• Tidak ada hasil yang ditemukan

NO PERINGKAT NAMA PEMENANG UTUSAN/INSTANSI

1 Juara I M. Agus D. Diperta DKI Jakarta

2 Juara II Ny. Ketut Windra DWP Provinsi NTB

3 Juara III Yudit Krismarsani Dispertan Provinsi Jateng

4 Juara Harapan I Janeke Polii Distanak Kota Tomohon

5 Juara Harapan II Dewi Murni Distanak Provinsi Riau

6 Juara Harapan III I Wayan Sujana Distan TPH Tabanan

3. Kontes Bonsai

Dalam rangka menyemarakkan Festival Hortikultura, maka Dinas

Pertanian Provinsi NTB bekerjasama dengan Asosiasi

menyelenggarakan Konten Bonsai.

Tabel 23. Hasil Kontes Bonsai sebagai berikut :

NO PERINGKAT JENIS PEMILIK

1 Juara I Santigi Bayu S

2 Juara II Santigi Galih R

3 Juara III Asam Pahrul Roji

4 Juara Harapan I Serut Burhanudin

5 Juara Harapan II Santigi Imam

6 Juara Harapan III Santigi Panwika

4. Kontes Adenium

Dalam rangka menyemarakkan Festival Hortikultura, maka Dinas

Pertanian Provinsi NTB bekerjasama dengan Asosiasi

menyelenggarakan Kontes Adenium

Tabel 24. Hasil Kontes Adenium sebagai berikut :

NO PERINGKAT NOMOR PESERTA PEMILIK

1 Juara I No. 51 Addit S

2 Juara II No. 12 Galih R

3 Juara III No. 10 Sudy AD

4 Juara Harapan I No. 50 Addit S

5 Juara Harapan II No. 16 Bagus Dd.

Laporan Tahunan Satuan Kerja Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun Anggaran 2015 421 5.3.8 Karpet Bunga

Pembuatan karpet bunga merupakan salah satu inovasi model ekonomi kreatif pengenalan tanaman florikultura kepada masyarakat luas. Karpet bunga dapat bersifat permanen maupun non permanen seperti halnya taman-taman yang ada di luar ruangan (ourdoor) dan taman-taman di dalam ruangan (indoor). Dalam hal pembuatan karpet bunga ini, sudah tentu membutuhkan jenis tanaman lanskap yang beragamdan dalam jumlah yang banyak. Bila didesain sedemikian rupa, maka akan memberi nilai tambah secara ekonomi dari tanaman itu sendiri.

Hasil kegiatan :

- Inovasi Model Ekonomi Kreatif Florikultura merupakan salah satu model

pengenalan tanaman florikultura melalui pembuatan karpet bunga.

- Konsep Karpet Bunga yaitu dengan menanam tanaman bunga semusim di

hamparan yang diharapkan pertumbuhan bunganya seragam sehingga menyerupai karpet.

- Karpet bunga ini digunakan untuk memeriahkan acara “Festival

Hortikultura” yang diadakan di Kota Mataram, NTB, sehingga desain yang digunakan disesuaikan dengan seni/keadaan daerah setempat yaitu model Gendang Belek yang merupakan ciri khas budaya Mataram. Ukuran karpet bunga yang dibuat adalah 32,5 m x 5 cm.

- Jenis tanaman yang digunakan disesuaikan dengan desain yang sudah

dibuat, dan yang terutama bahwa semua tanaman yang dipakai merupakan produk lokal daerah setempat. Jenis tanamannya yaitu Marie

Gold Kuning, Marie Gold Orange, Seribu Bintang Ungu, Bulu Ayam

Putih, Lantana Ungu, Bonsai Kuning, Bunga Pukul Sembilan, Mawar

dan Soka. Selain itu juga telah disiapkan sarana pendukung lainnya berupa alat penyiram (Sprayer Elektrik).

- Marry Gold menjadi tanaman utama yang akan dipadupadankan atau

dikombinasi dengan tanaman lain dengan memperhatikan perpaduan warna tanaman yang sudah ada di dalam desain sehingga menambah keindahan karpet bunga.

5.3.9 Terlaksananya Sewa Mobil

Sewa mobil dalam rangka Festival Hortikultura 2015 yaitu sebanyak 10 unit.

6. Hasil/Outcome

Laporan Tahunan Satuan Kerja Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun Anggaran 2015 422 7. Manfaat/Benefit

Meningkatnya permintaan dan usaha produk florikultura.

8. Dampak/Impact

Berkembangnya industri florikultura.

9. Kesimpulan dan Saran 9.1. Kesimpulan

a. Kegiatan pemasyarakatan tanaman florikultura merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk florikultura.

b. Dalam kegiatan Flona dan Fauna Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura berpartisipasi dalam penyewaan dua stand bursa yang diisi oleh Gapoktan Primatara, Perhimpunan Florikultura Indonesia (PFI) dan Forum Arsitek Lansekap Indonesia (FALI).

c. Dalam kegiatan Festival Hortikultura 2015 Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura antara lain sebagai koordinator aneka kursus, kontak bisnis, bursa, aneka lomba dan karpet bunga.

d. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura antara lain memberikan fasilitasi untuk kepanitiaan dan penyelenggaraan Festival Hortikultura berupa sarana penunjang kaos, sewa kendaraan, leafleat, bahan penunjang kursus, konsumsi kursus, honor narasumber dan moderator kursus serta kontak bisnis, pengadaan karpet bunga.

e. Para peserta cukup antusias dalam mengikuti kegiatan kursus. Dengan mengikuti kursus merangkai bunga serta desain, pembuatan dan perawatan taman, para peserta diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam merangkai bunga serta dalam desain, pembuatan dan perawatan taman. Selanjutnya, para peserta dapat mempraktekannya dimulai dari lingkungan yang lebih sederhana seperti di rumah, sekolah, kantor dan lain-lain.

f. Dalam kegiatan lomba diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Lomba produk unggulan hortikultura diselenggarakan untuk memperoleh produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh para pelaku di daerah sentra, agar nantinya produk unggulan tersebut dapat dikembangkan secara lebih luas.

g. Tema yang diangkat dalam lomba merangkai bunga adalah Pesona Bunga Tropis. Hal tersebut bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa

Laporan Tahunan Satuan Kerja Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun Anggaran 2015 423 zingiberaceae dalam materi rangkaian sangatlah indah eksotik dan lebih tahan lama.

h. Pada kegiatan Kontak Bisnis telah terjadi jalinan kerjasama bisnis antar pelaku usaha dari berbagai daerah baik untuk kebutuhan mensuplay di berbagai daerah di dalam negeri maupun untuk kebutuhan ekspor, bahkan buyer Singapore hadir pada akhir menjelang penutupan.

i. Karpet bunga merupakan salah satu bentuk pengenalan bunga ke masyarakat melalui Inovasi Model Ekonomi Kreatif Florikultura.

9.2 Saran

Untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk florikultura maka Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura masih dipandang perlu untuk tetap berpartisipasi aktif dalam kegiatan pameran yang merupakan wadah/ajang untuk mendukung kegiatan promosi/pemasyarakatan produk florikultura. Partisipasi/dukungan tersebut dapat dilakukan dengan lebih banyak mendisplay produk-produk florikultura yang dihasilkan dari petani-petani binaan dan pelaku usaha florikultura.

Laporan Tahunan Satuan Kerja Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun Anggaran 2015 424 1770. 994. LAYANAN PERKANTORAN