• Tidak ada hasil yang ditemukan

of photography (kamerawan). Sementara kamerawan mem-

Dalam dokumen Teknik Produksi Program TV - Fred Wibowo (Halaman 38-44)

mem-bawahi bagian pencahayaan (lighting) dart suara (sound).

Sutradara adalah penangg,i_mg jawab penult suatu produksi; is

bertanggung jawab terhadap produser (dalam hal ini, produser

harus sungguh-sungguh memikirkan bagaimana pekerjaan

sutradara dapat berjalan lancar berkat dukungan organisasi

yang rapi dan efisien). Jadi, di luar faktor alam semua

harus dapat seiesai pada wakta seperti yang sudah direncanakan. Pen_gunduran waktu ..bera rti pembengkakan .angga ran .

Sebuah program yang baik pasti ditangani oleh seorang sutradara yang baik, seorang kamerawan yang baik dibantu pula oleh seorang pendorong dolly yang baik. Kendati sebuah program banyak menampilkan "bintang" yang baik, tetapi apabila tidak didukung oleh kerabat kerja (crew) yang baik, tak mungkin sebuah program berhasil baik. Kerabat keija yang baik mutlak diperlukan dalam sebuah produksi. Masing-masing kerabat kerja harus profesional dalam bidangnya dan mampu bertanggung jawab sungguh-sungguh pada tugasnya.

Untuk itu, sebuah organisasi produksi inemeriukan pembagian togas yang sangat rinci dengan tanggung jawab yang jelas. Daftar anggota kerabat kerja dengan tugas masingmasing diperlukan untuk mengontrol seluruh pekerjaan sehingga kalau ada hambatan segera diketahui di mana dan siapa yang bertanggung jawab. Lembar daftar kerabat kerja dan tugas berikut ini dapat memberi gambaran kebutuhan pekerja-pekerja di lapangan.

1. Sutradara Asisten sutradara 2.. Kamerawan Asisten karnerawan Pembawa kabel 3.Penata cahaya

Asisten penata cahaya Pengatur lampu 4.Penata suara

Asisten penata suara Pengatur mik 5.Penanggung jawab teknik

Asisten penanggung jawab teknik ... 3 6

6.Penata artistik (Art Disigner)

A LC1 L LC/ LC/ GLL LW- LLD.

Pekerja penata artistik

7.Penata pakaian (Costurn Director) Asisten penata pakaian

Pekerja penata pakaian S. Per ancang kosturra 9 Penata rise

Asisten penata rias Pekerja rias

10.VCR operator

11.Pencatat shooting (script

boyj girl) Ma.nager Asisten

unit manager 13.Pernbantu produksi (production assistance) 14.Pekerja perlengkapan 1,1_PCIJC1cipl.t X1/4eULILLLL WU. I) 15 Sopir 16. Pelayanari umum

(menyiapkan makanan dan minuman)

Apabila biaya produksi tidak begitu besar, kerabat kerja ,1 a p a t d flair angi deng,rn merrikata si ri ri pekraln. Narnun, subjek yang tertera dari nomor 1 sampai dengan 16 merupakan fungsionaris yang sangat diperlukan dalam sebuah produksi program-program televisi.

Seorang produser profesional paham betul bagaimana mer, geridalikM Orgardsasi. laa bcarus dapat berpikir masak-masak ruenaenai artegaran, sistem pelaksanaan shooting serta seluruh personal yang terlibat dalam produksi. Bahkan is yang memilih sutradara dan bersama sutradara memilih dan menentukan

antis. Secara sederhana, skema organisasi pelaksana produksi program televisi dengan video dapat disusun sebagai berikut

I

rma" Palmas.]

V Pelaksanaan produksi untuk produksi program televisi di studio memiliki nama yang berbeda pula. Sutradara disebut pengarah program atau program director (PD). Fungsi dan tugasnya mirip dengan sutradara. Hanya is bekerja di belakang meja kontrol di ruang kontrol. Asisten sutradara disebut Floor Director (FD) tugasnya membantu sutradara mengarahkan pemain dan crew di dalam studio rekaman gambar. Pernbantu Pengarah Program yang lain adalah switcher. la bertugas membantu pengarah acara men-switch kamera melalui tombol di meja kontrol. Dalam rekaman studio biasanya digunakan multikamera, tiga atau empat kamera. Salah satu yang dipilih untuk masuk rekaman atau on air

di-switch oleh di-switcher atas perintah Pengarah Program ke di-switch on air. Pelaksana produksi lain sama dengan pelaksana produksi

shooting lapangan. Bedanya pada jurniah kamerarnen. Deegan multikamera diperlukan dua sampai empat kamerawan sekalitus.

5. Tahap Pelaksanaan Produksi

Suatu produksi program televisi yang melibatkan banyak peralatan, orang dan dengan sendirinya biaya yang besar, selain 38

11•A4aharsAssAr

An Desliner A A A ,

memerlukan suatu organisasi yang rapi juga perlu suatu tahap pelaksanaan produksi yang jelas dan efisien. Setiap tahap hams jelas kemajuannya dibandingkan dengan tahap sebelumnya. Tahapan produksi terdiri dari tiga bagian di televisi yang lazim disebut standard operation procedure (SOP), seperti berikut:

a.pra-produksi (ide, perencanaan dan persiapan) b.produksi (pelaksanaan)

c.pasta-produksi (penyelesaian dan penayangan).

O

Pra-Produksi (Perencanaan dan Persiapan)

Tahap ini sangat penting sebab jika tahap ini dilaksanakan dengan rinci dan baik, sebagian pekerjaan dari produksi yang direncanakan sudah beres.

Tahap pra-produksi meliputi tiga bagian, sebagai berikut ini. (1)Penernuan Ide

Tahap ini dirnulai ketika seorang prod-user menemukan ide atau gagasan, membuat riset dan menuliskan naskah atau meminta penulis naskah mengembangkan gagasan menjadi naskah sesudah riset.

(2 Perencanaan

Tahap ini meliputi penetapan jangka waktu kerja (time schedule), penyempurnaan naskah, pemilihan antis, Iokasi, dan crew. Selain estimasi biaya, penyediaan biaya dan rencana alokasi merupakan bagian dari perencanaan yang perlu dibuat secara hati-hati dan teliti.

(3) ;persiapan

Tahap ini meliputi pemberesan semua kontrak, perijinan dan surat-menyurat. Latihan para artis dan pembuatan set-ting, meneliti dan melengkapi peralatan yang diperlukan. Semua persiapan ini paling baik diselesaikan menurut jangka waktu kerja (time schedule) yang sudah ditetapkan.

Kunci keberhasilan produksi program televisi sangat ditentukan oleh keberesan tahap perencanaan dan persiapan itu. Orang yang begitu percaya pada kemampuan teknis sering mengabaikan hal yang sifatnya pemikian di atas kertas. Dalam produksi program televisi, hal itu dapat berakibat kegagalan. Sebagian besar pekerja an dalarn produksi program tele-visi k1, Iranshooting di lapangan. Shooting di lapangan hanya memerlukan waktu 7 atau 10 hari. Namun, perencanaan dan persiapan dapat makan waktu beberapa minggu dengan lebih banyak menggunakan kertas-kertas dan pena daripada kamera atau peralatan ACCl.U yd 1g lain.

Produksi

"aru sesudah perencanaan dan persiapan selesai betul, pelaksanaan produksi dimulai. Sutradara bekerja sama dengan para artis dan crew mencoba mewujudkan apa yang di-rencanakan dalam kertas dan tulisan (shooting script) menjadi gambar, sustuTan garnbar y arlg dapat bercerita.

Dalam yelaksanaan produksi ini, sutradara menentukan je.is

shooyan,g_ akan diambil di dalam adegan (scene). Biasanya

sutradara mernpersiapkan suatu daftar shoot (shoot list) clan setiap adegan. Sering terjadi satu kalimat dalam skenario (naskah sinetron atau film cerita) dipecah menjadi empat shoot atau lebih.

remtnh:

Andi meminggirkan mobilnya ketika melihat Yuni berialan kepanasan di lorong desa.

Kalimat itu dapat dibuat shoot sebagai berikut:

Long Shoot (LS) : Yuni berjalan sepanjang lorong desa, sementara sebuah mobil kelihatan

rlatang Carl arab yang, cams..

Total Shoot (TS) : Mobil Andi ketika Andi kelihatan menoleh ke samping dari balik kaca mobilnya.

Close-Up (CU) : Wajah Yuni kelihatan berkeringat

Dalam dokumen Teknik Produksi Program TV - Fred Wibowo (Halaman 38-44)