• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pâpa-desana

Dalam dokumen Buddha pada masa sekarang. (Halaman 24-36)

(Mengakui Kesalahan)

(1) Dengan maksud untuk memiliki pikiran berharga ini Kini aku mempersembahkan kepada Tathagata Kepada Dharma suci, permata murni tanpa noda Dan kepada Jinaputra, samudra kemuliaan.

(2) Apa pun bunga serta buah yang ada Dan berbagai jenis obat-obatan

Berbagai permata yang ada di dunia ini Dan berbagai air yang jernih menyegarkan.

(3) Demikian pula gunung permata

Taman hutan yang tenang, tempat yang menimbulkan kegembiraan

Pohon-pohon surgawi yang sarat dengan bunga Dan pohon dengan buah yang membebani ranting.

(4) Wewangian dari alam surga

Dupa, pohon pengabul harapan dan pohon permata Panen yang tanpa membajak, serta segala perhiasan Yang pantas untuk dipersembahkan.

(5) Danau serta telaga yang dihiasi oleh bunga teratai Dan lengkingan indah suara angsa liar

Semua yang tanpa pemilik

Dalam hamparan alam semesta yang tanpa batas.

(6) Membayangkan semua itu dalam batinku, aku mempersembahkannya

Kepada Sang Mahapurusa, Hyang Buddha, serta para putranya Oh Mahabelaskasih, berkenanlah kepadaku

Dan terimalah persembahanku ini.

(7) Aku miskin tak berkebajikan

Aku tak mempunyai persembahan untuk dipersembahkan Oh Sang Pelindung, engkau yang hendak menolong makhluk lain

Berdasarkan kekuatanmu terimalah demi kebajikanku.

(8) Secara diam-diam aku akan mempersembahkan tubuhku Kepada para Jina serta para putranya

Mohon terimalah diriku, wahai ‘Pahlawan Termulia’ Dengan penuh hormat aku akan menjadi pengiringmu.

(9) Mengingat bahwa berada dalam perlindunganmu sepenuhnya Aku akan melakukan kebajikan bagi semua tanpa merasa takut pada samsara

Aku akan mengubah dengan sepenuhnya kejahatan masa laluku Dan di kemudian hari aku tak akan melakukannya lagi.

(10) Ke dalam kolam pemandian yang harum semerbak Yang lantainya dari kristal memantulkan cahaya Dan dengan pilar yang dihiasi permata berkilauan Terdapat tenda di atasnya dengan mutiara menjuntai.

(11) Aku memohon kepada Sang Tathataga beserta putranya Untuk datang dan memandikan tubuhnya

Dari banyak bejana permata yang penuh dengan air wangi, yang menyegarkan

Diiringi oleh suara musik mengalun serta nyanyian.

(12) Biarlah kami yang mengeringkan tubuhnya dengan kain tiada tara

Bersih dan diperciki wewangian merata

Dan saya akan mempersembahkan kepada para makhluk suci itu

Busana wangi dengan warna yang sesuai.

(13) Aku menghiasinya dengan perhiasan permata Serta berbagai macam busana terbaik dan lembut Arya Samantabhadra, Manjugosha

Avalokiteshvara serta semua lainnya.

(14) Seolah seperti memoles emas murni

Demikian pula aku mengolesi rupakaya Buddha yang memancarkan prabha

Dengan wewangian terpilih yang keharumannya menjangkau hingga

Beribu milyar alam.

(15) Juga kepada obyek persembahan terbaik kupersembahkan Karangan bunga yang tersusun indah

Serta rangkaian bunga bertangkai yang beraroma harum Seperti bunga lili, melati dan teratai mekar.

(16) Aku juga membubungkan asap dupa Yang aromanya wangi melarutkan pikiran

Demikian pula makanan surgawi yang sangat lezat Serta berbagai makanan dan minuman lainnya.

(17) Aku mempersembahkan kepadanya pelita permata Yang diletakkan di atas kuntum bunga teratai emas Di atas tanah yang diperciki dengan air wangi

Demikian pula aku menaburkan kuntum bunga harum.

(18) Kepadanya yang berhakikatkan belas kasih

Aku mempersembahkan istana yang diliputi oleh alunan suara musik

Dihiasi dengan permata dan mutiara yang berkilauan Yang menghiasi ruang-ruang tak terbilang.

(19) Aku akan terus mempersembahkan kepada semua Buddha Payung berhias permata dengan tiang emas

Dan hiasan yang indah sekali di tepinya

Berdiri tegak, bentuknya sangat indah dipandang.

(20) Singkatnya semoga awan persembahan

Yang diiringi dengan suara musik merdu menyenangkan Bagaikan awan yang menghentikan penderitaan semua makhluk

Masing-masing tinggal (selama masih diperlukan).

(21) Dan semoga terus turun hujan Bunga dan permata yang tercurah Di atas stupa dan arca

Serta di atas semua permata Dharma.

(22) Dengan cara sebagaimana Manjugosha serta lainnya Yang telah melakukan persembahan kepada Hyang Jina Demikian pula aku menghaturkan persembahan kepada para Tathagata

Sang Pelindung, putranya, juga semuanya.

(23) Aku mengagungkan samudra kebajikan Dengan tiada terhitung gatha pujian merdu Semoga awan pujian yang jelas tersebut Langsung sampai ke hadapannya.

(24) Dengan tubuh sebanyak

Seluruh atom yang terdapat di jagat raya

Aku bersujud kepada semua Hyang Buddha dari ketiga masa Dharma serta Sangha yang mulia.

(25) Demikian pula aku juga bersujud kepada semua caitya Kepada landasan bodhicitta

Kepada semua viharadipati terpelajar serta para Guru Juga kepada semua praktisi mulia.

(26) Aku berlindung kepada semua Buddha Hingga aku mencapai sari Kebuddhaan Aku juga berlindung kepada Dharma Serta kepada Sangha para Bodhisattva.

(27) Dengan tangan beranjali aku memuja Para Buddha dan Bodhisattva Yang memiliki belas kasih agung Yang bersemayam di segala penjuru.

(28) Sejak waktu yang tak diketahui lingkaran samsara Dalam hidup saat ini maupun lainnya

Tanpa disadari aku telah melakukan perbuatan jahat Dan menganjurkan agar orang lain juga melakukannya.

(29) Dipengaruhi oleh kebodohan yang merusak Aku menyukai terhadap apa yang telah dilakukan Namun sekarang mengetahui bahwa hal itu suatu kesalahan

Dari lubuk hatiku aku mengakuinya di hadapan Hyang Buddha.

(30) Apa pun perbuatan jahat oleh tubuh, ucapan maupun pikiran Yang telah kulakukan disebabkan oleh pikiran ternoda Kepada ketiga permata perlindungan

Orang tuaku, Guruku juga yang lainnya.

(31) Dan semua kesalahan berat yang saya lakukan Serta seluruh kejahatan dan noda

Untuk menghindari kesalahan

Aku mengakuinya secara terbuka di hadapan ‘Sang Guru Jagat’.

(32) Akan tetapi mungkin aku mati

Sebelum seluruh kejahatanku dibersihkan Karena itu mohon lindungilah diriku agar Dengan cepat dan pasti aku terbebas darinya.

(33) Dewa kematian yang tak dapat dipercaya

Menunggu bukan untuk melakukan atau tidak melakukan Apakah aku sehat atau sakit

Waktu hidup ini sungguh tak pasti.

(34) Meninggalkan segalanya aku akan pergi seorang diri Namun karena tak mengerti akan hal ini

Aku melakukan berbagai macam kejahatan Demi kebaikan teman-teman dan musuh-musuhku.

(35) Musuhku tak akan ada lagi Teman-temanku tak akan ada lagi Aku juga tak akan ada lagi

Demikian pula segala sesuatu akan tak berarti.

(36) Seperti halnya bermimpi Apa pun yang kusukai Akan menjadi kenangan

Apa pun yang telah lewat tak akan dapat dilihat lagi.

(37) Bahkan dalam hidup yang singkat ini

Terdapat banyak sahabat dan musuh yang telah meninggal Tetapi kejahatan apa pun yang tak tertanggungkan yang telah kulakukan kepadanya

Tertinggal pada diriku.

(38) Sementara itu, akibat tak menyadari Bahwa aku akan meninggal tiba-tiba Aku melakukan begitu banyak kejahatan Karena ketidaktahuan, nafsu dan kebencian.

(39) Tiada lagi siang ataupun malam Hidup terus berlalu

Dan tak akan diperpanjang

Bagaimana mungkin kematian tak akan menghampiriku?

(40) Selagi aku berbaring di atas kasur

Meski dikelilingi oleh sahabat dan keluargaku Perasaan bahwa hidup itu menderita

Akan kurasakan seorang diri.

(41) Ketika dilihat oleh utusan dewa kematian

Kebajikan apa yang diberikan oleh sahabat dan keluarga? Hanya kebajikanku sendiri yang melindungiku selanjutnya Tapi terhadapnya aku tak memedulikannya.

(42) Oh Sang Pelindung, aku telah begitu lalai Tak menyangka bahwa mengerikan seperti ini Akumulasi perbuatan sangat jahat

Demi hidup yang tak kekal ini.

(43) Orang yang keras seperti batu

Hari ini dibawa ke dalam ruang penyiksaan

Dengan mulut kering dan mata yang cekung mengerikan Seluruh wujudnya telah berubah.

(44) Tak perlu dikatakan lagi bagaimana keluh kesahnya Saat diserang oleh derita kepanikan hebat

Ditangkap oleh wujud nyata

Para pesuruh dewa kematian yang menakutkan.

(45) “Siapakah yang dapat memberiku perlindungan yang sebenarnya Dari ketakutan luar biasa ini?”

Dengan ketakutan, mata melotot terbelalak Aku akan mencari pelindung di keempat penjuru.

(46) Namun tak menemukan pelindung di sana Aku pasti akan diliputi kemurungan Bila di sana tak ada pelindung Lantas apa yang harus kulakukan?

(47) Karenanya aku kini mencari perlindungan Kepada Hyang Buddha yang melindungi semesta Yang berusaha menjadi naungan bagi semua makhluk Dan dengan kekuatan agung menghapuskan segala ketakutan.

(48) Demikian pula aku dengan tulus mencari perlindungan Pada Dharma yang telah dicapainya

Yang menghapuskan rasa takut pada roda samsara Juga kepada Sangha para Bodhisattva.

(49) Aku terguncang oleh ketakutan

Mempersembahkan diriku sendiri kepada Samantabhadra Juga kepada Manjugosha

Aku menjadikan tubuhku sebagai persembahan.

(50) Kepada Avalokiteshvara Sang Pelindung

Yang tiada henti melakukan kegiatan berdasarkan belas kasih Aku mengutarakan jeritan memilukan

“Mohon lindungilah pelaku kejahatan ini!”

(51) Dalam pencarian perlindunganku Aku menangis dari lubuk hatiku Kepada Akashagarbha, Ksitigarbha Serta semua pelindung yang berbelaskasih.

(52) Aku juga mencari perlindungan kepada Vajrapani Di mana dengan penglihatannya, seluruh makhluk jahat Termasuk para pesuruh dewa kematian

Lari ketakutan ke keempat penjuru.

(53) Pada mulanya aku mengabaikan nasehatmu Namun kini setelah menyaksikan bahaya besar ini Aku pergi berlindung kepadamu

Dengan melakukannya semoga bahaya ini dengan cepat dilenyapkan.

(54) Bila aku perlu menuruti nasehat dokter Ketika takut pada suatu penyakit biasa

Lantas betapa jauh lebih besar saat mengalami penyakit Yang disebabkan oleh keinginan jahat dan sebagainya.

(55) Dan bilamana seluruh umat manusia yang berdiam di bumi ini Dapat ditolong oleh salah seorang saja dari mereka Dan bila tak ada obat lain yang dapat menyembuhkannya Yang ditemukan di mana pun di semesta ini.

(56) Lantas tidak berbuat sebagaimana yang disarankan Oleh nasehat ‘Tabib Yang Mahatahu’

Yang dapat mencabut setiap akar penderitaan

Itu sungguh mengherankan dan pantas untuk dicemooh.

(57) Bila aku harus hati-hati

Di dekat sebuah tebing curam kecil biasa

Lantas betapa lebih dekatnya dengan masa yang lama Yang menjatuhkan sejauh beribu-ribu mil.

(58) Sungguh sesuatu yang tak pantas dinikmati sendiri Dengan berpikir bahwa hari ini aku belum akan mati Tak terelakkan saatnya akan tiba

Ketika aku akan lenyap.

(59) Siapakah yang akan menghadiahiku perasaan tanpa rasa takut? Bagaimana aku dapat yakin bahwa telah bebas dari yang demikian?

Bila aku dengan tak terelakkan lenyap

Bagaimana aku dapat santai dan menikmati hidupku sendiri?

(60) Apa yang tertinggal bersamaku kini Dari berakhirnya pengalaman masa lalu?

Namun akibat keterikatanku yang besar terhadapnya Aku telah mengabaikan nasehat Guruku.

(61) Setelah pergi dari hidup ini

Juga dari seluruh sahabat serta handai tolanku

Bila ternyata aku harus pergi seorang diri ke mana pun Lantas apakah gunanya menjalin persahabatan dan permusuhan?

(62) “Bagaimana aku dapat yakin jika telah bebas Dari ketidakbajikan, sumber segala penderitaan?” Berlanjutnya siang dan malam

Haruskah aku hanya memperhatikan hal ini.

(63) Apa pun yang telah kulakukan

Berdasarkan kebodohan dan ketidaktahuan Yang menyebabkan terputusnya ikrar Atau suatu perbuatan yang memang salah.

(64) Aku dengan rendah mengakui semuanya Di hadapan Sang Pelindung

Dengan tangan beranjali, berkali-kali aku bernamaskara Hatiku takut pada penderitaan yang akan terjadi.

(65) Aku memohon kepada semua ‘Guru Jagat’ Untuk memaafkan kejahatan dan kesalahanku Mengingat hal itu merupakan ketidakbajikan Untuk selanjutnya aku tak akan melakukannya lagi.

Bab III

Dalam dokumen Buddha pada masa sekarang. (Halaman 24-36)