BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Objek Penelitian
1. Gambaran Umum Kota Makassar
Kota Makassar (Makassar: kadang dieja Macassar, Mangkasar;
dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujung Pandang atau Ujung Pandang) adalah sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Kotamadya ini adalah kota terbesar pada 5°8′S 119°25′E Koordinat: 5°8′S 119°25′E, di pesisir barat daya pulau Sulawesi, berhadapan dengan Selat Makassar.
Gambar 4.1: Peta lokasi Kota Makassar Sumber: https://duniapendidikan.co.id/kota-makassar
Kota Makassar adalah salah satu kota metropolitan di Indonesia dan sekaligus sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Kota Makassar merupakan kota terbesar keempat di Indonesia dan terbesar di Kawasan
Timur Indonesia. Sebagai pusat pelayanan di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Kota Makassar berperan sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat kegiatan industri, pusat kegiatan pemerintahan, simpul jasa angkutan barang dan penumpang baik darat, laut maupun udara dan pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Secara administrasi kota ini terdiri dari 14 kecamatan dan 143 kelurahan. Kota ini berada pada ketinggian antara 0-25 m dari permukaan laut. Penduduk Kota Makassar pada tahun 2000 adalah 1.130.384 jiwa yang terdiri dari lakilaki 557.050 jiwa dan perempuan 573.334 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 1,65 %.
Gambar 4.2: Gambaran pembagian lokasi 14 kecamatan di Kota Makassar
Sumber: https://peta-hd.com/peta-kota-makassar
2. Gambaran Khusus Lokasi Penelitian
a. Profil Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji
Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan berlokasi di Kelurahan Labuang Baji Kecamatan Mamajang Kota Makassar, tepatnya di Jalan Dr. Ratulangi Nomor 81 Kota Makassar.
Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji didirikan oleh Zending Gereja Geroformat Surabaya, Malang dan Semarang sebagai Rumah Sakit Zending, yang diresmikan pada tanggal 12 Juni 1938 dengan kapasitas 25 buah tempat tidur.
Tahun 1946-1948 Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji mendapat bantuan dari Pemerintah Indonesia Timur (NIT), dengan merehabilitasi gedung-gedung yang hancur akibat perang, dan digunakan untuk penampungan korban akibat perang tersebut.
Pada tahun 1949-1951, Zending mendirikan bangunan permanen, sehingga kapasitas tempat tidur menjadi 170 buah. Pada tahun 1952-1955, oleh Pemerintah Daerah Kotapraja Makassar diberikan tambahan beberapa bangunan ruangan sehingga kapasitas tempat tidur menjadi 190 buah. Sejak tahun 1955 Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dibiayai oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan. Pada tahun 1960 oleh Zending, Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji diserahkan dan menjadi milik Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi
Selatan dan dikelola oleh Dinas Kesehatan Provinsi Dati I Sulawesi Selatan dengan klasifikasi Rumah Sakit Kelas C.
Gambar 4.3: Lokasi Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Sumber: Olahan Penulis
Adapun Denah Tata Ruang Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 4.4: Denah Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji
Sumber: ppid.sulselprov.go.id
3. Visi Misi Tujuan, Motto dan Falsafah Rumah Sakit Labuang Baji
Setiap perusahaan tentunya memiliki visi misi yang digunakan sebagai pegangan dalam menjalankan usaha agar tetap pada jalur yang benar sesuai dengan tujuan awal perusahaan. Berikut visi misi, tujuan, motto dan falsafah Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji.
a. Visi
Menjadi Rumah sakit Unggulan Provinsi yang Inovatif dan Kompetitif Tahun 2023"
b. Misi
1) Mewujudkan pelayanan Prima yang Inovatif 2) Mewujudkan Profesional SDM yang Kompetitif 3) Mewujudkan sarana dan prasarana yang berkualitas
4) Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi Anggaran Rumah Sakit c. Tujuan
Memberikan kepuasan kepada semua pelanggan agar tercipta citra baik Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji
d. Motto
SIPAKABAJI": siap dengan pelayanan komunikatif, bermutu, aman, jujur dan ikhlas
e. Falsafah
Bahwa kesehatan jasmani maupun rohani merupakan hak setiap orang; oleh karena itu rumah sakit berusaha untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat, baik bersifat penyembuhan, pemulihan, pencegahan maupun peningkatan serta ditunjang oleh kualitas daya manusia yang memadai.
f. Instalasi Rawat Intensif
Pelayanan Anestesi diberikan selama 24 jam dengan jenis pelayanan:
1. Pelayanan Anestesi/Analgesia di kamar bedah, ruang bersalin dan ruang diagnostik
2. Pengelolaan ruang perawatan/terapi intensif
3. Melakukan bantuan resusitasi kasus gawat di ruang darurat atau bangsal yang membutuhkan
4. Memberikan terapi inhalasi
5. Menanggulangi nyeri di poliklinik maupun di bangsal Ruang dan peralatan yang tersedia:
Ruang peralatan yang terpisah dari ruang operasi dan jalan masuk terpisah dari pasien yang menunggu giliran operasi
1. Ruangan induksi 2. Ruangan pulih sadar 3. Anestesi
Alat-alat intubasi: Laryngoscope, Kantung napas, Sungkup muka, pipa tracheal dan pipa oropharynx
Sumber gas oksigen dan N2O
Tabung oksigen, penghisap lendir elektrik/manual Alat-alat Resusitasi
Tenaga yang ada:
1. Dokter Spesialis Anestesi : 3 orang 2. Penata Anestesi : 5 orang 3. Perawat Anestesi : 2 orang
Sumber: profil Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji tahun 2020
Berikut bagan susunan organisasi badan Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji
Gambar 4.5 Struktur Organisasi RSUD Labuang Baji
BidangPe
Adapun pemangku jabatan susunan organisasi badan Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji terdiri atas:
1) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji: drg. Abdul Haris Nawawi, M.Kes.
2) Wakil Direktur Medik dan Keperawatan: Dr. H. Darwis Sp.M, M.Kes 3) Wakil Direktur Umum, Sumber Daya Manusia & Pendidikan: Dra.
Rahmawati, Apt., M.A.R.S.
4) Wakil Direktur Keuangan H Harmin S.E., M.M.
5) Kepala bidang Pelayanan Medik Dra. Faridah, Apt.
6) Kepala bidang Pelayanan Keperawatan: drg. Rosmiati, M.Kes.
7) Kepala Bidang Fasilitas Medik dan Keperawatan Hj. Wahida, S.K.M., M.Kes.
8) Kepala Bagian Umum Naskah Filailah, Pd.Dipl.Sc., M.Si 9) Kepala Bagian Sumber Daya Manusia ST. Mariani, S.E., M.M.
10) Kepala Kepala bagian Pendidikan dan Penelitian Muhammad Hardi S.STP 11) Kepala Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran Rahmat Jaya, S.K.M.,
M.Kes.
12) Kepala Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi dana H. Muh. Ilham S.Sos., M.M.
13) Kepala Bagian Akuntansi Dra. Andi Astini Mutmainna Datu , M.Adm.S.D.A.
4. Tugas dan Fungsi a) Tugas
Menyelenggarakan urusan di bidang penyelenggaraan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dan berkesinambungan dengan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan dan menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan penelitian berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi dan pembantuan.
b) Fungsi
Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan medic, pelayanan keperawatan, fasilitas medis dan keperawatan, umum sumber daya manusia, pendidikan dan penelitian, perencanaan dan anggaran, perbendaharaan dan mobilisasi dana dan akuntansi.
Penyelenggaraan urusan pelayanan medis, pelayanan keperawatan, fasilitas medic dan keperawatan, umum, sumber daya manusia, pendidikan dan penelitian, perencanaan dan anggaran, perbendaharaan dan mobilisasi dana dan akuntansi.
Pembinaan dan penyelenggaraan di bidang pelayanan medic, pelayanan keperawatan, fasilitas medic dan keperawatan, umum, sumber daya manusia, pendidikan dan penelitian, perencanaan dan anggaran, perbendaharaan dan mobilisasi dana dan akuntansi.
Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.