PAPARAN DAN PEMBAHASAN DATA
4.1.3 Paparan dan Pembahasan Data Harapan dan Kebutuhan
Data tentang harapan kegiatan pembelajaran mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire dipaparkan dalam bentuk angka persentase. Secara rinci digambarkan dalam Tabel 4.4 berikut ini.
Tabel 4.4 Data Harapan Siswa Tentang Kegiatan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire.
No. Pernyataan TD KD R D SD
1 Memperoleh informasi dari ceramah guru 3,0 4,0 16,0 53,0 24,0 100
2 Memfasilitasi siswa untuk belajar sendiri 7,0 10,0 35,0 35,0 13,0 100
3 Menyelesaikan tugas dan latihan 1,0 2,0 5,0 53,0 39,0 100
4 Melakukan tanya jawab 0,0 3,0 7,0 51,0 39,0 100
5 Mencari informasi dari berbagai sumber 2,0 3,0 17,0 41,0 37,0 100
6 Melaporkan hasil pencarian informasi 3,0 1,0 19,0 53,0 25,0 100
7 Memperoleh informasi dengan diskusi 1,0 3,0 6,0 51,0 40,0 100
8 Mengerjakan tugas dalam kelompok 3,0 5,0 11,0 48,0 32,0 100
9 Melakukan permainan-permainan dalam pembelajaran 8,0 14,0 11,0 34,0 33,0 100
Berdasarkan data yang diperoleh dari sembilan butir pernyataan tentang harapan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia siswa kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire dapat diperoleh gambaran bahwa secara umum siswa berharap pembelajaran dapat berlangsung secara aktif. Siswa ingin aktif langsung dalam pembelajaran, misalnya menggali informasi melalui diskusi, mengerjakan tugas, mencari informasi, melakukan permainan-permainan edukatif dan lain-lain. Hal ini
terlihat dari data yang dipaparkan pada Tabel 4.3 di atas dan diperjelas dengan Grafik 4.4 serta pembahasan berikut ini.
Grafik 4.4 Kenyataan Harapan Siswa Tentang Kegiatan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire.
Berdasarkan Grafik 4.4 di atas dikemukakan beberapa hal berikut ini. Pertama, siswa berpendapat bahwa memperoleh informasi dengan ceramah dari guru tetap dibutuhkan. Dari data yang diperoleh pada pernyataan pertama, 24% sangat membutuhkan, 53% membutuhkan, 16% ragu-ragu, 4% kurang membutuhkan, dan 3% tidak membutuhkan. Dalam pembelajaran siswa aktif diharapkan pembelajaran “tradisional” yang siswa hanya duduk, diam, dan mendengarkan ceramah dari guru harus mulai ditinggalkan.
Pengembangan materi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di keleas X semester I SMA YPPK Adhi Luhur Nabire tetap mempertimbangkan hal ini. Siswa tetap membutuhkan penyajian materi dengan ceramah, namun dari pendapat siswa tentang minat dan motivasi terlihat bahwa pendapat ini lebih dikarenakan siswa kelas
0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 STS TS R S SS
X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire sudah terbiasa dengan penyajian materi dengan model ceramah. Penyajian materi dengan ceramah tetap dibutuhkan tetapi disesuaikan dengan topik dan tujuan pembelajaran topik tertentu.
Kedua, pendapat siswa tentang belajar sendiri dengan difasilitasi oleh guru bervariasi. Grafik 4.4 nomor dua menunjukkan bahwa 35% membutuhkan, 13% sangat membutuhkan. Maka 48% siswa menginginkan guru memfasilitasi untuk belajar sendiri. Sementara 35% siswa ragu-ragu berpendapat guru memfasilitasi untuk belajar sendiri. Kemudian 10% siswa mengatakan kurang membutuhkan dan 7% tidak membutuhkan. Maka 17% tidak menginginkan guru memfasilitasi untuk belajar sendiri. Vygotsky melalui Suparno, dkk (2002:16) mengatakan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran guru berperan sebagai fasilitator, moderator, dan motivator. Salah satu ciri pelaksanaan KBK dalam pembelajaran untuk merancang siswa berperan aktif adalah diskusi kelompok, memecahkan masalah, menulis naskah (laporan, prosa, puisi) dan mencari informasi serta berkunjung ke luar kelas (Depdiknas, 2003: 45-46). Pengembangan materi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMA YPPK Adhi Luhur Nabire guru memfasilitasi siswa untuk aktif belajar dan menemukan sendiri.
Ketiga, siswa menginginkan menyelesaikan tugas dan latihan. Grafik 4.4 nomor tiga menunjukkan 39% sangat membutuhkan tugas dan latihan, 53% membutuhkan, 5% ragu-ragu, 2% kurang membutuhkan dan 1% tidak membutuhkan. Tugas dan latihan dalam pengembangan materi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk kelas X semester I SMA YPPK Adhi Luhur Nabire adalah hal yang penting untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Menurut Liamzon (1986) melalui Werdiningsih (1999:102) dalam pembelajaran bahasa hendaknya siswa banyak diberi
latihan komunikatif yang bermanfaat, yaitu praktek berbahasa. Hal ini penting untuk pengembangan keterampilan berbahasa, bersastra dan kebahasaan bagi siswa.
Keempat, siswa menginginkan melakukan tanya jawab dalam pembelajaran. Grafik 4.4 nomor empat di atas terlihat bahwa 39% sangat membutuhkan, 51% membutuhkan, 7% ragu-ragu, 3% kurang membutuhkan, dan 0% tidak membutuhkan melakukan tanya jawab dalam pembelajaran. Dengan demikian siswa membutuhkan tanya jawab dalam pembelajaran. Pengembangan materi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X semester I SMA YPPK Adhi Luhur Nabire memiliki kesempatan bertanya jawab dalam pembelajaran.
Kelima, siswa berpendapat ingin mencari informasi dari berbagai sumber. Grafik 4.4 nomor lima memperlihatkan bahwa 37% siswa sangat membutuhkan, 41% siswa membutuhkan, 17% siswa rag-ragu, 3% siswa kurang membutuhkan, dan 2% siswa tidak membutuhkan. Sumber informasi utama dalam pembelajaran bagi siswa kelas X semester I adalah buku teks. Namun pengembangan buku teks harus memunyai kemungkinan-kemungkinan dan kesempatan untuk siswa mencari informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber.
Keenam, siswa menginginkan melaporkan hasil pencarian informasi. Pendapat siswa pada pernyataan keenam berkaitan dengan pendapat siswa pada pernyataan kelima. Dari Grafik 4.4 di atas menunjukkan bahwa 25% siswa sangat membutuhkan, 53% siswa membutuhkan, 19% siswa ragu-ragu, 1% siswa kurang membutuhkan, dan 3% siswa tidak membutuhkan. Jadi, 78% persen siswa ingin mencari informasi sendiri dan melaporkannya di dalam kelas secara individu maupun kelompok.
Ketujuh, pemerolehan informasi dengan diskusi adalah menjadi kebutuhan siswa. Siswa berpendapat pemerolehan informasi dengan cara diskusi dibutuhkan (51% siswa mengatakan membutuhkan dan 40% siswa mengatakan sangat membutuhan diskusi untuk memperoleh informasi). Pengembangan materi buku teks mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X semester I SMA YPPK Adhi Luhur Nabire memberikan kesempatan untuk berdiskusi. Hal ini selain melatih keterampilan berbahasa (berbicara), mengungkapkan gagasan dan memeroleh dan menemukan pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
Kedelapan, siswa menginginkan mengerjakan tugas secara berkelompok. Kebanyakan siswa menginginkan mengerjakan tugas dalam kelompok (32% siswa sangat membutuhkan dan 48% siswa membutuhkan kerja kelompok dalam proses pembelajaran maupun mengerjakan soal-soal. Pengemgembangan materi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X semester I SMA YPPK Adhi Luhur Nabire menggunakan temuan dari Jigsaw di mana kerja kelompok yang terstruktur didasarkan pada kerja sama dan berbagai tanggung jawab (Depdiknas, 2003:32).
Kesembilan, siswa berpendapat permainan dalam pembelajaran adalah hal yang penting. Berdasarkan Grafik 4.4 di atas 33% siswa mengatakan sangat membutuhkan, 34% siswa membutuhkan, 11% siswa ragu-ragu, 14% siswa kurang membutuhkan, dan 8% siswa tidak membutuhkan permainan edukasi dalam pembelajaran. Pembelajaran mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X semester I SMA YPPK Adhi Luhur Nabire diperlukan permainan-permainan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran.
Data tentang harapan siswa terhadap guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire dipaparkan dalam bentuk angka persentase. Secara rinci digambarkan dalam Tabel 4.5 berikut ini.
Tabel 4.5 Data Harapan Siswa Terhadap Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire.
No. Pernyataan TD KD R D SD
1 Menyampaikan informasi melalui penjelasan di depan kelas. 3,0 2,0 6,0 43,0 46,0 100
2 Memberikan perintah untuk belajar sendiri 15,0 16,0 32,0 24,0 13,0 100
3 Membahas kembali latihan atau tugas 0,0 1,0 3,0 49,0 47,0 100
4 Melakukan tanya jawab dengan siswa 1,0 3,0 8,0 41,0 47,0 100
5 Menunjukkan sumber-sumber pelajaran 4,0 3,0 15,0 40,0 38,0 100
6 Memberikan atau memberi tanggapan atas hasil pekerjaan siswa 1,0 1,0 8,0 44,0 47,0 100
7 Membimbing diskusi 3,0 3,0 10,0 44,0 41,0 100
8 Memberi kepada siswa untuk belajar dalam kelompok 0,0 1,0 15,0 43,0 41,0 100
9 Memandu siswa dalam permainan 7,0 7,0 13,0 43,0 30,0 100
Berdasarkan data yang diperoleh dari sembilan butir pernyataan tentang harapan siswa terhadap guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire dikemukakan beberapa temuan berikut. Untuk memperjelas harapan siswa tentang guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dapat dilihat pada Grafik 4.5 dan pembahasan berikut.
0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TD KD R D SD
Grafik 4.5 Kenyataan Tentang Harapan Siswa Terhadap Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire.
Kenyataan tentang harapan siswa terhadap guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire dikemukakan berikut ini. Pertama, siswa berpendapat bahwa memperoleh informasi melalui penjelasan guru di depan kelas tetap diharapkan. Berdasarkan Grafik 4.5 di atas 46% siswa mangatakan sangat membutuhkan, 43% siswa membutuhkan penyampaian informasi melalui penjelasan guru di depan kelas.
Kedua, rata-rata siswa ragu-ragu belajar tanpa pendampingan dari guru. Siswa berpendapat bahwa guru tetap harus mendampingi (tidak sekedar guru memberikan perintah). Grafik 4.5 nomor kedua menunjukkan 13% sangat membutuhkan, 24% siswa membutuhkan, 32% siswa ragu-ragu, 16% siswa kurang membutuhkan, 15% siswa tidak membutuhkan. Berdasarkan data ini kebanyakan siswa belum bisa belajar sendiri. Mereka mengharapkan pendampingan dari guru dalam belajar.
Ketiga, pada umumnya siswa menginginkan guru membahas kembali latihan atau tugas yang telah diberikan (47% sangat membutuhkan, 49% siswa membutuhkan, 3% siswa ragu-ragu, 1% siswa kurang membutuhkan dan 0% siswa tidak membutuhkan pembahasan kembali latihan dan tugas yang telah diberikan).
Keempat, secara umum siswa mengharapkan guru memberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab dalam proses pembelajaran. Berdasarkan Grafik 4.5 di atas nomor empat 47% siswa sangat membutuhkan dan 41% siswa membutuhkan. Maka, secara umum siswa mengharapkan guru memberikan kesempatan untuk bertanya jawab dalam proses pembelajaran.
Kelima, kebanyakan siswa mengharapkan guru selalu menunjukkan sumber-sumber belajar lain, selain buku pelajaran yang diajarkan. Hal ini terlihat dari pendapat siswa terhadap pernyataan butir lima (38% siswa sangat membutuhkan, 40% siswa membutuhkan) tentang petunjuk sumber-sumber pelajaran dari guru.
Keenam, pada umumnya siswa mengharapkan guru selalu memberikan tanggapan (umpan balik) atas pekerjaan siswa (47% siswa berpendapat sangat membutuhkan, 44% siswa membutuhkan).
Ketujuh, siswa berharap guru membimbing jalannya diskusi. Grafik 4.5 menunjukkan harapan siswa tersebut, yaitu 41% siswa berpendapat sangat membutuhkan, 44% siswa membutuhkan bimibingan guru dalam jalannya diskusi.
Kedelapan, belajar dalam kelompok adalah harapan siswa pada umumnya. Siswa menginginkan belajar dalam kelompok (41% siswa sangat membutuhkan dan 43% siswa membutuhkan kesempatan untuk belajar dalam kelompok).
Kesembilan, pada umumnya siswa mengharapkan guru memandu siswa dalam permainan-permainan dalam pembelajaran. Grafik 4.5 nomor sembilan menunjukkan
bahwa 30% mengatakan sangat membutuhkan, 43% membutuhkan bimbingan atau panduan guru dalam permainan udukasi pada pembelajaran.
Berdasarkan beberapa temuan tentang harapan siswa terhadap guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA YPPK Adhi Luhur Nabire dapat disimpulkan sebagai berikut. Secara umum siswa memerlukan pendampingan dari guru dalam pembelajaran, namun siswa juga membutuhkan kebebasan untuk menemukan sendiri dengan proses dialog atau diskusi yang terdampingi. Pembelajaran dengan model ceramah atau guru menjelaskan di depan kelas masih dirasa penting, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Pendampingan dalam pembelajaran, tanya jawab, diskusi kelompok, pembahasan kembali tugas dan latihan, pendapingan dalam melakukan permainan dalam pembelajaran, serta penunjukkan sumber-sumber belajar selain buku teks adalah merupakan harapan siswa. Harapan siswa terhadap guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire ini sesuai dengan pembelajaran siswa aktif, KBK, pandangan konstruktivis, pembelajaran bahasa komunikatif yang melandasi studi pengembangan lokalitas ini.
Data tentang kebutuhan buku teks yang dilengkapi dengan latihan, permainan dan media pembelajaran dipaparkan dalam bentuk angka persentase. Data mengenai kebutuhan siswa tampak pada Tabel 4.6 berikut ini.
Tabel 4.6 Data Kebutuhan Buku Teks Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas X Semester SMA YPPK Adhi Luhur Nabire.
NO. Pernyataan TD KD R D SD
1 Buku teks atau buku paket 2,0 3,0 4,0 43,0 47,0 100
2 Buku latihan 2,0 0,0 5,0 42,0 51,0 100
3 Buku teks yang dilengkapi dengan latihan, permaianan, dan media 3,0 4,0 8,0 34,0 50,0 100
Kenyataan tentang kebutuhan buku teks mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia siswa kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire diperjelas pada Grafik 4.6 berikut ini.
Grafik 4.6 Kenyataan Tentang Kebutuhan Buku Teks Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire.
Berdasarkan Grafik 4.6 di atas dikemukakan beberapa hal berikut. Pertama, pada umunnya siswa membutuhkan buku teks mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia (47% siswa mengatakan sangat membutuhkan dan 43% siswa membutuhkan). Kedua, siswa mengatakan sangat membutuhkan buku latihan bahasa dan sastra Indonesia. Hal ini seperti yang tampak pada Grafik 4.6 di atas (51% siswa
0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 1 2 3 TD KD R D SD
mengatakan sangat membutuhkan dan 42% siswa mengatakan membutuhkan buku latihan dalam pembelajaran). Ketiga, siswa membutuhkan buku teks yang dilengkapi dengan latihan permainan dan media (50% siswa mengatakan sangat membutuhkan dan 34% siswa mengatakan membuhkan).
Berdasarkan pendapat siswa tentang buku teks, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas X SMA YPPK Adhi Luhur Nabire memerlukan buku teks yang dilengkapi dengan latihan dan permainan serta media. Dengan demikian materi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk siswa kelas X semester I SMA YPPK Adhi Luhur Nabire dikembangkan dalam bentuk buku teks yang dilengkapi dengan latihan, permainan, dan media yang menunjang tercapainya keterampilan berbahasa, kesastraan dan kebahasaan.