(RAPAT DISKORS PUKUL 13.05 WIB) Rapat, saya skors
F- P.NASDEM (ROBERT ROUW): Pimpinan, sebelum mulai
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Ya Pak Robert Rouw, silakan.
F-P.NASDEM (ROBERT ROUW):
Sebelum mulai Pimpinan, saya ingin menyerahkan yang tadi. Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Nah Bapak tadi sudah bicara, silakan. Pak Ahmad Syaikhu, bersiap-siap Pak Rifqi. Pak Ahmad Syaikhu silakan.
F-PKS (AHMAD SYAIKHU):
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semuanya.
Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI dan juga para Menteri beserta jajaran yang hadir pada kesempatan hari ini, Pak Menteri PUPR, Menteri Perhubungan dan Menteri Desa PDTT.
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Secara umum, tentu Fraksi PKS mengapresiasi niat Pemerintah yang ingin fokus pada pemulihan ekonomi nasional yang salah satunya tentu saja adalah sektor pariwisata. Pak Menteri, saya kira di Jawa Barat ini ada sebuah tempat wisata yang sudah menjadi ikon internasional sebetulnya yang sudah dicanangkan oleh UNESCO berupa Geopark Ciletuh dan saya kira ini view-nya yaitu sudah lengkap Gurilap begitu ya, dari mulai gunung, lembah, rimba, laut dan pantai.
Nah oleh karena itulah mungkin ini perlu menjadi perhatian di tingkat nasional. Selama ini dari Pemerintah Jawa Barat sudah berusaha untuk mensupport jalan-jalan pendukung ke arah sana sampai 600 Milyar sudah dialokasikan dalam APBD yang terdahulu. Cuman nampaknya ini belum tuntas seluruhnya sehingga saya berharap bahwa Kementerian PUPR kiranya bisa memberikan support dalam bentuk misalnya pertama dalam kaitan akses menuju kesana dengan melanjutkan Tol Bocimi. Kemudian yang kedua, tentu jalan-jalan akses menuju ke arah Ciletuh itu.
Di samping itu yang kedua terkait dengan Bandara Kertajati, mungkin ini Pak Menteri Perhubungan saya kira ini juga perlu mendapatkan perhatian bersama dan mohon supportnya sehingga ini bisa menjadi juga bandara yang menunjang pariwisata dan tentu saja ini juga kendalanya adalah pada faktor infrastruktur, diantaranya adalah penyelesaian Tol Cisumdawu. Karena itu, saya mohon kiranya Pak Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan bisa memperhatikan dua icon ini.
Kemudian dari paparan yang tadi disampaikan oleh Pak Menteri PUPR, saya apresiasi adanya kegiatan pengamanan pesisir pantura. Saya ingin mengingatkan juga kaitan berapa kejadian di beberapa waktu yang lalu di Cemara Jaya Karawang dimana dampak rob ini sangat dirasakan betul oleh masyarakat di Cemara Jaya Karawang. Oleh karena itu, saya mohon bantuan kiranya dari Pak Menteri apakah itu berupa BSPS ataupun dalam kaitan rusunawa untuk masyarakat di sekitar Cemara Jaya Karawang. Pemerintah Kabupaten Karawang sudah menyiapkan lahannya 3 hektar cuman mungkin ini kaitannya perlu pembangunannya dari Kementerian PUPR.
Satu hal lagi kaitannya dengan kebijakan food estate, saya kira ini juga mohon tidak melupakan lumbung-lumbung padi nasional yang selama ini sudah ada. Saya support dengan aktivitas food estate yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah di Kalimantan. Cuman mungkin saya ingin kiranya lumbung-lumbung padi yang sudah ada ini juga bisa diperhatikan. Sebagai contoh Bekasi, Karawang, ini adalah lumbung padi dimana
Karawang misalnya produksi padinya 1,3 juta ton sementara konsumsinya hanya sekitar 500 ribu saja.
Oleh karena itu, ini surplus. Nah saya melihat ada yang bisa terus ditingkatkan dengan hanya memberikan sentuhan kecil berupa perbaikan infrastruktur. Misalnya, Infrastruktur Irigasi atau akses-akses jalan ke lahan-lahan pertanian mereka.
Kemarin pada saat reses, saya menerima keluhan dari masyarakat Majalaya Kabupaten Karawang, di antara mereka itu walaupun musim hujan ini tidak bisa mendapatkan air. Ini kan ironis. Nah tentu ini hal yang kemudian menimbulkan di masyarakat ada prasangka, jangan-jangan ini masalah political will, tidak memberikan air, dan menyalurkan air ke daerah itu, kenapa? Karena bisa jadi ada incaran alih fungsikan lahan-lahan pertanian disana untuk menjadi perumahan-perumahan.
Nah tentu ini menjadi suatu hal yang ironis pada saat satu sisi Pemerintah ingin mencanangkan food estate nah tentu kaitan-kaitan alih fungsi lahan pertanian ini sangat disayangkan. Oleh karena itu, saya mohon kiranya perhatian dari Dirjen PSDA di Kementerian PUPR bisa kiranya menjamin tersedianya pasokan air khususnya tadi di desa yang saya katakan mengeluhkan ke saya yaitu Desa Majalaya Kabupaten Karawang.
Kemudian untuk Sekolah Vokasi yang dicanangkan di Kementerian Perhubungan maupun Kementerian PUPR, saya mohon kiranya ini tidak untuk ASN saja tapi membuka juga peluang-peluang kesempatan bagi anak-anak muda yang memang memiliki kemampuan minat. Mungkin kalau di Kementerian Desa tadi ada semacam pelatihan masyarakat. Jadi mohon kiranya anak-anak muda yang berpotensi dan memiliki kecenderungan untuk ikut dalam sekolah vokasi itu kiranya bisa juga diikutsertakan.
Terakhir, saya kira ini kepada Kementerian PDTT. Saya berharap bahwa optimalisasi BumDes ini ke depan tentu perlu diberdayakan betul. Oleh karenanya melihat paparan tadi anggaran hanya sekitar 35 milyar untuk 500 BumDes, saya kira ini mungkin perlu dipertimbangkan untuk ditingkatkan kembali. Saya kira itu Ketua dan para Anggota sekalian.
Terima kasih kepada para Menteri yang sudah memberikan perhatian dalam kesempatan ini.
Wallahumma Fiq Illa Aqwamitthaariq,
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.):
Terima kasih Pak Ahmad Syaikhu. Pak Rifqi silakan, bersiap-siap Pak Hasan Basri.
F-PDIP (H.M. RIFQINIZAMI KARSAYUDA): Terima kasih Pimpinan.
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan Anggota Komisi V yang kami hormati dan banggakan, Para Menteri dan seluruh Pejabat Eselon I, II yang hadir pada kesempatan pagi hingga siang hari ini.
Pertama, saya ingin bicara soal food estate. Sebagai perwakilan dari Kalimantan Selatan yang persis berdampingan dengan Kalimantan Tengah dimana karakteristik Kalsel dan Kalteng itu lebih kurang sama. Kami menyambut baik kegiatan food estate yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dan Kementerian PUPR, saya kira mengambil bagian dalam sektor sumber daya air dan Bina Marga.
Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan. Pertama, kita perlu menyiapkan supporting system untuk mendukung suksenya food estate ini. Keberadaan Dadahuk di Kuala Kapuas dan Belanti di Pulang Pisau itu jauh dari pelabuhan yang skalanya besar, sehingga hasil pertanian yang ada disana itu pilihannya sementara waktu akan dibawa melalui Pelabuhan Trisakti yang ada di Banjarmasin, jaraknya sangat jauh dan karena itu perlu dipikirkan untuk kita membuat akses yang lebih mudah.
Ada beberapa pilihan. Yang pertama, kita membangun jalan akses ke Pelabuhan Betajung yang telah dibangun oleh Kemenhub beberapa waktu yang lalu yang jalan aksesnya belum terhubung dengan baik sampai saat ini. Posisi Betajung itu dengan Kota Kuala Kapuas lebih kurang 52 kilometer.
Alternatif yang kedua adalah kita membuat jembatan dari Dadahuk ke Kecamatan Tabukan di Barito Kuala Kalimantan Selatan. Dari Tabukan lurus ke Marabahan, sudah ada poros Marabahan Margasari yang beberapa waktu lalu Pak Menteri meresmikan 3 overpass dan 1 jembatan yang seluruhnya dibiayai oleh dana CSR.
Disitu juga masih ada beberapa kilometer ruas jalan yang belum diaspal dengan baik dan oleh karena itu, saya kira 2021 mudah-mudahan
bisa dianggarkan karena setahu saya belum masuk dalam prioritas sementara Pak Menteri sudah kesana. Itu lurus dari Margasari nanti akan menjadi Poros Barat hingga ke Kalimantan Timur.
Ini perlu kita antisipasi dari sekarang, karena kalau food estate ini betul dihajatkan salah satunya adalah sebagai sumber ketahanan pangan nasional untuk Ibukota Negara baru di Kalimantan Timur maka akses perlu dipikirkan. Kalau pun di Dadahuk itu belum bisa dibangun jembatan Pak Menteri Perhubungan, saya sudah berkomunikasi dengan Kepala BPDT setempat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, disitu sudah ada Dermaga Tradisional yang selama ini diseberangi oleh orang atau penumpang dan belum memuat barang dalam pengertian yang cukup banyak. Karena itu, Dermaganya juga bisa dimapankan. Ini koordinasi antara dua Kementerian, PUPR dan Kementerian Perhubungan.
Dalam konteks food estate pula, saya kira Kementerian Perhubungan perlu untuk menyelesaikan beberapa jembatan timbang yang ada disana. Contoh, Jembatan Timbang yang ada di Anjir Kalimantan Tengah yang persis berbatasan dengan Kalsel yang sudah 3 tahun dibangun tapi belum selesai. Saya sudah berkomunikasi dengan Dirjen Perhubungan Darat agar ini diselesaikan, karena kalau tidak sayang kualitas jalan nasionalnya mantap tapi kemudian nanti tonasenya tidak bisa kita kendalikan dan dalam konteks food estate.
Yang terakhir saya kira food estate inikan Pak Menteri Desa dan PDTT dulu adalah kawasan transmigrasi Pak. Karena itu, program-program di Ditjen Transmigrasi itu perlu diberikan atensi khusus untuk juga mendukung food estate karena kalau food estate ini gagal untuk ketiga kalinya di daerah itu, dulu zaman orde baru sempat dihidupkan zaman Pak SBY, sekarang yang ketiga di zaman Pak Jokowi saya kira ini tentu akan menjadi preseden buruk. Kita semua tidak mau dan karena itu mari kita gotong royong untuk menyukseskan food estate.
Kami mendapatkan aspirasi Pak Menteri PUPR dari Ketua DPRD dan kawan-kawan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang saya kira suratnya juga sudah sampai ke Pak Menteri, mereka memohon atensi agar sumber daya lokal baik SDM maupun sumber daya lainnya juga diberikan perhatian dalam pelaksanaan food estate di Kalimantan Tengah.
Yang kedua, dalam konteks program yang telah disampaikan oleh Kementerian. Saya mengucapkan terima kasih karena Kalimantan Selatan mendapatkan atensi yang baik. Di Kementerian Perhubungan, tadi Pak Menteri menyampaikan akan ada bus day the service. Saya kira ini Pak perlu dikaji apakah Banjarmasin sudah layak untuk menerapkan ini atau sementara
waktu kita bertahan di BRT dulu, karena praktek BRT-nya bagus Pak dengan 10 armada yang Bapak hibahkan ke Pemprov dan Pemprov selama ini memberikan APBD yang cukup untuk kemudian memberikan subsidi. Tapi kalau by the service saya kok, saya pikir kita harus mengkaji kembali.
Yang kedua, saya kira beberapa waktu yang lalu saya diajak untuk melihat Dermaga di Banjarmasin. Ini Dermaga sejak sebelum kemerdekaan sudah ada namanya Dermaga Pasar Lima, anggarannya tidak terlalu besar tapi dibangun 5 tahun. Saya kira ini perlu kita dorong agar bisa cepat karena di Ditjen Sumber Daya Air telah disediakan dana yang cukup untuk membantu pembebasan lahan. Saya sudah koordinasi dengan Balai setempat. Jadi ini kebetulan 2 Dirjen duduknya di sebelahan Pak, jadi mungkin bisa koordinasi disitu.
Yang ketiga di Kemenhub juga bandara udara di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Pak, di kawasan hulu sungai ada 6 kabupaten disitu. Kami berharap visibilitas studi bisa dibangun cepat karena kawasan ini akan menjadi penyanggah Ibukota Negara. Di PUPR, saya mengucapkan terima kasih karena Direktif Presiden terkait dengan jalan akses bandara sudah masuk. Kemudian sekali lagi, atensi untuk jalan poros Marabahan Margasari Pak yang ini nanti akan terus ke Buas-Buas negara HSO keluar dan Tanjung terus ke Ibukota Negara Baru di Kaltim untuk ditindaklanjuti.
Di Bidang SDA, pengendalian banjir di Barabai Kampung Halaman saya sudah 40 tahun banjir terus setiap tahun. Saya dengar tahun depan sudah mulai dialokasikan. Mudah-mudahan ini bisa kita realisasikan selain DI Amandid dan DI Tapin. Bendungan Tapin saya dengar sudah akan operasional Pak Menteri.
Mohon berkenan Pak Menteri untuk bisa meresmikan di akhir tahun ini kalau berkenan bersama Bapak Presiden ada problem jalan akses 21 kilometer menuju bendungan itu rusak parah Pak. Memang ini bukan jalan nasional tapi kalau nanti kita agendakan dengan Pak Presiden jalan aksesnya kurang baik 21 kilometer ini tentu akan menjadi cerita yang kurang positif.
Bendung Riam Kiwa, saya dengar baru desain dan belum masuk dalam alokasi kendati ini konon akan menggunakan dana loan. Di Cipta Karya, terima kasih karena kawasan sekumpul sudah mulai didesain saya dengar.
Mudah-mudahan fisik bisa dilakukan di 2021. Spam Regional Banjar Bakula masih ada PR Bapak/Ibu sekalian, yaitu connecting di daerah Barito Kuala terutama di daerah Handil Bakti yang demografinya cukup banyak. Di
perumahan, kami berharap rumah susun untuk pondok pesantren dan ASN bisa ditingkatkan karena tahun ini Kalsel cuman dapat satu Pak Dirjen.
Yang terakhir, untuk Kemendes. Kami bersama para Bupati sepakat untuk kita membangun BumDes bekerja sama dengan pengurus masjid yang letaknya di Poros Jalan Nasional di Kalimantan Selatan. Para Bupati sudah menyiapkan koordinasi yang baik dengan desa dan pengurus masjid setempat, sehingga kita berharap masjid-masjid itu tidak hanya disinggahi untuk istirahat tetapi disitu nanti ekonomi bisa tumbuh dengan pola pengembangan BumDes. Suratnya akan menyusul ke Pak Menteri.
Saya kira itu yang bisa saya sampaikan.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan. Billahi Taufiq Wal Hidayah,
Wa Ridho Innayah,
Wallahumma Fiq Illa Aqwamitthaariq,
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat siang,
Salam sejahtera untuk kita semua.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Baik terima kasih Pak Rifqi.
Silakan Pak Hasan Basri, bersiap-siap nanti Ibu Novi. F-PG (HASAN BASRI AGUS):
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Bapak Ketua, Teman-teman Anggota Komisi V dan Bapak Menteri yang hadir langsung pada hari ini.
Terima kasih Pak. Pertama, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Saya memberikan apresiasi yang cukup tinggi terutama Kementerian PU dalam proyek yang akan datang ini proyek padat karya cukup besar dianggarkan. Memang kalau kita lihat tingkat pengangguran itu cukup tinggi 7,5% tahun ini meningkat dari 5,3% dan juga angka kemiskinan juga cukup tinggi pertambahannya akibat dari Covid ini.
Jadi oleh sebab itu, memang dengan, ada dua hal tadi yang disampaikan. Pertama masalah proyek-proyek padat karya, yang kedua masalah karet. Saya menggarisbawahi betul apa yang disampaikan oleh Pak Ketua tadi dan itu sangat membantu sekali Pak Menteri. Yang jadi persoalan
kita di lapangan Pak, kadang-kadang dengan instruksi Bapak dengan pelaksanaan di lapangan itu berbeda.
Nah itu yang mohon betul dan kami akan pantau betul masalah karet. Sebab Jambi karet cukup besar hasil karet untuk Jambi untuk kepentingan masyarakat dalam peningkatan taraf hidup mereka.
Kemudian yang kedua Pak, saya juga mengingatkan kebetulan Pak Menteri ada masalah. Proyek itu limun Pak yang irigasi limun yang sudah 37 tahun pembangunannya sampai sekarang belum bisa menghasilkan, bisa digunakan untuk kepentingan persawahan masyarakat dan saya tanya dengan Kepala Balai-nya menggunakan uang sekitar 5 milyar lagi. 50 milyar lagi kalau tidak salah.
Ini cukup besar dan yang saya khawatirkan adalah dalam data kita sudah kita masukan potensi sawah akibat dari irigasi ini, tetapi dalam pelaksanaannya itu untuk bisa menghasilkan sawah, padi sawah untuk akibat dari irigasi ini sangat lambat sekali dan ini sudah 37 tahun.
Sudah cukup lama saya pikir. Padahal sawah di sekitar itu sekarang masih menggunakan tadah hujan tetapi memang program yang Bapak lakukan irigasi skala kecil itu juga sangat membantu Pak dan ini memang kelihatannya ke depan perlu diperbanyak sawah-sawah yang tadah hujan banyak menggunakan irigasi yang skala kecil ini.
Kemudian yang selanjutnya, masalah jalan tol. Kami Jambi tentunya juga menuntut. Saya baru dapat buku yang tadi ini rencana yang akan kita pelajari pada hari ini. Saya buka satu per satu kelihatannya Jambi belum termasuk program.
Apakah itu nanti rencananya dari Rengat ke Jambi dan dari Palembang ke Jambi bisa mulai dilaksanakan Tahun 2021? Kami tidak tahu persis, mohon informasi Bapak. Bagaimana pun bagaimana disampaikan oleh teman-teman terdahulu, kami ini Pak punya harapan besar dari masyarakat terhadap kami-kami ini dari wakil dari dapil ini. Apalagi Jambi itu 3 orang Pak, dari Golkar, dari PAN dan dari PKB begitu. Jadi dalam pikiran masyarakat Jambi ini pasti posisinya diperhatikan oleh Pak Menteri, tapi ini apakah betul menjadi angan-angan bagi kami untuk membangun daerah kami Pak.
Kemudian yang selanjutnya masalah Bapak Kementerian Desa. Kementerian Desa tadi saya dengar dana untuk pendamping cukup besar 1,74 Triliun. Yang ingin kami tanyakan apa ada peningkatan gaji atau honor mereka setiap bulan Pak Menteri? Mohon diinformasikan kepada kami untuk
kami sampaikan kepada mereka. Terus terang mereka di lapangan cukup kerja keras Pak. Saya sangat terbantu dengan mereka begitu.
Kemudian masalah desa tertinggal Pak. Saya sekali lagi menggarisbawahi untuk Jambi desa tertinggal itu masih ada 14 desa. Mohon memang kalau bisa saya harapkan akhir masa jabatan Pak Menteri semua desa tertinggal ini sudah bisa kita bebaskan. Saya pikir cukup kecil begitu dan dengan persyaratan-persyaratan yang ada sebagaimana saya sampaikan kepada Pak Menteri kemarin, saya pikir kalau memang seluruh kepala daerah apakah itu gubernur maupun bupati, walikota betul-betul fokus untuk menuntaskan mereka, saya yakin ini akan cepat tuntas dengan persyaratan yang ada.
Kemudian masalah Pak Menteri Perhubungan. Sebagian besar Pak kami juga melihat proyek-proyek yang dialokasikan kepada kami tidak tahu persis rinciannya apa nanti Dirjen besok rapat dengan Dirjen yang kata Pak Ketua tadi akan detail kita bicarakan ada tercantum masalah Jambi, nanti kami akan melihat Pak Menteri. Tapi yang jelasnya ya kami hanya sedikit tambahkan masalah jembatan timbang Pak Menteri. Kelihatannya jembatan timbang ini sebenarnya hanya sekedar pajangan Pak Menteri. Tidak ada gunanya saya lihat, hanya sekedar mencari loka daripada staf-staf kita di lapangan begitu dan ini perlu dievaluasi begitu.
Apakah memang ini masih tetap kita pertahankan? Misalnya, jalan nasional yang lewati jalur tengah untuk ke Jambi. Jalan tetap parah rusak akibat daripada jembatan timbang yang ada begitu dan ini perlu menjadi apakah nanti pegawai atau petugas-petugas kita ini perlu kita upgrade lagi dan perlu mungkin mereka dikasih semacam sanksi kalau memang mereka melakukan? Ada Inspektorat Jenderalnya mungkin turun ke lapangan mengecek tentang keberadaan ini.
Itu saja mungkin Bapak Menteri dan secara keseluruhan kami terima kasih sekali. Mudah-mudahan kami tetap mengharapkan perhatian kami terutama kaitannya dengan setiap proyek yang kami rekomendasikan. Terutama Pak Menteri PU termasuk Menteri Perhubungan tidak lupa kami selalu berpikir untuk Ujung Jabung Pak pelabuhan.
Kami minta khusus jembatan Sungai Rambut Pak Menteri ini Pak Bakri ada. Kami bertiga khusus menandatangani surat mohon diprioritaskan pada Tahun 2021 ini mulai jalan begitu Pak.
Tiga kami Anggota Dewan Komisi V menandatangani Pak surat itu dan Pak Diren Bina Marga kemarin saya sudah tanyakan dan kemarin sudah kami serahkan kepada Pak Menteri dan Pak Menteri Perhubungan memang dana
sudah kita alokasikan ke sana. Tapi kami mengharapkan kalau bisa terus setiap tahun kita. Kami tidak mendesak untuk segera selesai, tapi yang penting kita jalan sehingga kesepakatan kami dengan Pak Gubernur pada saat itu, kemudian Ketua DPR Provinsi waktu ulang tahun Jambi bahwa Ujung Jabung akan terus kita lanjutkan menjadi prioritas utama kita akan menjadi kenyataan. Itu yang kami harapkan.
Terima kasih Pak Menteri.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si.): Terima kasih Pak Hasan Basri.
Bu Novita silakan, bersiap-siap Ishaq Mekki. F-P.GERINDRA (Hj. NOVITA WIJAYANTI, S.E., M.M.):
Terima kasih Pak Ketua. Kirain ada Pak Hasan ternyata sudah selesai ya?
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Pimpinan, Anggota.
Melamun soalnya menunggu dari jam 10.00 lama. Sampai ngelamun dari kepengen, nafsu sampai lemas. Mulai. Fokus-fokus.
Pimpinan, Anggota semuanya yang saya hormati;
Pak Menteri dari Kementerian Perhubungan, kemudian Pak Basuki yang saya hormati;
kemudian Pak Menteri Desa yang saya hormati semuanya.
Langsung saja ke Pak Menteri Perhubungan. Bahwa tadi saya lihat ini saya agak surprise juga bahagia. Makanya saya tungguin sampai saya bicara. Bahwa saya tadi baca di sini kebijakan pembangunan infrastruktur yang nomor 1 ada pariwisata mendukung dan investasi dan yang kedua di sini kayaknya saya satu periode kemarin baru lihat ini ada metode padat karya.
Jadi ya alhamdulillah saja kalau Menteri Perhubungan memberikan program yang nasional tetapi juga tidak melupakan dengan program-program yang padat karya. Artinya, di Indonesia ini kan masyarakatnya tidak hanya
kota tetapi di desa dan kita banyak konstituen. Harapannya, program padat karya ini juga bisa disinergikan dengan kita semua 53 Anggota di Komisi V.
Kemudian kalau Dirjen Darat begitu ya, saya periode lalu ada bantuan bus begitu ya lumayan bisa kita bantukan kepada konstituen di bawah.