2008 2009 2010 2011 SULAWESI SELATAN 52.96 53.67 62.46 63
5. Tata Ruang
Penataan ruang pada dasarnya merupakan kegiatan untuk mengatur ruang agar aktivitas kehidupan manusia dan lingkungan alam di sekitarnya berkembang secara harmonis dan lestari. Di sini terdapat dua hal pokok yang perlu mendapatkan perhatian secara serius, yaitu: Pertama, adanya tiga unsur penting dalam penataan ruang, yaitu: manusia beserta aktivitasnya, lingkungan alam sebagai tempat, dan pemanfaatan ruang oleh manusia di lingkungan alam tersebut. Kedua, proses pemanfaatan ruang haruslah bersifat terbuka, berkeadilan, memiliki perlindungan hukum dan mampu memenuhi kepentingan semua pihak (petaruh/stakeholder) secara terpadu dan berdayaguna serta serasi.
Terkait dengan penataan ruang, Kabupaten Bone telah menyusun Perda Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten Bone Tahun 2012–2032. Dalam Perda tersebut disebutkan bahwa tujuan penataan ruang Kabupaten Bone adalah mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan dengan di dukung masyarakat melalui pengembangan pertanian, perikanan dan kelautan berbasis konservasi dan mitigasi bencana. Dalam Perda tersebut dikemukakan bahwa kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah dilakukan melalui: (1) kebijakan dan strategi pengembangan struktur ruang, (2) kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang; dan (3) kebijakan dan strategi pengembangan kawasan strategis.
Terkait dengan berbagai aktivitas pembangunan di Kabupaten Bone, ada beberapa aspek penataan ruang yang perlu mendapatkan perhatian pada masa mendatang, yaitu kawasan lindung, kawasan ruang terbuka hijau, kawasan rawan bencana alam, kawasan budidaya, kawasan pariwisata. Pengaturan tersebut perlu dilakukan untuk mengendalikan kebutuhan masing-masing kawasan agar tetap sinkron dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Secara rinci kinerja urusan Penataan Ruang di Kabupaten Bone tahun 2008- 2012 tergambarkan pada tabel berikut:
Tabel 2.44
Kondisi Capaiankinerja Tata Ruang
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
Target SPM
Capaian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012 1 Jumlah peraturan perizinan pemanfaatan ruang (%) 100 100 100 100 100 100 2 Peningkatan peran serta masyarakat
dalam perencanaan tata ruang (%) 100 100 100 100 100 100 3
Tersedianya
Informasi Penataan Ruang (peta analog dan digital)
Kecamatan (%) 100 11 14,82 18,52 18,54 29,63 Kelurahan (%) 90 58,34 58,34 58,34 58,34 58,34
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Target SPM Capaian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012 4 luas Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Publik (%) 25 11 11 11 11 11
5 Rasio bangunan ber-IMB per satuan
bangunan (%) 100 95 95 96 97 98
6 Rata-rata alih fungsi lahan di
perkotaan (%) 0 1,1 2,1 3,7 4,2 5,8
Sumber : Dinas Tarkim Kabupaten Bone, Tahun 2012
6. Perencanaan
Penyelarasan dokumen perencanaan pembangunan secara nasional yaitu RPJM Nasional 2010–2014, RPJM Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara 2013- 2018 dengan RPJM Daerah Kabupaten Bone untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan Undang- Undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, perlu semakin dimantapkan. Penyusunan RPJMD Kabupaten Bone mengacu pada penataan ruang sebagaimana Perda Nomor 2 Tahun 2013 tentang RTRW Kabupaten Bone.
Penyusunan dokumen perencanaan perlu pula memperhatikan pengarusutamaan dalam perencanaan pembangunan daerah, yaitu: (1) tata pemerintahan yang amanah (good governance); (2) peningkatan pencapaian standar pelaksanaan minimal (SPM) meliputi 15 urusan wajib yang targetnya harus disusun oleh pemerintah Kabupaten Bone; (3) perencanaan dan penganggaran yang pro-poor dan penganggaran responsif gender, serta (4) kelestarian lingkungan dan pengurangan resiko bencana.
Amanat Selain itu, perlu diperhatikan kebijakan dan arahan Inpres No. 3 tahun 2010 tentang Program Pembangunan Nasional Berkeadilan, mengamanatkan bahwa pemerintah daerah memberikan sumbangan dalam rangka pencapaian Pendidikan Untuk Semua (PUS), Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium (MDG`s) pada tahun 2015 dan RAD Pangan dan Gizi maka Kabupaten Bone harus memberikan konstribusi dalam pencapaian target-target tersebut. Gambaran kondisi pelaksanaan dan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang telah disusun, antara lain sebagai berikut :
Tabel 2.45
Capaian Indikator Kinerja Urusan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Bone No Indikator 2008 2009 2010 2011 2012 1 Ketersediaan dokumen perencanaan pembangunan daerah 1)RPJPD yang telah
ditetapkan dengan Perda
1 - - - -
2)RPJMD yang telah
ditetapkan dengan Perda
No Indikator 2008 2009 2010 2011 2012
3)RKPD yang telah
ditetapkan dengan Perbup
1 1 1 1 1 2 Jumlah dokumen perencanaan pembangunan ekonomi - - - - 1 3 Jumlah dokumen perencanaan pembangunan sosial budaya 3 3 - - 2 4 Jumlah dokumen perencanan bidang infrastruktur 1 1 1 1 2
Sumber : Bappeda dan Statistik Kabupaten Bone, Tahun 2013
Sejalan dengan kebijakan peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah, pada tahun-tahun mendatang banyak dokumen perencanaan pembangunan kepada Pemerintah Daerah di berbagai bidang pembangunan, baik bidang ekonomi, sosial budaya dan sarana - prasarana wilayah, sumberdaya alam dan lingkungan perlu diwujudkan.
7. Perhubungan
1. Perhubungan Darat
a. Kondisi Pelayanan Angkutan Jalan
Jumlah penumpang angkutan umum di Kabupaten Bone mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir. Tahun 2008 jumlah penumpang angkutan umum sebanyak 30.333 orang meningkat menjadi 140.317 orang tahun 2012.
Tabel 2.46
Kondisi Pelayanan Angkutan Darat
Indikator 2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Arus
Penumpangan Angkutan Umum
30.333 53.832 65.826 151.819 140.317
Rasio ijin trayek 997 1.011 1.098 1.132 1.158
Jumlah uji kir angkutan umum
1.598 1.687 1.692 2.189 2.280
Kepemilikan KIR angkutan umum
1.618 1.722 1.781 2.199 2.291
Lama pengujian KIR (Kelayakan
Angkutan Umum)
6 Bulan 6 Bulan 6 Bulan 6 Bulan 6 Bulan
Biaya pengujian kelayakan angkutan umum
Rp.50.000 Rp.50.000 Rp. 50.000 Rp. 50.000 Rp. 50.000 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Tahun 2013
b. Kondisi Pelayanan Angkutan Sarana dan Prasarana Angkutan Darat
Kondisi pajang jalan yang memliki trotoar di Kabupaten Bone tahun 2012 telah mencukupi dimana antara kebutuhan trotoar dengan trotoar yang dibangun lebih besar trotoar yang terbangun. Perkembangan selengkapnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2.47
Panjang Jalan yang Memiliki Trotoar, Lebar Rata-Rata Trotoar, serta Panjang Jalan yang masih perlu Dibangun Trotoar
Tahun 2012 No Status Dibutuhkan (Km) Terbangun (Km) Lebar rata-rata (m) 1 Jalan Nasional 3 5,0 1 2 Jalan Propinsi 3 5,0 2 3 Jalan Kabupaten/Kota 5 7,5 1 Jumlah rata-rata 11 18,0 4
Sumber : Dinas PU dan SDA Kabupaten Bone, Tahun 2013
Sementara itu untuk kondisi jumlah apil, juga menunjukan kondisi yang dibaik dimana anatara kebutuhan apil dengan apil yang terpasang lebih bersar yang terpasang dan semuanya dalam kondisi berfungsi dengan baik. Selengkapnya dpat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 2.48
Data Jumlah Alat Pemberi Isyarat Lampu Lalu Lintas yang dibutuhkan, terpasang dan kondisinya Tahun 2012
No Jenis lokasi Dibutuhkan (buah) Terpasang (buah)
Kondisi (buah) Berfungsi Tidak Berfungsi 1 Simpang 4/lebih 5 6 6 0 2 Simpang 3 3 3 3 0 3 Penyeberangan Jalan 3 - - - 4 Ruas jalan (Lampu Kuning/ Warning Light 1 5 5 - Jumlah 12 14 14 -
Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Tahun 2013
Untuk kebutuhan marka jalan dalam Kota yang masih belum terpenuhi adalah jalan kabupaten/kota dimana dari 25 km yang diperluakan baru dilengkapi sepanjang 10 km. Meskipun demikian secara keseluruhan kondisi marka dalam keadaan baik dan jelas. Perkembangan selengkapnya dapat dilihat pata tabel berikut :
Tabel 2.49
Data Fasilitas Perlengkapan Jalan Dalam Kota Watampone ( Marka Jalan ) Tahun 2012
No Status Dibutuhkan (km) Sudah dilengkapi (km) Kondisi Baik/Jelas (%) Sedang (%) Pudar (%) 1 Jalan Nasional 13,12 13,12 50 25 25 2 Jalan Propinsi 10,60 12,00 90 20 10 3 Jalan Kabupaten/Kota 25,00 10,00 5 5 0 Jumlah 48,72 35,12 145,00 50,00 35,00 Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Tahun 2013
Kebutuhan fasilitas lampu penerangan jalan yang selama ini masih kurang berada pada jalan nasional dan provinsi dimana untuk jalan nasional dibutuhkan 500 titik lampu, namun kondisi lampu yang terpasang baru 340 titik. Untuk jalan provinsi dari kebutuhan 400 titik lampu baru terpasang 298 titi. Perkembangan selengkapnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2.50
Data Fasilitas Perlengkapan Jalan Dalam Kota Lampu penerangan jalan
No Status Dibutuhkan (titik lampu) Terpasang (titik lampu) Berfungsi (titik lampu) 1 Jalan Nasional 500 340 340 2 Jalan Propinsi 400 298 298 3 Jalan Kabupaten/Kota 1.500 858 858 Jumlah 2.400 1.496 1.496
Sumber : Dinas PU dan SDA Kabupaten Bone, Tahun 2013
Kondisi rambu-rambu lalu lintas di Kabupaten Bone tahun 2012 menunjukan kondisi yang kurang baik dimana anata kebutuhan rambu dengan rambu yang terpasang masih terjadi gap yang cukup besar. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2.51
Data Fasilitas Perlengkapan Jalan dalam Kota (Perambuan) Yang dibutuhkan dan terpasang
No Status Dibutuhkan Terpasang Kondisi
Baik Rusak
1 Jalan Nasional 125 100 65 35
2 Jalan Propinsi 175 150 125 25
3 Jalan Kabupaten/Kota 300 250 230 20
Jumlah 600 500 420 80 Sumber : Dinas PU dan SDA Kabupaten Bone, Tahun 2013
Terminal penumpang merupakan prasarana untuk keperluan menurunkan dan rnenaikkan penumpang, pemindahan intra dan atau moda tranportasi serta untuk rnengatur kedatangan dan keberangkatan kendaraan penumpang. Kabupaten Bone memilki 1 terminal panumpang yaitu terminal Petta PonggawaE dengan type A, dan Jumlah Terminal Pembantu sebanyak 3 unit. Sementara itu untuk fasilitas terminal tipe A dapat lihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.52
Data Fasilitas Terminal Petta Ponggawae
No Fasilitas
Keberadaan Kondisi
Ada Tidak ada Baik Tidak baik
1 Pelataran kedatangan bus √ √
2 Pelataran parkir bus √ √
3 Kantor Terminal √ √
4 Ruang tunggu penumpang √ √
5 WC/toilet √ √
6 Pelataran parkir pengunjung √ √
7 Jalan lingkungan √ √
8 Papan pengumuman √ √
9 Daftar/papan tarif pertrayek √ √ 10 Daftar/papan petunjuk jurusan √ √
11 Pelataran keberangkatan bus √ √
12 Pelataran tunggu penumpang √ √
13 Menara Pengawas √ √
14 Kafetaria √ √
15 Mushola √ √
16 Ruang perwakilan agen √ √
17 Taman/penghijauan √ √
Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Tahun 2013
Penyelenggaraan angkutan umum jalan raya di Kabupaten Bone dapat dibagi dalam 4 kelompok, yaitu:
• Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), • Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP),
• Angkutan Lokal yang berupa Angkutan Kota (ANGKOT) • Angkutan Pedesaan ( ANGDES)
c. Kondisi Pelayanan Pengujian Kendaran Bermotor
Kabupaten Bone memiliki 1unit pengujian kendaraan bermotor, yang memiliki populasi kendaraan wajib uji sebanyak 1.571 kendaraan wajib uji.