• Tidak ada hasil yang ditemukan

Puasa sunah adal ah puasa yang ji ka di l aksanakan me-dapatkan pahala dan jika tidak melakukan tidak berdosa.

Hari-Contoh tabel:

No. Hari/Tanggal Amal Baik Keterangan

1. Senin, 1 Ramadan Memberi uang kepada pengemis. Memberikannya dengan ikhlas.

2. . . . . . . . . . . . .

3. . . . . . . . . . . . .

4. . . . . . . . . . . . .

Di antara hari-hari yang telah ditetapkan Rasulullah saw. adalah hari Senin dan Kamis, enam hari pada bulan Syawal atau disebut dengan puasa Syawal, dan tanggal 9 Zulhijah atau disebut dengan puasa Arafah.

1. Macam-Macam Puasa Sunah

a. Puasa Senin-Kamis

Di namakan puasa Seni nKami s karena puasa i ni di -lakukan pada hari Senin dan Kamis setiap minggunya di luar bulan Ramadan. Rasulullah saw. sering melaksanakan puasa Seni n-Kami s semasa hi dupnya sebagai mana hadi s yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a.

Artinya:Dari ’Aisyah r.a. Ia berkata, ”Bahwasanya Nabi Muhammad saw. selalu memilih puasa hari Senin dan hari Kamis.” (H.R. Tirmiz.i-)

b. Puasa Syawal

Puasa Syawal adalah puasa yang dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal, tetapi tidak dilakukan pada tanggal 1 Syawal. Hal ini karena tanggal 1 Syawal adalah hari raya Idul Fitri yang diharamkan berpuasa. Menunaikan ibadah puasa Syawal tidak harus berurutan harinya asalkan masih dalam bulan Syawal. (Ensiklopedi Hukum Islam 4. 1997: halaman 1430)

Menunaikan puasa Syawal dianjurkan oleh Rasulullah, sebab puasa Syawal merupakan pelengkap bagi puasa wajib bul an Ramadan. Sel ai n i tu, pahal a mel aksanakan puasa Syawal sangat besar. Sebagaimana yang telah disabdakan Rasul ul l ah saw. dal am hadi snya yang berbunyi seperti berikut.

Artinya: Dari Ayyub, Rasulullah bersabda: ”Barang siapa yang telah berpuasa pada bulan Ramadan kemudian ia mengikutkannya dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka puasanya itu seperti puasa sepanjang tahun.” (H.R. Muslim)

c. Puasa Arafah

Arafah adal ah nama sebuah padang yang terl etak di M ekah. Padang Arafah terl etak l ebi h kurang 25 km dari M ekah. Di padang i ni l ah umat Isl am yang menunai kan ibadah haji melaksanakan wukuf pada tanggal 9 Zulhijah. Wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari hingga terbit fajar tanggal 10 Zulhijah.

Pada saat jamaah haji melaksanakan wukuf, umat Islam yang sedang ti dak menunai kan i badah haji di sunahkan menunaikan puasa. Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zul hi jah di sebut puasa A rafah. A l l ah sw t. menjanji kan pahal a yang sangat besar bagi orang yang mel aksanakan puasa Arafah. Pahal a yang di janji kan Al l ah sw t. adal ah dihapusnya dosa kecilnya selama dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Perhatikan sabda Rasulullah saw. berikut ini.

Artinya:Dari Abu Qatadah, Nabi Muhammad saw. bersabda: ”Puasa di hari Arafah itu menghapuskan (dosa kecil) dua tahun, satu tahun dosa yang telah lalu, satu tahun dosa yang akan datang.” (H.R. Muslim) Selain puasa sunah yang telah dibahas di depan, ada beberapa puasa sunah lain yang dianjurkan Rasulullah saw. untuk kita laksanakan. Puasa-puasa sunah tersebut sebagai berikut.

1) Puasa Daud, yaitu berpuasa satu hari dan berbuka satu hari (berselang hari). Puasa Daud sangat baik dikerjakan jika kita ingin memperbanyak keutamaan pahala puasa. Rasul ul l ah bersabda yang arti nya, Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: ”Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, itu puasa Nabi Daud dan itulah seutama-utama puasa. Maka aku berkata, ’Saya sanggup lebih dari demi-kian.’ Jawab Rasulullah saw. tidak ada yang lebih utama dari itu.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

2) Puasa Tasr’a dan ’Asyura, yaitu puasa sunah pada tanggal 10 Muharam (hari ’Asyura). (Ensiklopedi Hukum Islam 4. 1994: halaman 114) Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk berpuasa pada hari tersebut. Sebagaimana sabda-nya yang artisabda-nya, ”Dari Abu Qatadah, Rasulullah telah berkata: ’Puasa hari ’Asyura itu menghapuskan dosa satu tahun yang telah lalu’.” (H.R. Muslim)

3) Puasa Sya’ban, yai tu puasa yang di l aksanakan pada bulan Sya’ban sesering mungkin. Sabda Rasulullah dari Aisyah r.a. ia berkata, ”Saya tidak melihat Rasulullah saw. menyempurnakan puasa satu bulan penuh, selain bulan Ramadan dan saya tidak melihat Rasulullah pada bulan-bulan lain berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

4) Puasa pertengahan bulan, yaitu puasa yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Qamariah kecuali bul an Zul hi jah. (Ensi kl opedi Hukum Isl am 4. 1994: halaman 114) Rasulullah bersabda yang artinya, ”Dari Abu Zar Rasulullah saw. berkata: ”Wahai Abu Zar, jika

Sumber: www.muslimdaily.com Gambar 7.4

Ketika jamaah haji sedang wukuf, umat Islam yang tidak sedang menunaikan haji disunah-kan berpuasa.

Setelah melewati pembahasan tentang puasa-puasa sunah, kamu tentu telah mengerti dan memahami manfaat dan tujuan puasa-puasa sunah tersebut. Untuk membuktikan manfaat dan tujuan

tersebut, coba kamu biasakan diri untuk berpuasa sunah dalam satu tahun ini, terutama puasa Senin-Kamis, puasa Syawal, dan puasa Arafah.

KARTU AMAL PUASA SUNAH NAMA : . . . .

KELAS : . . . . A. PUASA SENIN KAMIS

Puasa Senin Kamis Bulan . . . tahun . . . .

Jenis Puasa Tanggal Keterangan

Puasa Senin

Puasa Kamis

2. Praktik Puasa Sunah

Allah swt. dan rasul-Nya menganjurkan umat Islam untuk menunaikan puasa sunah. Puasa yang hukumnya sunah telah dijelaskan di depan. Tidak ada salahnya kita mempraktikkan puasa sunah dalam kehidupan sehari-hari. Telah dijelaskan di depan bahwa Rasulullah senantiasa menunaikan puasa sunah. Sebagai umat Islam hendaknya kita meneladani contoh yang telah diberikan oleh Rasulullah saw. Kita dapat memilih puasa sunah yang akan di l aksanakan. Setel ah mel aksanakan puasa sunah, rasakan manfaat yang dapat kamu peroleh. Sesuatu positif yang akan kamu rasakan.

Tidak setiap hari kita boleh berpuasa. Hari-hari yang kita tidak boleh berpuasa sebagai berikut. 1. Dua hari raya, yaitu hari raya ’Idul Fitri dan ’Idul

Adha.

2. Tiga hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Selain hari-hari tersebut, ada hari-hari kita makruh berpuasa, artinya lebih baik tidak puasa pada hari itu. Hari-hari makruh berpuasa sebgai berikut. 1. Hari Jumat kecuali diiringi puasa hari Kamis atau

Sabtu.