• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian III : NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DAN

1. Negara Kesatuan Republik Indonesia

Negara adalah sebagai perwujudan sifat kodrati Manusia individu-sosial. Masing-masing negara di dunia memiliki bentuk negaranya sendiri. Bentuk negara yang dimiliki Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para pendiri bangsa memiliki banyak pertimbangan untuk menetapkan NKRI sebagai bentuk negara Indonesia. Pertimbangan utamanya adalah karena strategi devide et impera (pecah belah) yang dilakukan Belanda membuat mereka mampu menjajah Indonesia selama 350 tahun. Pada masa itu Indonesia masih terpecah belah dalam bentuk kerajaan. Pertimbangan para pendiri bangsa terbukti mampu membuat Indonesia lebih kokoh dan tidak mudah terpecah belah. Setelah berbentuk negara kesatuan, taktik pecah belah Belanda dapat dipatahkan dengan mudah.28

b. Tinjauan NKRI secara historis

Konsepsi kebangsaan dan konsepsi negara kesatuan, bagi bangsa Indonesia telah dimulai oleh kaum muda ketika mereka menyatukan tekad dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 192829 (menggunakan ejaan van Ophuysen)30, yaitu :

1) Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

2) Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

3) Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

28 Noto Nagoro Dalam Kaelan.2007. Pendidikan Kewarganegaraam Untuk Perguruan Tinggi. Jogyakarta: Parafdigma, hal 39 29 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, op.cit. hal. 41

22

Pada masa itu kaum muda bersumpah untuk mewujudkan suatu negara (nusa) yang bernama Indonesia. Konsep satu nusa ini kemudian dikembangkan saat para pendiri negara bermusyawarah dalam sidang-sidang BPUPKI untuk membahas bentuk negara Indonesia yang sedang dipersiapkan. Berdasarkan musyawarah mufakat disetujuilah bentuk negara yang akan dibangun adalah republik. Dari sinilah konsep “negara kesatuan” dimulai. Konsep negara kesatuan (NKRI) yang tertuang dalam rancangan Undang-Undang Dasar NRI 1945 hasil BPUPKI, selanjutnya disahkan menjadi bentuk negara yang disepakai secara nasional oleh PPKI.31

UUD 1945 dalam Pasal 1 ayat 1 berbunyi "Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Yang Berbentuk Republik". Artinya hanya ada satu Negara dan satu Pemerintahan pusat yang memiliki kekuasaan tertinggi didalam suatu pemerintahan yang disebut dengan bentuk pemerintahan republik. Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kedaulatan berada di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut UUD. Sistem pemerintahannya yaitu negara berdasarkan hukum (rechsstaat). Dengan kata lain, penyelenggara pemerintahan tidak berdasarkan pada kekuasaan lain (machsstaat). Dengan berlandaskan pada hukum ini, maka Indonesia bukan negara yang bersifat absolutism (kekuasaan yang tidak terbatas), artinya kekuasaan dibatasi oleh hukum.32

Konsep bentuk negara NKRI yang dituangkan dalam UUD NRI 1945, dalam perjalanannya pernah dihapus dari sistem pemerintahan negara Indonesia, yaitu saat dibentuknya Negara Republik Indonesia Serikat sebagai hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda, yang kemudian dikukuhkan dalam UUD Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun demikian konsep negara federal ini tidak bertahan lama, karena secara terus-menerus berbagai negara bagian, yang dimulai dari negara bagian Jawa Timur dan dilanjutkan oleh Negara Pasundan mulai menyerahkan kewenangan pemerintahannya kepada pemerintah pusat. Puncak dari penyerahan kewenangan negara bagian dari RIS adalah disetujuinya “mosi integral” Parlemen RIS yang berisi desakan agar Indonesia segera kembali dalam bentuk Negara Kesatuan yang dipelopori oleh M. Natsir pada tanggal 13 April 1950. Perwujudan penyerahan kewenangan yaitu ditandatangani-nya

31Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, op,cit, hal. 41

32 DR. MR. JCT Simorangkir. Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas, diunduh dari https://Soeharto.Co/Kekuasaan-Kepala-Negara-Tidak-Tak-Terbatas/, diakses 22 April 2020

23

“Piagam Persetujuan antara RIS dan RI untuk kembali kepada NKRI.” Piagam itu ditanda-tangani oleh Moh. Hatta sebagai wakil RIS dan Perdana Menteri Abdul Halim sebagai wakil RI. Bentuk NKRI ini tetap menjadi konsensus nasional dan tidak akan dilakukan perubahan, yang juga ditegaskan dalam UUD NRI 1945 hasil amandemen pasal 25A.33

Semenjak lahirnya reformasi pada akhir tahun 1997, telah terjadi perubahan pada sistem pemerintahan Indonesia bangsa dan negara Indonesia, yaitu dari pemerintahan yang sentralistik menjadi desentralisasi atau otonomi daerah. Ditetap-kannya UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah,34 serta UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Negara yang Bebas KKN,35 merupakan tonggak awal dari diberlakukannya sistem otonomi daerah di Indonesia. Inti dari tujuan reformasi adalah untuk membentuk negara berdasarkan hukum (rechtstaat ) dan mengakhiri negara yang berdasarkan kekuasaan lain (machtsstaat) dengan menggulirkan Pemilu tahun 1999 dengan format multipartai dan mengamandemenkan UUD NRI 1945 yang dinilai mengandung unsur machtsstaat di dalamnya. Jabatan Presiden di dalam pasal 7 UUD Negara Republik Indonesia setelah amandemen maksimal dua periode.36

c. Tujuan dan Kedudukan NKRI

Tujuan negara merupakan ide yang bersifat abstrak-ideal berisi harapan yang dicita-citakan. Tujuan utama berdirinya negara pada hakikatnya menciptakan kebahagian rakyatnya (bonum publicum/common-wealth), yang mencakup37:

1) Menciptakan Keamanan eksternal, artinya negara bertugas melindungi warga negaranya terhadap ancaman dari luar.

2) Menciptakan ketertiban internal (maintenance of internal order), artinya dalam masyarakat yang tertib terdapat pembagian kerja dan tanggung jawab

33 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, op.cit. hal 42

34 Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, 35 Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Negara yang Bebas KKN,

36Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama , hanya untuk satu kali masa jabatan.

37Samhis Setiawan. Pengertian dan Fungsi Negara, diunduh dari https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-negara/, diakses 23 April 2020

24

pelaksanaan peraturan-peraturan pada segenap fungsionaris negara, terdapat pula badan-badan, prosedur dan usaha-usaha yang dimengerti oleh segenap warga negara dan dilaksanakan untuk memajukan kebahagian bersama.

3) Fungsi keadilan (justice), terwujudnya suatu sistem di mana terdapat saling pengertian dan prosedur-prosedur yang diberikan kepada setiap orang apa yang telah disetujui dan telah dianggap patut.

4) Kesejahteraan (welfare), kesejahteraan meliputi keamanan, ketertiban, keadilan dan kebebasan.

5) Kebebasan (freedom), adalah kesempatan mengembangkan dengan bebas hasrat -hasrat individu akan ekspresi ke-pribadiannya yang harus disesuai- kan gagasan kemakmuran umum. Bagaimana dengan tujuan negara Indonesia? Tujuan Negara Indonesia se-perti tertuang dalam Alinea IV Pembu-kaan UUD 1945, yaitu:

a) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia b) Memajukan kesejahteraan umum,

c) Mencerdaskan kehidupan bangsa,

d) Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

NKRI, merupakan tempat yang menaungi seluruh aktivitas masyarakat dan pemerintahan Indonesia, termasuk di dalamnya tentang pengaturan dan aktivitas pembangunan, ekonomi, transportasi, perdagangan, politik, dan lain sebagainya, haruslah merupakan satu kesatuan yang utuh, tidak terpisah-pisah secara politik dan hankam, walaupun kenyataannya secara geografik-kultural bumi Indonesia adalah sebuah kepulauan dengan penduduk yang majemuk atau multikultural.

Kekuasaan tertinggi dalam NKRI berada di tangan rakyat. Sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, konsep negara kesatuan dan negara kepulauan akan menentukan batas-batas wilayah negaranya, serta menentukan sistem pengamanan yang tepat diterapkan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, dan menentukan sistem politik serta penyelenggaraan pemilihan umum baik untuk perwakilan maupun

25

pimpinan daerah, dalam semangat bela negara bersama-sama menjaga NKRI dari berbagai ancaman.

d. Nilai Kebangsaan yang terkandung dalam NKRI

Rasa kebangsaan adalah dorongan emosional yang lahir dalam perasaan setiap warga negara, baik secara perorangan maupun kelompok, tanpa memandang suku, ras, agama, maupun keturunan. Rasa itulah yang menumbuhkan Internalisasi suatu masyarakat yang didambakan (imagined society) dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bernama bangsa Indonesia.38 Rasa kebangsaan merupakan refleksi dari rasa memiliki (sense of belonging), merupakan sublimasi dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia. Kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang kuat atau besar, manakala kita secara individu maupun kolektif tidak merasa memiliki bangsanya. Rasa kebangsaan adalah suatu perasaan rakyat, masyarakat, dan bangsa terhadap kondisi bangsa Indonesia, dalam perjalanan hidupnya menuju cita-cita bangsa, yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945.39 Menguatnya rasa kebangsaan secara individual dan kelompok menjadi energy dan pengendapan

nilai-nilai kebangsaan, yang kemudian melahirkan faham dan semangat kebangsaan. Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Negara Kesatuan Republik

Indonesia, yang juga terkandung di dalam nilai dasar bela negara, adalah sebagai berikut: 40

1) Nilai Kesatuan Wilayah, merupakan konsekuensi dari negara kepulauan, perairan merupakan pemersatu pulau-pulau, bukan pemisah.

2) Nilai Persatuan Bangsa, merupakan konsekuensi dari bangsa yang bersifat plural, banyak suku, agama dan budaya;

3) Nilai Kemandirian, membangun bangsa dilaksanakan oleh kekuatan sendiri, bantuan dari luar sifatnya memperkuat untuk mengatasi kekurangan secara nasional.

38 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, op.cit. hal 44

39 Bahan Ajar: Wawasan Kebangsaan. (Ditjen. Pothan, Kementerian Pertahanan, 2018), hal.42 40Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, op.cit. hal 46

26

Faham kebangsaan merupakan pemahaman tentang keberadaan jati diri seseorang atau sekelompok orang sebagai satu bangsa, juga dalam memandang dirinya dan bertingkah lalu sesuai falsafah hidup bangsanya dalam lingkup internal dan lingkup eksternalnya. Pemahaman ini mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan serta keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Pemahaman ini mendorong setiap warga negara sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa. Faham kebangsaan ini dilandasi oleh Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijadikan pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku yang pada akhirnya bermuara pada terbentuknya karakter bangsa.41 Sedangkan semangat adalah perpaduan atau sinergi dari rasa kebangsaan dan paham kebangsaan. Kondisi semangat kebangsaan atau nasionalisme suatu bangsa akan terpancar dari kualitas dan ketangguhan bangsa tersebut dalam menghadapi berbagai ancaman.42

2. Bhinneka Tunggal Ika

Dokumen terkait