namun tidak memberikan jawaban. Peneliti membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memicu siswa mendapatkan ragam informasi yang dibutuhkan. Tujuannya adalah agar siswa mengumpulkan informasi yang cukup untuk menciptakan dan membangun ide mereka dalam penyelesaian.
Beberapa kesulitan yang mungkin akan dialami siswa pada proses penyelesaian masalah yang diberikan yaitu siswa kesulitan dalam menentukan ukuran kotak yang akan mereka buat, siswa siswa kesulitan dalam mencari luas permukaan karton yang mereka buat. Maka untuk membantu siswa memperoleh informasi yang cukup terkait kesulitan yang mungkin akan mereka alami, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: (1) jika ukuran kotak harus lebih besar daripada susunan 12 isian staples, berapa tinggi kotak yang kamu pilih setelah membandingkannya dengan tinggi susunan staples yang sudah kamu ukur?; (2) jika ukuran kotak harus lebih besar daripada kosmetik, berapa panjang yang kotak yang akan kamu pilih setelah membandingkannya dengan panjang susunan staples yang sudah kamu ukur?; (3) jika ukuran kotak harus lebih besar daripada kosmetik, berapa lebar yang kotak yang akan kamu pilih setelah membandingkannya dengan lebar susunan staples yang sudah kamu ukur?; (4) Berbentuk apakah jaring-jaring yang kalian buat?; (5) bagaimana rumus luas permukaan persegi panjang?; dan (6) ada berapa persegi panjang yang terdapat pada jaring-jaring yang kalian buat?
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Setiap kelompok menyajikan hasil pekerjaanya dalam bentuk produk yaitu kotak yang mereka buat dan menuliskan proses penyelesaiannya pada lembar kerja siswa yang sudah disediakan. Stelah semua kelompok menyelesaiakan pekerjaan mereka, selanjutnya siswa akan mempresentasikan hasil pekerjaanya didepan kelas. Kelompok presentasi dipilih berdasarkan jawaban siswa yang paling lengkap dan benar langkah-langkah penyelesaiannya dan kelompok yang unik atau berbeda cara penyelesaiannya. Kriteria tersebut dipilih karena kelompok yang benar dan lengkap jawabannya akan dapat memberikan informasi yang komplit dan valid kepada siswa lainnya, dan kelompok yang unik atau berbeda dapat menunjukkan menambah pengetahuan siswa lain terkait ide lain untuk sampai pada penyelesaian masalah.
Pada saat presentasi, peneliti berperan sebagai organisator sedangkan siswa lain yang tidak presentasi berperan sebagai penanggap atau pemberi umpan balik. Proses presentasi ini tentu sangat baik bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi mereka baik saat menjadi presenter maupun penanggap. Presenter menjadi semakin baik dalam mengemukakan alasan atas penyelesaian mereka buat, sedangkan penanggap menjadi semakin kritis serta memperoleh ide yang lebih banyak dari jawaban pertanyaan mereka.
e. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Fase ini merupakan tahap akhir dalam Pembelajaran Berbasis Masalah.
Tahap ini bertujuan untuk membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pekerjaan mereka dalam menyelesaikan permasalahan. Setelah siswa mempresentasikan hasil pekerjaan mereka, peneliti meminta siswa untuk mengkonstruksi pemikiran siswa selama proses kegiatan belajar dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti:
(1) bagian mana yang kalian anggap sulit dari proses pemecahan masalah
yang ibu berikan?; (2) setelah kita melakukan kegiatan tadi, apa yang dapat kalian simpulkan? Bagaimana kalian menemukan luas kotak yang dipilih?; (3) berbentuk apa kotak yang kalian buat?; (4) jika bentuknya balok, lalu berbentuk apa jaring-jaring balok yang kalian buat?; (5) ada berapa persegi panjang yang terdapat pada jaring-jaring kubus?; (6) merujuk pada gambar jaring-jaring balok pada kegiatan cari tahu, apakah setiap persegi pada jaring-jaring tersebut memiliki ukuran yang sama,?
Persegi panjang mana saja yang memiliki ukuran yang sama?; (7) apa rumus luas persegi panjang?; dan (8) untuk menentukan luas permukaan karton yang kalian gunakan apa hubungannya dengan luas permukaan setiap persegi panjang pada jaring-jaring kubus yang kalian buat?.
Setelah siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, peneliti akan menjelaskan kembali jawaban atas pertanyaan tersebut dengan berpedoman pada lembar kerja kegiatan “cari tahu”. Kemudian peneliti kembali menyimpulkan pembelajaran hari ini dari jawaban mereka yaitu bahwa jaring-jaring balok berbentuk persegi panjang. Luas permukaan balok adalah jumlah seluruh luas sisi balok tersebut. Ada dua luas sisi yang berhadapan sama. Karena sisi balok ada 6, maka luas permukaan
balok adalah .
B. Deskripsi Proses Pembelajaran dan Pembahasan
Setelah melakukan penelitian selama dua kali pertemuan pada siswa SMP kelas VIII, peneliti mendapatkan data yang akan menjawab rumusan masalah pada penelitian yaitu terkait langkah-langkah pembelajaran siswa yang menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Pada pertemuan pertama, peneliti membelajarkan tentang bagaimana menemukan luas permukaan kubus dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan luas permukaan kubus dengan menerapkan langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah. Pada pertemuan kedua, peneliti membelajarkan tentang bagaimana menentukan luas permukaan balok dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan luas balok dengan menerapkan langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah.
Peneliti akan mendeskripsikan data tentang langkah-langkah membelajarkan siswa pada pertemuan pertama dan kedua. Data tersebut diperoleh dengan menggunakan catatan lapangan yang berisi pengalaman belajar anak yang dapat peneliti amati yaitu respon dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Kemudian catatan lapangan tersebut didukung dengan adanya hasil pekerjaan siswa pada setiap kegiatan di Lembar Kerja Peserta Didik,
1. Deskripsi proses pembelajaran pada pertemuan pertama
Di awal pembelajaran peneliti meminta siswa menyebutkan benda-benda berbentuk kubus yang mereka ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk memunculkan motivasi siswa dan mengingatkan siswa bentuk dari bangun kubus.
Peneliti : Coba kalian sebutkan contoh benda berbentuk kubus disekeliling kalian atau dalam kehidupan kalian sehari-hari.
Siswa : kardus kak
Siswa : kamar yang berbentuk kubus
Dari dialog di atas, setelah peneliti memberi waktu untuk menjawab contoh benda berbentuk kubus, siswa hanya bisa menyebutkan dua contoh benda berbentuk kubus.
Agar lebih jelas, peneliti menayangkan gambar-gambar bentuk bangun ruang pada PPT dan meminta anak menunjukkan secara lisan gambar mana yang menunjukkan bentuk bangun kubus.
Peneliti : coba perhatikan gambar-gambar yang ada didepan berikut ini.
Dari gambar A,B,C,D (slide 1), gambar mana yang menyerupai bentuk kubus?
Siswa : gambar yang B kak
Peneliti : gambar B itu benda apa S1?
Siswa : Dadu kak
Peneliti : benar ya, lalu ada yang punya tanggapan yang berbeda?
Siswa : C kak
Peneliti : yak benar C juga berbentuk kubus yaitu karton yang berbentuk kubus.
Peneliti : coba perhatikan gambar berikutnya (slide 2), gambar mana yang menyerupai bentuk kubus?
Siswa : Yang C, yaitu gambar rubik
Peneliti : Ya tepat sekali. Lalu coba perhatikan lagi gambar ini (slide 3), gambar mana yang menyerupai bentuk kubus?
Siswa : A, kotak kado kak
Peneliti : ya benar semua ya, gambar-gambar yang kalian sebutkan tasi adalah benda yang berbentuk kubus dan dapat kalian temui dalam kehidupan sehari-hari.
Dari dialog di atas, tampak bahwa siswa sudah dapat menyebutkan dan mengingat kembali contoh-contoh benda berbentuk kubus yang ada di sekitar mereka.
Selanjutnya peneliti mengingatkan kembali unsur-unsur kubus.
Peneliti : apakah kalian masih mengingat unsur-unsur kubus?
Siswa : memiliki 4 sisi.
Peneliti : ya hampir tepat, berarti yang menjadi unsur kubus adalah…
Siswa : sisi
Peneliti : ya benar, ada lagi yang tau unsur kubus?
(diam sejenak)
Peneliti : baik, kita akan bersama-sama mengingat unsur-unsur kubus.
Perhatikan kedepan ya. Unsur kubus yang pertama adalah titik sudut. Coba kalian perhatikan titik sudut yang ditunjuk pada gambar kubus didepan. Nah, coba kalian sebutkan titik-titik
sudut pada kubus ABCD EFGH (sambil menayangkan gambar kubus ABCD EFGH).
Siswa : titik sudut A, B, C, D, E, F, G, H.
Peneliti : ya, ada berapa titik sudut pada kubus?
Siswa : Ada 8
Peneliti : baik, unsur kubus berikutnya adalah rusuk kubus. Coba kalian perhatikan rusuk kubus yang ditunjuk pada gambar kubus di depan. Nah, coba kalian sebutkan rusuk pada kubus ABCD EFGH (sambil menayangkan gambar kubus ABCD EFGH).
Siswa : AB, BC, CD, AD, EF, FG, GH, EH, AE, BF, CG, dan DH Peneliti : benar sekali, jadi ada berapa rusuk kubus?
Siswa : ada 12 kak
Peneliti : baik, unsur kubus berikutnya adalah sisi kubus. Coba kalian perhatikan sisi kubus yang ditunjuk pada gambar kubus didepan.
Nah, coba kalian sebutkan sisi kubus ABCD EFGH (sambil menayangkan gambar kubus ABCD EFGH).
Siswa : ABCD, EFGH, ABEF, BCFG, CDGH,ADEH.
Peneliti : benar ya, jadi ada berapa sisi kubus?
Siswa : ada 6
Peneliti : baik, unsur kubus berikutnya adalah diagonal bidang. Coba kalian perhatikan diagonal bidang yang ditunjuk pada gambar kubus didepan. Nah, coba kalian sebutkan diagonal bidang pada kubus ABCD EFGH (sambil menayangkan gambar kubus ABCD EFGH).
Siswa : AF, EB, BG, CF, AH, ED, DG, CH, AC, BD, FH, EG Peneliti : benar ya, jadi ada berapa diagonal bidang kubus?
Siswa : 12 kak
Peneliti : dalam satu sisi kubus, ada berapa diagonal bidangnya?
Siswa : ada 2 kak.
Peneliti : berbentuk apakah diagonal bidang kubus?
(diam sejenak)
Peneliti : bisa kita lihat bahwa diagonal bidang kubus yaitu berbentuk ruas garis yang mengubungkan dua titik sudut yang berhadapan pada sisi kubus.
Peneliti : baik, unsur kubus berikutnya adalah diagonal ruang. Coba kalian perhatikan diagonal ruang yang ditunjuk pada gambar kubus didepan. Nah, coba kalian sebutkan diagonal ruang pada kubus ABCD EFGH (sambil menayangkan gambar kubus ABCD EFGH).
Siswa : BH, DF, CE, AG
Peneliti : baik, berbentuk apakah diagonal ruang kubus?
Siswa : ruas garis kak
Peneliti : benar sekali ya, jadi diagonal ruang adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak terletak dalam sisi kubus yang sama.
Peneliti : baik, unsur kubus berikutnya adalah bidang diagonal. Coba kalian perhatikan bidang diagonal yang ditunjuk pada gambar kubus didepan. Nah, coba kalian sebutkan bidang diagonal pada
kubus ABCD EFGH (sambil menayangkan gambar kubus ABCD EFGH).
Siswa : ABGH, EFCD, AFGD, BCHE
Peneliti : baik, berbentuk apakah bidang diagonal kubus?
(diam sejenak)
Peneliti : jadi, bidang diagonal berbentuk bidang yang memuat sepasang diagonal ruang kubus yang saling berpotongan.
Dialog di atas terjadi saat peneliti membantu siswa agar mengingat unsur-unsur kubus dengan dengan memberi bantuan gambar yang menunjukkan unsur kubus pada PPT. Kemudian peneliti meminta siswa menyebutkan lebih detail penjelasan dari unsur kubus tersebut dengan memberikan pertanyaan seperti: sebutkan semua titik sudut, rusuk, sisi, diagonal bidang, diagonal ruang, dang bidang diagonal pada kubus ABCD EFGH; ada berapa jumlah masing-masing unsur-unsur tersebut pada kubus ABCD EFGH; berbentuk apakah diagonal bidang, diagonal ruang, dan bidang diagonal. Secara umum
Dialog di atas terjadi saat peneliti membantu siswa agar mengingat unsur-unsur kubus dengan dengan memberi bantuan gambar yang menunjukkan unsur kubus pada PPT. Kemudian peneliti meminta siswa menyebutkan lebih detail penjelasan dari unsur kubus tersebut dengan memberikan pertanyaan seperti: sebutkan semua titik sudut, rusuk, sisi, diagonal bidang, diagonal ruang, dang bidang diagonal pada kubus ABCD EFGH; ada berapa jumlah masing-masing unsur-unsur tersebut pada kubus ABCD EFGH; berbentuk apakah diagonal bidang, diagonal ruang, dan bidang diagonal. Secara umum