• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Penelitian

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Penelitian

Manajemen merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan menggunakan sumber dan jasa manusia lainnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan oleh sebuah instansi ataupun organisasi dalam mewujudkan suatu tujuan yang telah terencana.

Penelitian ini memfokuskan empat indikator teori oleh Terry sebagai kajian dalam mengetahui manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji di Kota Makassar. Sebagai bahan kajian data peneliti melakukan aktivitas pencarian data melalui wawancara mendalam kepada informan dan informan kunci. Observasi dan dokumentasi telah dilakukan selama penelitian berlangsung serta menghasilkan beberapa data yang dapat dijadikan sebagai pengolahan data.Perencanaan.

Manajemen penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji berjalan dengan baik, kondisi tersebut tidak terlepas dari kerjasama seluruh elemen rumah sakit baik medis maupun non medis. Dalam penelitian ini menggunakan teori George Terry dengan empat indikator yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan serta evaluasi.

1. Perencanaan

Perencanaan merupakan tindakan awal dalam aktivitas manajerial pada setiap organisasi. adalah suatu rangkaian tindakan yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan perencanaan disusun berbagai visi, misi, strategi, tujuan dan sasaran organisasi yang pada tingkat awal menggunakan pengambilan keputusan (decision making) yang juga merupakan inti dari manajemen (Najib, 2015)

Dari hasil penelitian perencanaaan dalam menejemen Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dalam penangangan pasien Covid-19 sudah berjalan sesuai dengan teori Terry dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa telah melakukan pelayanan dengan baik hal tersebut terlihat dari pembetukan tim Covid melalui rapat pimpinan selanjutnya SK dan panduan asuhan klinik dalam memudahkan serta membantu perencanaan dalam penanganan pasien Covid-19.

Gambar 4.7 Ilustrasi uraian manajemen penanganan pasien Covid Sumber: Olahan Penulis

1 • Kebijakan Pimpinan

2 • Standar Operasional Prosedur (SOP)

3 • Panduan Asuhan Klinik

4 • Perawatan

Pada proses perencanaan penangann pasien Covid-19 dapat dirincikan bagaimna penerimaan pasien covid-19 sebagai berikut:

a. pasien telah melakukan tes Polymerase chain reaction (PCR) baik di RSUD labuang baji maupun di klinik kesehatan lain (dirujuk) dan telah dinyatakan positif

b. pasien diperiksa dan di diagnosa lebih lanjut mengenai gejala yang di derita (tanpa gejala, ringan, dan berat atau komplikasi)

c. paramedik akan mempersiapkan penanganan pasien sesuai pedoman asuhan untuk gejala yg diderita pasien

d. pasien yang diperbolehkan isolasi mandiri apabila telah memenuhi syarat dan ketentuan sesuai pedoman tatalaksana covid-19

e. kemudian pasien covid-19 yang meninggal akan dikuburkan oleh tim pemulasaran jenazah sesuai protokol covid-19

Gambar 4. Grafik pasien Covid-19 yang meninggal di RSUD Labuang Baji tahun 2021

Sumber: https://rslabuangbaji.com/profil-rumah-sakit-labuang-baji/

Dalam proses perencanaan pencegahan Covid-19 juga dilakukan sesuai instruksi dari pemerintahan yaitu RSUD labuang baji melayani vaksinasi dalam meminimalisir pasien Covid-19.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perencanaan dalam manajemen penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji telah sesuai dengan teori perencanaan oleh Terry dibuktikan dengan pembentukan tim Covid yang disusun melalui rapat pimpinan rumah sakit guna meminimalisir persebaran virus Covid-19.

2. Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang kedua dan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan suatu rencana organisasi.

Pengorganisasian ialah suatu proses di mana pekerjaan yang ada dibagi dalam komponen-komponen yang dapat ditangani dan aktivitas-aktivitas mengkoordinasikan hasil yang dicapai untuk mencapai tujuan tertentu (Winardi, 1990).

Indikator kedua pengorganisasian dari hasil penelitian pada manajemen rumah sakit dalam penanganan pasien Covid-19 telah melakukan perorganisasian melalui di bentuknya tim Covid-19 dalam penanganan Covid-19 diserta kan SK penempatan dengan syarat-syarat yang telah di tentukan oleh rumah sakit Labuang Baji Kota Makassar serta penempatan disetiap bidang untuk medisnya diatur di bagian pelayanan medik, untuk tenaga pendukung itu diatur dibagian bidang terkait itu dibidangi oleh bagian bidang pelayanan fasilitas medik dan bidang bagian

umum serta dokter umum, dokter spesialis paru dan penyakit dalam dan paramedik yang melakukan pemberian tindakan secara langsung kepada pasien Covid-19.

Pengorganisasian pada manajemen penanganan kasus covid-19 di RSUD Labuang Baji dari hasil penelitian dapat penulis uraikan sebagai berikut:

a. Bentuk komunikasi top manager ke middle manager yaitu rapat pimpinan yang dilakukan oleh para pimpinan rumah sakit beserta seluruh kepala bidang di rumah sakit Labuang Baji dalam pembentukan tim covid serta pengeluaran SK.

b. Bentuk Komunikasi middle manager ke lower manajer dalam hal ini kepala bagian humas dan medis membagiakan SK dan panduan asuhan klinis serta memasukkan seluruh paramedik dan tim umum bagian laundry serta pengurus ruangan isolasi dalam pembentukan tim Covid-19. Sebelum melakukan penangan pasien seluruh paramedik dibriefing oleh kepala bidang medis serta diberikan motivasi dalam penanganan dan perawatan pasien covid-19

c. Seluruh paramedik berkoordinasi dalam penangana pasien dalam hal ini kerjasama antara dokter, perawat dan farmasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji mengenai pengorganisasian dalam manajemen penanganan pasien Covid-19 telah sesuai dengan teori pengorganisasian oleh Winardi. Hal ini dapat dilihat dalam pembentukan tim Covid yang

mana dilakukan oleh pimpinan mengeluarkan SK kemudian perekrutan anggota tim Covid dilakukan oleh masing-masing kepala bidang, dalam penentuan tersebut ada beberapa syarat diantaranya berbadan sehat serta tidak hamil. Masing-masing diberikan panduan asuhan dalam menangani pasien Covid-19.

3. Pelaksanaan

Pada teori manajemen menurut Terry definisi pelaksanakan dapat digambarkan dengan melihat bahwa tercapai atau tidaknya tujuan tergantung kepada bergerak atau tidaknya seluruh anggota kelompok manajemen, mulai dari tingkat atas, menengah sampai kebawah. Segala kegiatan harus terarah kepada sasarannya, mengingat kegiatan yang tidak terarah kepada sasarannya hanyalah merupakan pemborosan terhadap tenaga kerja, uang, waktu dan materi. Dalam penelitian ini informan tidak menyinggung dan menjelaskan sumber dana dalam penanganan pasien Covid-19 karena merupakan rahasia internal RSUD Labuang Baji

Dari hasil penelitian manajemen rumah sakit Labuang Baji dalam penanganan pasien Covid-19 dilakukan diagnosis terhadap gejala yang dialami pasien selanjutnya pengambilan tindakan untuk perawatan jenis perawatan serta penanganan oleh dokter spesialis yang terkait dengan gejala yang diderita oleh pasien. seluruh elemen rumah sakit telah ikut andil dalam pelaksanaan penanganan pasien Covid dilihat dari pembentukan tim Covid-19 terbentuk dari perumusan pimpinan, pembagian SK oleh kepala bidang selanjutnya penerapan SOP serta

penerapan panduan asuhan klinik oleh dokter dan paramedik dalam menangani pasien Covid-19.

Gambar 4. Data kasus suspect dan confirm pasien covid-19 di RSUD Labuang Baji tahun 2020-2021

(Sumber: https://rslabuangbaji.com/profil-rumah-sakit-labuang-baji)

Dalam pelaksanaann tentu terdapat hambatan atau kendala beberapa diantaranya kekurangan sarana dan prasarana seperti ruangan tidak mencukupi, kekurangan SDM dan APD akibat tingginya kasus Covid-19.

Namun hal tersebut diatasi secepat mungkin dengan mencari relawan serta untuk ruangan Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji membuka isolasi mandiri di asrama haji sudiang guna meminimalisir kekurangan ruangan.

Adapun prioritas yang didahulukan untuk isolasi mandiri di asrama haji sudiang yaitu:

a. Tinggal Sendiri Tanpa keluarga

b. Tinggal serumah dengan lansia dengan penyakit penyerta seperti gangguan jantung dan paru-paru, diabetes dan penyakit kanker

c. Kondisi rumah tidak memungkinkan seperti tidak ada kamar serta lingkungan rumah tidak mendukung.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada indikator pelaksanaan sudah berjalan sesuai dengan toeri dapat dilihat dalam pelaksanaan rumah sakit Labuang Baji dalam pelaksanaan penanganan pasien dimulai dari diagnosa awal penyakit kemudian, perawatan, pemberian edukasi mengenai virus Covid-19. Namun dalam pelaksanaan tentu ada kendala yang dihadapi, akan tetapi hal tersebut dapat tersatasi dengan baik.

4. Pengawasan dan evaluasi

Pengawasan (controlling) merupakan proses pengamatan atau pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan pengawasan diharapkan penyimpangan dalam berbagai hal dapat dihindari sehingga tujuan dapat tercapai. Apa yang direncakanakan dijalankan dengan benar sesuai hasil musyawarah dan pendayagunaan sumber daya material akan mendukung terwujudnya tujuan organisasi.

Indikator keempat Pengawasan dan evaluasi dalam hasil penelitian pengawasan dan evaluasi pada manajemen penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dilakukan pemenuhan standar dengan dua cara melakukan evaluasi proses dan evaluasi akhir dimana evaluasi akhir yaitu pengecekan pasien yang dalam 24 jam setelah

perawatan sementara evaluasi akhir yaitu pengecekan yang dilakukan terhadap pasien selama 3 hari setealah dirawat, tidak hanya itu dalam proses pengawasan paramedik juga melaksanakan sosialisasi terhadap pasien bagaimana cara meminimalisir penularan Covid-19 juga memberikan informasi mengenai pentingnya vaksinasi terhadap keluarga pasien demi pencegahan penularan Covid-19.

Gambar 4. Grafik pelayanan vaksinasi di RSUD Labuang Baji.

(Sumber: https://rslabuangbaji.com/profil-rumah-sakit-labuang-baji)

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji telah sesuai dengan indikator teori pengawasan dan evaluasi oleh George Terry. Hal ini dapat dilihat dari paramedik yang melakukan evaluasi terhadap pasien dengan dua cara yaitu evaluasi proses dan evaluasi akhir.

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Kota Makassar dalam manejemen rumah sakit penanganan pasien Covid-19 maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menggunakan teori manajemen oleh George Terry dengan empat indikator didalamnya

1. Perencanaan, menejemen Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dalam penangangan pasien Covid-19 telah melalukan pelayanan dengan baik terlihat dari pembetukan tim Covid pengeluaran SK dan panduan asuhan klinik.

2. Pengorganisasian, dari hasil penelitian dalam penanganan Covid-19 telah terlaaksanadengan baik sperti pembagian SK oleh masing-masing kepala bidang kepada anggota yang telah memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari tim Covid-19

3. Pelaksanaan, dilakukan diagnosis, pengambilan tindakan untuk perawatan jenis perawatan sesuai gejala yang diderita oleh pasien lalu dilakukan penanganan.

4. Pengawasan dan evaluasi dilakukan pemenuhan standar dengan dua cara melakukan evaluasi proses dan evaluasi akhir serta melaksanakan sosialisasi terhadap pasien bagaimana cara meminimalisir penularan Covid-19.

B. SARAN

Dari kesimpulan diatas, maka saran-saran sebagai berikut :

1. Fungsi perencanaan yang dilakukan oleh pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, dikomunikasikan dengan lebih baik agar semua pegawai medik dan non medik dapat memahami dengan baik serta berkaloborasi untuk menangani pasien Covid-19

2. Fungsi Pengorganisasian belum menjelaskan secara rinci tupoksi masing-masing paramedik, sebaiknya dijelaskan pada masing-masing-masing-masing tugas dan fungsinya agar dapat memahami tugas yang diberikan dengan baik.

3. Fungsi pelaksanaan dalam pengarahann sebaiknya dilakukan dengan berbagai pendekatan terutama dalam motivasi, sosial dan finansial.

4. Fungsi Evaluasi sebaiknya dilakukan dengan menetapkan indikator-indikator serta membagikan kuesioner untuk mengukur hasil kinerja paramedik terhadap pasien Covid-19 pada manaejemen rumah sakit dala penanganan pasien Covid-19 di RSUD Labuang Baji.

Meskipun penulis meginginkan kesempurnaan pada penyusunan tugas akhir ini namun pada hakikatnya masih banyak kekurangan yang perlu penuis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran para pembaca sangat penulis harapkan untuk bahan evaluasi selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, A., Indrawati, L., & Sumijatun, S. (2021). Pelaksanaan Manajemen Klinis di Instalasi Gawat Darurat di RS Siaga Raya Pada Masa Pandemi COVID-19.

Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 5(1), 32–38. https://doi.org/10.52643/marsi.v5i1.1293

Aulia, Y. (2019). Manajemen Pembiayaan Pendidikan di Sekolah. 1–4.

https://doi.org/10.31227/osf.io/e6xzv

Effendi, N., & Widiastuti, H. (2021). Dampak Pendemi Covid 19 terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit di Indonesia. Jurnal Kesehatan, 7(2), 353–

360. https://doi.org/10.24252/kesehatan.v7i2.54

Effendi, U. (2015). Asas Manajemen. PT Rajagrafindo Persada.

Gontina, W. (2020). RS Berlomba Kembalikan Kepercayaan Pasien Saat Pandemi.

Rri.Co.Id.

Indonesia. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease Covid 19. Kementerian Kesehatan.

Mahsyar, A. (2011). Masalah Pelayanan Publik di Indonesia Dalam Perspektif Administrasi Publik. Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1(2), 81–90.

https://doi.org/10.26618/ojip.v1i2.22

Nugraha, I. N., Suciani, I., & Sonia, D. (2021). Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Pelayanan Kesehatan Bagian Rekam Medis Di Rumah Sakit XX Cimahi. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(8), 997–1003.

https://cerdika.publikasiindonesia.id/index.php/cerdika/article/view/148 Nurani, D., Kaseke, M. M., & Mongan, A. E. (2021). Dampak Pandemi

Coronavirus Disease-19 terhadap Mutu Pelayanan Kemoterapi di Ruang Delima RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. E-CliniC, 9(2), 412.

https://doi.org/10.35790/ecl.v9i2.33490

Permana, R. (2019). Manajemen Strategi Redaksi Riau24.Com Dalam Menghadapi Persaingan Media Online. 3699.

Ramli, M. (2013). Manajemen Pelayanan Publik Berbasis Kemanusian.

ALAUDDIN UNIVERSITY PRESS.

Safitri, DM. (2019). Zero Kasus Covid, RSUD Labuang Baji Mulai Dibanjiri Pasien Umum. https://www.sonora.id/read/422690143/zero-kasus-covid-rsud-labuang-baji-mulai-dibanjiri-pasien-umum (onlline)

Taufiqurokhman, & Satispi, E. (2018). Teori Dan Perkembangan Manajemen Pelayanan Publik. In Umj Press 2018 (Cetakan Pe). UMJ PRESS 2018.

Utami, Y. P. D., Pinzon, R. T., & Meliala, A. (2021). Evaluasi Kesiapan Rumah Sakit Menghadapi Bencana Non-Alam: Studi Kasus COVID-19 di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, 10(2), 100–106. https://journal.ugm.ac.id/jkki/article/view/61686

WHO. (2020). Mempertahankan layanan kesehatan esensial : panduan operasional untuk konteks COVID-19. Panduan Interim.

Widya Astari, D., Noviantani, A., & Simanjuntak, R. (2021). Kepuasan Pasien terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan di Era Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Mata Cicendo. Journal of Hospital Accreditation, 03(1), 34–38.

Winardi, 1990. Dasar-Dasar Manajemen, Bandung: Sinar Baru Yunus, Eddy. Manajemen Strategis. Penerbit Andi, 2016.

Zulfikar, A., Sultan, M. I., & Kahar. (2017). Peran Humas Dalam Meningkatkan Citra Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Sebagai Rumah Sakit Berstandar Internasional. 6(1).

LAMPIRAN

PEDOMAN WAWANCARA Pertanyaan untuk informan

NAMA :

UMUR :

PEKERJAAN :

NO. INFORMAN INDIKATOR PERTANYAAN JAWABAN

Pertanyaan Pendahuluan Nama, Jabatan, Peran dalam Tim Covid-19, Tupoksi dalam tim, SK tim Covid-19.

1

Informan Perencanaan

1. Langkah awal apa yang diambil oleh informan sebelum menangani pasien Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji?

2. Bagaimana peran dan fungsi informan dalam merencanakan penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji?

3. Bagaimana upaya informan agar penanganan pasien Covid-19 bisa berjalan sesuai rencana?

4. Apakah dalam penanganan pasien Covid-19 terdapat panduan asuhan informan dan Paramedis?

5. Bagaimana penganggaran sumber dana program tim Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji?

6. Bagaimana rencana pengadaan sarana dan prasarana penanganan Covid-19?

2 Organisasi 1. Berapa orang nakes yang terlibat dalam tim penanganan Covid-19 dan apa perannya masing-masing? (Berapa Dokter, Perawat, dll)

2. Bagaimana sinergitas/Komunikasi/kerja sama antara informan dengan atasan atau pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji?

3. Bagaimana sinergitas/Komunikasi/kerja sama antara informan dengan aggota tim penganan Covid-19 atau pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji?

4. Bagaimana langkah penanganan Pasien Covid-19 degan melihat 3 tingkatan gejala?

5. Bagaimana sistem penanganan atas komplain dan keluhan yang disampaikan oleh pasien atau keluarga pasien?

6. Bagaimana sistem penanganan atas komplain dan keluhan yang disampaikan oleh para medis?

7. Bagaimana jalur komunikasi /penganan antar tim Covid-19 dalam menangani pasien Covid-19 yang meninggal dunia? Apakah ada tim khusus? Apa tupoksinya

8. Bagaimana pembagian jadwal shift antar nakes (berapa shift sehari dan berapa orang dalam satu shift)

3 Pelaksanaan 1. Apakah penanganan pasien Covid-19 sesuai dengan panduan asuhan klinis dan keperawatan

2. Apa saja yang menjadi peran dan tugas dokter speasialis, dokter umum dan paramedis dalam menangani pasien Covid-19?

3. Bagaimana penyaluran sumber dana untuk anggaran penanganan pasien (logistik, APD, honor dll)

4. Bagaimana proses pengadaan sarana dan prasarana penanganan pasien Covid-19?

5. Bagaimana upaya tim Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dalam pencegahan penularan Covid-19?

6. Bagaimana upaya edukasi tim Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji terhadap masyarakat atau pasien tentang pandemi Covid-19

7. Bagaimana upaya tim Covid-19 menangani masalah kekurangan SDM (jika nakes terpapar Covid-19)

8. Apa saja kendala yang dihadapi dalam menangani pasien Covid-19?

9. Apakah sarana dan prasarana teknologi digitalisasi sangat membantu dalam meminimalisir pasien Covid-19?

10. Bagaimana panduan asuhan klinik dan keperawatan yang diberikan kepada pasien?

Evaluasi 1. Apakah penanganan pasien Covid-19 telah sesuai dengan panduan asuhan klinis dan keperawatan. Jika ada yang diimprove apakah dilakukan revisi terhadap panduan tersebut?

2. Apakah sumber dana untuk penanganan Covid-19 telah sesuai anggaran dengan belanja? (APD, obat-obatan

3. Apakah sarana dan prasarana mendukung dalam penangan pasien Covid-19?

4. Apakah SDM tim Covid-19 telah bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing?

5. Adakah saran dan kritik yang bapak terima dari dokter dan paramedis dalam penanganan pasien Covid-19?

Wawancara Dengan Bapak Dr. Zainuddin, M.Kes Selaku Ketua Tim Humas Dan Pengadaan, Kepala Seksi Perencanaan Dan Pengembangan, Sekertaris Komite Korelasi Pendidikan Pelayanan Keperawatan

Wawancara pertama dengan Bapak Dr. Zainuddin, M.Kes pada tanggal 12 Agustus 2021

Wawancara kedua dengan Bapak Dr. Zainuddin, M.Kes pada tanggal 24 Agustus 2021

• Wawancara dengan Ibu Ratna Wati R, A.Mk dan Ibu Sri Mulia, A.Mk sebagai perawat penanganan pasien Covid-19

Wawancara dengan Ibu Ratna Wati R. A.Mk pada tanggal 17 Agustus 2021

Wawancara dengan Ibu Sri Mulia, A.Mk pada tanggal 12 Agustus 2021

Wawancara dengan Ibu Naharia, S.Sos dan Ibu Amelia selaku pasien keluarga pasien Covid-19

Wawancara dengan ibu Naharia, S.Sos yang pernah mengidap covid pada tanggal 15 Oktober 2021

Wawancara dengan Ibu Amelia selaku keluarga pasien pada tanggal 06

Pengambilan data awal serta observasi awal dalam menunjang penulisan karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir.

Pengambilan data berupa profil rumah sakit pada tanggal 29 juni 2021

Observasi awal berupa wawancara singkat terhadap petugas kebersihan pada tanggal 26 juli 2021

Pemeriksaan serta perawatan oleh dokter dan perawat terhadap pasien yang terindikasi virus Covid-19 menggunakan APD lengkap

Penanganan Pasien Covid-19 pada tanggal 24 Agustus 2021

Penanganan Pasien Covid-19 pada tanggal 24 Agustus 2021

RIWAYAT HIDUP

Nurul Haviva atau akrabnya disapa Iva lahir pada tanggal 25 bulan November tahun 1999 di Kabupaten Luwu Timur Kecamatan Towuti tepatnya di desa Mahalona, anak kedua dari empat bersaudara, ayahnya bernama Talha M dan ibunya bernama Erni. Penulis menghabiskan masa kecilnya di desa tempatnya dilahirkan. Menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN 276 Lampesue, Sekolah Menengah Pertama di SMPN 3 Towuti serta menghabiskan masa akhir sekolahnya di ibu kota Kabupaten Luwu Timur SMAN 1 Malili yang sekarang telah berganti nama menjadi SMAN 1 Luwu Timur serta melanjutkan studi perguruan tingginya di Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Makassar tepatnya di Universitas Muhammadiyah Fakultas Sosial Politik Jurusan Ilmu Administrasi Negara dengan NIM 105611119917. Pengalaman organisasi, pernah menjadi anggota dan diutus sebagai perwakian Kabupaten Luwu Timur pada jumbara PMR se-Sulawesi Selatan pada tahun 2014 dan jumbara PMR se-Kabupaten Luwu Timur pada Tahun 2016 serta menjadi anggota OSIS SMAN 1 Malili periode 2016-2017, anggota Marching band, anggota Rohis, dan anggota ekstrakurikuler alat musik angklung. Di dunia perkuliahan pernah aktif pada salah satu ortom Muhammadiyah yaitu IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammdiyah) periode 2018-2019 serta mengikuti salah satu unit kegiatan mahasiswa yaitu LKIM-PENA (Lembaga kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran) periode 2019-2020.

Dokumen terkait