• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Kendala promosi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah

3. Pandangan masyarakat terhadap perpustakaan

Pandangan masyarakat terhadap keberadaan perpustakaaan masih menajadi kendala dalam hal kegiatan promosi. Kurangnya pemahaman tentang arti pentingya peepustakaan menjadi tantangan bagi perpustakaan untuk membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat.

52

Berdasarkan Hasil wawancara penulis kepada informan 3 diperoleh data sebagai berikut:

“Adapun kendala yang dihadapi dalam melakukan promosi yaitu kurangnya respon masyarakat setempat diamana kami mengadakan kunjungan perpustakaan keliling untuk mensosiaisasikan manfaat dari perpustakaan dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk membaca”.

(Hamzar, wawancara,2020).

Hal ini juga dibenarkan oleh informan 1 selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Daerah Kabupaten Takalar bahwa:

“Kurangnya respon dan pandangan tradisional masyarakat terhadap manfaat pentingnya sebuah perpustakaan menjadi hambatan bagi kami untuk mensosialisasikan manfaat dari perpustakaan”. (Darwis, wawancara, 2020).

Berdasarkan hasil wawancara penulis, dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang menghambat kegiatan promosi berjalan dengan lancar adalah kurangnya respon balik dan pandangan tradisional masyarakat tentang perpustakaan. Hal ini menjadi tantangan bagi pustakawan untuk mempertahankan eksistensi perpustakaan dan merubah paradigma masyarakat akan arti penting perpustakaan.

Dapat disimpulkan bahwa kendala-kendala yang dialami dalam kegiatan promosi yang ada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Takalar adalah kurangya dukungan anggaran dari pemerintah, sumber daya manusia dan paradigma tradisional masyarakat tentang perpustaan.

Dalam hal kegiatan promosi yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Takalar menurut penulis tidak cukup hanya dengan menggunakan media promosi seperti, media perpustakaan keliling, pameran perpustakaan, promosi melalui media cetak dan non cetak dan mengadakan sosialisasi. pihak perpustakaan harus membangun komunikasi yang baik dengan

masyarakat dan membangun kerjasama dengan pepustakaan nasional, perpustakaan provinsi, toko buku atau (LSM tokoh masyarakat) selain itu perpustakaan juga membuat program promosi yang meliputi diantarnya yaitu penetapan sasaran/proritas, menentukan prosedur/tindakan serta menyusun rencana kerja.dalam pembuatan program promosi perlu adanya pendekatan melalui pemanfaatan media sosial facebook, instagram dan kontak pribadi atau melalui penciptaan suasana.

54

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan fokus mengenai strategi promosi dalam pemberdayaan perpustakaan dan beberapa kendala atau hambatan yang dihadapi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Takalar, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Beberapa strategi promosi yang digunakan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Takalar diantaranya melalui perpustakaan keliling, lomba pekan perpustakaan, promosi melalui media cetak dan non cetak, pameran perpustakaan, sosialisasi, bimtek, dan mendirikan taman baca masyarakat.

2. Dalam melakukan kegiatan promosi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Takalar menghadapi beberapa kendala diantaranya kurangnya tenaga perpustakaan untuk terjun langsung untuk mempromosikan perpustakaan sehingga kegiatan promosi yang dilaksanakan tidak berjalan dengan lancar, kemudian kendala berikutnya adalah mengenai minimnya anggaran dan dukungan dari pemerintah setempat. Dan kendala yang terakhir yaitu kurangnya respon balik masyarakat, paradigma tradisional masyarakat menjadi hambatan berjalanya kegiatan promosi dengan lancar.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang telah dilakukan, diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu perpustakaan serta institusi yang terkait.

Karena itu penulis menuliskan beberapa saran terkait dengan strategi promosi perpustakaan yaitu:

1. Pihak perpustakaan harus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan membangun kerjasama dengan beberapa instansi seperti pepustakaan nasional, perpustakaan provinsi, toko buku atau (LSM tokoh masyarakat).

2. Dukungan anggaran sangat mempengaruhi kegiatan promosi maka dari itu Kepala perpustakaan selaku penanggung jawab harus memperjuangkan anggaran perpustakaan kepada pemerintah daerah sehingga promosi dapat berjalan dengan lancar.

3. Perpustakaan juga sebaiknya membuat program promosi yang meliputi diantarnya yaitu penetapan sasaran/proritas, menentukan prosedur/tindakan serta menyusun rencana kerja.dalam pembuatan program promosi perlu adanya pendekatan melalui pemanfaatan media sosial facebook, instagram dan kontak pribadi atau melalui penciptaan suasana.

56

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 1997. Dasar-dasar Bisnis dan Pemasaran: Buku praktis untuk pelajar, Mahasiswa, dan pengusaha. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka cipta.

---. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

---. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

A’yunin, Nadia Amelia Qurrota. 2018. “Promosi Perpustakaan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Melalui Media Sosial”.

LIBRIA 10. (1) Juni: h. 48-63.

Budiman, Ricky. 2008. “Strategi Promosi sebagai Pemberdayaan Perpustakaan di Badan Perpustakaan Provinsi” Tesis Jakarta: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta.

Saebani, Ahmad Bafani dan Afifuddin. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:

Pustaka Setia.

Basuki, Sulistiyo. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

---.1994. Periodisasi Perpustakaan Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Bungin, Burhan. 2009. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Darmono. 2000. Managemen Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Graha ilmu.

---. 2007. Perpustakaan Sekolah: Pendekatan Aspek Manajemen dan Tata Kerja.

Jakarta: Grasindo.

---. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Gramedia Widiasmara.

Depdikbud. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Firdaus, F. 1993. “Promosi Perpustakaan melalui Televisi: Buletin Perpustakaan BKS-PTN B, 2 (12): h.32, Jakarta: Pustaka Media,

Furhan, Arif. 2007. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Firmansyah. 2013. “Strategi Promosi Perpustakaan di Unit Pelaksana teknis Perpustakaan Universitas Hasanuddin Makassar “. Skripsi Makassar:

Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin.

Freddy, R. 2006.Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Gomes, Fausino Cardoso. 2003. Mamajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta:

penerbit Andi.

Hadari, Nawawi. 2002. Metode Penelitian sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Hardiyanti, Sri, dkk. 2018. “ Kinerja Guru Pustakawan Dalam Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah Pada SMAN 8 Banda Aceh”. Jurnal Magister Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. V.6,(3) Agustus: h. 173-182.

Herlina. 2006. Ilmu perpustakaan dan Informasi. Palembang: IAIN Raden Fatah Press.

Indonesia. Departemen Agama RI.2005. Al-Qur’an dan terjemahan . Jumanatul Ali ART.

Lasa, HS.2001. Manajemen Perpustakaan. Yogyakarta: Gama Media.

---. 2009. Kamus Kepustakaan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Book Publhiser.

---. 2001. Manajemen Perpustakaan. Yogyakarta: Gama Media.

Moleong,Lexi J. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

---. 2013. Metode Penelitian Kualitatif, Ed. Rev. Bandung: Rosda Karya.

Mudjito. 2001. Pembinaan Minat Baca. Jakarta: Universitas Terbuka.

Mustafa, Baddollahi. 1996. Promosi Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.

M.Quraish,Shihab. 2012.Tafsir AL-Misbah. Jakarta: Lentera hati.

Nyono. 2010. Promosi Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Pahlefi,M.Rizal. 2013. Strategi Promosi Perpustakaan Perguruan Tinggi (Studi Kasus Pada Perpustakaan Universitas Jambi). Yogyaklarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Perpustakaan Nasional. 2007.Undang-Undang Republik Indonesia No. 43 Tentang Perpustakaan.

Richard, Rubin. 2010. Foundations of Library and information Sience. New york:

Publhiser.

Riza, Faisal Ahmad Adhy.Suryadi. Suprapto, Agung. 2014. Strategi Promosi Perpustakaan Khusus (Studi Pada Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya).

Surabaya: Jurnal Administrasi Publik (JAP), 3(12), h.201.

Rosinar, Euis. 2015. “ Kiat-kiat Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah” Edulip, (1) : h. 113-137.

Sadily, Hasan. 1984. Ensiklopedia Indonesia Jilid 5. Jakarta: Publishing project.

Saebani, Ahmad Bafani dan Afifuddin. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:

Pustaka Setia.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabetha.

---. 2007. Metode Peneltian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

---. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

58

Sutoyo, Agus. 2001. Strategi dan Pemikiran Perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto.

Sutarno NS. 2006. Manajemen Perpustakaan: suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Sagung Seto.

Suherman. 2009. Perpustakaan Sebagai Jantung Sekolah. Bandung: MQS Publishing.

Stanton, William J.dkk. 1991. Fundamentals of Marketing, New York : McGraw-Hill.

Tjiptono. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

---. 1997. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Fakultas Adab.

Yeyen, Yuni. 2009. Strategi Promosi Layanan Perpustakaan: Materi Seminar Nasional, 14 Desember 2009: Erlangga.

Wibowo, Sigit Setyo dkk. 2014. Strategi Promosi Perpustakaan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia: Bandung: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan.2(1), h. 1-3.

59

LAMPIRAN

60

62

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Muhammad Nursamsadi lahir di Biringkaloro 23 Agustus 1992. Anak kedua dari lima bersaudara, anak dari bapak Amiruddin dan ibu Murniaty. Mulai memasuki jenjang Pendidikan sekolah dasar di SDI Borong Palala , Kecamatan Pattallassang, kabupaten gowa.

Kemudian penulis melanjutkan studi di SMPN 1 Bontomarannu Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten gowa dan menempuh masa studi selama tiga tahun, yakni pada tahun 2011 dan selesai pada tahun 2014.

Dan kemudian penulis melanjutkan Pendidikan di MA, ASH-Shalihin Romang polong, gowa pada tahun 2011 sampai dengan 2014.

Setelah lulus SMA, penulis kembali melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni di Univesitas Islam Negeri Alauddin Makassar pada tahun 2016. Prodi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora selama empat tahun masa Pendidikan dan meraih gelar sarjana (S1) pada tahun 2020.

Dokumen terkait