• Tidak ada hasil yang ditemukan

Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Padi THLK

Dalam dokumen Laporan Tahunan 2014 KATA PENGANTAR (Halaman 99-102)

Realisasi No. Tahun Sasaran SL-PTT

13. Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Padi THLK

a. Realisasi Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Padi Ladang Tahun 2014

Luas panen padi ladang 10 tahun terakhir, pada tahun 2004 seluas 1.123.502 ha dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 1.165.215 ha atau naik 41.713 ha (3,71%). Pada tahun 2014 (ARAM II), luas panen mengalami penurunan menjadi 1.121.570 ha atau turun 43.645 ha (3,75%). Rata-rata luas panen padi ladang 10 tahun terakhir seluas 1.106.381 ha dan kontribusi luas panen padi ladang terhadap luas panen padi nasional baru mencapai 8,76%. Luas panen terluas pada tahun 2013 seluas 1.165.215 ha dan kontribusi luas panen terbesar terhadap luas panen padi nasional pada tahun 2004 sebesar 9,42%.

Produksi padi ladang 10 tahun terakhir, pada tahun 2004 sebesar 2.879.035 ton dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 3.894.592 ton atau naik 1.015.557 ton (35,27%). Pada tahun 2014 (ARAM II), produksi padi ladang mengalami penurunan menjadi 3.721.790 ton atau turun 172.802 ton (4,44%). Rata-rata produksi padi ladang 10 tahun terakhir seluas 3.230.395 ton dan kontribusi produksi padi ladang terhadap produksi padi nasional baru mencapai 5,23%. Produksi terbesar selama 10 tahun terakhir pada tahun 2013 yaitu 3.894.592 ton dan kontribusi terbesar pada tahun 2012 sebesar 5,60% terhadap produksi padi nasional.

Produktivitas padi ladang 10 tahun terakhir, pada tahun 2004 sebesar 25,63 ku/ha dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 33,42 ku/ha atau naik 7,79 ku/ha (30,42%). Pada tahun 2014 (ARAM II), produktivitas mengalami penurunan menjadi 33,18 ku/ha atau turun 0,24 ku/ha (0,71%). Rata-rata produktivitas padi ladang 10 tahun terakhir sebesar 29,16 ku/ha dan produktivitas padi ladang masih jauh lebih rendah dibandingkan produktivitas padi sawah dan padi nasional. Produktivitas paling tinggi selama 10 tahun terakhir pada tahun 2013 yaitu 33,42 ku/ha.

b. Realisasi Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Padi Sawah Tadah Hujan

Pertanaman padi sawah tadah hujan tahun 2014 seluas 2.823.025 ha. Dibandingkan dengan luas tanam padi dan padi sawah tahun 2014, luas tanam padi sawah tadah hujan sebesar 20,80% dan 22,55%.

Direktorat Budidaya Serealia 91

Dilihat dari potensi lahan sawah tadah hujan yang sebesar 2.111.161 ha, dengan luas tanam 2.823.025 ha berarti indeks pertanaman padi sawah tadah hujan 134 (IP 134) dan meningkat dari tahun 2005, IP padi sawah tadah hujan baru mencapai IP 115.

Luas panen padi sawah tadah hujan tahun 2014 seluas 2.850.302 ha.Dibandingkan dengan luas panen padi dan padi sawah tahun 2014, luas panen padi sawah tadah hujan sebesar 20,70% dan 22,54%.

Produksi padi sawah tadah hujan termasuk dalam produksi padi sawah.Berdasarkan perkiraan produksi padi sawah tadah hujan rata-rata 4 ton/ha, produksi padi sawah tadah hujan diperkirakan sebesar 11.401.208 ton. Kontribusi produksi padi sawah tadah hujan terhadap produksi padi dan padi sawah sekitar 16,15% dan 17,05%. Terjadi peningkatan produksi padi sawah tadah hujan dan kontribusinya pada tahun 2014 terhadap produksi padi dan padi sawah yang sebelumnya 12,46% dan 13,11%.

c. Permasalahan yang dihadapi di Lapangan

- Keterbatasan air pada lahan kering dikarenakan keterbatasan kemampuan profil tanah untuk menyimpan air hujan menjadi permasalahan utama pada lahan kering. Pertanaman padi lahan kering hanya mengandalkan sumber air hujan.

- Hama yang banyak menyerang padi di lahan kering seperti : hama lalat bibit, hama lundi, hama wereng cokelat, walang sangit, tikus. - Masihrendahnya tingkat ketersediaan benih unggul adalah tingkat

kesadaran petani untuk menggunakan benih yang berkualitas tinggi masih sangat kurang

- Wilayah lahan kering pada umumnya minim infrastruktur sosial seperti jalan, alat transportasi dalam mengangkut hasil produksi.dan infrastruktur ekonomi seperti pasar, kelembagaan keuangan juga terbatas,

- Terisolirnya wilayah lahan kering, petani yang kekurangan modal tidak mampu melakukan usahataninya dengan baik sehingga akan memperoleh produktivitas dan produksi yang rendah.

14. Pertemuan – Pertemuan

a. Konsolidasi SL-PTT Padi dan Jagung Tahun 2014 1) Bulan Maret 2014

Pertemuan Konsolidasi Kegiatan SL-PTT Padi dan Jagung 2014 dilaksanakan di International Convention Center IPBBogor pada tanggal 11 – 12 Maret 2014, dihadiri sejumlah 465 peserta terdiri dari Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan 30 Provinsi dan 347 Kab/Kota.Rapat konsolidasi dibuka oleh Direktur Jenderal Tanaman

92 Direktorat Budidaya Serealia Pangan. Setelah memperhatikan arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan dan diskusi yang berkembang dalam Workshop diperoleh rumusan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh semua pihak yang terkait untuk keberhasilan peningkatan produksi padi dan jagung pada tahun-tahun berikutnya sebagai berikut :

- Target Produksi Padi, Jagung dan Kedelai tahun 2014 telah ditetapkan. Target tersebut tidak ringan. Padi harus naik 5,28 juta ton (7,42%), Jagung harus naik 2,31 juta ton (12,48%) dan Kedelai harus naik 0,72 juta to (92,31%).

- Hasil rekapitulasi sasaran luas tanam, luas panen, provitas dan produksi padi dan jagung per provinsi, kabupaten, kecamatan perbulan yang sudah masuk baru mencapai 75%, untuk itu diharapkan kepada Kabupaten/Provinsi agar segera melengkapinya dan diharapkan selesai serta dilaporkan paling lambat akhir bulan Maret 2014.

- Target Areal SL-PTT Padi tahun 2014 adalah seluas 4,625 juta ha dan target Areal SL-PTT Jagung seluas 260 ribu ha, namun dari target tersebut yang CP/CL SL-PTT Padi yang sudah masuk baru mencapai 4,42 juta ha (95,61%) dan 248 ribu ha (95,29%) SL-PTT Jagung. Sementara sisa areal SL-SL-PTT Padi maupun Jagung akandikoordinasikan kembali dengan kabupaten/kota dan dilaporkan paling lambat akhir bulan Maret 2014.

- Kegiatan SL-PTT Padi dan Jagung tahun 2014 diharapkan berkuntribusi pada tahun 2014 (tanam paling lambat bulan September), namun hasil rekapitulasi rencana tanam SL-PTT Padi tahun 2004 baru mencapai 3,81 juta Ha (82,50%) sementara rencana tanam SL-PTT jagung mencapai 180 ribu ha (69,52%) - Beberapa faktor yang menyebabkan sehingga target tanam

SL-PTT 2014 tidak mencapai sasaran yang diinginkan (tidak 100% di bulan September) karena sebagian besar pertanaman SL-PTT padi gogo hanya bisa dilaksanakan pada musim penghujan (Oktober-Desember), disamping itu ketersediaan benih bersubsidi sesuai 6 tepat belum terpenuhi.

- Serapan Bansos kegiatan SL-PTT Padi dan Jagung untuk B03 berdasar kewajiban pelaporan ke UKP4 adalah 10% dari target areal pelaksaan SL-PTT padi dan jagung tahun 2014 (462 ribu ha). Berdasarkan hasil rekapitulasi prediksi serapan Bansos SL-PTT Padi sampai dengan akhir Maret sebesar 175 ribu ha (3,8%), sementara prediksi serapan Bansos SL-PTT Jagung mencapai 32 ribu ha (12,37%). Untuk itu diharapkan agar provinsi dan

Direktorat Budidaya Serealia 93

kabupaten/kota untuk melakukan percepatan penyerapan Bansos sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Dalam dokumen Laporan Tahunan 2014 KATA PENGANTAR (Halaman 99-102)