• Tidak ada hasil yang ditemukan

OCCUPATIONAL HEALTH dr.Luthfan Lazuardi, MPH, PhD

Dalam dokumen Buku Acuan Umum CFHC IPE 2014 1 (Halaman 65-69)

Health behaviour & Health belief model

OCCUPATIONAL HEALTH dr.Luthfan Lazuardi, MPH, PhD

Kontributor: dr.Fransisca Kurnia Chandra dan dr.Fitriana

Kesehatan pekerja merupakan suatu hal yang penting untuk perkembangan sosial dan ekonomi pada level global, nasional, dan lokal. Kesehatan dan keamanan di tempak kerja tergantung dari pembuatan kebijakan yang di buat. Pendekatan terhadapap kesehatan dan keamanan kerja di mulai sejak revolusi industri.

Definisi:

Kesehatan kerja merupakan aktivitas yang melibatkan multidisiplin dalam kedokteran layanan primer dan bertujuan:

1. Melindungi dan mempromosikan kesehatan tenaga kerja dengan mencegah dan mengkontrol penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan kecelakaan serta mengeliminasi faktor dan kondisi yang membahayakan kesehatan dan keamanan kerja.

2. Pengembangan dan promosi kesehatan kerja, keamanan kerja, lingkungan kerja, dan organisasi kerja.

3. Meningkatkan kesehatan fisik, mental, sosial tenaga kerja, sosial pekerja serta mendukung pengembangan dan kapasitas kerja mereka

4. Mampu mengarahkan produktivitas sosial dan ekonomi pekerja

Interaksi antara pekerjaan dan kesehatan

Masalah sosial dan ekonomi penting untuk diperhatikan. Sebuah penelitian mengatakan bahwa pekerjaan berperan penting dalam psikologi seseorang. Pekerjaan memberikan kekuatan yang besar dalam membentuk jati diri seseorang.

Efek positif sehat dalam bekerja

1. Interaksi dua arah

Terdapat interaksi dua arah antara seseorang dengan fisik dan psikologis lingkungan kerja, lingkungan kerja memungkinkan peningkatan kesehatan seseorang secara positif atau negatif terhadap produktivitas. Pekerjaan yang berjalan dengan baik dapat menjadi faktor

66

yang penting dalam promosi kesehatan. Contohnya pada orang yang memiliki disabilitas tertentu dapat mendapat rehabilitasi fisik dan mental dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan.

2. Risiko kesehatan

Ketika pekerjaan berpengaruh terhadap risiko kesehatan, pekerjaan dapat menyebabkan penyakit oleh kerja. Hal tersebut dapat menyebabkan banyak masalah dan menimbulkan penyakit lainnya atau memperburuk kondisi sakit yang tidak ada hubungan dengan perkerjaan yang sudah ada sebelumnya.

3. Kehilangan pekerjaan

Kehilangan pekerjaan dapat mempengaruhi kesehatan psikologis dan mental seseorang. Jika keadaan ini berlarut-larut, kesehatan seseorang akan menurun terus menerus dan penyakit kronis akan muncul. Stres mental dan finansial yang disebabkan oleh kehilangan pekerjaan dapat merambah ke anggota keluarga yang lain. Sebagai tambahan, ternyata seseorang tang memiliki taraf dan tingkat sosial yang baik bisa memperoleh informasi kesehatan dan melakukan gaya hidup yang lebih sehat.

Lingkungan Kerja

Pendahuluan dan konsep dasar: 1. Occupational Hygiene

Praktek penilaian dan pengontrolan faktor lingkungan dan stres yang didapat dari tempat kerja yang dapat menyebabkan cidera, sakit, penurunan kesehatan. Hal tersebut meliputi: uji toksikologi, proses industri, kontaminasi udara oleh kimia dan perilaku fisik, desain dan evaluasi sistem ventilasi, kontrol suara, perlindungan dari radiasi, efek bahaya pekerjaan terhadap kesehatan.

2. Analisis tempat kerja

Prosedur ini sangat penting karena membantu menentukkan apa pekerjaan dan tempat kerja yang berpotesi menimbulkan masalah. Analisis tempat kerja yang paling efektif adalah dengan cara menganalisis semua pekerjaan, operasi dan aktivitas kerja. Petugas kesehatan harus melakukan inspeksi, penelitian dan analisis bahan kimia atau risiko fisik pada tempat kerja mempengaruhi kesehatan pekerja. Jika risiko terhadap kesehatan telah ditemukan, harus dilakukan koreksi yang tepat.

67

Bila petugas kesehatan atau petugas yang berwenang menemukan adanya kontaminasi udara yang menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorok. Petuags tersebut harus menyarankan untuk dibuat ventilasi disekitar sumber kontaminasi dan jangan sampai kontak dengan udara bebas.

Mengenali sumber resiko di tempat kerja

1. Inspeksi

Ini merupakan langkah awal evaluasi dan kontrol dan identifikasi material dan proses yang berpotensi menyebabkan bahaya terhadap pekerja. Inspeksi tempat kerja merupakan sumber data langsung yang paling relevan tentang resiko terhadap kesehatan.

2. Potensial berbahaya terhadap kesehatan a Kontaminasi udara  Kontaminan partikel i. Debu ii. Asap iii. Kabut iv. Aerosol v. Fiber

 Kontaminan gas dan uap I. Gas

II. Uap: bahan yang mudah menguap dari bentuk yang tadinya solid atau cair karena suhu ruang atau tekanan.

b Bahaya kimia

Bahan kimia berbahaya dapat ada dalam bentuk solid, cair, gas, asap, debu, kabut, bahan mudah menguap yang masuk ketubuh dengan inhalasi, absorpsi (kontak langsung dengan kulit), atau terdigesti (makan atau minum).

c Bahaya biologis

i. Paparan bakteri, virus, jamur, dan organisme hidup lainnya yang dapat menyebabkan infeksi akut atau kronis. Organisme itu masuk ke dalam tubuh dapat secara langsung atau melalui kulit yang luka.

68

ii. Pekerjaan yang berhubungan dengan tanaman, hewan, produk yang mereka hasilkan, makanan, proses pembuatan makanan berpotensi besar terkenan bahaya biologis.

iii. Petugas laboratorium dan petugas kesehatan berpotensi terkenan bahaya ini. Orang yang bekerja dalam bidang-bidang tersebut dangan penting menjaga kebersihan diri dan cuci tangan, mencegah luka minor dan goresan terutama daerah tangan dan lengan.

iv. Rumah sakit harus menyediakan ventilasi yang sesuai, peralatan proteksi yang memadai seperti sarung tangan dan masker.

d Bahaya fisik

Hal ini termasuk suara bising, vibrasi, cahaya dan suhu, dan radiasi elektromagnet

Dapat dilakukan beberapa hal untuk menangani bahaya fisik.

i. Suara bising meliputi membuat peralatan yang tidak bersuara saat beroperasi, stutupi alat yang menyebabkan kebisingan, pastikan peralatan mendapat kontrol rutin, letakkan alat yang menimbulkan kebisingan di tempat tersendiri, jauhkan atau batasi pekerja dari sumber suara bising, tutupi telinga pekerja.

ii. Radiasi ion meliputi turunkan intensitas terkena paparan, meningkatkan jarak dengan sumber radiasi, gunakan pelindung

iii. Radiasi non ion, melindungi diri dari radiasi non ion tidak efektif seperti pada laser. iv. Paparan panas meliputi menggunakan baju pelindung seperti pada pabrik baja. e. Bahaya ergonomik

Banyak masalah ergonomik yang timbul sebagai hasil dari perubahan teknologi seperti peningkatan kecepatan dan peningkatan gerakan berulang. Beberapa masalah timbul karena buruknya konstruksi kerja. Kondisi tersebut dapat menimbulkan bahaya seperti terlalu banyak getaran, suara bising, mata lelah, gerakan berulang, mengangkat berat, buruknya desain peralatan atau area kerja. Gerakan atau goncangan berulang dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi dan

inflamasi tendon tangan dan lengan seperti carpal tunnel syndrome. Bahaya ergonomik dapat dicegah dengan membuat desain alat kerja atau area kerja sesuai kebutuhan karyawan.

69

Dalam dokumen Buku Acuan Umum CFHC IPE 2014 1 (Halaman 65-69)