NO JENIS PMKS 2008 2009 2010 2011
20. Otonomi Daerah
Penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan pada UU No. 32 tahun 2004 juncto UU No. 12 tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Berdasarkan peraturan tersebut Kabupaten Bone melaksanakan sebanyak 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Penyelenggaraan urusan otonomi daerah tidak terlepas dari kemampuan daerah dalam menyelenggarakan 34 urusan tersebut, baik dari sumberdaya aparatur, kemampuan pendanaan, kelembagaan dan organisasi serta dukungan kalangan dunia usaha dan swadaya masyarakat. Selain itu, secara nasional maka pemerintah daerah melaksanakan pula urusan dekonsentrasi dan tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.
Penyelenggaraan 34 urusan kewenangan setiap tahun dilaporkan kepada pemerintah provinsi dan pusat serta masyarakat dalam bentuk Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban dan Akhir Masa jabatan (LKPJ dan AMJ) dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah (LPPD) sebagaimana diatur dalam PP No. 3 tahun 2007 tentang Pedoman Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.
Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bone adalah meliputi:
a. Efisiensi dan Efektivitas pengelolaan sumber daya
Pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Bone terkendala pada kapasitas SDM dan tidak adanya data potensi SDA yang bersifat kewilayahan sehingga
mengurangi nilai dan produktivitas SDA terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
b. Kualitas Pelayanan Publik
Indeks Kepuasan Masyarakat belum dilakukan secara berkala (tidak ada data riil) untuk meningkatkan transparansi dan kinerja pelayanan publik.
Organisasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Bone memiliki Luas wilayah mencapai 4.559 km2. Wilayah yang demikian luas itu, secara administratif terbagi ke dalam 27 kecamatan, 372 desa/kelurahan dengan dihuni oleh penduduk sebanyak 728.737 jiwa. Kondisi wilayah pemerintahan yang demikian, mengindikasikan rentang kendali pemerintahan yang panjang, sistem dan prosedur yang rumit dan berbelit, serta masih menjauhkan masyarakat dari sentuhan pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan, utamanya di sektor kesehatan, pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk lebih mendekatkan mayarakat dengan sentuhan pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan yang efektif , diperlukan sistem tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan dan efektif .
c. Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia)
Tantangan Pemerintah Kabupaten Bone 5 tahun ke depan adalah mengkaselerasi pertumbuhan pencapaian IPM agar target capainnya dapat diwujudkan . Capaian IPM dari tahun ke tahun belum menggembirakan dibandingkan dengan capaian beberapa kabupaten tetangga , provinsi ataupun capaian nasional. Beberapa faktor mendasar yang mempengaruhi kondisi tersebut, salah satu diantaranya adalah rendahnya angka rata-rata lama sekolah serta tingginya angka buta aksara di Kabupaten Bone terutama usia yang tidak produktif lagi. Lebih jelasnya capaian IPM Bone terhadap provinsi dan nasional.
Salah satu bukti nyata capaian IPM Bone yang kurang memuaskan adalah IPM Kabupaten Bone peringkat ke 17 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
d. Partisipasi masyarakat,
Rendahnya partisipasi masyarakat dalam setiap proses perencanaan pembangunan. Pemerintah daerah harus mampu mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap kinerja pemerintah yang pro poor, pro job dan pro growth.
e. Transparansi dan Akuntabilitas
Opini BPK RI terhadap pengelolaan keuangan daerah dari tahun 2008 – 2012 adalah Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Artinya pemerintah ditantang untuk meraih predikat WTP hingga 5 tahun kedepan
f. Angka Kesempatan Kerja, dan
Masalah Ketenagakerjaan saat ini samakin kompleks dan multidimensional dimana pada satu sisi terdapat pertumbuhan angkatan kerja yang masih cukup tinggi, sedangkan pada sisi lain perluasan kesempatan kerja belum memadai, sehingga mengakibatkan meningkatanya jumlah pengangguran, hal ini merupakan penghambatan program pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan rakyat. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar dan lapangan kerja sangat terbatas.
g. Angka Kemiskinan
Jumlah penduduk miskin pada tahun 2008 sebesar 17,4%, angka ini menurun pada tahun 2009 menjadi 15,09% demikian pula pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 14,08% dan tahun 2011 menjadi 12,69 %. angka kemiskinan Kabupaten Bone mulai tahun 2005 – 2011 capaiannya di atas rata-rata provinsi dan nasional. Kondisi tersebut menginsyaratkan pada Pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan seluruh program/kegiatan yang secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi positif terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan hingga 9%.
Program penataan peraturan perundangan di Kabupaten Bone dilaksanakan melalui penetapan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) baru, dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, menjamin kepastian hukum dari tahun 2008 – 2012 telah diterbitkan Perda dan Perbup sebagai berikut :
Tabel 2.69
Perkembangan Jumlah Produk Hukum yang dihasilkan Kabupaten Bone Tahun 2008 – 2012
No. Tahun Perda Perbup SK Bupati
1. 2008 16 Perda 72 Perbup 1.327 SK Bupati
2. 2009 29 Perda 19 perbup 612 SK Bupati
3. 2010 6 Perda 34 Perbup 754 SK Bupati
4. 2011 11 Perda 22 Perbup 311 SK Bupati
5. 2012 2 Perda 35 Perbup 477 SK Bupati
Sumber : Bagian Hukum Setda Kab. Bone, 2012
Bagian Pemerintahan Desa memiliki tugas memberikan atau menyerahkan Dana Alokasi Dana Desa (ADD) setiap tahunnya. Perkembangan jumlah ADD yang diberikan kepada desa terlihat pada tabel berikut:
Tabel 2.70
Perkembangan Jumlah ADD Kabupaten Bone Tahun 2008 – 2012
No. Tahun Jumlah ADD
(Rp) Pertumbuhan (%) Jumlah Desa 1. 2008 - - 2. 2009 14.547.975.000 333 3. 2010 16.000.000.000 9,98 333 4. 2011 15.888.000.000 -0,70 333 5. 2012 19.769.886.400 24,43 333
Sumber : Bagian Pemdes Setda Kab. Bone, 2012
Penegakan peraturan daerah sudah berjalan dengan baik. Jumlah aparat penegak hukum dan perlindungan Masyarakat di Kabupaten Bone relatif memadai. Jumlah satuan Polisi pamong praja relatif masih kurang untuk melindungi seluruh penduduk dan wilayah kabupaten Bone. Secara rinci jumlah
petugas penegak hukum dan jenis kasus pelanggaran hukum dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.71
Jumlah Polisi Pamong Praja, Petugas Linmas, Kasus Pelanggaran Perda dan penyelesaian Perda Kabupaten Bone tahun 2008 - 2012
Uraian 2008 2009 2010 2011 2012
a. Jumlah Polisi Pamong Praja - PNS - Honorer L 252 72 180 P 30 10 20 L 309 124 185 P 29 14 15 L 312 123 189 P 25 14 11 L 316 127 189 P 26 15 11 L 313 125 188 P 27 15 12 b. Jumlah Linmas Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada c. Sistem informasi Pelayanan
Perijinan dan administrasi Pemerintah Ada/Tidak
Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
d. Jumlah kasus pelanggaran perda
5 20 8 15 10
e. Persentase penegakan PERDA
100% 100% 100% 100% 100%
f. Cakupan patroli petugas Satpol PP (Jumlah patroli petugas Satpol PP pemantauan dan penyelesaian pelanggaran K3 dalam 24 Jam) 3 kali patroli/ hari 3 kali patroli/ hari 3 kali patroli/ hari 3 kali patroli/ hari 3 kali patroli/ hari g. Tingkat penyelesaian pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, keindahan) di Kabupaten 100% 100% 100% 100% 100%
Sumber : Kantor Satpol PP, 2012
Pembaharuan atau perubahan Perda dan Perbub dalam rangka peningkatan kinerja pemerintahan, pelayanan publik dan jaminan kepastian hukum masyarakat terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Perubahan dan pembaharuan Perda atau Perbup direncanakan melalui program legislasi daerah. Program legislasi daerah ditujukan untuk meningkatkan kelengkapan peraturan perundangan, kepastian hukum dan peningkatan pelayanan umum serta promosi daerah.
Untuk meningkatkan pelayanan publik dan standar kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, baik dengan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi urusan kewenangan wajib dan standar kinerja bagi urusan pilihan. Kepada pemerintah pemerintah provinsi dan kabupaten/kota telah ditetapkan lima belas (15) urusan wajib yang telah disahkan oleh kementerian teknis. Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik maka segenap warga masyarakat dapat berpartisipasi dalam penilaian kinerja penyelenggaraan urusan melalui monitoring capaian. Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Bone belum secara hukum menetapkan target capaian ke – 15 SPM tersebut.
Jumlah PNS di Kabupaten Bone pada tahun 2012 sebesar 11.278 orang, dan jumlah pegawai honorer pada tahun 2012 sebesar 3.412 orang. Rincian jummlah PNS di Kabupaten Bone adalah sebagai berikut:
Tabel 2.72
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Bone Menurut Golongan Tahun 2008 – 2012
NO Golongan Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 1 IV L 1.802 1.799 1.782 1.809 1.817 P 2.398 2.488 2.610 2.406 2.424 Jmlh 4.200 4.287 4.392 4.215 4.241 2 III L 1.882 1.903 1.899 1.927 1.811 P 2.739 2.841 2.909 2.675 2.528 Jmlh 4.621 4,744 4.808 4.602 4.339 3 II L 1.241 1.203 1.237 1.262 1.084 P 1.670 1.311 974 1.499 1.364 Jmlh 2.911 2.514 2.211 2.761 2.448 4 I L 261 187 161 149 118 P 61 15 11 8 6 Jmlh 322 202 172 157 124 Total 12.054 11.747 11.583 11.278 11.278 L 5.186 5.092 5.079 5.147 4.830 P 6.868 6.655 6.504 6.588 6.322
Sumber : BKDD Kab. Bone, 2013
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa jumlah pegawai negeri sipil di Kabupaten Bone sebagian besar golongan IV dan III. Kondisi ini menunjukkan bahwa di Kabupaten Bone sebagian besar sudah memiliki kualifikasi yang baik. Kualitas PNS juga terlihat dari jenjang pendidikan mereka. PNS menurut pendidikan terlihat pada tabel berikut :
Tabel 2.73
Jumlah PNS Pemerintah Kabupaten Bone menurut Pendidikan Tahun 2008 – 2012
NO Pendidkan Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
1 SD - SMP 293 224 198 168 249
L 207 178 171 160 228
2 SMA/SMK