Jumlah nabi dan rasul utusan Allah swt. sangat banyak. Dalam Al-Qur’an Allah swt. menjelaskan bahwa ada nabi dan rasul yang diceritakan dan ada pula yang tidak diceritakan. Perhatikan firman Allah swt. berikut ini.
Walaqad arsalna- rusulan min qablika minhum man qas.as.na-‘alaika wa minhum man lam naqs.us. qas.as.na-‘alaika . . . .
Artinya: Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu . . . .(Q.S. al-Mu’min [40]: 78)
Berdasarkan ayat di atas dapat diketahui bahwa ada rasul yang diceritakan dan ada pula yang tidak diceritakan. Dapat diambil kesimpulan bahwa hanya Allah swt. yang mengetahui dengan pasti jumlah nabi dan rasul utusan-Nya. Dari sekian banyak jumlah nabi dan rasul-Nya, kita hanya diwajibkan untuk mengetahui dan mengenal nama 25 nabi dan rasul-Nya.
2. Sifat-Sifat Nabi dan Rasul
Pada pembahasan awal kita telah mengetahui bahwa rasul adalah manusia biasa berjenis kelamin laki-laki yang diberi wahyu dan diutus oleh Allah swt. untuk menyampaikan risalah (syariat) kepada umatnya. Layaknya manusia biasa, seorang rasul juga membutuhkan makan, minum, lelah, tidur, beristri, dan me-miliki anak. Seorang rasul juga dapat merasakan sakit, sedih, bahagia, dan sifat-sifat kemanusiaan lainnya. Nabi Ayyub a.s. pernah merasakan sakit berkepanjangan sebagaimana manusia biasa. Nabi Muhammad saw. juga meneteskan air mata ketika Khadijah, istrinya meninggal dunia, sebagai wujud kesedihan.
Hal yang membedakan dengan manusia biasa adalah bahwa rasul mendapatkan wahyu dari Allah swt. dan ia memiliki kewajiban untuk menyampaikan risalah kepada umatnya. Diutusnya rasul-rasul tidak lain adalah dalam rangka mengajak manusia untuk menegakkan kalimat tauhid dengan menyeru beribadah hanya kepada Allah dan menjauhi tagut.
Tugas yang dipikul oleh rasul Allah swt. sangat berat. Meskipun demikian, mereka menjalankan tugas tersebut dengan ikhlas. Rasul merupakan manusia pilihan yang dikaruniai sifat-sifat khusus. Sifat-sifat-sifat yang dikaruniakan Allah swt. kepada rasul-Nya sebagai berikut.
a. Siddiq
Siddiq berarti jujur. Nabi dan rasul utusan Allah swt. merupakan manusia yang jujur. Mereka menyampaikan apa yang diwahyukan oleh Allah swt. kepada umatnya. Tidak ada syariat yang disembunyikan atau tidak disampaikan kepada umatnya.
b. Amanah
Amanah berarti dapat dipercaya. Nabi dan rasul memiliki sifat amanah. Oleh karena nabi dan rasul memiliki sifat jujur, mereka dapat dipercaya. Kejujuran yang dimiliki oleh nabi dan rasul menyebabkan mereka dipercaya. Mereka menjaga dan melaksanakan amanah yang diterima kapan dan di mana pun berada.
c. Tablig
Rasul Allah swt. dikaruniai sifat tablig yang berarti menyampaikan. Apa yang diterima dari Allah swt. disampai-kan kepada umatnya. Rasul tidak mengurangi sedikit pun perintah yang diterima dari Allah swt.
d. Fatanah
Rasul Allah swt. memiliki sifat fatanah yang berarti cerdas. Dalam menjalankan dakwah rasul sering menemui halangan dan rintangan. Halangan dan rintangan harus dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya. Diperlukan kecerdas-an dkecerdas-an kejernihkecerdas-an pikirkecerdas-an agar dapat keluar dari tkecerdas-antkecerdas-angkecerdas-an yang dihadapi. Oleh karena itu, Allah swt. mengaruniai nabi dan rasul-Nya sifat fatanah.
Sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh rasul tidak serta-merta menyebabkan seseorang beriman kepada rasul. Kadang mereka menantang rasul untuk membuktikan kerasulannya. Oleh karena itu, Allah swt. menganugerahkan mukjizat kepada beberapa nabi dan rasul-Nya.
Sekarang kamu telah mengetahui pengertian mukjizat rasul. Dengan mukjizat yang dimiliki, para rasul akan mudah untuk membuktikan kerasulannya kepada umat manusia. Pada akhirnya manusia mau mengikuti ajaran yang dibawa. Hanya manusia keras kepala yang tidak meyakini kebenaran ajaran para nabi dan rasul.
Di antara nabi dan rasul Allah swt. ada yang diberi gelar ulul azmi. Gelar tersebut dikaruniakan kepada mereka karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam melaksanakan dakwah. Mereka tetap berdakwah dan menyampaikan syariat Allah swt. meskipun penderitaan mereka terima. Lima nabi dan rasul yang mendapat gelar ulul azmi sebagai berikut.
1. Nabi Nuh a.s. 2. Nabi Ibrahim a.s. 3. Nabi Musa a.s. 4. Nabi Isa a.s.
5. Nabi Muhammad saw.
Mukjizat Rasul
Di dalam mengemban tugas-tugasnya, para rasul sering mendapat tantangan dari kaumnya. Untuk membuktikan kerasulannya Allah melengkapi dengan mukjizat. Mukjizat yaitu suatu kemampuan luar biasa yang tidak dapat ditiru oleh manusia biasa yang terjadi atas izin Allah swt.
Mukjizat untuk tiap-tiap rasul berbeda sesuai dengan kecenderungan umat dan situasi yang dihadapi. Misalnya, mukjizat Nabi Ibrahim a.s. yang tidak terbakar api dan Nabi Nuh a.s. dapat membuat perahu besar yang dapat menyelamatkan semua umat yang beriman kepada Allah dan hewan-hewan dari bencana banjir. Nabi Musa a.s. dengan tongkat yang bisa berubah menjadi ular untuk
mengalah-kan tumengalah-kang sihir Raja Firaun. Nabi Isa a.s. yang dengan izin Allah dapat menyembuhkan kaki lumpuh, sakit kusta dan buta, bahkan menghidupkan orang yang telah mati. Mukjizat Al-Qur’an yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw. sebagai kitab suci lengkap yang kemurniannya akan terjaga sepanjang masa.
Kejadian luar biasa juga terjadi pada orang-orang saleh yang sangat dekat dengan Allah swt. Kejadian ini disebut karamah. Antara mukjizat dan karamah memiliki kesamaan, yakni merupakan karunia dari Allah swt. Keduanya tidak dapat dipelajari dan diajarkan oleh orang lain.
Kamu telah tahu nama-nama rasul yang men-dapatkan gelar ulul ‘azmi. Kamu perlu mengetahui kisah-kisah hidup mereka dan perjuangannya dalam menyiarkan ajaran tauhid. Untuk itu, kamu perlu melakukan kegiatan penelitian berikut ini. 1. Bagilah kelasmu menjadi lima kelompok,
setiap kelompok mendapat tugas untuk membaca dan mempelajari satu kisah nabi
2. Setiap kelompok mendapat tugas untuk mem-buat ringkasan atau resume tentang tantangan dan cara menanganinya.
3. Untuk mempermudah masukkan data yang telah diperoleh ke dalam tabel seperti contoh. Dari data yang telah diperoleh, lakukanlah analisis dengan cara menjawab