• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modus Operandi Penipuan Dalam Transaksi Jual-Beli Melalui

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Modus Operandi Penipuan Dalam Transaksi Jual-Beli Melalui

Carding.

a. Perkembangan Kejahatan Cyber di Wilayah Polda Jawa Tengah.

Kejahatan Cyber adalah kejahatan yang dilakukan melalui media internet dengan menggunakan sarana peralatan komputer. Cukup banyak terjadi kejahatan cyber di wilayah Polda Jawa Tengah. Tidak hanya satu jenis kejahatan cyber yang terjadi melainkan beraneka macam kejahatan pernah terjadi. Dengan berbagai macam teknik kejahatan dilakukan para pelaku untuk menghindari agar tidak tertangkap polisi. Berikut ini kejahatan cyber yang pernah ditangani Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah hasil wawancara dengan Kompol Iswanto, Kanit I Subdit Ekonomi Khusus:

commit to user

1)Carding

Teknik kejahatan carding sudah ada sejak tahun 2000 sebelum adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan

Transaksi Elektronik. Dalam menangani kasus carding tim Dit

Reskrimsus menggunakan Pasal-Pasal KUHP untuk menjerat pelakunya.

2)Penipuan Lewat Sms

Modusnya dengan mengirimkan sms undian berhadiah atas nama suatu perusahaan terkenal. Modus kejahatan ini baru-baru saja terjadi di Indonesia. Isi sms tersebut menganjurkan korban untuk telfon ke nomor yang disediakan. Kemudian saat korban telfon ke nomor tersebut, korban di minta untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai syarat pengambilan hadiah. Setelah di kirim uang, korban tidak menerima hadiah apapun dari pengirim sms tersebut.

3)Pencemaran Nama Baik melalui Facebook

Kejahatan dengan modus ini pernah terjadi di jawa tengah karena pelaku putus cinta, kemudian pelaku menyebar foto-foto berbau pornografi mantan pacarnya tersebut. Kemudian modus kedua seorang teman dendam dengan temannya yang lain. Dengan memasuki akun sosial media korban, pelaku merusak profil korban sebagai wanita sewaan hingga korban di ganggu orang-orang tak di kenal dan diteror.

4)Menggunakan website untuk melakukan penipuan

Modus ini terjadi di jawa tengah dengan adanya kertas undian di dalam kemasan produk makanan tertentu. Di dalam kertas tercantum alamat website palsu sebuah perusahaan terkenal. Melalui website tersebut korban di kelabuhi bahwa undian tersebut benar-benar ada. 5)Pencurian pulsa

Akhri-akhir ini marak terjadi modus pencurian pulsa. Kasus ini pernah di ungkap oleh tim Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah.

commit to user

6)Penyebaran konten pornografi melalui handphone

Penyebaran konten pornografi ini dilakukan melalui sarana bluetooth pada handphone.

Perkembangan kejahatan cyber ini terjadi akibat kelemahan aparat penegak hukum di wilayah Jawa Tengah. Menurut wawancara dengan Kompol Iswanto, polisi khusus yang menangani kejahatan cyber baru ada di tingkat wilayah Polda dan Mabes Polri. Pada tingkat Polres, Polwil dan Polsek belum ada unit khusus menangani Cybercrime. Jika terjadi kasus tindak pidana ini pada tingkat Polres, Polwil dan Polsek, maka akan ditangani bagian Reskrim Umum. Padahal seharusnya kejahatan ini merupakan kejahatan khusus dan harus ditangani oleh Polisi Khusus/Cyber Police yang ahli pada bidang ini. Kendala ini yang harus dihadapi aparat penegak hukum di Indonesia, karena biaya yang mahal untuk mendidik anggota Polri di bidang ini dan jangka waktu yang sangat lama.

b. Modus Operandi Carding Yang Terjadi Di Wilayah Polda Jawa Tengah

Dalam kamus Besar Ilmu pengetahuan, motif diartikan sebagai dorongan sadar untuk bertindak sesuai dengan tujuan atau maksud tertentu untuk melakukan kejahatan, sedangkan modus operandi diartikan sebagai cara atau metode kerja yang di pakai untuk melakukan tindakan kejahatan

Di Semarang, seorang pelaku carding dapat membuat 999 nomor lagi setelah 4 nomor depan yang ada pada kartu kredit. Pelaku membuat 999 nomor tersebut menggunakan sebuah software yang bernama Credit Card

Generator. Dari 999 nomor tersebut di cek lagi dengan softwere Verifikator,

untuk mengecek validitas dan keberlakuan nomor kartu kredit. Dengan

verifikator, pelaku mendapatkan info tentang siapa pemilik, jenis kartu dan

masa berlaku nomor kartu kredit yang di pilihnya. Setelah mendapatkan nomor kartu kredit yang valid milik orang lain kemudian pelaku menggunakan nomor kartu kredit tersebut untuk belanja secara online melalui internet. Metode Belanja secara online pembayarannya dilakukan dengan cara

commit to user

memasukkan nomor kartu kredit, jenis kartu kredit, masa berlaku kartu dan jumlah nominal belanjanya. Setelah terjadi kesepakatan jual beli, maka

merchant (penjual barang online) mengirimkan barang yang di pesan oleh

pembeli/pelaku carding. Setelah barang di kirim dan sudah diterima pembeli, maka pihak merchant mengajukan klaim kepada pemilik kartu kredit asli. Dan ternyata pemilik kartu kredit yang asli tidak mengetahui transaksi yang terjadi dengan merchant tersebut. Berangkat dari situ, merchant mengetahui ada penipuan karena pemilik kartu yang asli tidak pernah belanja di tempat si

merchant. Kemudian pihak merchant melaporkan pada Kepolisian di mana

merchant berada. Bila merchant berada di luar negeri pihak Kepolisian

setempat akan melaporkan melalui duta besar RI jika alamat pengiriman ditujukan ke negara Indonesia untuk segera dilakukan Penyidikan.

1) Kasus I:

Kasus ini terjadi di Semarang pada tahun 2000. Seorang pelaku carding

berinisial DN, membeli helm balap dan GPS pada seseorang yang tinggal di

Kanada. Pelaku menggunakan nick Londo pada saat memesan barang. Pelaku

menggunakan nomor kartu kredit milik orang lain dari hasil menggunakan

softwere Credit Card Generator dan Verifikator. Kemudian pelaku

memberikan alamat palsu untuk mengirim barang pesanannya tersebut.

Seiring perkembangan zaman, teknologi semakin canggih. Para pelaku

carding pun tidak ingin tertangkap untuk kedua kalinya. Akhirnya saat ini

mereka merubah teknik modus carding yang sudah diketahui oleh polisi dengan berbagai macam cara. Hingga pada akhirnya tahun 2012 polisi berhasil mengungkap modus baru carding yang terjadi di Semarang dengan cara sebagai berikut:

2) Kasus II:

Pelaku carding memesan kalung emas kadar 24 karat,18 inci dan emas murni 37,5 gram yang bernilai hingga puluhan juta pada seorang warga

commit to user

negara korea. Diketahui bahwa pemesan kalung tersebut menggunakan alamat email [email protected] atas nama Ugah Prasetya di mana alamat email

berada di Jl. Singosari Raya II no. 240 Semarang. Namun alamat pengiriman pembeli barang di alamatkan ke Rebecca M Macaoine Jl. Kanguru Barat Raya IV No.110 Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Modusnya adalah transaksi dilakukan melalui situs pembayaran online www.paypal.com. Setelah pelaku memasukkan nomor kartu kreditnya ke website Paypal, otomatis merchant mengira sudah dilakukan pembayaran atas barang yang telah di pesan. Kemudian merchant mengirim barang yang di pesan ke alamat yang sudah diberikan oleh pembeli tersebut. Namun, pada saat merchant akan mengambil uang melalui website paypal tersebut, ternyata dananya kosong dan barang sudah terlanjur di kirim pada alamat si pembeli. Akhirnya

merchant melaporkan kasus penipuan yang di alaminya pada Kepolisian

setempat.

Dalam kasus ini terbukti bahwa pelaku carding semakin pintar dalam menyiasati penjual barang dan polisi agar tidak ketahuan tindakan melanggar hukum yang dilakukannya.